• Tidak ada hasil yang ditemukan

Adam,Tim, dan Goyal, Vidhan K. 1999. The Investment Opportunity Set and It’s Proxy Variables: Theory and Evidence, Finance Workshop Hongkong University of Science and Technology.

Ang, R. 1997. Buku Pintar Pasar Modal Indonesia. Jakarta: Mediasoft.

Anonim. 2006. Indonesian Capital Market Directory 2006. Jakarta: ECFIN.

. 2007. Indonesian Capital Market Directory 2007. Jakarta: ECFIN.

. 2008. Indonesian Capital Market Directory 2008. Jakarta: ECFIN.

. 2009. Indonesian Capital Market Directory 2009. Jakarta: ECFIN.

. 2010. Indonesian Capital Market Directory 2010. Jakarta: ECFIN.

Anugrah, A.D. Putriani. 2009. Analisis Pengaruh Investment Opportunity Set terhadap Return Saham Perusahaan Sektor Manufaktur, Jurnal Universitas Gunadarma. Predictions About Dividend and Debt,Working Paper, University of Chicago. Fanani, Zaenal. 2006. Manajemen Laba : Bukti dari Set Kesempatan Investasi,

Utang, Kos Politis dan Konsentrasi Pasar Pada Pasar Yang Sedang Berkembang, Seminar Nasional Akuntansi 9 Padang. hal. 1-26.

Gaver, J.J., dan Gaver, K.M. 1993. Additional Evidence on The Association Between The Investment Opportunity Set and Corporate Financing Dividend, and Compesation Policies, Journal of Accounting and Economic.

pp. 125-160.

. 1995. Compensation Policy and The Investment Opportunity Set, Financial Management 24. pp. 19-32.

Ghozali, Imam. 2002. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.

Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Gul, Leung, dan Srinindhi. 2000. The Effect of Investment Opportunity Set and Debt Level on Earnings-Returns Relationship and the Pricing of Discretionary Accruals, AAANZ Conference and Accounting Seminars at City University of Hong Kong, Chinese University of Hong Kong, Rutgers University and State University of New York.

Hasnawati, Sri. 2005. Dampak Set Peluang Investasi terhadap Nilai Perusahaan Publik di Bursa Efek Jakarta, Jurnal Akuntansi dan Auditing Indonesia.

9(2). hal. 153-162.

Hendarsanto, Prastato. 2005. Analisis Pengaruh MVA, Debt to Equity, Trading Day, Trading Volume, dan ROA Terhadap Return Saham pada Perusahaan Real Estate dan Properti di Bursa Efek Jakarta (Periode 1999‐2003), Tesis, Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Diponegoro tidak dipublikasikan.

Herdinata, Christian. 2009. Kebijakan Pendanaan dan Dividen dengan Pendekatan Investment Opportunity Set, Jurnal Keuangan dan Perbankan Vol. 13. hal.

237-248.

Home, James Van, dan Wachowicz.jr, John M. 1998. Prinsip- prinsip Manajemen Keuangan, Jakarta: Salemba Empat.

Husnan, Suad. 2000. Manajemen Keuangan Teori dan Terapan (Keputusan Jangka Panjang), Buku I, Edisi keempat, Yogjakarta: BPFE.

. 2005. Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas, Edisi keempat, Yogjakarta: UPP AMP YKPN.

Jaggi, Bikki, dan Gul, F.D. 1999. An Analysis of Join Effects of Investment Opportunity Set, Free Cash Flow and Size on Corporate Debt Policy, Review of Quantitative Finance and Accounting 12. pp. 371-381.

Jogiyanto. 2000. Teori portofolio dan Analisis Investasi, Yogyakarta: BPFE Jones, Stewart, dan Sharma, Rohit. 2001. The Association between The

Investment Opportunity Set and Corporate Financing and Dividend Decisions: Some Australian Evidence, Mangerial Finance 27. pp. 48-71.

Kaestner, R., dan F. Y. Liu, 1998, New Evidence on The Information Content of Dividend Announcement, The Quarterly Review of Economics and Finance, Vol. 38, [2]: 251-274.

Kallapur, S., dan Trombley, M.K. 2001. The Investment Opportunity Set:

Determinants, Consequences, and Measurement, Managerial Finance 27.

pp. 3-15.

Kole, S.R., and Lehn, K.M. 1991. Deregulation and The Adaption of Governance Structure: The Case of The US Airline Industry, Journal Of Financial Economics 52.

Liestyowati. 2002. Faktor yang Mempengaruhi Keuntungan Saham di Bursa Efek Jakarta: Analisis Periode Sebelum dan Selama Krisis, Jurnal Manajemen Indonesia Vol. 1- 2.

Muhammad, Iman. 2006. Analisis Struktur Modal Terhadap Harga Saham Perusahaan Obat-Obatan Terbuka di Bursa Efek Jakarta (2001-2004), Tesis, Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Terbuka tidak dipublikasikan.

Murhadi, Werner.R. 2008. Studi kebijakan Deviden: Anteseden dan Dampaknya terhadap Harga Saham, Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan Vol.10.

Myers, Stewart C. 1977. Determinant of Corporate Borrowing, Journal of Financial Economics 5. pp. 147-175.

.1984. The Capital Structure Puzzle, Journal of Finance 39.

pp. 575-591.

Natarsyah, S. 2000. Analisis Pengaruh Beberapa Faktor Fundamental dan Resiko Sistematik terhadap Harga Saham. Kasus Industri Barang Konsumsi yang Go Publik di Pasar Modal Indonesia, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol. 15. hal. 294‐312

Nathaniel, Nicky. 2008. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Return Saham (Studi Pada Saham-Saham Real Estate And Property Di Bursa Efek Indonesia Periode 2004-2006), Tesis, Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Diponegoro tidak dipublikasikan.

Norpratiwi, M.V. Agustina. 2007. Analisis Korelasi Investment Opportunity Set terhadap Return Saham (pada Saat Pelaporan Keuangan Perusahaan), Jurnal Akuntansi dan Manajemen XVII (1). hal. 9-22.

Pagalung, Gagaring. (2002). Pengaruh Kombinasi Keunggulan dan Keterbatasan Perusahaan terhadap Set Kesempatan Investasi (IOS), Jurnal Riset Akuntansi Vol. 6. Hal. 249-263.

Puspitasari, N., dan Kholifah, S. 2007. Kinerja Finansial dan Kesempatan Investasi Perusahaan Bertumbuh dan Tidak Bertumbuh pada Perusahaan Manufaktur Public di Bursa Efek Jakarta, The 1st PPM Conference on Management Research “Manajemen di Era Globalisasi”, Sekolah Tinggi Manajemen PPM.

Qauliah, Asta. 2006. Siklus Hidup Produksi Obat: Susahnya Masuk Dalam Industri Farmasi. (online), (www.astaqauliah.com)

Ratnasari. 2003. Analisis Pengaruh Faktor Fundamental, Volume perdagangan dan Nilai Kapitalisasi Pasar terhadap Return Saham di BEJ (Studi Kasus pada Perusahaan Manufaktur dan Perbankan Tahun 1997-2001), Tesis, Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Diponegoro tidak dipublikasikan.

Rokhayanti, Isnaeni. 2005. Analisis Hubungan Investment Opportunity Set dengan Realisasi pertumbuhan serta Perbedaan Perusahaan yang Tumbuh dan Tidak Tumbuh terhadap Kebijakan Pendanaan dan Dividen di Bursa Efek Jakarta. SMART 1. hal. 41-60.

Sarmono. 2009. Potret Industri Farmasi di Indonesia. (online), (http://moko31.wordpress.com).

Sartono.R.Agus. 2008. Manajemen Keuangan. Edisi Keempat, Yogyakarta: BPFE Smith, Jr. W Clifford, dan Watts, R. L. 1992. The Investment Opportunity Set and Corporate Financing, Dividend and Compensation Policies, Journal of Financing Economics Vol. 32. pp. 263-292.

Solechan, Achmad. 2009. Pengaruh Manajemen Laba Dan Earning Terhadap Return Saham, Jurnal STMIK HIMSYA Semarang. hal: 1-18.

Sriwardany. 2006. Pengaruh Pertumbuhan Perusahaan terhadap Kebijaksanaan Struktur Modal dan Dampaknya terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur Go Public di Bursa Efek Jakarta (2000-2004), Tesis, Program Pascasarjana Magister Manajemen Universitas Sumatera Utara tidak dipublikasikan.

Sugiyono. 2005. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan Kedelapan, Bandung:

Penerbit CV. Alfabeta.

Suharli, Michell. 2005. Studi Empiris terhadap Dua Faktor yang Mempengaruhi Return Saham pada Industri Food & Beverages di Bursa Efek Jakarta, Jurnal Akuntansi dan Keuangan. hal. 99-116.

Wahyudi, Sugeng. 2003. Pengaruh Rasio Harga Nilai Buku dan Rasio Hutang Modal Sendiri terhadap Return. Media Ekonomi dan Bisnis. Vol. XV. No.2.

Lampiran 1 Nama Perusahaan Sampel

Sumber : Indonesian Capital Market Directory, 2006-2010, www.idx.co.id NO Kode Nama Perusahaan

1 SQBI PT.Bristol-Myers Squibb Indonesia Tbk 2 DVLA PT. Darya-Varia Laboratoria Tbk 3 INAF PT. Indofarma Tbk

4 KLBF PT. Kalbe Farma Tbk 5 KAEF PT. Kimia Farma Tbk

6 MERK PT. Merck Tbk

7 PYFA PT. Pyrdam farma Tbk

8 SCPI PT. Schering Plough Indonesia Tbk 9 TSPC PT. Tempo Scan Pasific Tbk

Lampiran 2 Harga Penutupan Saham (Closing Price) Perusahaan Farmasi Di Bursa Efek Indonesia Pada Akhir Tahun 2005- 2010.

Harga Penutupan Saham Perusahaan Farmasi (Dalam Rupiah)

No Nama perusahaaan 2005 2006 2007 2008 2009 2010 1 SQBI 39.000 55.500 65.000 52.000 136.800 136.500

2 DVLA 750 1.510 1.600 960 1.530 1.150

3 INAF 115 100 205 50 83 80

4 KLBF 990 1.190 1.260 400 1.300 3.250

5 KAEF 145 165 305 76 127 444

6 MERK 24.300 40.000 52.500 35.500 80.000 93.000

7 PYFA 45 50 81 50 110 127

8 SCPI 11.000 9.000 21.500 10.350 39.000 34.000

9 TSPC 5.650 900 750 400 730 1.710

Sumber : Indonesian Capital Market Directory, 2006-2010, www.idx.co.id

Lampiran 3 Ikhtisar Keuangan Perusahaan Farmasi Di Bursa Efek Indonesia Selama Periode 2005-2010

Ikhtisar Keuangan Perusahaan Farmasi Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005

No Nama Sumber : Indonesian Capital Market Directory, 2006

Lanjutan Lampiran 3

Ikhtisar Keuangan Perusahaan Farmasi Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2006

No Nama Sumber : Indonesian Capital Market Directory, 2007

Lanjutan Lampiran 3

Ikhtisar Keuangan Perusahaan Farmasi Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2007

No Nama Sumber : Indonesian Capital Market Directory, 2008

Lanjutan Lampiran 3

Ikhtisar Keuangan Perusahaan Farmasi Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008

No Nama Sumber : Indonesian Capital Market Directory, 2009

Lanjutan Lampiran 3

Ikhtisar Keuangan Perusahaan Farmasi Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2009

No Nama Sumber : Indonesian Capital Market Directory, 2010

Lanjutan Lampiran 3

Ikhtisar Keuangan Perusahaan Farmasi Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010

No Nama

Lampiran 4 Variabel Investment Opportunity Set, Debt to Equity Ratio, dan Return Saham Perusahaan Farmasidi Bursa Efek Indonesia Selama Periode 2006-2010 Variabel Investment Opportunity Set, Debt to Equity Ratio, dan Return Saham No Thn Nama

Sumber : Indonesian Capital Market Directory, 2006-2010, www.idx.co.id, data diolah

Lanjutan Lampiran 4

Variabel Investment Opportunity Set, Debt to Equity Ratio, dan Return Saham

No Thn Nama

Sumber : Indonesian Capital Market Directory, 2006-2010, www.idx.co.id, data diolah

Lampiran 5 MV/BVE 2006 9 -2228.336 403.552 -48.83817 827.342813 MV/BVE 2007 9 64.743 4302.390 695.22023 1357.323643 MV/BVE 2008 9 38.629 446.281 146.87041 131.514820 MV/BVE 2009 9 70.868 713.850 277.70835 225.982234 MV/BVE 2010 9 79.656 1009.568 376.08293 311.018623

Valid N (listwise) 9

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

CA/MVA 2006 9 -.861 5.329 .99358 1.929901

CA/MVA 2007 9 -.726 1.706 .55392 .843770

CA/MVA 2008 9 -5.427 5.089 .88390 2.751636

CA/MVA 2009 9 -3.070 1.713 .09786 1.358063

CA/MVA 2010 9 -1.507 129.487 14.33785 43.189000

Valid N (listwise) 9

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

DER 2006 9 20.005 144.910 712.42012 2283.213251

DER 2007 9 18.139 7146.470 848.01262 2362.990244

DER 2008 9 12.023 2289.831 306.52380 746.522712

DER 2009 9 21.061 948.693 150.28873 301.682223

DER 2010 9 18.945 1828.052 241.70675 595.974241

Valid N (listwise) 9

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation RETURN 2006 9 -84.071 101.333 15.34002 52.921293 RETURN 2007 9 -16.667 138.889 48.25338 52.464692 RETURN 2008 9 -75.610 -20.000 -49.79171 19.622500 RETURN 2009 9 59.375 276.812 131.69121 76.701106 RETURN 2010 9 -24.837 249.606 58.22962 95.920862

Valid N (listwise) 9

Lampiran 6

Dokumen terkait