Anggraini, V. 2011. Pengaruh Pupuk Biosulfo Terhadap Ketersediaan dan Serapan Fosfor dan Belerang serta Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Skripsi. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Aryanto, M. D. 2008. Pengembangan Teknologi Nuklir Untuk Meningkatkan Hasil Panen. Makalah. Jurusan Fisika FMIPA, Universitas Sebelas Maret.
Surabaya.
Badan Tenaga Nuklir Nasional.2009. Pemuliaan. Dikutip dari dari http://www.batan.go.id/patir/2009/pemuliaan/html.
Barus, W. A. 2006. Pertumbuhandan Produksi Cabai (Capsicum annumL.) Dengan Penggunaan Mulsa dan Pemupukan PK. J.Penelitian Bidang Ilmu Pertanian 4(1):41-44.
BPS Sumatera Utara.2015. Produksi Cabai Besar, Cabai Rawit, dan Bawang Merah Tahun 2014.No. 50/08/12/Th. XVIII,
Brewster, J.L. 2008. Onions and Other Vegetable Allium, 2nd Edition. CAB International. Oxfordshire.
Departemen Pertanian. 2005. Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Bawang Merah. Edisi Kedua. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian.
Fahrianty, D. 2012. Peran Vernalisasi dan Zat Pengatur Tumbuh dalam Peningkatan Pembungaan dan Produksi Biji Bawang Merah di Dataran Rendah dan Dataran Tinggi.Tesis.Sekolah Pascasarjana IPB. Bogor.
Fahrurroni and K. A. Stewart. 2004. Effects of Mulch Optical Properties on Weed Growth and Development.HortScience.29(6):54-61.
.
Fauzan, A. 2002.Pemanfaatan Mulsa dalam Pertanian Berkelanjutan. Pertanian Organik. Malang.
Hervani, D., L. Syukriani, E. Swasti, dan Erbasrida.2009. Teknologi Budidaya Bawang Merah pada Beberapa Media Tanam dalam POT di Kota Padang.Warta Pengabdian Andalas Volume XV, Nomor 22
Human, S. 2007. Riset & Pengembangan Sorgum dan Gandum untuk Ketahanan Pangan.Makalah. Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Jakarta Selatan.
Maharaja, P. D. 2015. Respon Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicumL.) terhadap Dosis Pupuk NPKMg dan Jenis Mulsa.
Jurnal Agroekoteknologi. USU. Medan
Mahmood, M., K. Farroq, A. Hussain, and R. Sher. 2002.Effect of Mulching on Growth and Yield of Potato Crop. Asian J. of Plant Sci.1(2):122-133.
Mariono, A.S.A. 2003. Pengaruh Pemberian Foska dan Mulsa Jerami terhadap Beberapa Sifat Fisik dan Kimia Tanah serta Produksi Kedelai (GlycineL.
Merr). Program Studi Ilmu Tanah Depeteman Tanah. Fakultas Pertanian.Institut Pertanian Bogor.
Mawardi. 2000. Pengujian Mulsa Plastik pada Tanaman Melon.Agrista 2: 175- 180.
Melina, R. 2008. Pengaruh Mutasi Induksi dengan Iradiasi Sinar Gamma terhadap Keragaan Dua Spesies Philodendron (Philodendron bipinnatifidum cv.
Crocodile teeth dan P. Xanadu).Skripsi.Program Studi Pemuliaan Tanaman dan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Niken, K dan I. Yuliana.2009.Pengembangan Varietas Apel Malang dengan Induksi Mutasi Menggunakan Radiasi Sinar Gamma.Hibah Penelitian Strategis Nasional. Univesritas Brawijaya. Malang.
Puspa, H.S., F.E. Sitepu., dan Mariati.2015. Tanggap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicumL.)Varietas Lokal Samosir Terhadap Varietas Lokal Samosir terhadap Beberapa Dosis Iradiasi Sinar Gamma.J.Agroekoteknologi. 3 (1) : 221 - 228
Rahayu, E., dan N. Berlian VA. 2000. Bawang Merah. Penebar Swadaya. Jakarta.
Rismunandar. 2001. Bertanam Sayur-Sayuran.Sinar Baru. Tarate. Bandung.
Rismunandar. 1986. Membudidayakan Lima Jenis Bawang. Penerbit Sinar Baru.
Bandung
Rukmana, R. 1995. Bawang Merah Budidaya dan Pengolahan Pasca Panen.
Sartono PS. 2006. Adaptasi Beberapa Klon Harapan Bawang Merah di Salatri Jawa Tengah. Jurnal Penelitian dan Informasi Pertanian “Agriv” Vol 10 (1):9-14.
Sinaga. 2000. Pemanfaatan Teknologi Iradiasi dalam Pengawetan Makanan.
Prosiding 2.Seminar Ilmiah Nasional dalam Rangka Lustrum IV Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada. Penerbit MEDIKA. Yogyakarta.
Steenis, C.G.G.J., S. Bloembergen., P.J. Eyma. 2005. Flora. PT. Pradnya Toba.BPTP Sumatera Utara. Medan. Sinar TaniEdisi XLII:3439.
Thomas, R.S., R.L. Franson,&G.J. Bethlenfalvay. 2003. Separation of VAM Fungus and Root Effects on Soil Agregation. Soil Sci. Am. J. Edition: 57:
77-31.
Tisdale, S.L., W.L. Nelson, and J.D. Beaton.2000. Soil Fertility and Fertilizers.
4th ed. MacMillan Publishing Company. New York.
Trudinger, P.A. 2001. Chemistry of the sulphur cycle. p. 2 – 22. In : M.A. Tabatai (Editor) :Sulphur in Agriculture. No27 in the series Agronomy. Madison, Wisconsin. USA.
Wijananto. 2012. Radiasi dan Ketahanan Pangan. Badan Tenaga Nuklir Nasional Yulianingrum, H., Edi Supraptomo, Prihasto Setyanto. 2006. Pengaruh
Pemberian Mulsa Jerami Padi terhadap Kelimpahan Gulma dan Pertumbuhan Tanaman Tomat (Solanum Lycopersicum) di Lahan Tadah Hujan. Balai Penelitian Lingkungan Pertanian. Kementrian Pertanian.
Lampiran 1. Kebutuhan Sulfur ( S) Pada tanaman Bawang Merah 120 kg S /ha Ukuran Plot = 100 x 100 cm
= 10000 cm2
1 ha = 10.000 m2 = 1 x 108 cm2
120 kg = X (1x108)cm2
10000 cm2
X = 0,012 kg
X = 12 gr / plot = setara dengan 120 kg S/ha P1 = 60 kg S/ ha = 6 gr / plot
P2 = 120 kg S / ha = 12 gr /plot P3 = 180 kg S /ha = 18 gr /plot
Lampiran 2. Tinggi tanaman bawang merah umur 2 MST pada pemberian berbagai dosis belerang
Lampiran 3. Sidik ragam tinggi tanaman bawang merah 2 MST dengan pemberian berbagai dosis sulfur
SK DB JK KT Fhitung F0.05 F0.01
Perlakuan 3 5.62 1.87 3.40 8.66 26.69 tn
Galat 20 11.01 0.55
Total 23 16.63
Kk: 4.9%
Perlakuan
Ulangan
Total Rataan
I II III IV V VI
S0 14.39 14.15 15.32 14.72 14.28 14.37 87.24 14.54 S1 15.00 16.21 15.10 16.40 16.48 15.46 94.63 15.77 S2 14.57 15.20 16.47 13.50 14.55 14.46 88.73 14.79 S3 16.12 15.59 14.00 15.07 15.50 16.00 92.27 15.38 Total 60.08 61.14 60.89 59.68 60.80 60.28 362.87
Rataan 15.02 15.29 15.22 14.92 15.20 15.07 15.12
Lampiran 7. Tinggi tanaman bawang merah umur 3 MST pada pemberian berbagai dosis belerang
Perlakuan
Ulangan
Total Rataan
I II III IV V VI
S0 18.88 17.89 18.39 18.48 18.91 15.55 108.10 18.02 S1 19.38 21.22 19.76 20.92 21.78 20.09 123.14 20.52 S2 18.87 19.39 20.39 16.10 19.15 16.81 110.70 18.45 S3 21.50 19.70 17.65 17.82 19.76 21.04 117.47 19.58 Total 78.63 78.19 76.19 73.32 79.60 73.48 459.41
Lampiran 8. Sidik ragam tinggi tanaman bawang merah 3 MST dengan pemberian berbagai dosis sulfur
SK DB JK KT Fhitung F0.05 F0.01
Perlakuan 3 23.07 7.69 3.99 8.66 26.69 tn
Galat 20 38.52 1.93
Total 23 61.60
Kk: 7.25%
Rataan 19.66 19.55 19.05 18.33 19.90 18.37 19.14
`
Lampiran 9. Tinggi tanaman bawang merah umur 4 MST pada pemberian berbagai dosis belerang
Lampiran 10. Sidik ragam tinggi tanaman bawang merah 4 MST dengan pemberian berbagai dosis sulfur
SK DB JK KT Fhitung F0.05 F0.01
Perlakuan 3 45.19 15.06 7.18 8.66 26.69 tn
Galat 20 41.98 2.10
Total 23 87.17
Kk: 6.86%
Perlakuan
Ulangan
Total Rataan
I II III IV V VI
S0 20.67 19.62 18.92 19.52 19.98 14.85 113.56 18.93 S1 22.99 22.70 21.81 24.05 23.41 21.44 136.40 22.73 S2 21.43 22.32 21.94 20.56 21.70 19.88 127.83 21.30 S3 22.43 21.39 19.58 19.74 22.03 23.37 128.54 21.42 Total 87.52 86.02 82.26 83.87 87.12 79.53 506.32
Rataan 21.88 21.50 20.56 20.97 21.78 19.88 21.10
Lampiran 11. Tinggi tanaman bawang merah umur 5 MST pada pemberian berbagai dosis belerang
Lampiran 12. Sidik ragam tinggi tanaman bawang merah 5 MST dengan pemberian berbagai dosis sulfur
SK DB JK KT Fhitung F0.05 F0.01
Perlakuan 3 70.34 23.45 5.82 8.66 26.69 tn
Galat 20 80.54 4.03
Total 23 150.88
Kk: 8.75%
Perlakuan
Ulangan
Total Rataan
I II III IV V VI
S0 22.70 20.58 20.58 20.93 21.55 14.55 120.87 20.15 S1 25.59 24.07 24.25 26.08 25.19 23.46 148.63 24.77 S2 23.08 24.40 22.87 23.21 23.78 21.35 138.69 23.11 S3 26.42 22.44 21.68 20.88 24.03 26.58 142.01 23.67 Total 97.78 91.48 89.37 91.09 94.53 85.93 550.20
Rataan 24.45 22.87 22.34 22.77 23.63 21.48 22.92
Lampiran 13. Tinggi tanaman bawang merah umur 6 MST pada pemberian berbagai dosis belerang
Lampiran 14. Sidik ragam tinggi tanaman bawang merah 6 MST dengan pemberian berbagai dosis sulfur
SK DB JK KT Fhitung F0.05 F0.01
Perlakuan 3 86.81 28.94 10.00 8.66 26.69 *
Galat 20 57.89 2.89
Total 23 144.70
Kk: 7.54%
Perlakuan
Ulangan
Total Rataan
I II III IV V VI
S0 22.37 20.58 17.49 20.93 19.59 15.19 116.14 19.36c S1 25.70 24.07 24.25 25.33 23.57 23.46 146.37 24.39a S2 23.08 24.40 22.87 23.21 23.78 21.35 138.69 23.11ab S3 26.42 22.44 21.68 22.86 22.43 23.92 139.75 23.29ab Total 97.56 91.48 86.28 92.32 89.37 83.92 540.94
Rataan 24.39 22.87 21.57 23.08 22.34 20.98 22.54 Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama menunjukkan berbeda tidak nyata dan
berbeda nyata menurut Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf α=5%.
Lampiran 15. Jumlah daun bawang merah umur 2 MST pada pemberian berbagai dosis belerang
Lampiran 16. Sidik ragam jumlah daun bawang merah 2 MST dengan pemberian berbagai dosis sulfur
SK DB JK KT Fhitung F0.05 F0.01
Perlakuan 3 34.92 11.64 0.22 8.66 26.69 tn
Galat 20 1040.87 52.04
Total 23 1075.79
Kk: 23%
Perlakuan
Ulangan
Total Rataan
I II III IV V VI
S0 29.7 32.7 31.1 31.8 31.5 21.4 178.1 29.7 S1 34.4 50.7 28.9 25.5 30.7 21.9 192.0 32.0 S2 27.2 27.1 34.8 26.1 33.3 25.2 173.7 28.9 S3 41.6 36.5 17.3 26.4 33.9 31.4 187.2 31.2 Total 132.9 147.0 112.1 109.8 129.4 99.9 731.0
Rataan 33.2 36.7 28.0 27.4 32.4 25.0 30.5
Lampiran 17. Jumlah daun bawang merah umur 3 MST pada pemberian berbagai dosis belerang
Lampiran 18. Sidik ragam jumlah daun bawang merah 3 MST dengan pemberian berbagai dosis sulfur
SK DB JK KT Fhitung F0.05 F0.01
Perlakuan 3 129.50 43.17 1.04 8.66 26.69 tn
Galat 20 826.35 41.32
Total 23 955.85
Kk: 18%
Perlakuan
Ulangan
Total Rataan
I II III IV V VI
S0 37.6 32.2 29.9 34.6 33.5 22.3 190.0 31.7
S1 37.4 50.0 39.2 30.4 39.3 30.4 226.6 37.8
S2 30.9 34.3 37.4 32.2 35.9 31.8 202.4 33.7
S3 47.9 37.6 22.8 29.3 40.3 39.1 217.0 36.2
Total 153.9 154.1 129.2 126.4 148.9 123.5 836.0
Rataan 38.5 38.5 32.3 31.6 37.2 30.9 34.8
Lampiran 19. Jumlah daun bawang merah umur 4 MST pada pemberian berbagai dosis belerang
Lampiran 20. Sidik ragam jumlah daun bawang merah 4 MST dengan pemberian berbagai dosis sulfur
SK DB JK KT Fhitung F0.05 F0.01
Perlakuan 3 307.75 102.58 1.73 8.66 26.69 tn
Galat 20 1185.47 59.27
Total 23 1493.22
Kk: 18%
Perlakuan
Ulangan
Total Rataan
I II III IV V VI
S0 44.5 37.9 32.4 42.3 40.5 22.2 219.8 36.6
S1 49.3 59.5 47.8 37.0 47.4 35.9 276.9 46.1
S2 38.4 39.1 43.4 38.0 43.6 42.9 245.4 40.9
S3 55.9 41.6 30.1 38.2 47.9 50.5 264.2 44.0
Total 188.1 178.1 153.7 155.4 179.4 151.6 1006.3
Rataan 47.0 44.5 38.4 38.8 44.8 37.9 41.9
Lampiran 21. Jumlah daun bawang merah umur 5 MST pada pemberian berbagai dosis belerang
Lampiran 22. Sidik ragam jumlah daun bawang merah 5 MST dengan pemberian berbagai dosis sulfur
SK DB JK KT Fhitung F0.05 F0.01
Perlakuan 3 547.34 182.45 3.25 8.66 26.69 tn
Galat 20 1121.82 56.09
Total 23 1669.16
Kk: 18%
Perlakuan
Ulangan
Total Rataan
I II III IV V VI
S0 42.8 30.4 31.2 31.8 34.2 19.3 189.7 31.6
S1 47.4 52.1 45.5 37.8 47.5 32.6 262.7 43.8
S2 32.4 42.8 39.4 38.7 41.9 41.8 236.9 39.5
S3 54.9 37.4 30.6 34.0 49.2 50.6 256.7 42.8
Total 177.6 162.5 146.8 142.3 172.7 144.2 946.0
Rataan 44.4 40.6 36.7 35.6 43.2 36.1 39.4
Lampiran 23. Jumlah daun bawang merah umur 6 MST pada pemberian berbagai dosis belerang
Lampiran 24. Sidik ragam jumlah daun bawang merah 6 MST dengan pemberian berbagai dosis sulfur
SK DB JK KT Fhitung F0.05 F0.01
Perlakuan 3 572.65 190.88 5.61 8.66 26.69 tn
Galat 20 680.19 34.01
Total 23 1252.83
Kk: 16%
Perlakuan
Ulangan
Total Rataan
I II III IV V VI
S0 38.5 25.8 25.1 31.4 30.2 18.1 169.0 28.2
S1 43.3 45.6 39.3 32.4 38.2 32.4 231.1 38.5
S2 29.9 39.0 35.4 40.8 38.3 43.5 226.8 37.8
S3 49.1 32.2 36.2 41.9 44.6 42.0 246.0 41.0
Total 160.8 142.6 135.9 146.5 151.2 135.9 872.9
Rataan 40.2 35.6 34.0 36.6 37.8 34.0 36.4
Lampiran 25. Jumlah umbi bawang merah pada pemberian berbagai dosis belerang
Lampiran 26. Sidik ragam jumlah umbi bawang merah dengan pemberian berbagai dosis belerang
SK DB JK KT Fhitung F0.05 F0.01
Perlakuan 3 46.49 15.50 2.40 8.66 26.69 tn
Galat 20 128.90 6.45
Total 23 175.39
Kk: 16%
Perlakuan
Ulangan
Total Rataan
I II III IV V VI
S0 15.9 11.4 13.1 16.0 14.2 8.1 78.8 13.1
S1 18.4 19.2 18.1 13.6 14.9 13.6 97.9 16.3
S2 13.3 16.7 13.8 12.4 16.7 13.1 86.0 14.3
S3 20.0 14.3 13.7 18.7 17.4 14.7 98.7 16.4
Total 67.6 61.6 58.7 60.7 63.1 49.6 361.3
Rataan 16.9 15.4 14.7 15.2 15.8 12.4 15.1
Lampiran 27. Bobot segar umbi bawang merah pada pemberian berbagai dosis belerang
Lampiran 28. Sidik ragam bobot segar umbi bawang merah dengan pemberian berbagai dosis sulfur
SK DB JK KT Fhitung F0.05 F0.01
Perlakuan 3 198.52 66.17 8.68 8.66 26.69 *
Galat 20 152.51 7.63
Total 23 351.03
Kk: 16%
Perlakuan
Ulangan
Total Rataan
I II III IV V VI
S0 15.2 11.2 9.1 14.6 12.8 8.0 70.9 11.8c
S1 20.7 18.1 20.5 14.1 20.0 17.6 110.9 18.5ab
S2 17.4 18.0 16.3 17.9 20.9 13.3 103.8 17.3ab
S3 19.9 13.0 18.9 21.9 20.2 20.5 114.5 19.1a
Total 73.2 60.3 64.8 68.5 73.9 59.3 400.1
Rataan 18.3 15.1 16.2 17.1 18.5 14.8 16.7
Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama menunjukkan berbeda tidak nyata dan berbeda nyata menurut Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf α=5%.
Lampiran 29. Bobot kering umbi bawang merah pada pemberian berbagai dosis belerang
Lampiran 30. Sidik ragam bobot kering umbi bawang merah dengan pemberian berbagai dosis belerang
SK DB JK KT Fhitung F0.05 F0.01
Perlakuan 3 127.05 42.35 8.68 8.66 26.69 *
Galat 20 97.61 4.88
Total 23 224.66
Kk: 16%
Perlakuan
Ulangan
Total Rataan
I II III IV V VI
S0 12.1 9.0 7.3 11.7 10.3 6.4 56.7 9.5c
S1 16.6 14.4 16.4 11.3 16.0 14.1 88.7 14.8ab
S2 14.0 14.4 13.0 14.3 16.7 10.6 83.0 13.8ab
S3 15.9 10.4 15.1 17.5 16.1 16.4 91.6 15.3a
Total 58.6 48.3 51.9 54.8 59.1 47.5 320.1
Rataan 14.6 12.1 13.0 13.7 14.8 11.9 13.3
Keterangan: Angka-angka yang diikuti huruf yang sama menunjukkan berbeda tidak nyata dan berbeda nyata menurut Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf α=5%.
Lampiran 31. Kadar sulfur umbi bawang merah pada pemberian berbagai dosis belerang
Lampiran 32. Sidik ragam kadar sulfur umbi bawang merah pada pemberian berbagai dosis belerang.
SK DB JK KT Fhitung F0.05 F0.01
Perlakuan 3 0.00359 0.00120 1.13 8.66 26.69 tn
Galat 20 0.02112 0.00106
Total 23 0.02470
Kk : 23 Perlakuan
Ulangan
Total Rataan
I II III IV V VI
S0 12.12 8.99 7.29 11.65 10.27 6.37 56.70 9.45 S1 16.55 14.45 16.41 11.31 15.97 14.05 88.74 14.79 S2 13.96 14.40 13.02 14.31 16.72 10.64 83.05 13.84 S3 15.93 10.43 15.15 17.52 16.14 16.40 91.58 15.26 Total 58.56 48.27 51.86 54.79 59.10 47.47 320.07
Rataan 14.64 12.07 12.97 13.70 14.78 11.87 13.34