• Tidak ada hasil yang ditemukan

Achmadi, S. 1990. Kimia Kayu. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Pusat Antar Universitas IlmuHayat. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Anonim. 1989. Pengamatan teknik silvikultur dan pertumbuhan tanaman acacia mangium. ProyekKerja Sama Pengembangan Sumber Benih Yogyakartadengan Fakultas KehutananUniversitas Mulawarman.

Samarinda.

Arisman, H. 2002 Sustainable acacia plantations: a case of short-rotation plantation at PT. MusiHutan Persada, South Sumatra, Indonesia.Dalam:

Rimbawanto, A. dan Susanto, M.(ed.) Advances in genetic improvement Oftropical tree species, 9–13. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan dan JapanInternational Cooperation Agency, Yogyakarta,Indonesia.

Arisman, H. 2003 The management aspects of industrial plantation in South Sumatra: a caseof PT Musi Hutan Persada. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan dan JapanInternational Cooperation Agency, Bogor,Indonesia.

Barry, K.M., Irianto, R.S.B., Santoso, E., Turjaman, M., Widyati, E., Sitepu, I.

dan Mohammed, C.L.2004 Incidence of heartrot in harvest-age Acaciamangium in Indonesia, using a rapid survey method. Forest Ecology and Management190: 273–280.

Budi, S.W., S.I. Purwanti, dan M. Turjaman. 2015. Fungi Mikoriza Arbuskula dan Arang Tempurung Kelapa Mempercepat Pertumbuhan Awal Bibit Calliandra calothyrsus Meissn di Media Tanah Marginal. Jurnal Silvikultur Tropika. Hal 114- 118

Chen, Y.Y., Wang, X.N., Fan, C.Q., Yin, S. and Yue, J.M. (2007). Swiemahogins A and B, two novel Limnoids from Swietenia mahogany. Tetrahedron Letters, 48: 7480-7484.

Chuang and E. Maciel. 1993. NMR Study of the Stabilities of Urea-Formaldehyde Resin Componets Toward Hydrolytic Treatments. Journal of Applied Polymer Science. 52: 1637-1651

Departemen Kehutanan dan perkebunan, 1994. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Pedoman Teknis Pembuatan Briket Arang.

Bogor.

Departemen Kehutanan 2003 PembangunanHutan Tanaman Industri (HTI) – Pulp 2002.Departemen Kehutanan, Jakarta, Indonesia.

40

Departemen Kehutanan RI. 1989. Atlas Kayu Indonesia. Jilid I dan II. Badan Litbang Dephut, Bogor.

Dwidjoseputro, D. 1980. Pengantar fisiologi tumbuhan. Jakarta : Gramedia.

Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) 2002 Tropical forest plantationareas 1995 data set by D. Pandey. Forest Plantations Working Paper 18. Forest Resources Development Service, Forest Resources Division.FAO, Roma, Italia.

Hadi, Y.S. 1988. Pengaruh rendaman panas partikel kayu terhadap stabilitas dimensi papan partikel meranti merah. Buletin Jurusan Teknologi Hasil Hutan. Teknologi: II(1).

Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia. Jilid III. Badan Penelitian dan PengembanganKehutanan. Jakarta.

Kadarwati, T,F. 2006. Pemupukan Rasional dalam Upaya Peningkatan Produktivitas Kapas. Malang : Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat. Jurnal Perspektif. 5 (2) : 59 – 70.

Latifah, S. 2004. Pertumbuhan dan Hasil Tegakan Eucalyptus grandis di Hutan Tanaman Industri. http://www.library.usu.ac.id.

LPT. 1983. Tolok Ukur Penilaian Data Analisis Kimia Tanah. Bogor.

Martawijaya, A., I.K.Sujana., Y.I. Mandang, S. Amang., P.K. Kadir. 1989. Atlas Kayu Indonesia Jilid II. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan.Bogor.

Martawijaya, A., I. Kartasujana, Y. I. Mandang, S.A. Prawira, dan K. Kadir. 2005.

Atlas Kayu Indonesia Jilid II. Badan Penelitian dan Pengembangan kehutanan. Bogor. Indonesia.

National Research Council 1983 Mangium and other fast-growing Acacias for the humid tropics.National Academy Press, Washington, DC, AS.

Nuryawan, A., Singh, A.P.,Dae Park, B. 2014. Swelling Behaviour of Cured Urea-Formaldehyde Resin Adhesives with Different Formaldehyde to Urea Mole Ratios. The Journal of Adhesion.

Nyakpa, M.Y., A.M. Lubis, M.A. Pulung, Ghaffar Amrah, Ali Munawar, Go Ban Hong, dan Nurhayati Hakim. 1988. Kesuburan Tanah. Universitas Lampung.

41

Prasetyo, B.H dan D.A. Suriadikarta. 2006. Karateristik, Potensi , Dan Teknologi Pengelolaan Tanah Ultisol Untuk Pengembangan Pertanian Lahan Kering di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian 25(2): 39-47

Purwadi, Eko. 2011. Batas Kritis Suatu Unsur Hara dan Pengukuran

KandunganKlorofil.(URL:/masbied.com/2011/05.19/batas-kritis-suatuunsur-hara-dan-pengukuran-kandungan-klorofil/)

Rauh, Joshua, 2009, “Risk Shifting versus Risk Management: Investment Policy in Corporate Pension Plans,” Review of Financial Studies 22(7), 2687-2734.

Rimbawanto, A. 2002 Plantation and treeimprovement trends in Indonesia.Dalam: Barry,K. (ed.) Heartrots in plantation hardwoods in Indonesia and Australia, 3–7. ACIAR TechnicalReport 51e. Australian Centre for InternationalAgricultural Research, Canberra, Australia.

Rinsema, W.T. 1983. Pupuk dan Cara Pemupukan. Terjemahan H.M.

Saleh.Bhratara Karya Aksara. Jakarta. Vii + 232 h.

Rowell, R.M. 2005. Handbook of Wood Chemistry and Wood Composites, Taylor and Francis, Boca Raton, FL, 487 pp.

Ruhendi, S., D. N. Koroh, F. A. Syamani, H. Yanti, Nurhaida, S. Saad, dan T.

Sucipto. 2007. Analisis Perekatan Kayu. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor

Schniewind, A. 1989. Concise Encyclopedia of Wood and Eood – based Materials. 1st edition. Pergamon press Inc. New York.

Sudarsono, Rustanto, Suryadi. 2010. Pembuatan Papan Partikel Berbahan Baku Sabut Kelapa dengan Bahan Pengikat Alami (Lem Kopal).

JurnalTeknologi, 3(1):22-32`

Sugih, F.H. 2005. Pengaruh Penambahan Probiotik dalam Pakan Komersilterhadap Pertumbuhan Benih Ikan Gurami (Osphronemus goramy Lac.). Skripsi. Tidak Dipublikasikan. Universitas Padjadjaran Sutarmi, S. 1987. Botani Umum 2. Bandung : Angkasa.

Sutedjo, M. M. 2002. Pupuk Dan Cara Penggunaan. Jakarta : Rineka Cipta.

Pizzi, A. 1994. Advanced Wood Adhesives Technology. Marcel Dekker Inc. New York.

Taiz, L. and E. Zeiger. 2002. Plant Physiology. 3rd Edition. Sinauer Associates.

Sunderland. pp.116-119.

42

Walker, J. C. F. 1993. Primary Wood Proceesing Principles and Practice.

Chapman and Hall. Lodon

Papan Partikel

Data Uji Siklis Papan partikel Perekat 0.95 Siklis ke-

Data Uji Siklis Papan partikel Perekat 1.05 Siklis ke-

Data Uji Siklis Papan partikel Perekat 1.15 Siklis ke-

40

Lampiran 1. Lanjutan

Data Uji Siklis Papan partikel Perekat 2.0

Ulangan 0 I I II II III III IV IV V V VI VI VII VII VIII VIII IX IX X X

basah kering basah kering basah kering basah kering basah kering basah kering basah kering basah kering basah kering basah kering 1 1.47 1.63 2 2.04 2.16 2.4 2.55 2.58 2.74 3.05 2.98 3.14 3.04 3.26 3.21 3.26 3.35 3.5 3.43 3.7 3.58 2 1.57 1.76 2.17 2.18 2.38 2.63 2.89 3 3.04 3.33 3.3 3.56 3.55 3.6 3.4 3.71 RUSAK RUSAK RUSAK RUSAK RUSAK 3 1.4 1.6 2.51 2.52 3 3.2 3.32 3.46 3.49 3.81 3.68 RUSAK RUSAK RUSAK RUSAK RUSAK RUSAK RUSAK RUSAK RUSAK RUSAK 4 1.47 1.66 2.14 2.15 2.35 2.61 2.96 3 3.14 3.32 3.29 3.48 3.36 3.51 3.48 3.65 3.55 RUSAK RUSAK RUSAK RUSAK 5 1.52 1.77 2.23 2.24 2.36 2.66 2.82 3 3.14 3.38 3.4 3.68 3.54 3.76 3.42 3.81 3.72 3.97 RUSAK RUSAK RUSAK Rata-rata 1.486 1.68 2.21 2.226 2.45 2.7 2.908 3.008 3.11 3.378 3.33 3.465 3.373 3.5325 3.378 3.608 3.54 3.735 3.43 3.7 3.58

Siklis

ke-Data Uji Siklis Papan partikel Perekat Komersial

Ulangan 0 I I II II III III IV IV V V VI VI VII VII VIII VIII

basah kering basah kering basah kering basah kering basah kering basah kering basah kering basah kering 1 1.47 1.77 2.39 2.46 2.78 3.16 3.47 3.5 3.72 3.98 4 4.08 RUSAK RUSAK RUSAK RUSAK RUSAK 2 1.62 1.93 2.42 2.42 2.68 2.85 3.05 3.31 3.36 3.61 3.6 3.75 3.67 RUSAK RUSAK RUSAK RUSAK 3 1.41 1.67 2.05 2.06 2.24 2.47 2.47 2.63 2.73 2.79 2.74 3.02 RUSAK RUSAK RUSAK RUSAK RUSAK 4 1.55 1.85 2.22 2.26 2.42 2.56 2.81 2.91 3.11 3.31 3.31 3.45 3.44 3.58 3.5 RUSAK RUSAK 5 1.52 1.83 2.4 2.45 2.51 2.68 2.87 3.17 3.23 3.5 3.48 3.76 3.56 3.83 3.7 3.88 4.08 Rata-rata 1.514 1.81 2.3 2.33 2.53 2.74 2.934 3.104 3.23 3.438 3.43 3.612 3.557 3.705 3.6 3.88 4.08

Siklis

ke-Lampiran 2. Rataanpertambahantinggidananalisissidikragambibitpada 9 mst- 12mst

KADAR PEREKAT AIR

LIMBAH JenisTanaman Ulangan

I II III IV V

Lampiran 2. Lanjutan

Ket : *= Berpengaruhnyata ; tn = tidakberpengaruhnyata KK : 28.11%

Ket : *= Berpengaruhnyata ; tn = tidakberpengaruhnyata KK : 26.54%

Lampiran 2. Lanjutan

AnalisisSidikRagamTinggi 11mst

SK db JK KT F. Hit F.Tab

Perlakuan 11 3628.770 329.888 13.176* 1.99

KPL 5 278.263 55.653 2.223tn 2.41

JTN 1 3155.200 3155.200 126.017* 4.04

KPL*JTN 5 195.307 39.061 1.560tn 2.41

Galat 48 1201.816 25.038

Total 59 4830.586

Ket : *= Berpengaruhnyata ; tn = tidakberpengaruhnyata KK : 24.48%

AnalisisSidikRagamTinggi 12mst

SK db JK KT F. Hit F.Tab

Perlakuan 11 4434.922 403.175 14.275* 1.99

KPL 5 444.217 88.843 3.146* 2.41

JTN 1 3790.560 3790.560 134.210* 4.04

KPL*JTN 5 200.145 40.029 1.417tn 2.41

Galat 48 1355.688 28.244

Total 59 5790.610

Ket : *= Berpengaruhnyata ; tn = tidakberpengaruhnyata KK : 23.32%

Lampiran 3. Rataanpertambahan diameter dananalisissidikragambibitpada 9 mst- 12mst

KADAR PEREKAT AIR

LIMBAH JenisTanaman Ulangan

I II III IV V

12 mst

Ket : *= Berpengaruhnyata ; tn = tidakberpengaruhnyata KK : 38.33%

Ket : *= Berpengaruhnyata ; tn = tidakberpengaruhnyata KK : 19.86%

Lampiran 3. Lanjutan

AnalisisSidikRagam Diameter 11mst

SK Db JK KT F. Hit F.Tab

Perlakuan 11 0.734 0.067 9.879* 1.99

JAL 5 0.211 0.042 6.254* 2.41

JTN 1 0.367 0.367 54.314* 4.04

JAL*JTN 5 0.156 0.031 4.618* 2.41

Galat 48 0.324 0.007

Total 59 1.059

Ket : *= Berpengaruhnyata ; tn = tidakberpengaruhnyata KK : 19.01%

AnalisisSidikRagam Diameter 12mst

SK Db JK KT F. Hit F.Tab

Perlakuan 11 0.856 0.078 9.611* 1.99

KPL 5 0.229 0.046 5.663* 2.41

JTN 1 0.439 0.439 54.300* 4.04

KPL*JTN 5 0.187 0.037 4.620* 2.41

Galat 48 0.388 0.008

Total 59 1.244

Ket : *= Berpengaruhnyata ; tn = tidakberpengaruhnyata KK : 17.88%

Lampiran 4. Rataanbobotkeringtanamandananalisissidikragambibitpada 12mst

Ket : *= Berpengaruhnyata ; tn = tidakberpengaruhnyata KK : 18.73%

Lampiran 5. Rataanbobotkeringakartanamandananalisissidikragambibitpada

Ket : *= Berpengaruhnyata ; tn = tidakberpengaruhnyata KK : 51.64%

Lampiran 6. Rasio tajuk akar tanamandananalisissidikragambibitpada 12mst

Kontrol Mahoni 7.643357 5.153846 6.585227 5.623762 6.411111 Jabon 3.214133 2.595661 1.582888 2.652835 4.692308 0.95 Mahoni 9.053097 9.761905 8.962963 6.679245 8.593407 Jabon 2.257338 3.564576 3.209856 1.75491 5.507745 1.05 Mahoni 7.168103 7.899522 5.518519 9.210084 3.593407 Jabon 5.131387 1.949904 4.616751 3.324772 2.704225 1.15 Mahoni 5.159817 7.812207 8.304348 7.395652 5.511111 Jabon 4.168565 1.972104 4.607143 0.933293 2.187979 2 Mahoni 9.088889 7.12782 8.490476 5.353333 6.814394 Jabon 2.115435 1.909798 1.778523 1.770182 3.248654 Komersial Mahoni 5.413386 5.880952 7 4.918149 7.93617 Jabon 2.508893 1.996422 2.103659 2.059745 1.454047

Analisis Sidik Ragam rasio tajuk akar tanaman 12mst

SK db JK KT F. Hit F.Tab

Ket: *= Berpengaruh nyata ; tn = tidak berpengaruh nyata KK : 26.89%

Lampiran 7. Penilaian sifat-sifat tanah didasarkan pada Kriteria Penilaian Sifat-sifat Tanah (LPT, 1983)

Sifat Kimia Tanah Nilai Kriteria

P-tersedia (ppm) <10 Sangat Rendah

10 – 15 Rendah

16 – 25 Sedang

26 – 35 Tinggi

>35 Sangat Tinggi

N-total <0,10 Sangat Rendah

0,10 – 0,20 Rendah 0,21 – 0,50 Sedang 0,51 – 0,75 Tinggi

>0,75 Sangat Tinggi

K-tersedia <0,1 Sangat Rendah

0,1 – 0,2 Rendah

0,3 – 0,5 Sedang

0,6 – 1,0 Tinggi

>1,0 Sangat tinggi

Dokumen terkait