[BKKBN] Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional. 1996. Pemantapan Fungsi Keluarga Sejahtera Menuju Terbentuk Keluarga Sejahtera Kajian Aplikasi & Kriteria Implementasi & Fungsi Keluarga. Jakarta (ID): Puslitbang Keluarga Sejahtera. [BPS] Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat. 2012. Jumlah dan
persentase penduduk miskin dan garis kemiskinan menurut Kabupaten/Kota 2011 [internet]. [Diunduh 2014 Mei 30]. Tersedia pada: http://jabar.bps.go.id/subyek/jumlah-dan-persentase- penduduk-miskin-dan-garis-kemiskinan-menurut-kabupatenkota-2011.
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2014. Jumlah dan persentase penduduk miskin, garis kemiskinan, indeks kedalaman kemiskinan, dan indeks keparahan kemiskinan menurut provinsi September 2013 [internet]. [Diunduh 2014 Mei 30]. Tersedia pada: http://www.bps.go.id/tabel_excel/indo_23_1.xls.
[KPP&PA] Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. 2013. Profil Anak Indonesia 2012, Kerjasama dengan Badan Pusat Statistik. Jakarta (ID): CV. Miftahul Rizky.
Baharudin E. 2009. Adat dan kebiasaan masyarakat dalam pemukiman padat penduduk di Jakarta. Forum Ilmiah Indonusa Januari 2009 6(1).
Berns RM. 1997. Child, Family, School, Community. Texas (USA): Holt, Rineheart and Winston, Inc. Ed ke-4.
Bradley RH, Caldwell BM, Rock SL, Hamrick HM, Harris P. 1988. Home observation for measurement of the environment: development of a home inventory for use with families having children 6 to 10 years old. Contemporary Educational Pshychology. (13): 58-71.
Caldwell BM, Bradley RH. 1984. Administration Manual: Home Observation for Measurement of The Environment. Revised Ed. Arkansas: University of Arkansas.
Cross DR. 2007. Environmental models & the HOME [naskah kuliah]. Texas (USA): Texas Christian University.
Darmaji S, Patmonodewo S, Atmodiwirjo ET, Hadis FA, Lestari H. 1984. Program Bina Keluarga dan Balita: Buku IV Perkembangan Anak Balita. Jakarta (ID): Kantor Menteri Negara Urusan Peranan Wanita.
Elmanora. 2011. Kesejahteraan keluarga, gaya pengasuhan, dan perkembangan sosial emosi anak usia sekolah pada keluarga petani kayu manis di Tamia, Kerinci, Jambi [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Goldstein J. β01β. Play in Children’s Development, Health, and Well -Being. Brussels (BE): Toy Industries of Europe.
Gordon D, Nandy S, Pantazis C, Pemberton S, Townsend P. 2003. Child Poverty in The Developing World. Bristol (UK): The Policy Press. Gottschling-Lang A, Franze M, Hoffman W. 2013. Associations of motor
developmental risks with the socioeconomic status of preschool children in North Eastern Germany. Hindawi Publishing Corporation Child Development Research Volume 13.
Hastuti D, Alfiasari, Chandriyani. 2010. Nilai anak, stimulasi psikososial, dan perkembangan kognitif anak usia 2-5 tahun pada keluarga rawan pangan di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Jur.Ilm. Kel. & Kons. Januari 2010, 3(1): 27-34.
Hertzman C. 2010. Framework for the social determinants of early child development. In: Tremblay RE, Boivin M, Peters RdeV, eds. Encyclopedia on Early Childhood Development [internet]. Montreal, Quebec: Centre of Excellence for Early Childhood Development and Strategic Knowledge Cluster on Early Child Development; 2010:1-9. [diunduh 2014 Juni 4]. Tersedia pada:
http://www.child-encyclopedia.com/documents/HertzmanANGxp.pdf.
Hoff E. 2003. The specifity of environmental influence: socioeconomic status affects early vocabulary development via maternal speech. Child Development, September/October 2003 74 (5): 1368-1378. Hurlock E. 1980. A-Life-Span Approach. New York (USA):
Iltus S. 2006. Significance of home environments as proxy indicators for early childhood care and education. Paper commisioned for the EFA Global Monitoring Report 2007, Strong foundations: early childhood care and education.
Khomsan A. 2002. Peranan Makanan dan Gizi untuk Kualitas Hidup. Jakarta (ID): Gramedia.
Latifah E, Hastuti D, Latifah M. 2010. Pengaruh pemberian ASI dan stimulasi psikososial terhadap perkembangan sosial-emosi anak balita pada keluarga ibu bekerja dan tidak bekerja. Jur. Ilm. Kel. & Kons. Januari 2010. hlm: 35-45.
Ma X. 2002. The first ten years in Canada: A multi-level assessment of behavioural and emotional problems of immigrant children. Canadian Public Policy 28 (3): 395-418.
Maitland C, Stratton G, Foster S, Braham R, Rosenberg M. 2013. A place for play? The influence of the home physical environment on children’s physical activity and sedentary behaviour. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity 2013, hlm 10-99.
Muflikhati I. 2010. Analisis dan pengembangan model peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan kesejahteraan keluarga di wilayah pesisir Provinsi Jawa Barat. [Disertasi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Poedjioetami E. 2005. Lokasi strategis sebagai potensi ketahanan hidup di permukiman armjinal: studi kasus permukiman sepanjang rel kereta api (KA) dari lintasan Jalan Bung Tomo – Jalan Jagir Wonokromo Surabaya. Jurnal Rekayasa Perencanaan. 2 (1). Surabaya: ITATS Surabaya.
Puspitawati H. 2009. Teori Struktural Fungsional dan Aplikasinya dalam Kehidupan Keluarga [naskah kuliah]. [tidak diterbitkan].
Rambe A. 2004. Alokasi pengeluaran rumah tangga dan tingkat kesejahteraan (kasus di Kecamatan Medan Kota, Sumatera Utara). [Tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Ritonga KM. 2007. Kajian ketahanan keluarga petani: hubungan kesejahteraan keluarga dengan kualitas perkawinan. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Salimar, Hastuti D, Latifah M. 2011. Hubungan beban kerja, pengetahuan ibu, dan pola asuh psikososial dengan perkembangan kognitif anak usia 2-5 tahun pada keluarga miskin. PGM 2011. 34 (1):39-49. Sunarti E, Syarief H, Megawangi R, Hardinsyah, Saefuddin A, Husaini.
2003. Perumusan ukuran ketahanan keluarga. Media Gizi & Keluarga, Juli 2003. 27 (1): 1-11.
Sunarti E. 2004. Mengasuh dengan Hati: Tantangan yang Menyenangkan. Jakarta (ID): PT. Elex Media Komputindo.
______. 2013. Ketahanan Keluarga (Penjelasan Materi Family Kit). Bogor [ID]: IPB Press.
______. 2006. Indikator keluarga sejahtera: sejarah pengembangan, evaluasi, dan keberlanjutannya [naskah akademik]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
______. 2008. Peningkatan ketahanan keluarga dan kualitas pengasuhan untuk meningkatkan status gizi anak usia dini. Media Gizi & Keluarga, Desember 2008. 32 (2):65-72
______. 2011. Isu strategis dalam analisis dampak kependudukan terhadap aspek sosial ekonomi: kependudukan dan keluarga sejahtera. Tulisan tidak dipublikasikan. Bogor.
Turner JS, Helms DB. 1991. Lifespan Development. (USA): Holt, Rinehart, and Winston, Inc. Ed ke-4.
UNICEF. 2002. Early Child Development. [internet]. [Diunduh 2014 Juni 3]. Tersedia pada: http://www.unicef.org/dprk/ecd.pdf.
_______. 2012a. National Report Indonesia Child Poverty and Disparities in Indonesia: Challenges for Inclusive Growth [internet]. [Diunduh
2014 Januari 14]. Tersedia
pada:http://www.unicef.org/indonesia/id/Child_Poverty_and_Dispa rities.pdf.
_______. 2012b. The State of The World’s Children β01β Children in An Urban World [internet]. [Diunduh 2014 Juni 3]. Tersedia pada: http://www.unicef.org.
Werdiningsih AT, Astarani K. 2012. Peran ibu dalam pemenuhan kebutuhan dasar anak terhadap perkembangan anak usia prasekolah. Jurnal STIKES Juli 2012. 5(1).
WHO. 2003. People Living in Informal Settlements [internet]. [Diunduh
2014 Februari 24]. Tersedia pada:
LAMPIRAN
Lampiran 1 Sebaran capaian stimulasi psikososial setiap item pertanyaan
No. Pertanyaan
Total capaian
(%)
Stimulasi belajar (11 item)
1. Anak punya mainan untuk belajar tentang warna, bentuk, dan ukuran 50.00 2. Anak punya 3 mainan yang memiliki peraturan dalam permainannya 12.70 3. Anak punya tape recorder dan kaset/VCD 79.40
4. Anak punya mainan bebas ekspresi 78.60
5. Anak punya mainan untuk melatih gerakan tangan yang halus 79.40
6. Anak punya mainan untuk belajar angka 65.10
7. Anak punya buku sendiri paling sedikit 10 buah 12.70 8. Keluarga punya buku paling sedikit 10 buah 61.10 9. Keluarga membeli/membaca koran setiap hari 13.50 10. Keluarga berlangganan paling sedikit 1 majalah 2.40
11. Anak diajari tentang bentuk-bentuk 84.90
Stimulasi bahasa (7 item)
12. Anak diajari mengenal nama-nama binatang melalui buku, puzzle, games
(permainan) 93.70
13. Anak diajari huruf-huruf alfabet 88.10
14. Anak diajari untuk mengucapkan salam, terima kasih, maaf dan lain-lain 100.00 15. Ibu berbicara dengan tata bahasa yang benar 92.90 16. Anak diberi kesempatan berbicara, ibu mendengarkan cerita/pengalaman 95.20
17. Kata-kata ibu selalu menyenangkan anak 83.30
18 Anak diberi kesempatan memilih sendiri makanan yang diinginkannya 93.70
Lingkungan fisik (7 item)
19. Rumah keluarga aman dari bahaya (sungai, selokan besar, jalan) 57.10 20. Tempat mainan anak aman dari semua kemungkinan bahaya 55.60 21. Keadaan dalam rumah tidak gelap atau monoton 27.00
22. Para tetangga bersikap ramah 94.40
23. Rumah tidak sempit 25.40
24. Ruang dalam rumah tidak dipenuhi alat rumah tangga 33.30
25. Dalam rumah bersih dan rapi 44.40
Kehangatan dan penerimaan (7 item)
26. Ibu menggendong anak sekurang-kurangnya 10 menit sampai seperempat
jam setiap hari 23.80
27. Ibu berbicara pada anak sekurang-kurangnya dua kali selama kunjungan 88.10 28. Ibu menjawab pertanyaan anak atau permintaan anak dengan kata-kata 77.80 29. Ibu menanggapi ocehan anak atau omongan anaknya dengan kata-kata
selama kunjungan 79.40
30. Ibu memuji anaknya secara spontan sekurang-kurangnya dua kali selama
kunjungan 41.30
31. Ibu mencium atau membelai atau merangkul anak sekurang-kurangnya
sekali selama kunjungan 63.50
32. Ibu membantu anak menunjukkan kepintarannya selama kunjungan 72.20
Stimulasi akademik (5 item)
33. Anak diajari tentang warna 90.50
34. Anak diajari menyanyi 96.80
35. Anak diajari pengertian ruang/dimensi (besar-kecil, luar-dalam, dll) 75.40
36. Anak diajari tentang angka 97.60
37. Anak diajari membaca kata-kata sederhana (mama, kakak, dede, kaki) 65.90
Modelling (5 item)
38. Anak disuruh menunggu waktu makan atau jajan yang tepat 61.90
No. Pertanyaan
Total capaian
(%)
40. Anak dikenalkan pada tamu 77.80
41. Anak dapat menunjukkan kekecewaan atau kemarahannya tanpa dibalas
dengan kemarahan dari ibunya 70.60
42. Anak dapat memukul ibunya tanpa dibalas dengan pukulan yang sama
kerasnya 68.30
Variasi stimulasi kepada anak (9 item)
43. Anak punya alat musik mainan atau sungguhan 69.80 44. Anak diajak jalan-jalan (piknik, berbelanja) sekurang-kurangnya 2
minggu sekali 69.00
45. Anak diajak pergi sejauh 80km atau lebih tahun lalu 69.80 46. Anak diajak ke museum (taman mini, toko buku, kebun binatang) tahun
lalu 54.80
47. Anak diharuskan mengambil dan mengembalikan mainannya sendiri
tanpa bantuan 88.10
48. Ibu berbicara menggunakan kalimat yang rumit, baik struktur maupun
kata yang digunakan 16.70
49. Hasil karya anak ditempelkan di suatu tempat di rumah (dihargai
bersama) 19.80
50. Anak diajak makan bersama keluarga paling tidak sekali dalam satu hari 68.30 51. Anak diperbolehkan memilih makanan yang digemarinya di warung 81.70
Hukuman (4 item)
52. Ibu tidak memarahi anak, baik dengan kata-kata maupun isyarat lebih
dari sekali 90.50
53. Ibu tidak membatasi atau melarang anak secara fisik selama kunjungan 91.30 54. Ibu tidak menampar, memukul anak selama kunjungan 92.90 55. Ibu tidak menghukum anak lebih dari sekali dalam satu minggu terakhir
(hukuman fisik) 50.00
Lampiran 2 Hasil uji korelasi Spearman antar variabel
a. Hubungan antar variabel karakteristik keluarga, karakteristik anak, karakteristik lingkungan, kesejahteraan objektif, stimulasi psikososial, dan pemenuhan tugas perkembangan anak
Variabel Kesejahteraan objektif Stimulasi psikososial Pemenuhan tugas perkembangan anak Besar keluarga -.004 .136 .000
Lama pendidikan ibu .428** .388** .087
Lama pendidikan ayah .348** .360** .119
Umur ibu .118 .164 .108
Umur ayah .080 .151 .058
Status kerja ibu -.008 .190* -.002
Status kerja ayah -.076 -.088 .018
Golongan etnis .019 -.040 .124
Golongan miskin/tidak miskin .126 .132 -.099
Lama tinggal di daerah -.086 .202* .002
Jenis kelamin anak -.113 .021 -.148
Umur anak -.123 .065 .358**
Urutan lahir anak .018 .230** .031
Pendidikan anak .043 .163 .267**
Variabel Kesejahteraan objektif Stimulasi psikososial Pemenuhan tugas perkembangan anak Lingkungan fisik tempat tinggal .206* .181* -.093
Kesejahteraan objektif 1 .120 .156
Stimulasi psikososial .120 1 .140
Perkembangan anak .156 .140 1
*signifikan pada p<0.05; **signifikan pada p<0.01
b. Tabel hasil uji hubungan komponen kesejahteraan objektif keluarga, komponen stimulasi psikososial dan pemenuhan tugas perkembangan anak Variabel Kesejahteraan objektif Stimulasi psikososial Pemenuhan tugas perkembangan anak Kesejahteraan objektif keluarga
Pemenuhan pangan -.004 .195* Pemenuhan sandang .106 .127 Pemenuhan papan .245** .083 Pemenuhan pendidikan -.164 -.214* Pemenuhan kesehatan -.106 .044 Stimulasi psikososial Stimulasi belajar .167 .160 Stimulasi bahasa .032 -.003 Lingkungan fisik .130 .019
Kehangatan dan penerimaan -.168 -.136
Stimulasi akademik -.010 .368**
Modelling -.013 .114
Variasi stimulasi .289** .153
Hukuman -.064 .086
Lampiran 3 Tabel hasil uji model regresi linier berganda
Model Y1 : Pengaruh karakteristik keluarga, karakteristik anak, karakteristik lingkungan, kesejahteraan objektif, dan stimulasi psikososial terhadap pemenuhan tugas perkembangan anak usia 3-5 tahun
Variabel Independen
Pemenuhan Tugas Perkembangan Anak
B Sig.
Konstanta regresi .067 .998
Karakteristik keluarga
Besar keluarga (orang) -1.259 -.085 .483
Umur ayah (tahun) .385 .144 .219
Lama pendidikan ibu (tahun) .498 .068 .545
Lama pendidikan ayah (tahun) .547 .068 .520
Status kerja ibu (0= tidak bekerja; 1= bekerja) .206 .005 .960 Status kerja ayah (0= tidak bekerja; 1= bekerja) 1.860 .012 .890 Etnis (0= Sunda; 1= bukan Sunda) 10.659 .159 .087 Miskin berdasarkan BPS (0=miskin; 1=tidak
miskin) -5.750 -.130 .179
Lama bermukim di daerah (tahun) .039 .025 .800 Karakteristik anak
Jenis kelamin (0=perempuan; 1=laki-laki) -5.448 -.136 .133
Usia anak (tahun) 11.894 .302 .001**
Urutan kelahiran (0=anak pertama; 1=bukan
anak pertama) -4.026 -.101 .367
Pendidikan anak (0=tidak PAUD; 1= PAUD) 8.377 .162 .074 Jarak rumah dari sungai (meter) -.008 -.040 .658 Lingkungan fisik tempat tinggal -.272 -.162 .090
Kesejahteraan objektif keluarga .151 .130 .190
Stimulasi psikososial .175 .086 .388 F 2.439 Sig .003 R2 .277 Adj. R2 .164 **signifikan pada p<0.01
Model Y2 : Pengaruh capaian dimensi kesejahteraan objektif keluarga dan capaian dimensi stimulasi psikososial terhadap capaian pemenuhan tugas perkembangan anak usia 3 – 5 tahun
Variabel Independen
Pemenuhan Tugas Perkembangan Anak
B Sig.
Konstanta regresi 46.733 .012
Kesejahteraan objektif keluarga
Pemenuhan pangan .097 .172 .062 Pemenuhan sandang .045 .058 .523 Pemenuhan papan .009 .013 .885 Pemenuhan pendidikan -.168 -.209 .015* Pemenuhan kesehatan .064 .106 .231 Stimulasi psikososial Stimulasi belajar .063 .055 .583 Stimulasi bahasa -.213 -.117 .190 Lingkungan fisik .010 .012 .890
Kehangatan dan penerimaan -.094 -.127 .148
Stimulasi akademik .429 .393 .000** Modelling -.006 -.007 .943 Variasi stimulasi -.050 -.041 .675 Hukuman .024 .028 .741 F 2.982 Sig .001 R2 .257 Adj. R2 .171
Model Y3 : Pengaruh karaktersitik keluarga, anak, lingkungan, dimensi kesejahteraan objektif keluarga, dan dimensi stimulasi psikososial terhadap capaian pemenuhan tugas perkembangan anak usia 3-5 tahun
Variabel Independen
Pemenuhan Tugas Perkembangan Anak
B Sig.
Konstanta regresi 37.718 .213
Karakteristik keluarga
Besar keluarga (orang) -1.185 -.080 .491
Umur ayah (tahun) .275 .102 .364
Lama pendidikan ibu (tahun) .006 .001 .993
Lama pendidikan ayah (tahun) .238 .030 .766 Status kerja ibu (0= tidak bekerja; 1= bekerja) .415 .010 .915 Status kerjaayah (0= tidak bekerja; 1= bekerja) 7.807 .050 .538 Etnis (0= Sunda; 1= bukan Sunda) 13.645 .203 .020* Miskin berdasarkan BPS (0=miskin; 1=tidak
miskin) -6.239 -.141 .129
Lama bermukim di daerah (tahun) .091 .059 .527 Karakteristik anak
Jenis kelamin (0=perempuan; 1=laki-laki) -7.769 -.194 .027*
Usia anak (tahun) 8.053 .204 .023*
Urutan kelahiran (0=anak pertama; 1=bukan
anak pertama) -3.136 -.078 .449
Pendidikan anak (0=tidak PAUD; 1= PAUD) 9.489 .183 .036* Jarak rumah dari sungai (meter) -.022 -.117 .166 Indeks lingkungan fisik tempat tinggal -.267 -.159 .091 Kesejahteraan objektif keluarga
Pemenuhan pangan .068 .120 .183 Pemenuhan sandang .084 .108 .238 Pemenuhan papan .029 .042 .645 Pemenuhan pendidikan -.164 -.203 .013* Pemenuhan kesehatan .044 .073 .387 Stimulasi psikososial Stimulasi belajar .100 .086 .390 Stimulasi bahasa -.315 -.172 .052 Lingkungan fisik .044 .053 .552
Kehangatan dan penerimaan -.127 -.173 .039*
Stimulasi akademik .368 .337 .001** Modelling -.001 -.002 .985 Variasi stimulasi -.010 -.008 .929 Hukuman .045 .052 .540 F 3.022 Sig .000 R2 .466 Adj. R2 .312
Lampiran 4 Peta lokasi wilayah