Afifah, N. 2009. Penggunaan Methylobacterium spp. untuk Invigorasi Benih Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.). Program Studi Pemuliaan Tanaman dan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 33 hal.
Amin, N. 2008. Pengaruh Methylobacterium spp. terhadap Pematahan Dormansi Benih Padi (Oryza sativa L.). Skripsi. Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 30 hal. Anonim. 2000. Padi (Oryza sativa). http://www.ristek.go.id. [3 Februari 2010]. Astuti, D. N. 2010. Pengaruh Sistem Pengairan terhadap Pertumbuhan dan
Produktivitas Beberapa Varietas Padi Sawah (Oryza sativa L.). Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 45 hal.
Claudia, L. 2009. Pengaruh Aplikasi Giberelin (GA3) terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan Dua Varietas Spatifilum (Spathiphyllum wallisii). Program Studi Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 39 hal.
De Datta, S. K. 1981. Principles and Practices of Rice Production. A Wiley-Interscience publication. New York. 618 p.
Devilana, M. R. 2005. Pengaruh Sitokinin (TDZ) dan Auksin (IAA dan NAA) terhadap Multiplikasi Nenas (Ananas comosus (L) Merr) cv. Queen dalam Perbanyakan Kultur Jaringan. Skripsi. Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 55 hal.
Fadillah, N. 2007. Pengaruh Kombinasi Pupuk Organik dengan Dosis Pupuk Inorganik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah Varietas Way Apoburu dan Raja Bulu. Skripsi. Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 46 hal.
Gardner, F. P., R. B. Pearce, R. L. Mitchell. Fisiologi Tanaman Budidaya. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta. 428 hal.
Hanafiah, K. A. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Rajagrafindo Persada. Jakarta. Harjadi, S. S. 2009. Zat Pengatur Tumbuh. Penebar Swadaya. Jakarta. 76 hal. Heddy, S. 1989. Hormon Tumbuhan. Rajawali. Jakarta. 98 hal.
Husniati, K. 2010. Pengaruh Media Tanam dan Konsentrasi Auksin terhadap Pertumbuhan Stek Basal Daun Mahkota Tanaman Nenas (Ananas comocus
L. Merr) cv. Queen. Skripsi. Program Studi Pemuliaan Tanaman dan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 58 -hal.
Intania. 2005. Pengaruh Sitokinin (BAP), Air Kelapa dan Media terhadap Pertumbuhan dan Multiplikasi Alocasia suhirmaniana secara In Vitro. Skripsi. Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 46 hal.
Jourand, P., E. Giraud, G. Bena, A. Sy, A. Willems, M. Gillis, B. Dreyfus, and P. Lajudie. 2004. Methylobacterium nodulans sp. nov., for a Group of Aerobic, Facultavely Methylotrophic, Legume Root-Nodule-Forming and Nitrogen-Fixing Bacteria. International Journal of Systematic and Evolutionary Microbiology 54 : p. 2269-2273.
Khairunisa, R. 2009. Penggunaan Beberapa Jenis Sitokinin terhadap Multiplikasi Tunas dan Pertumbuhan Binahong (Anredera cordifolia [Ten.] Steenis) secara In Vitro. Skripsi. Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 55 hal. Kurniati, E. 2009. Aplikasi Methylobacterium spp. untuk Meningkatkan Viabilitas
Benih dan Pertumbuhan Bibit Padi (Oryza sativa L.). Skripsi. Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Lestari, F. 2006. Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Giberellin terhadap Pertumbuhan dan Hasil serta Mutu Gabah dan Beras. Skripsi. Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 41 hal.
Lidstrom, M. E. and L. Chistoserdova. 2002. Plants in the Pink: Cytokinin Production by Methylobacterium. Journal of Bacteriology Vol. 184 No. 7 : p. 1818.
Madhaiyan, M., S. Poonguzhali, M. Senthilkumar, S. Seshadri, H. Chung, J. Yang, S. Sundaram, and T. Sa. 2004. Growth Promotion and Induction of Systemic Resistance in Rice Cultivar Co-47 (Oryza sativa L.) by Methylobacterium spp. Botanical Bulletin of Academica Sinica Vol.45 : 315-324.
Mano, H. and H. Morisaki. 2008. Endophytic Bacteria in the Rice Plant. Microbes and Environment Vol. 23 No. 2 : p. 109-117.
Muafidah, N. 2008. Respon Pertumbuhan Stek Salam (Eugenia polyantha (Wight.) Walp.) terhadap Lama Penyungkupan dan Pemberian Auksin. Skripsi. Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 45 hal.
Pisesha, P. A. 2008. Pengaruh Konsentrasi IAA, IBA, BAP, dan Air Kelapa terhadap Pembentukan Akar Poinsettia (Euphorbia pulcherrima Wild Et Klotzch) In Vitro. Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 39 hal.
Pramono, H. 2007. Pengaruh GA3 terhadap Pertumbuhan dan Pembentukan Buah Tomat Cherry (Lycopersicon esculentum var. Cerasiforme) secara Hidroponik. Skripsi. Program Studi Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 51 hal.
Prasetyo, E. 2009. Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Aplikasi Formulasi Pseudomonas fluorescens terhadap Intensitas Penyakit, Pertumbuhan dan Produksi Padi Sawah (Oryza sativa L.). Skripsi. Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 45 hal.
Primawati, E. 2006. Perbanyakan Cendana (Santalum album Linn.) secara In-Vitro dengan Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Sitokinin (BAP dan Kinetin). Skripsi. Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 41 hal.
Purwono dan H. Purnamawati. 2008. Budidaya 8 Jenis Tanaman Pangan Unggul. Penebar Swadaya. Jakarta. 140 hal.
Riupassa, P. A. 2003. Kelimpahan dan Keragaman Genetik Bakteri Pink Pigmented Facultative Methylotroph dari Berbagai Daun Sayuran Lalapan. Tesis. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor. 32 hal.
Rochmah, H. F. 2009. Pengaruh Pupuk Organik dan Anorganik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah (Oryza sativa L.). Skripsi. Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 59 hal.
Sadikin, I. 2009. Pengaruh Methylobacterium spp terhadap Viabilitas Benih Kakao (Theobroma cacao L.). Skripsi. Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 36 hal. Safariyah, R. 2009. Efektivitas Isolat Methylobacterium spp. untuk Mematahkan
Dormansi Benih, Meningkatkan Pertumbuhan Bibit dan Hasil Padi (Oryza sativa L.). Skripsi. Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 41 hal.
Santoso, I. 2007. Aplikasi Bakteri Methylobacterium spp. terhadap Pertumbuhan dan Perakaran Tunas Gaharu (Aquilaria malaccensis Lamk.) Hasil In-Vitro. Skripsi. Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 63 hal.
Sari, F. R. 2005. Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Aplikasi Giberelin terhadap Bibit, Pertumbuhan dan Produksi Padi Sawah (Oryza sativa L.). Skripsi.
Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 41 hal.
Sari, P. E. 2009. Pengaruh Komposisi Bahan Pelapis dan Methylobacterium spp. terhadap Daya Simpan Benih dan Vigor Bibit Kacang Panjang (Vigna sinensis L.). Skripsi. Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Sianipar, A. J. S. 2006. Review Pengaruh Dosis Pupuk Inorganik Tunggal (N, P, K) terhadap Pertumbuhan, Produksi, dan Mutu Fisik Gabah. Skripsi. Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 43 hal.
Siregar, H. 1981. Budidaya Tanaman Padi di Indonesia. Sastra Hudaya. Jakarta. 318 hal.
Sopher, C. D. and J. V. Baird. Soils and Soil Management. Reston Publishing Company Inc. Virginia.
Supriyadi. 2006. Pengaruh Konsentrasi dan Waktu Aplikasi Giberelin Gibgro 10 SP terhadap Pertumbuhan, Hasil dan Mutu Fisik Hasil Padi Sawah (Oryza sativa L.). Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 48 hal.
Sy, A., E. Giraud, P. Jourand, N. Garcia, A. Willems, P. Lajudie, Y. Prin, M. Neyra, M. Gillis, C. Boivin-Masson, and B. Dreyfus. 2001. Methylotrophic Methylobacterium Bacteria Nodulate and Fix Nitrogen in Symbiosis with Legumes. Journal of Bacteriology Vol. 183 No.1 : p. 214-220.
Syara, S. 2006. Penggunaan IAA dan BAP untuk Menstimulasi Organogenesis Tanaman Athurium andreanum dalam Kultur In Vitro. Skripsi. Program Studi Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 42 hal.
Wattimena, G. A. 1988. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 145 hal.
Widajati, E., S. Salma, M. Kosmiatin, E. Pratiwi, dan S. Rahayu. 2008. Potensi Methylobacterium spp. asal Kalimantan Timur untuk meningkatkan mutu benih dan kultur in vitro tanaman serta analisis keragamannya. Laporan Penelitian. LPPM IPB. Bogor.
Yuningsih, A. F. V. 2009. Pengaruh Aplikasi Methylobacterium spp. Terhadap Viabilitas Benih Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Selama Penyimpanan. Program Studi Pemuliaan Tanaman dan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 40 hal.
Lampiran 1. Deskripsi Padi Varietas Ciherang Nomor Seleksi : S3383-1D-PN-41-3-1
Asal Persilangan : IR18349-53-1-3-1-3/3*IR19661-131-3-1-3//4*IR64
Golongan : Cere
Umur tanaman : 116-125 hari Bentuk tanaman : Tegak Tinggi tanaman : 107-115 cm Anakan produktif : 14-17 batang Warna kaki : Hijau
Warna batang : Hijau
Warna telinga daun : tidak berwarna Warna lidah daun : tidak berwarna Warna daun : Hijau
Muka daun : Kasar pada sebelah bawah Posisi daun : Tegak
Daun bendera : Tegak
Bentuk gabah : Panjang ramping Warna gabah : Kuning bersih Kerontokan : Sedang Kerebahan : Sedang Tekstur nasi : Pulen
Kadar amilosa : 23% Indeks Glikemik : 54 Bobot 1000 butir : 28 g Rata-rata hasil : 6.0 ton Potensi hasil : 8.5 ton Ketahanan terhadap
hama penyakit :
• Tahan terhadap wereng coklat biotipe 2 dan agak tahan biotipe 3
• Tahan terhadap hawar daun bakteri strain III dan IV Anjuran tanam : Baik ditanam di lahan sawah irigasi dataran rendah
sampai 500 m dpl
Pemulia : Tarjat T, Z. A. Simanullang, E. Sumadi dan Aan A. Dradjat
Dilepas tahun : 2000
Lampiran 2. Komposisi Media AMS untuk 1 Liter K2HPO4 1.740 g NaH2PO.H2O 1.380 g (NH4)2SO4 0.500 g MgSO4.7H2O 0.200 g CaCl2.H2O 0.025 mg FeSO4.7H2O 4.800 mg Trace element 0.500 ml Metanol 1.000 % (v/v)
Lampiran 3. Layout Pertanaman Penelitian dalam Rumah Kaca
D1U3 D0U3 D2U2 D0U1 W1 D2U1 D1U1 D1U2 D2U3
D0U2
D0U2 D1U1 D0U1 D2U2 W3
D1U2 D2U1 D1U3 D2U3
D0U3
D2U1 D1U2 D0U1 D1U1 W2 D1U3 D0U2 D2U3 D0U3
D2U2
D2U3 D1U3 D1U2 D0U2 W0 D0U1 D0U3 D2U1 D2U2
D1U1
Utara
Keterangan:
W0 : Kontrol D0 : Kontrol
W1 : Rendam + semprot 4 & 8 MST D1 : Setengah dosis
W2 : Rendam + semprot 8 MST D2 : Dosis penuh
Lampiran 4. Sidik Ragam Data Tinggi Tanaman Umur 4 MST
Sumber keragaman db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F-hit Pr>F
Ulangan 2.00 4.38 2.19 0.32 0.73 W 3.00 29.35 9.78 1.44 0.26 D 2.00 30.25 15.12 2.22 0.13 W*D 6.00 34.48 5.75 0.85 0.55 Galat 22.00 149.55 6.80 Total terkoreksi 35.00 248.01
Lampiran 5. Sidik Ragam Data Tinggi Tanaman Umur 5 MST
Sumber keragaman db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F-hit Pr>F
Ulangan 2.00 6.11 3.05 0.32 0.73 W 3.00 41.25 13.75 1.44 0.26 D 2.00 41.91 20.95 2.19 0.14 W*D 6.00 49.43 8.24 0.86 0.54 Galat 22.00 210.80 9.58 Total terkoreksi 35.00 349.50
Lampiran 6. Sidik Ragam Data Tinggi Tanaman Umur 6 MST
Sumber keragaman db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F-hit Pr>F
Ulangan 2.00 5.42 2.71 0.27 0.77 W 3.00 43.18 14.39 1.42 0.26 D 2.00 49.17 24.59 2.43 0.11 W*D 6.00 91.25 15.21 1.50 0.22 Galat 22.00 222.97 10.13 Total terkoreksi 35.00 411.98
Lampiran 7. Sidik Ragam Data Tinggi Tanaman Umur 7 MST
Sumber keragaman db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F-hit Pr>F
Ulangan 2.00 1.25 0.63 0.03 0.97 W 3.00 43.65 14.55 0.67 0.58 D 2.00 180.75 90.37 4.15 0.03 W*D 6.00 204.34 34.06 1.56 0.21 Galat 22.00 479.41 21.79 Total terkoreksi 35.00 909.40
Lampiran 8. Sidik Ragam Data Tinggi Tanaman Umur 8 MST
Sumber keragaman db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F-hit Pr>F
Ulangan 2.00 7.48 3.74 0.08 0.92 W 3.00 69.85 23.28 0.53 0.67 D 2.00 332.03 166.01 3.74 0.04 W*D 6.00 362.75 60.46 1.36 0.27 Galat 22.00 975.36 44.33 Total terkoreksi 35.00 1747.46
Lampiran 9. Sidik Ragam Data Tinggi Tanaman Umur 9 MST
Sumber keragaman db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F-hit Pr>F
Ulangan 2.00 48.74 3553.42 0.29 0.75 W 3.00 82.09 27.36 0.33 0.81 D 2.00 890.43 445.22 5.32 0.01 W*D 6.00 692.39 115.40 1.38 0.27 Galat 22.00 1839.78 83.63 Total terkoreksi 35.00 3553.42
Lampiran 10. Sidik Ragam Data Jumlah Daun Umur 4 MST
Sumber keragaman Db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F-hit Pr>F
Ulangan 2.00 0.21 0.11 0.56 0.58 W 3.00 0.55 0.18 0.97 0.43 D 2.00 1.21 0.60 3.20 0.06 W*D 6.00 0.68 0.11 0.60 0.73 Galat 22.00 4.15 0.19 Total terkoreksi 35.00 6.79
Lampiran 11. Sidik Ragam Data Jumlah Daun Umur 5 MST
Sumber keragaman Db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F-hit Pr>F
Ulangan 2.00 1.71 0.85 1.39 0.27 W 3.00 1.64 0.55 0.89 0.46 D 2.00 4.31 2.15 3.51 0.05 W*D 6.00 1.80 0.30 0.49 0.81 Galat 22.00 13.50 0.61 Total terkoreksi 35.00 22.96
Lampiran 12. Sidik Ragam Data Jumlah Daun Umur 6 MST
Sumber keragaman db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F-hit Pr>F
Ulangan 2.00 44.86 22.43 1.25 0.30 W 3.00 415.95 138.65 7.76 0.00 D 2.00 1458.31 729.15 40.79 <.0001 W*D 6.00 476.96 79.49 4.45 0.00 Galat 22.00 393.30 17.88 Total terkoreksi 35.00 2789.38
Lampiran 13. Sidik Ragam Data Jumlah Daun Umur 7 MST
Sumber keragaman db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F-hit Pr>F
Ulangan 2.00 81.75 40.87 1.79 0.19 W 3.00 555.44 185.15 8.11 0.00 D 2.00 2467.24 1233.62 54.06 <.0001 W*D 6.00 722.36 120.39 5.28 0.00 Galat 22.00 502.05 22.82 Total terkoreksi 35.00 4328.84
Lampiran 14. Sidik Ragam Data Jumlah Daun Umur 8 MST
Sumber keragaman db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F-hit Pr>F
Ulangan 2.00 102.58 51.29 1.43 0.26 W 3.00 216.72 72.24 2.02 0.14 D 2.00 4912.17 2456.08 68.51 <.0001 W*D 6.00 210.51 35.08 0.98 0.46 Galat 22.00 788.69 35.85 Total terkoreksi 35.00 6230.67
Lampiran 15. Sidik Ragam Data Jumlah Daun Umur 9 MST
Sumber keragaman db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F-hit Pr>F
Ulangan 2.00 225.80 112.90 2.52 0.10 W 3.00 309.41 103.14 2.30 0.11 D 2.00 8645.06 4322.53 96.43 <.0001 W*D 6.00 109.57 18.26 0.41 0.87 Galat 22.00 986.14 44.82 Total terkoreksi 35.00 10275.98
Lampiran 16. Sidik Ragam Data Jumlah Anakan Umur 4 MST
Sumber keragaman db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F-hit Pr>F
Ulangan 2.00 0.00 0.00 . . W 3.00 0.00 0.00 . . D 2.00 0.00 0.00 . . W*D 6.00 0.00 0.00 . . Galat 22.00 0.00 0.00 Total terkoreksi 35.00 0.00
Lampiran 17. Sidik Ragam Data Jumlah Anakan Umur 5 MST
Sumber keragaman db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F-hit Pr>F
Ulangan 2.00 0.04 0.02 0.59 0.56 W 3.00 0.44 0.15 3.93 0.02 D 2.00 0.86 0.43 11.46 0.00 W*D 6.00 0.28 0.05 1.24 0.32 Galat 22.00 0.82 0.04 Total terkoreksi 35.00 2.44
Lampiran 18. Sidik Ragam Data Jumlah Anakan Umur 6 MST
Sumber keragaman db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F-hit Pr>F
Ulangan 2.00 6.95 3.48 1.30 0.29 W 3.00 8.62 2.87 1.07 0.38 D 2.00 148.33 74.17 27.68 <.0001 W*D 6.00 41.14 6.86 2.56 0.05 Galat 22.00 58.95 2.68 Total terkoreksi 35.00 264.00
Lampiran 19. Sidik Ragam Data Jumlah Anakan Umur 7 MST
Sumber keragaman db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F-hit Pr>F
Ulangan 2.00 10.87 5.44 1.61 0.22 W 3.00 9.70 3.23 0.96 0.43 D 2.00 244.81 122.41 36.30 <.0001 W*D 6.00 59.62 9.94 2.95 0.03 Galat 22.00 74.19 3.37 Total terkoreksi 35.00 399.20
Lampiran 20. Sidik Ragam Data Jumlah Anakan Umur 8 MST
Sumber keragaman db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F-hit Pr>F
Ulangan 2.00 14.64 7.32 1.65 0.21 W 3.00 6.65 2.22 0.50 0.69 D 2.00 487.52 243.76 55.07 <.0001 W*D 6.00 11.13 1.85 0.42 0.86 Galat 22.00 97.39 4.43 Total terkoreksi 35.00 617.33
Lampiran 21. Sidik Ragam Data Jumlah Anakan Umur 9 MST
Sumber keragaman db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F-hit Pr>F
Ulangan 2.00 24.61 12.30 2.03 0.15 W 3.00 19.09 6.36 1.05 0.39 D 2.00 835.48 417.74 69.08 <.0001 W*D 6.00 7.21 1.20 0.20 0.97 Galat 22.00 133.03 6.05 Total terkoreksi 35.00 1019.41
Lampiran 22. Sidik Ragam Data Jumlah Anakan Produktif
Sumber keragaman db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F-hit Pr>F
Ulangan 2.00 13.35 6.67 2.13 0.14 W 3.00 1.10 0.37 0.12 0.95 D 2.00 310.94 155.47 49.72 <.0001 W*D 6.00 5.97 0.99 0.32 0.92 Galat 22.00 68.80 3.13 Total terkoreksi 35.00 400.16
Lampiran 23. Interaksi Perlakuan Waktu Aplikasi dan Dosis Pupuk terhadap Jumlah Daun Tanaman pada Umur 4 MST
Perlakuan Dosis penuh Dosis 1/2 Kontrol
Semprot 4 MST 5 5 4
Rendam 5 5 5
Rendam + semprot 4 MST 5 5 4
Kontrol 5 5 5
Lampiran 24. Interaksi Perlakuan Waktu Aplikasi dan Dosis Pupuk terhadap Jumlah Daun Tanaman pada Umur 5 MST
Perlakuan Dosis penuh Dosis 1/2 Kontrol
Semprot 4 MST 6 7 6
Rendam 7 6 6
Rendam + semprot 4 MST 6 6 5
Kontrol 6 6 6
Lampiran 25. Interaksi Perlakuan Waktu Aplikasi dan Dosis Pupuk terhadap Jumlah Daun Tanaman pada Umur 8 MST
Perlakuan Dosis penuh Dosis 1/2 Kontrol
Semprot 4 MST 50 37 19
Rendam 59 40 24
Rendam + semprot 4 MST 50 37 23
Kontrol 44 37 23
Lampiran 26. Interaksi Perlakuan Waktu Aplikasi dan Dosis Pupuk terhadap Jumlah Daun Tanaman pada Umur 9 MST
Perlakuan Dosis penuh Dosis 1/2 Kontrol
Semprot 4 MST 61 42 22
Rendam + semprot 8 MST 72 48 28 Rendam + semprot 4 MST dan 8 MST 60 44 27