• Tidak ada hasil yang ditemukan

Agrios, G.N. 2005. Plant pathology. 5th ed. Elsevier Academic Press.

California.

BPS (Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara).2018. Produksi Padi Dan Palawija Sumatera Utara (Angka Tetap Tahun 2016).

http://bps.tnmnpgn.go.id. Diakses tanggal 12 Mei 2020.

Balai Besar Pelatihan Pertanian Lembang 2010. Penyakit Hawar Daun Bakteri.

http://www.bbpp-lembang.infoDiakses tanggal 14 mei 2020.

Bradbury, J.F.1984. Genus II. Xanthomonas Dowson. In: Bergey’s Manualof Systematic Bacteriology (Krieg, N.R. and Holt, J.G., eds), pp. 199–

210.Baltimore: Williams & Wilkins.

Direktorat Perlindungan Tanaman (Ditlintan). 2005. Luas serangan OPT utama pada padi. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Kementerian Pertanian.

Djatmiko, H. A. dan Fatichin. 2009. Ketahanan duapuluh satu varietas padi terhadap penyakit hawar daun bakteri. Jurnal HPT Tropika 9 (2): 168- 173.

Ginting . R, Muklis , G. Sitanggang. 2015. Survei dan Pemetaan Status Hara P di Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo. Jurnal Online Agroekoteknologi. 3(3):1226-1232.

Habazar, T dan Rivai, F. 2004. Bakteri Patogenik Tumbuhan . Andalas University Press. Padang.

Hikmatullah, Suparto, Tafakresnanto C, Sukarman, Suratman dan Nugroho K .2014. Petunjuk Teknis Survei dan Pemetaan Sumberdaya Tanah Tingkat Semi Detail Skala 1:50.000. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Bogor. 34 hal.

Husana, Y. 2010. Pengaruh Penggunaan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi

Irawan, B. 2004. Dinamika Produktivitas dan Kualitas Budidaya Padi Sawah.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Bogor.

IRRI (International Rice Reseach Institute). 2008. Bacterial blight.

http://www.knowledgebank.irri.org

IRRI(International Rice Reseach Institute). 2010. Bacterial blight.

http://www.knowledgebank.irri.org

Khaeruni, A. 2001. Penyakit Hawar Daun Bakteri pada Padi : Masalah dan Upaya Pemecahannya. IPB. Bogor.

Kurniawan, I.2012. Identifikasi Xanthomonas oryzae pv. Oryzae Dengan Teknik Biomolekuler dan Karakter Patogenitas Terhadapa Padi Galur Isogenik. Departemen Biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. 2016. Produksi Meningkatkan Ketahanan Pangan Nasional dengan Konsep Fungsional http://lipi.go.id.

Diakses tanggal 12 Mei 2020.

Liu, Z.K., Arif, M., Zhong, D.B., Fu, B.Y., Xu, J.L., Domingo-Rey, J., Ali, J., Vijayakumar, C.H.M., Yu, S.B. and Khush, G.S. 2006. Complex genetic networks underlying the defensive system of rice (Oryza sativa L.) to Xanthomonas oryzae pv. oryzae. Proc. Natl Acad. Sci. USA, doi:

10.1073/pnas.0507492103.

Makino, S., Sugio,.A , White F, and Bogdanove1, A.J.2006. Inhibition of resistance gene-mediated defense in rice by Xanthomonas oryzae pv.

Oryzicola. Molec. Plant-Microbe Interact. 19(3):240-249.

Nino-Liu, D.O., Ronald,P.C, and Bogdanove,A.J. 2006. Xanthomonas oryzae pathovars: model pathogens of a model crop. Mol. Plant Pathol. 7(5):

303−324.

Noer, Z ., Hasanuddin., Lisnawita, and Suryanto., D. 2018. Pathotype profile of Xanthomonas oryzae pv. oryzae isolates from North Sumatera.IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science 122 012142 doi :10.1088/1755-1315/122/1/012142.

Ochola, G and Tusiime, G. 2011. Pathogenicity of Rice Yellow Mottle Virus and Potential Sources of Resistance againts the Disiase in EasternUganda. Asian Journal of Plant Pathology 5(1): 1-15.

OEPP/EPPO. 2007. Xanthomonas oryzae. Bulletin OEPP/EPPO 37, 543–553.

Ponciano, G., Ishihara, H., Tsuyumu, S. and Leach, J.E. 2003. Bacterial effectors in plant disease and defense: Keys to durable resistance. J. of Plant Disease 87(11): 1272-1282.

Rivai, F. 2014.Epidemiologi Penyakit Tumbuhan. Plantaxia. Yogyakarta.

Rivai, F. 2016. Penyakit Tumbuhan ; Dimensi, Waktu, dan Ruang. Plantaxia.

Yogyakarta.

Subali, B. 2013. Metodologi Penelitian pendidikan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.

Sudir dan Handoko. 2012. Komposisi dan penyebaran patotipe Xanthmonas oryzae pv. oryzae, penyebab penyakit hawar daun bakteri padi di

Pengembangan Teknologi Pertanian 15(1):25-39.

Sudir, Nuryanto,.B, dan Kadir, T.S. 2012. Epidemiologi, patotipe, dan startegi pengendalian penyakit hawar daun bakteri pada tanaman padi. IPTEK Tanaman Pangan 7(2): 79-87.

Suffert, F. dan Thompson, R. N. 2018. Some reasons why the latent period should not always be considered constant over the course of a plant disease epidemic. Plant Pathology (2018): 1-10

Sodiq, M dan Mujoko. T. 2017. Pengendalian Terpadu Hama dan Penyakit Tanaman Padi. Plantaxia. Yogyakarta.

Suparyono, Sudir, dan Suprihanto. 2003. Komposisi patotipe patogen hawar daun bakteri pada tanaman padi stadium tumbuh berbeda. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan 22(1): 45-50.

Suparyono, Sudir, dan Suprihanto. 2004. Pathotype profile of Xanthomonas oryzae pv. oryzae isolates from the rice ecosystem in Java. Indonesian Journal of Agricultural Science 5(2): 63- 69.

Suprihatno, B. 2010. Deskripsi Varietas Padi. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementrian Pertanian Sukamandi

Suprihatno, B., A.A. Daradjat, Satoto, Baehaki, S.E., Sudir, A. Setyono, S.D.

Indrasari, M.Y. Samaullah, dan M.J. Mejaya. 2011. Deskripsi varietas padi. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Badan Litbang Pertanian.

115p.

Suryadi, Y., dan Kadir, T.S. 2008. Kajian infeksi Xanthomonas oryzae pv.

oryzae terhadap beberapa genotipe padi: hubungankandungan hara dengan intensitas penyakit. Ilmu Pertanian15(1): 26-36.

Triyono . 2003.Teknik Sampling Dalam Penelitian. Universitas Palangkaraya.

Palangkaraya.

Untung, K. 2010. Pengantar Pengelolaan Hama dan Penyakit Terpadu.UGM Press.Yogyakarta.

Vera-Cruz, C.M., Gossele, F., Kersters, K., Segers, P., Van den Mooter, M., Swings, J. and De Ley, J. 1984. Differentiation between Xanthomonas campestris pv. oryzae, Xanthomonas campestris pv. oryzicola and the bacterial ‘brown blotch’ pathogen on rice by numerical analysis of phenotypic features and protein gel electrophoregrams. J. Gen.

Microbiol. 130, 2983–2999.

Wahyudi, A .Meliah, T. S, dan Abdjah,. A .N.2011. Xanthomonas oryzae pv.

oryzae bakteri penyebab Hawar Daun pada padi :isolasi , karakterisasi, dan telaah mutagenesis dengan transposon. Makara Jurnal of Science

15(1):89-96.

Wangiyana, W. I. Hidayat, Z,. Aripin, I. Basa, H. T. Barus dan S. Sato. 2006.

Efisiensi Penggunaan Air dan Hasil Tanaman Padi (Oriza sativa L) antara Teknik Irigasi Konvensional dan Berbagai Modifikasi Teknik SRI (System of Rice Intensification). Hlm. 275-284. Dalam : Prosiding Seminar Nasional Perhimpunan Agronomi Indonesia (Peragi), Yogyakarta 5 Agustus 2006.

Wangiyana, W., Z. Laiwan, dan Sanisah. 2009. Pertumbuhan dan hasil Tanaman Padi Var. Ciherang dengan Teknik Budidaya “SRI (System of Rice Intensification)” pada Berbagai Umur dan Jumlah Bibit per Lubang Tanam. Crop Agro 2(1) : 72.

Wening, R., U. Susanto, dan Satoto. 2016. Varietas Unggul Padi Tahan Hawar Daun Bakteri: Perakitan dan Penyebaran di Sentra Produksi.Iptek Tanaman Pangan 11 (2).

Windriyati,R.E.H. 2015. Seleksi Cendawan Endofit untuk Pengendalian Penyakit Layu Bakteri (Ralstonia solanacearum) pada Tanaman Cabai.

Tesis. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Wubneh, B. Y, and Bayu, F. A. 2016.Assessment of diseases on rice (Oryza sativa L.) in major growing fields of Pawe district, Northwestern Ethiopia. World Scientific News 42: 13-23.

Yuliani, D dan Sudir.2017. Komposisi Dan Dominasi Patotipe Xanthomonas Oryzae Pv. Oryzae, Penyebab Penyakit Hawar Daun Bakteri Pada Tanaman Padi Dengan Sistem Pengairan Berbeda Di Kabupaten Karawang.Jurnal Ilmu Hayati 16 (03).

7. P v

Dokumen terkait