• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ali, M. 2009. Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Mata Kuliah Medan Elektromagnetik. Yogyakarta: UNY. http://www.Jurnal Edukasi@Elektro, Vol.5, No.1, Maret 2009. 10 Januari 2013.

Arikunto, S. 2007. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitan Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

Arsyad, A. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Asyhar, R. 2012. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta:

Referensi Jakarta.

Azizah, A. 2011. Pengembangan Multimedia Materi Struktur dan Fungsi Jaringan Sel untuk SMA. Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Cepi, S., A., J. 2009. Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara. Depdiknas. 2006. Panduan Pengembangan Pembelajaran IPA Terpadu.

Jakarta: Tidak diterbitkan.

Depdiknas. 2008. Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Depdiknas. Firdaus, S., et all. 2012. Perancangan Aplikasi Multimedia Interaktif Company

Profile Generic (Studi Kasus CV. Ganetic). Garut: Sekolaah Tinggi Teknologi Garut. Jurnal Algoritma. http://jurnal.sttgarut.ac.id

30 Januari 2013.

Indrawati. 2006. Model Pembelajaran Terpadu di Sekolah Dasar. Jakarta: PPPPTK IPA.

Karim S., et all. 2008. Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar untuk Kelas VIII SMP/MTs. Surabaya: PT. Jepe Press Media Utama.

Kemendiknas. 2010. Pembelajaran Berbasis Paikem (CTL, Pembelajaran Terpadu, Pembelajaran Tematik). Jakarta: Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK).

Lestari W., A. -. Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA SMP Berbasis Kooperatif Tipe STAD Pada Tema Fotosintesis di SMP Giki-3. Surabaya: UNESA. E – Jurnal

http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/pensa/article/download/222/158.

1 Februari 2013.

Millah, E. 2012. Pengembangan Buku Ajar Materi Bioteknologi Di Kelas XII SMA IPIEMS Surabaya Berorientasi Sains, Teknologi, Lingkungan dan Masyarakat (SETS). Electronic journal Bioedu.

Prastowo, A. 2011. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press.

Puskur Balitbang Depdiknas. 2008. Panduan Pengembangan Pembelajaran IPA Terpadu. Jakarta: Balitbang Depdiknas.

Retnaningsih, L. 2012. Keefektifan Media Spesimen dengan Two Stay- Two Stray pada Sub Materi Arthropoda di SMA Negeri Jumapolo Karanganyar.

Skripsi. Semarang: FMIPA Universitas Negeri Semarang. Sanaky, H. 2010. Media Pembelajaran. Yogyakarta: Kaukaba. Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.

Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suroso, dkk. -. Pengembangan Media Pembelajaran Berbantuan Komputer (PBK) untuk SMA Pada Materi Amfibi.

http://www.sippendidikan.org/file_upload/jurnal.pdf. 10 Januari 2013. Tim Penyusun Kamus Pusat Bidang Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Transfield, E., M., S., et all. 2012. Analisa dan Pembuatan Aplikasi CD Interaktif Biologi SMP Kelas VII sesuai KTSP (Studi Kasus: SMP Cipagalo). Bandung: Politeknik Telkom Bandung.

http://JurnalPAAnalisadanPembuatanCDInteraktifBiologiKelasSMPKelas VIISesuaiKTSP.pdf. 4 Februari 2013.

Trianto. 2007. Model Pembelajaran Terpadu Dalam Teori dan Praktek. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Sutjiono, T., W. 2005. Pendayagunaan Media Pembelajaran. Jurnal Pendidikan Penabur. 4 (1): 76-84. 10 januari 2013

53

Wahono, R., S. 2006. Aspek dan Kriteria Penilaian Media Pembelajaran. On Line athttp://romisatriawahono.net/2006/06/21/aspek-dan-kriteria-penilaian media-pembelajaran/ 10 Januari 2013

Wena, M. 2008. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer Suatu Tinjauan Konseptual Operasional. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Winarni, S. 2008. Efektivitas CD Interaktif Monera Sebagai Media Pembelajaran Biologi Kelas X di SMA Negeri 1 Rembang Tahun Ajaran 2007/2008. Skripsi. Semarang: FMIPA Universitas Negeri Semarang. Yanurizna, M. -. Pengembangan Media Interaktif Dengan Tema Sistem

Pencernaan Manusia Untuk Siswa SMP Kelas VIII. E-Jurnal

http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/pensa/article/download/232/378.

55

Lampiran 1 Silabus

59

Lampiran 2.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMP N 1 Kaliwungu Kelas/ Semester : VIII / genap

Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Alokasi waktu : 6x40 menit ( 3x pertemuan)

Standar Kompetensi : Bidang Fisika :

5. Memahami peranan usaha, gaya, dan energi dalam kehidupan sehari-hari. Bidang Biologi :

7. Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem. Kompetensi Dasar :

5.3 Menjelaskan hubungan bentuk energi dan perubahannya, prinsip usaha dan energi serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

7.1 Menentukan ekosistem dan saling hubungan antara komponen ekosistem. Indikator :

 Menunjukkan bentuk-bentuk energi dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

 Mengaplikasikan konsep energi dan perubahannya dalam kehidupan sehari-hari.

 Membedakan konsep energi kinetik dan energi potensial pada suatu benda yang bergerak.

 Menjelaskan kaitan antara energi dan ekosistem.

 Melakukan dan membuat laporan hasil percobaan fotosintesis.

 Mengidentifikasi satuan-satuan dalam ekosistem dan menyatakan matahari merupakan sumber energi utama.

 Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan jaring-jaring makanan berdasar hasil pengamatan suatu ekosistem.

 Mengenalkan hukum kekekalan energi melalui contoh dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran :

1. Siswa dengan tanggung jawabmampu menjelaskan pengertian energi. 2. Siswa dengan tanggung jawab mampu menyebutkan satuan energi.

3. Siswa dengan teliti dan mandirimampu menyebutkan bentuk-bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari.

4. Siswa dengan teliti dan mandiri mampu menyebutkan aplikasi konsep energi dan perubahannya dalam kehidupan sehari-hari.

5. Siswa dengan tanggung jawab dan teliti mampu mengamati perubahan bentuk energi.

6. Siswa dengan rasa tanggung jawab dan rasa ingin tahu mampu mengetahui apakah pati (amilum) dihasilkan dalam daun pada proses fotosintesis tumbuhan hijau.

7. Siswa dengan kreatif dan mandiri mampu mengetahui apakah cahaya matahari diperlukan dalam proses fotosintesis.

8.Siswa dengan tanggung jawabdan mandirimampu menjelaskan kaitan antara energi dan ekosistem.

9.Siswa dengan mandirimampu menjelaskan pengertian ekosistem.

10.Siswa dengan kreatif dan mandirimampu menjelaskan komponen-komponen ekosistem.

11.Siswa dengan rasa ingin tahu dan mandirimampu menjelaskan pengertian rantai makanan, jaring-jaring makanan dan piramida makanan.

12.Siswa dengan kreatif dan mandirimampu mengkaitkan hubungan antara rantai makanan, jaring-jaring makanan dan piramida makanan dengan perubahan energi yang terjadi.

13.Siswa dengan telitimampu menjelaskan pengertian arus energi. 14.Siswa dengan teliti dan mandirimampu menjelaskan siklus materi.

15.Siswa dengan teliti dan mandirimampu menyebutkan hukum kekekalan energi.

61

Materi Pembelajaran :

Energi dalam Kehidupan

Tema Energi Dalam Kehidupan merupakan materi pelajaran IPA terpadu yang mempelajari IPA dari bidang kajian fisika dan biologi.Tema Energi dalam Kehidupan dilihat dari kajian fisika yaitu mempelajari tentang Energi dan Perubahannya yang ada didalam kehidupan kita sehari-hari dan dimanfaatkan untuk melakukan usaha.Sedangkan pada kajian biologi mempelajari tentang satuan-satuan dalam ekosistem dan menyatakan bahwa matahari merupakan sumber energi utama yang ada di bumi sehingga makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya.Dengan adanya energi cahaya matahari menyinari tumbuhan sehingga tumbuhan dapat melakukan fotosintesis.Dengan demikian, tumbuhan memiliki energi kimia.Tumbuhan dimakan manusia atau hewan sehingga manusia atau tumbuhan memiliki energi untuk melakukan usaha. Beberapa kegiatan tersebut menunjukkan bahwa energi dapat diubah dari satu bentuk energi ke bentuk energi yang lain (Karim et all, 2008).

Diagram keterpaduan tema energi yang dikembangkan oleh peneliti adalah:

ENERGI

Dokumen terkait