Afifah E. 2003. Tanaman Obat Untuk Mengobati Hepatitis. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Aimmah, N., O. Sjofjan dan I. H. Djunaidi. 2011. Pengaruh Penggunaan Campuran Kunyit (Curcuma domestica) dan Jahe (Zingiber officinale) Bentuk Tepung dan Terenkapsulasi dalam Pakan Terhadap Nilai Kecernaan Protein dan Energi Metabolis Ayam Pedaging. Skripsi. Fakultas Peretnakan. Universitas Brawijaya. Malang.
Agoes, Azwar. 2010. Tanaman Obat Indonesia : Buku 1. Salemba Medika. Jakarta; 37.
Anggorodi, R. 1994. Ilmu Makanan Ternak Umum. PT. Gramedia, Jakarta.
Amrullah, I. K. 2003. Nutrisi Ayam Broiler Cetakan ke-1. Lembaga Satu Gunung Budi, Bogor.
Backman P.A., Brannnen PM and Mahaffe WF. 1994. Plant Respon and Disease Control Following Seed Inoculation with Bacillus sp. Di d alam: Ryder MH, Stephen PM, Bowen GD, editor. Improving Plant Production with
Rhizosphere Bacteria. Australia: Pruc Third Int Work PGPR South
Australia.
Baehaki, A., Rinto dan B. Arif. 2011. Isolasi dan Karakterisasi Protease dari Bakteri Tanah Rawa Indralaya, Sumatera Selatan. J. Teknologi dan Industri Pangan, Vol. XXII (1) : 10-16.
Baharuddin, A.S., Razak, M.N.A., Hock, L.S., Ahmad M.N., Aziz, S.A., Rahman, N.A.A dan Shah, U.K.M., 2010, Isolation and Characterization of Thermophilic Cellulase-Producing Bacteria from Empty Fruit Bunches-Palm Oil Mill Effluent Compost, American Journal of Applied Sciences, 7 : 56-62.
Balittro. 2008. Budidaya Tanaman Kunyit. Artikel. http://www.balittro.go.id/ incles/kunyit. pdf. Diakses pada 28 Desember 2015
Bonner, J. 1997. Hooked on Drugs: Farm Animal Given Antibiotics Need Less Food to Grow. Is This Use of Drugs Destroying a Key Weapon Against Human Disease. New Scientist. 153 : 24-32.
Card, L.E. and M.C. Nasheim. 1972. Poultry Production, 11th ED. Lea and Febriger. Philadhelphia
Conley, M., 1997. Ginger Part II. Available at : http://www.accessnewage.com/ articles/health/ginger2.html. Diakses 15 Januari 2016
Daghir, N.J, 1998. Broiler Feding And Management In Hots Climate. Cab International 198 Madison Avenue. New York. 124-129.
Dalimartha, S. 2007. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta: Trubus Agriwidya. 9-64
Daud, M. 2005. Performan ayam pedaging yang diberi probiotik dan prebiotik dalam ransum. Jurnal Ilmu Ternak. Vol 5 No 2 : 75-79.
Fajri, N. 2012. Pertambahan Berat Badan, Konsumsi dan Konversi Pakan Broiler yang Mendapat Ransum Mengandung Berbagai Level Tepung Daun Katuk (Sauropus Androgynus). [Skripsi]. Fakultas Peternakan. Universitas Hasanuddin Makassar.
Fatmawati, D.A. 2008. Pola Protein dan Kandungan Kurkuminoid Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.). Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Institut Pertanian Bogor. Bogor
Febriana, E. 2008. Gambaran Histopatologi Bursa Fabrisius dan Timus Pada Ayam Broiler yang Terinfeksi Marek dan Pengaruh Pemberian Bawang Putih, Kunyit, dan Zink [Skripsi]. Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Airlangga.
Fuad AM, Rahmawati R and Mubarik NR. 2004. Produksi dan Karekterisasi Parsial Protease Alkali Termostabil Bacillus thermoglucosidasius AF-01. Jurnal Mikrobiologi Indonesia. 9 : 29-35.
Fuller, R. 1992. Probiotics The Scientific Basic. Chapman and Hall, London. Hardjosubroto, W. dan J.M. Astuti. 1993. Buku Pintar Peternakan. Penerbit
Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta.
Hardjosworo, P. S. dan Rukmiasih. 2000. Meningkatkan produksi Daging Unggas. Penebar Swadaya. Jakarta.
Hardiyanti, R. A. 2010. Potensi Tepung Limbah Tempe Fermentasi Sebagai Subtitusi Jagung Terhadap Performan Broiler Jantan [Skripsi]. Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Airlangga. Surabaya.
Heruningtyas, I.M. 2012. Pemanfaatan Limbah Tepung Beras sebagai Subtitusi Jagung Terhadap Konsumsi Pakan, Pertambahan Berat Badan dan Konversi Pakan Pada Ayam Pedaging Jantan [Skripsi]. Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Airlangga.
Holt, J.G., N.R. Krieg , P.H.D. Sneath., J.T. Staley., S.T. Williams. 1994. Bergey’s Manualof Determinative Bacteriology. Ninth edition. Williams and Wilkins. Baltimore Maryland. United State of America.
Ichwan, W.M. 2005. Membuat Pakan ayam Ras Pedaging PT. Agromedia Pustaka. Indonesia.
Irma, A.G. 2014. Efisiensi Ekonomi Frekuensi Pemberian Pakan pada Pemeliharaan Ayam Broiler [Skripsi]. Fakultas Peternakan. Universitas Hasanuddin.
Kang, MS., Im,WT, Jung HM, Kim MK, Goodfellow M, Kim KK, Yang HC, An DS, Lee ST. 2007. Cellulomonas composti sp. nov., a cellulolytic bacterium isolated from cattle farm compost. International Journal of Systematic and Evolutionary Micribiology. doi: 10.1099/ijs.0.63974-0 IJSEM . vol. 57 no. 6 1256-1260.
Karspinska, E., B. Blaszcak, G. Kosowska, A. Degrski. M. Binek and W.B. Borzemska. 2001. Growth of The Intestinal Anaerobes in The Newly Hatched Chicksaccording to The Feeding and Providing with Normalgut Flora. Bull. Vet. Pulawy. 45 ; 105-109.
Kartadisastra. H.R. 1994. Pengelolaan Pakan Ayam. Kanisius, Yogyakarta.
Kartasudjana, R., dan E. Suprijatna. 2006. Manajemen Ternak Unggas. Penebar Swadaya. Jakarta.
Khotijah. 2013. Kombinasi Spirulina dan Tepung Isi Rumen Fermentasi Sebagai dalam Pakan Ayam Pedaging Jantan [Skripsi]. Fakultas Kedokteran Hewan. Universitas Airlangga.
Kloppenburg J. 1988 Petunjuk Lengkap Mengenai Tanam - tanaman di Indonesia dan Khasiatnya Sebagai Obat-obatan Tradisional (terjemahan), CDRS Bethesda dan Andi Offset, Yogyakarta. 1988 : 149.
Kompiang, I.P. 1993. Formulasi Pemberian dan Evaluasi Pakan Unggas. Forum Komunikasi Hasil Penelitian Bidang Peternakan. Yogyakarta.
Kompiang, I.P. 2009. Pemanfaatan Mikroorganisme Sebagai Probiotik Untuk Meningkatkan Produksi Ternak Unggas di Indonesia. Laporan Penelitian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peteernakan, Bogor.
Kusnadi, Sutarya R & Munandar A. 2009. Pengaruh Biofungisida Bacillus subtilis
dan Mulsa Terhadap Efek Serangan Penyakit Antraknosa pada Cabai merah (Capsicum Annuum L). Jurnal Biosainstifikasi. 1:124:138
Kusrinigrum, R. S. 2008. Perancangan Percobaan. Airlangga University Press. Surabaya.
Lamothe RG et al. 2009. Plant antimicrobial agents and their effects on plant and human pathogens.Int. J. Mol. Sci10(2009) : 3400-3419.
Lacy, M, L.R. Vest. 2000. Improving Feed Conversion in Broiler: A Guide for Growers. http://www.Ces.uga.edu/pibcd:793-w.html diakses pada tanggal 5 september 2015.
Lehniger, A. L. 1983. Dasar- Dasar Biokimia. Terjemehan Penerbit Erlangga. Jakarta.
Lubis, S, R. Rachmat, Sudaryono, dan S. Nugraha. 2002. Pengawetan Dedak Dengan Metode Inkubasi. Balitpa Sukarmandi. Karawang.
Lokapirnasari, W.P., dan E. Koestanti S. 2000. Efek Penggunaan Bakteri Asam Laktat Terhadap Kecernaan Protein Kasar Pada Ayam Pedaging Jantan. Media kedokteran hewan 16 (3). Surabaya.
Malau J. 2012. Kemampuan Bakteri Kitinolitik dalam Menghambat Infeksi
Aspergillus sp. pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus). [Skripsi]. Medan:
Sumatera Utara.
Moerti, D.T.A. 1992. Pengaruh pemberian Tape Ubi Kayu Sebagai Sumber Protein Terhadap Daya Cerna Bahan Kering dan Serat Kasar Ransum Domba Jantan. [Skripsi]. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Surabaya.
Meryandini, Wahyu, Besty, Titi, Nisa, dan Hasrul. 2009. Isolasi Bakteri Selulolitik dan Karakterisasi Enzimnya. Jurnal Makara Sains. Vol. 13(1) : 33-38. Mufidah, T. 2000. Efesiensi Penggunaan Probiotik Dalam Pakan Terhadap
Kecernaan Bahan Kering dan Protein Kasar Pada Ayam Dorab Fase Starter. [Skripsi]. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Surabaya.
National Research Council. 1994. Nutrient Requirements of Poultry 9th Resived Edition. National Academic Press, Washington, DC.
North, M.O. 1978. Comercial Chicken Production Manual, 2nd Ed. Avi Publishing Co., Inc. Westport. Connecticut.
Nugroho, NA. (1998). Manfaat dan Prospek Pengembangan Kunyit. Ungaran: Penerbit Trubus Agriwidya. 1, 39, 67.
Nuraini, E. 2012. Penggunaan Gel Lidah Buaya (Aloe Vera) Sebagai Pakan
Tambahan Dalam Ransum Ternak Ayam Broiler.
http://livestocklivestock.blogspot.com/2012/07/penggunaan-gel-lidah-buaya-aloevera.html
Paimin, F. B. dan Murhananto. 1999. Budidaya, Pengolahan, dan Perdagangan Jahe. PT. Penebar Swadaya, Jakarta.
Park K.M, Shin H.I, Kang K.K, Lee JH. 2005. Actinomyces Isolated from Rumen of Goat. AsianAust.J.Anim.Sci.Vol 18.No.1; 6165.
Parker, R.B. 174. Probiotics, the other half of the antibiotic story. Anim. Nutr. Health 29: 109-121.
Prapanza, I.,Marianto, dan A. Lukito 2003. Khasiat dan Manfaat Sambiloto : Raja Pahit Penakluk Aneka Penyakit. Agromedia Pustaka. Jakarta. 1-17. Preston, T. R. and R.A. Lang. 1986. The Nutrition of Early Weaned Calf Ruminant
Amonis Formation From Soluble and Insoluble Protein. Anim Prod. Priyatno. 2000. Mendirikan usaha Pemotongan ayam. Penebar Swadaya. Jakarta,
hal: 4
Rachmawaty, S. dan H. Hamid. 2006. Pengaruh Penggunaan Sambiloto (Andrographis paniculataNess) Terhadap Kandungan ResiduAflatoksin Dalam Hati Itik Dan HubunganyaDengan Aflotoksikosis. Jurnal Seminar Nasional (Teknologi Peternakan dan Veteriner). Balai Penelitian, JL. R. E.Martadinata No. 30. Bogor.
Ramin, M., A R Alimon, N. Abdullah. 2009. Identificions of cellulolytics bacteria isolated from the termite coptotetrmes curvignathus (Holmgren). Journal of Rapid Methods and Automayions in Microbiology, 17 (1). : 103-116. ISSN 1060-3999. DOI: 10.111/j. 1745-4581.2009.00160.x.
Rasyaf, M. 2008. Beternak Ayam Pedaging. P.T.. Penebar Awadaya. Jakarta. 14; 21-23; 54-60; 98-102.
Ray, B. 1996. Fundamental Food Microbiology. CRC Press. New York. 191-200 Riyadi, Slamet. 2009. Kunyit dan Jahe Baik untuk Ayam Broiler.
http://slametriyadi03.blogspot.com/2009/04/kunyit-dan-jahe-baik-untuk-broiler.html. Tanggal Akses : Senin, 20 Januari 2016.
Rofiq, M. N. 2003. Pengaruh Pakan Berbahan Baku Lokal Terhadap Performans Vili Usus Halus Ayam Broiler. Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Budidaya Pertanina Kedeputian Bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi, BPPT.
Rose, S.P. 1997. Principles of Poultry Science.CAB International. London. Rukmana, R., 1994. Kunyit.Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
Safriani. 1995. Kajian Kondisi Fermentasi pada Selulase dari Limbah Kelapa Sawit (Tandan Kosong dan Sabut) oleh Neurospora sitophila. [Skripsi]. Bogor. Fakultas Teknologi Pertanian IPB.
Samaranayake LP, Jone BM. 2002. Essential Microbiology for Dentistry. 2nd Ed.Toronto: Churchill Livingstone. 2002: 105-7.
Santoso, U. 1987. Limbah Bahan Ransum Unggas yang Rasional. PT Bharata Karya Aksara. Jakarta.
Santoso, U. 1999. Aplikasi Teknologi Pembatasan Pakan pada Industri
Broiler. (Online)
http://uripsantoso.wordpress.com/2008/05/03/aplikasiteknologi-pembatasan-pakan-pada-industri-broiler/ diakses pada tanggal 30 April 2016.
Sardi, D. 1985. Herbal Indonesia Berkhasiat Bukti Ilmiah dan Cara Racik dalam Trubus Info kit.vol.8.
Sari, M.L., S. Sandi, dan O. Mega 2004. Konsumsi dan Konversi Pakan Ayam Pedaging Bibit Periode Pertumbuhan dengan Perlakuan Pembatasan Pakan pada Lantai Kawat dan Litter. Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, Palembang.
Sarwono, B. 2003. Beternak Ayam Buras. PT. Penebar Swadaya. Jakarta
Setyono, H., R.S. Kusriningrum, T. Nurhajati, R. Sidik, M.A. Al-Arif, M. Lamid dan W.P. Lokapirnasari. 2010. Teknologi Pakan Hewan. Edisi ke-3. Departemen Peternakan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga. Surabaya. 35; 41-43.
Siefert, H.S.H,.and F. Gessler. 1997. Continous oral application of probiotic
B.cereus an aternatif to the prevalension of enteroxamia. Anim. Research
and develop. 46 : 38.
Silaban, R. 1999. Enzim Selulolitik Pada Bakteri Pseudomonas alcaligenes PaAf-18. Tesis. Bandung: Program Doktor ITB.
Siregar. A.P. M.Sabrani dan Soeprawiro.1982. Teknik Beternak Ayam Pedaging di Indonesia. Cetakan kedua. Margie Group. Jakarta.
Sjofjan, O. 2003. Isolasi dan Identifikasi Bacillus sp. dari usus ayam petelur sebagai sumber probiotik. Usulan Penelitian Hibah Bersaing XII. Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran. Bandung.
Soeharsono, H. 2007. Probiotik Alternatif Pengganti Antibiotika. Buletin PPSKI. 9(X) : 3-5.
Suci, L. D. 2005. Pengaruh Pemberian Jerami Padi Terfermentasi Terhadap Daya Cerna Bahan Organik dan Serat Kasar Pakan pada Domba [Skripsi]. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga. Surabaya.
Sudaro, Y dan A Siriwa. 2007. Ransum Ayam dan Itik. Cetakan IX. Penebar Swadaya. Jakarta.
Sudaryani, T. dan H. Santosa. 1995. Pembibitan Ayam Ras. Penebar Swadaya. Jakarta
Susanti EVH. 2003. Isolasi dan Karakterisasi Protease dari Bacillus subtilis 1012M15. Jurnal Biodiversitas 4(1); 12-17.
Sukumaran, R.K., Singhania, R.R dan Pandey, A. 2005. Microbial Cellulases: Production, Applications and Challenges. Journal of Scientific and Industrial Research. Vol. 64: 832-844.
Sulistiani. 2009. Formulasi Spora Bacillus subtilis Sebagai Agens Hayati dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) pada Berbagai Bahan Pembawa. [Skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
SNI. 2006. Pakan Anak Ayam Ras Pedaging (Broiler starter). Standar Nasional Indonesia. SNI 01-3930-2006. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta; 2. SNI. 2006. Pakan Ayam Ras Pedaging Masa Akhir (Broiler finisher). Standar
Nasional Indonesia. SNI 01-3931-2006. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta; 2.
Suprijatna, E., A. Umiyati, dan R. Kartasudjana 2008. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Cetakan Kedua. Penebar Swadaya. Jakarta.
Suprijatna, E. 2010. Strategi pengembangan ayam lokal berbasis sumber daya lokal dan berwawasan lingkungan. Prosiding Seminar Nasional Unggas Lokal ke IV : 55 – 79.
Susilo, Januari. 1995. Tanaman Obat Indonesia. http://www.iptek.net.id/ind/ pd_tanobat/view.php?Id=152 , diakses 26 September 2015.
Surung, Y. 2008. Pengaruh Probiotik EM-4 dalam Air Minum Terhadap Berat Badan Ayam Buras. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertaniaan. Gowa. Tambunan, Boni.1995. Produk Probiotik Sebagai Feed Supplement dalam pakan
ternak. Majalh Ruminansia. No. 4. Th. IX
Tillman, A. D., H. Hartadi, S. Reksohadiprodjo, S. Prawirokusumo dan S. Lebdosoekojo. 1998. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta; 442
Van Steenis, C.G.G.J. 2003. Flora untuk Sekolah di Indonesia, Alih Bahasa : Surjowinoto, M. PT. Pradnya Paramita : Jakarta.
Wang, W.H, dan Z.M. Wang. 2005. Studies of Commonly Used Traditional Medicine-Ginger. Zhongguo Zhong Yao Za Zhi. 30: 1569-1573.
Wawan, W. 2003. Membuat Pakan Ayam Ras Pedaging. PT. Agromedia Pustaka. Jakarta.
Weidner, M.S. dan K. Sigwart. 2001. Investigation Of The Teratogenic Potential Of a Zingiber Officinale Extract In The Rat. Reprod. Toxicol : 15751580 Wendisch, F.K, Kurtzner HJ. 1992. Role of Streptomycetaceoe in biodegradation
in: Balows A, Truper H, Dworkin M, Harder W, Schleifer K.H., Editor. The Procoryotes, A Hondbookon The Bacterio : Ecophysiology, Isolotion, ldentification, Applicotion. 2nd ed. vol 1. springer-Verlag. New York Wibowo, D. 1990. Teknologi Fermentasi. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi.
Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Widyawati A. 2008. Bacillus sp. Asal Rhizosper Kedelai yang Berpotensi Sebagai Pemacu Pertumbuhan tanaman dan Biokontrl Fungi Patogen Akar.
Widyasti E. 2003. Isolasi Bacillus spp. Penghasil α-Amilase Ekstraseluler dan Penentuan Suhu Serta pH Optimum Pertumbuhan. [Skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.
Wijayakusuma, M. Hembing. 2007. Penyembuhan dengan Temulawak. Jakarta: Sarana Pustaka Prima.
Winarno, F.G. 1997. Probiotik dan Keamanan Pangan. Seminar. Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.
Wirapati, R. D.,. 2008. Efektivitas Pemberian Tepung Kencur (Kaempferia galanga linn) pada Ransum Ayam Broiler Rendah Energi dan Protein Terhadap Performan Ayam Broiler, Kadar Kolestrol, Persentase Berat Hati, dan Bursa Fabrisius. Skripsi. Program Studi Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.
Wizna., H. Abbas dan Rusmana. 1995. Toleransi Itik Periode Pertumbuhan terhadap Serat Kasar Ransum. Jurnal Peternakan dan Lingkungan. 1 (3) : 1-3
Wong, P.T.W. 1994. Bio-control of Wheat Take-All in the Field Using Soil Bacteria and Fungi. Di dalam: Ryder MH, Stephens PM, Bowen GP, editor. Improving Plant Productivity with Rhizosphere Bacteria. Australia: Pruc Third Int Work PGPR South Australia.
Yuguchi, H., T. Goto and S. Onkonogi. 1992. Femented Milk, Lactic Drinkc and Intestinal Microfloral. In: Funtion of Fermented Milk: Challenges for The
Science Publishers Ltd. London. Webster, G.L. 1986. A revision of Phyllanthus (Euphorbiaceae) in Eastern Melanesia. Pacific Science. 40:88-105.
Yulinah, Ellin., Sukrasno dan Fitri. Muna Anom 2001. Aktivitas Anti Diabetika Ekstrak Etanol Herba Sambiloto ( Andrographis paniculata Nees). Jurnal Saintika , Vol. 6 No. 1; 13-20.
Zainuddin, D. 2009. Pemberian Feed Additive Herbal Dalam Ransum Terhadap Produktivitas dan Kesehatan Ternak Ayam Kampung Fase Pertumbuhan. Prosiding Seminar Nasional Kebangkitan Peternakan. Program Studi Magister Ilmu Ternak, Fakultas Peternakan UNDIP, Semarang.
Zainuddin, D. 2010. Tanaman Obat Meningkatkan Efisiensi Pakan dan Kesehatan Ternak Unggas. Hasil Penelitian Desmayati Zainuddin Balai Penelitian Ternak Jl. Veteran – III PO Box 221, Bogor 16002.
Zein, U. 2009. Perbandingan Efikasi Antimalaria Ekstrak Herba Sambiloto (Andrographis Paniculata Nees) Tunggal dan Kombinasi Masing-Masing dengan Artesunat dan Klorokuin Pada Pasien Malaria Falsiparum Tanpa Komplikasi [Tesis]. Sekolah Pascasarjana. Universitas Sumatera Utara. Zuprizal. 2004. Antibiotik, Probiotik dan Fitobiotik Dalam Pakan Unggas.
Lampiran 1. Data Berat Badan Ayam Pedaging (gram/ekor/minggu) Kode BB minggu ke 2 BB minggu ke 3 BB minggu ke 4 BB minggu ke 5 P0H0-1 275 359 633 1004 P0H0-2 261 439 679 1020 P0H0-3 282 547 765 1100 P0H0-4 291 462 807 1090 P0H0-5 275 588 953 1196 P0H1-1 301 525 828 1203 P0H1-2 389 689 1013 1402 P0H1-3 395 538 847 1216 P0H1-4 391 530 842 1225 P0H1-5 354 487 794 1189 P1H0-1 381 674 980 1341 P1H0-2 355 578 895 1264 P1H0-3 345 532 868 1246 P1H0-4 355 608 928 1325 P1H0-5 381 498 848 1226 P1H1-1 399 427 825 1299 P1H1-2 385 565 898 1367 P1H1-3 396 627 1013 1387 P1H1-4 389 592 910 1290 P1H1-5 397 471 780 1347
Lampiran 2. Data Pertambahan Berat Badan Ayam Pedaging (gram/ekor/minggu)
Kode Minggu ke 4 Minggu ke 5
P0H0-1 279 371 P0H0-2 240 341 P0H0-3 218 335 P0H0-4 345 283 P0H0-5 365 243 P0H1-1 303 375 P0H1-2 324 389 P0H1-3 309 369 P0H1-4 312 383 P0H1-5 307 395 P1H0-1 306 361 P1H0-2 317 369 P1H0-3 336 378 P1H0-4 320 397 P1H0-5 350 378 P1H1-1 398 474 P1H1-2 333 469 P1H1-3 386 374 P1H1-4 318 380 P1H1-5 309 567
Lampiran 3. Data Pemberian Pakan Ayam Pedaging (gram/ekor/minggu)
Kode Minggu ke 3 Minggu ke 4 Minggu ke 5
P0H0-1 500 650 800 P0H0-2 500 650 800 P0H0-3 500 650 800 P0H0-4 500 650 800 P0H0-5 500 650 800 P0H1-1 500 650 800 P0H1-2 500 650 800 P0H1-3 500 650 800 P0H1-4 500 650 800 P0H1-5 500 650 800 P1H0-1 500 650 800 P1H0-2 500 650 800 P1H0-3 500 650 800 P1H0-4 500 650 800 P1H0-5 500 650 800 P1H1-1 500 650 800 P1H1-2 500 650 800 P1H1-3 500 650 800 P1H1-4 500 650 800 P1H1-5 500 650 800
Lampiran 4. Data Konsumsi Pakan Ayam Pedaging (gram/ekor/minggu)
Kode Minggu ke 3 Minggu ke 4 Minggu ke 5
P0H0-1 478 572 718 P0H0-2 484 608 727 P0H0-3 445 549 735 P0H0-4 485 614 748 P0H0-5 471 618 721 P0H1-1 486 582 720 P0H1-2 489 611 751 P0H1-3 482 618 744 P0H1-4 463 572 728 P0H1-5 479 570 760 P1H0-1 475 583 747 P1H0-2 476 617 739 P1H0-3 486 576 741 P1H0-4 481 611 754 P1H0-5 412 601 718 P1H1-1 486 594 710 P1H1-2 480 583 748 P1H1-3 478 620 740 P1H1-4 488 605 719 P1H1-5 482 613 749
Lampiran 5. Penghitungan Penggunaan Probiotik dalam Pakan Penggunaan 0 % Probiotik dalam Total Pakan (v/w) = 1000 x total pakan Contoh : 0 % Probiotik dalam 1000 g Pakan (v/w) =
1000 x 1000 g = 0 ml probiotik 2% Tetes dalam 1000 g Pakan (v/w) = 1002 x 1000 g = 20 ml tetes
Aquades ad 20% dalam 1000 g Pakan (v/w) =
10020 x 1000 g = 200 ml total probiotik + tetes + aquadest, jadi aquadest perlu ditambahkan sebanyak: 200 ml – 0 ml (probiotik) – 20 ml (tetes) = 180 ml aquadest.
Penggunaan 0,5 % Probiotik dalam Total Pakan (v/w) = 1000,5 x total pakan Contoh : 0,5 % Probiotik dalam 1000 g Pakan (v/w) =
1000,5 x 1000 g = 5 ml probiotik 2% Tetes dalam 1000 g Pakan (v/w) =
1002 x 1000 g = 20 ml tetes
Aquades ad 20% dalam 1000 g Pakan (v/w) =
10020 x 1000 g = 200 ml total probiotik + tetes + aquadest, jadi aquadest perlu ditambahkan sebanyak: 200 ml – 5 ml - 20 ml (tetes) = 175 ml aquadest.
Lampiran 7. Hasil Analisis Proksimat Sampel Pakan Ayam Pedaging Komersial BR1, CP511B.
Lampiran 8. Hasil Analisis Proksimat Sampel Pakan Tiap Perlakuan.
Lampiran 9. Analisis Statistik Pertambahan Berat Badan dan Rasio Konversi Pakan Menggunakan Uji ANOVA dan Uji Duncan
Case Processing Summarya Cases
Included Excluded Total
N Percent N Percent N Percent
Konversi * Perlakuan 20 100.0% 0 0.0% 20 100.0%
a. Limited to first 100 cases.
Case Summariesa Konversi Perlakuan P0H0 1 2.10 2 2.33 3 2.50 4 2.21 5 2.32 Total N 5 Mean 2.2920 Minimum 2.10 Maximum 2.50 Std. Deviation .14923 Std. Error of Mean .06674 P0H1 1 2.04 2 1.93 3 2.04 4 1.99 5 1.96 Total N 5 Mean 1.9920 Minimum 1.93 Maximum 2.04 Std. Deviation .04868
P1H0 1 2.07 2 2.01 3 1.94 4 1.93 5 1.90 Total N 5 Mean 1.9700 Minimum 1.90 Maximum 2.07 Std. Deviation .06892 Std. Error of Mean .03082 P1H1 1 1.65 2 1.75 3 1.83 4 1.99 5 1.68 Total N 5 Mean 1.7800 Minimum 1.65 Maximum 1.99 Std. Deviation .13638 Std. Error of Mean .06099 Total N 20 Mean 2.0085 Minimum 1.65 Maximum 2.50 Std. Deviation .21320 Std. Error of Mean .04767
Descriptives RASIO_KONVERSI_PAKAN N Mean Std. Deviation Std. Error 95% Confidence Interval for Mean
Minimum Maximu m Between- Compon ent Variance Lower Bound Upper Bound P0H0 5 2.2920 .14923 .06674 2.1067 2.4773 2.10 2.50 P0H1 5 1.9920 .04868 .02177 1.9316 2.0524 1.93 2.04 P1H0 5 1.9700 .06892 .03082 1.8844 2.0556 1.90 2.07 P1H1 5 1.7800 .13638 .06099 1.6107 1.9493 1.65 1.99 Total 20 2.0085 .21320 .04767 1.9087 2.1083 1.65 2.50 Model Fixed Effects .10953 .02449 1.9566 2.0604 Rando m Effects .10581 1.6718 2.3452 .04238
Test of Homogeneity of Variances RASIO_KONVERSI_PAKAN
Levene Statistic df1 df2 Sig.
1,813 3 16 ,0185
ANOVA RASIO_KONVERSI_PAKAN
Sum of Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups ,672 3 ,224 18,662 ,000
Within Groups ,192 16 ,012
Post Hoc Tests
Homogeneous Subsets
RASIO_KONVERSI_PAKAN Duncana
Perlakuan N
Subset for alpha = 0.05
1 2 3 P1H1 5 1.7800 P1H0 5 1.9700 P0H1 5 1.9920 P0H0 5 2.2920 Sig. 1.000 .755 1.000
Means for groups in homogeneous subsets are displayed. a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 5.000.
Lampiran 10. Dokumentasi Penelitian
Strain CP 707 Kandang brooder
Pakan Pakan Starter
Vaksinasi ND Kandang baterai
Vaksinasi Newcastle
Dieses Kandang Baterai