• Tidak ada hasil yang ditemukan

Amri K. 2002. Hubungan kondisi oseanografi (suhu permukaan laut, klorofil-a, dan arus) dengan hasil tangkapan ikan pelagis kecil di perairan Selat Sunda [tesis]. Bogor (ID): Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Atmaja SB, John H, dan Akhmad F. 2003. Pendugaan Pertumbuhan Bersih Stok Ikan Pelagis di Laut Jawa dan Sekitarnya. Buletin PSP. Vol XII, No. 2 ISSN 0251-286X.

19 Bintoro F. 2005. Pemanfaatan berkelanjutan sumber daya ikan tembang (Sardinella fimbriata Valenciennes, 1847) di Selat Madura Jawa Timur [desertasi]. Bogor (ID): Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Boer M, Aziz KA. 2007. Gejala tangkap lebih perikanan pelagis kecil di perairan Selat Sunda. Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia. 14 (2): 167-172.

Cochrane JH. 2002. Stocks as money: convenience yield and the tech-stock bubble. NBER Working Paper. No. 8987.

BRKP (Badan Riset Kelautan dan Perikanan). 2003. Daya Dukung Kelautan dan Perikanan. Departemen Kelautan dan Perikanan. Jakarta ISBN 979-97572-8-2. BRKP (Badan Riset Kelautan dan Perikanan). 2009. Dinamika pengelolaan

sumber daya kelautan dan perikanan. Jakarta ISBN 978-979-3893-12-9. DJPT (Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap). 2011. Peta Keragaan Perikanan

Tangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI). Kementrian Kelautan dan Perikanan RI.[diunduh 21 Januari 2014]. Tersedia pada: http//kkp.go.id.

DJPT (Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap). 2012. Statistik Perikanan Tangkap Indonesia, 2011. Kementrian Kelautan dan Perikanan RI. Jakarta ISSN: 1858-0505.

DKP (Departemen Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pandeglang). 2013. Statistik perikanan tangkap tahun 2003-2013. Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (Draft tahun 2013)

Fauzi A, dan Anna S. 2005. Permodelan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan untuk Analisis Kebijakan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Fauziyah N. 2014. Kajian stok ikan tembang (Sardinella fimbriata) di perairan Selat Sunda yang didaratkan di PPP Labuan Banten [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. (Belum dipublikasikan)

Gulland JA. 1983. Fish stock assasment: a manual of basic methods. Chichester, U.K., Wiley Interscience, FAO/ Wiley series on food and agriculture, Vol 1: 223 pp.

Hogart JM. 2006. Financial education and economic development. Improving Financial Literacy International Conference hosted by the Russian G8 Presidency in Cooperation with the OECD. 29-30 November 2006.

Jennings S, John KP, Nicholas VCP, dan Karema JW. 2001. Impacts of trawling disturbance on the trophic structure of benthic invertebrate communities.

Marine Ecology Progress Series. Vol. 213: 127–142.

Kusumawardhani NM. 2014. Kajian stok sumber daya ikan tongkol (Euthynnus affinis) di perairan Selat Sunda yang didaratkan di PPP Labuan Banten [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. (Belum dipubliksikan)

Marasebessy MD. 1990. Pengaruh salinitas terhadap pertumbuhan dan reproduksi ikan seribu (Poecilia reticulata, 1860), p 71-78. In Balai Litbang Sumber daya Laut, Puslitbang Oseanologi, LIPI, Ambon.

Pauly D. 1984. Fish Population Dynamic in Tropical waters: a manual for use with progfammable calculators. ICLARS Stud, Rev.8: 325 p.

Post JR, Mushens C, Paul A, dan Sullivani M. 2003. Assessment of alternative harvest regulations for sustaining recreational fisheries: model development and application to bull trout. North America Journal of Fisheries Management. 23: 22-34.

20

Prasetya, R. 2010. Potensi dan laju eksploitasi sumber daya ikan kerapu di perairan Teluk Lasongko, Kabupaten Buton, Sulawesi tenggara [tesis]. Bogor (ID): Pascasarjana Institut Pertanian Bogor.

Priyono BE dan B Sumiono. 1997. The marine fisheries of Indonesia, with emphasis on the coastal demersal stocks of the Sunda shelf, p. 38-46. In G. Silvestre and D. Pauly (eds.) Status and management of tropical coastal fisheries in Asia. ICLARM Conf. Proc. 53, 208 p.

Roy BJ., Nripendra KS, SM Hasan A Md, Gaziur R Md, dan Fokhrul A. 2013. Month wise catch per unit effort of sardine species Sardinella fimbriata and Dussumieria acuta in Artisanal and Industrial fishing sector. Basic Research Journal of Agricultural Science and Review. ISSN 2315-6880 Vol. 2(8) pp. 173-179 August 2013.

Sparre P, dan Venema SC. 1999. Introduksi Pengkajian Stok Ikan Tropis, Buku I: Manual. Widodo J, Meta IGS, Nurhakim S, Baharudin M, Penerjemah. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan. Terjemahan dari Introduction to Tropical Fish Stock Assassment. Part I: Manual.

Suciati L. 2014. Kajian stok ikan Selar kuning Selaroides leptolespis (Cuvier 1833) di perairan Selat Sunda yang didaratkan di PPP Labuan Banten [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor. (Belum dipublikasikan)

Sumirat E. 2011. Dampak kebijakan perikanan terhadap pemberdayaan masyarakat nelayan (studi kasus wilayah Provinsi Banten) [tesis]. Jakarta (ID): Pascasarjana Universitas Indonesia.

Sutanto HT. 2009. Cluster analysis. Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika [prosiding] 5 Desember 2009. ISBN: 978-979-16353-3-2

Thanh NV. 2011. Sustainable management of shrimp trawl in Tonkin Gulf, Vietnam. Applied Economic Journal. 18 (2): 65-81.

Tinungki GM. 2005. Evaluasi model produksi surplus dalam menduga hasil tangkapan maksimum lestari untuk menunjang kebijakan pengelolaan perikanan lemuru di Selat Bali [desertasi]. Bogor (ID): Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor

Widodo J, Suadi. 2006. Pengelolaan Sumber daya Perikanan Laut. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

Zulbainarni N. 2012. Teori dan Praktik Permodelan Bioekonomi dalam Pengelolaan Perikanan Tangkap. Bogor: IPB Press.

21

LAMPIRAN

Lampiran 1 Jenis makanan ikan Selar kuning, tembang, dan tongkol

Jenis ikan Jenis makanan 2 3 4 5 6 7

Selar kuning Ikan kecil * * 4 3 6 *

Crustacea * * 2 2 5 * Tembang Bactriastrum 1 8 11 10 116 9 Coscinodicus 10 11 40 5 59 23 Guinardia 12 15 15 3 1 20 Hemialus 5 2 9 1 4 1 Nitzchia 23 5 12 1 1 1 Tidak teridentifikasi 32 19 34 8 55 3

Tongkol Ikan kecil 3 2 3 2 3 3

Udang 1 1 1 1 1 1

Keterangan: *tidak terdapat makanan (tercerna)

Lampiran 2 Upaya penangkapan ikan berdasarkan alat tangkap dan upaya yang sudah dibakukan

a. Ikan Selar kuning

Hasil dan upaya tangkapan berdasarkan alat tangkap mulai tahun 2003-2013.

Alat tangkap Y (ton) F (trip) CPUE FPI Payang 1199.12 3571.56 0.34 0.38

Dogol 490.57 1047.12 0.47 0.53

Pukat pantai 570.90 2706.24 0.21 0.24 Pukat cincin 4543.20 5147.09 0.88 1.00 Jaring insang hanyut 468.40 834.53 0.56 0.64 Jaring insang tetap 1730.74 9387.72 0.18 0.21 Bagan perahu 3386.30 18570.31 0.18 0.21 Bagan tancap 3397.69 22887.49 0.15 0.17 Pukat lainnya 361.21 1523.42 0.24 0.27

22

Lampiran 2 Upaya penangkapan ikan berdasarkan alat tangkap dan upaya yang sudah dibakukan (lanjutan)

Upaya yang sudah distandardisasikan

Tahun Y (ton) F (trip) 2003 1069.56 3569.68 2004 1160.70 4781.75 2005 1101.50 3123.82 2006 1637.80 2823.08 2007 1523.20 2425.60 2008 1828.20 2430.65 2009 1844.21 2562.63 2010 1594.40 3310.61 2011 1492.46 803.25 2012 1499.23 611.89 2013 1452.37 771.72 b. Ikan tembang

Hasil dan upaya tangkapan berdasarkan alat tangkap mulai tahun 2003-2013

Alat tangkap Y (ton) F (trip) CPUE FPI

Payang 3251.06 10366.43 0.31 0.35

Dogol 470.57 1022.49 0.46 0.52

Pukat pantai 1041.29 2035.26 0.51 0.58 Pukat cincin 3526.60 3966.76 0.89 1.00 Jaring insang hanyut 184.42 217.66 0.85 0.95 Jaring insang tetap 1969.67 4585.38 0.43 0.48 Bagan perahu 2419.30 10800.43 0.22 0.25 Bagan tancap 1928.84 11183.16 0.17 0.19 Pukat lainnya 205.38 659.41 0.31 0.35

Upaya yang sudah distandardisasikan

Tahun Y (ton) F (trip) 2008 2549 3601.78 2009 2808 3992.31 2010 2535 6249.72 2011 2409 1114.05 2012 2448 845.78 2013 2249 1065.32

23 Lampiran 2 Upaya penangkapan ikan berdasarkan alat tangkap dan upaya yang

sudah dibakukan (lanjutan) c. Ikan tongkol

Hasil dan upaya tangkapan berdasarkan alat tangkap mulai tahun 2003-2013

Alat tangkap Y (ton) F (trip) CPUE FPI Jaring insang hanyut 8174.92 42777.22 0.19 0.19 Payang 30336.50 30184.90 1.01 1.00 Jaring rampus 1658.84 5952.40 0.28 0.28 Pancing 3912.07 44097.99 0.09 0.09

Upaya yang sudah distandardisasikan

Tahun C (ton) F (trip)

2003 1549 4341 2004 1784 4264 2005 1446 3080 2006 1826 3601 2007 1787 3387 2008 1829 3471 2009 1744 4041 2010 1753 4676 2011 1652 4396 2012 1711 4821 2013 1698 4722

Lampiran 3 Harga dan biaya penangkapan berdasarkan proporsi hasil tangkapan ikan selar kuning, tembang, dan tongkol

a. Biaya penangkapan (cost)

Biaya penangkapan Jumlah Nilai (Juta rupiah)

Solar 600 liter 3.3

Es 0.5

Pangan 1 karung 0.5

Rokok 50 bks 0.7

Total biaya /trip 5.0

b. Biaya operasi setiap jenis ikan berdasarkan proporsi hasil tangkapan

Jenis ikan Proporsi hasil tangkapan biaya (rupiah)

Selar 0.062667 313337.4799

Tembang 0.003186 159301.8743

24

Lampiran 3 Harga dan biaya penangkapan berdasarkan proporsi hasil tangkapan ikan selar kuning, tembang, dan tongkol (Lanjutan)

c. Harga rata-rata setiap jenis ikan mulai triwulan I-IV tahun 2013

Triwulan Harga (rupiah) Selar Tembang Tongkol

I 5779 6312 9429

II 18332 2167 10255

III 14530 2584 12068

IV 18282 3989 10550

Rata-rata 15912 3629 10088

Lampiran 4 Model Analisis bioekonomi Gomperts Fox a. Selar kuning f(trip) Y (ton) TR (Milyar rupiah) TC (Milyar rupiah) Keuntungan (Milyar rupiah) Keterangan 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 60.00 171.58 2.73 0.02 2.71 100.00 279.39 4.45 0.03 4.41 1690.00 1874.71 29.80 0.53 29.30 TME/ MEY 1700.00 1874.88 29.83 0.53 29.30 1721.00 1875.02 29.80 0.54 29.30 TML/ MSY 1800.00 1873.12 29.81 0.56 29.24 2472.00 1473.06 23.44 0.78 22.66 Aktual 8629.07 169.92 2.70 2.70 0.00 Open acces 9000.00 142.87 2.27 2.82 -0.55 20000.00 0.53 0.01 6.27 -6.26 b. Tembang

f(trip) Y (ton) TR (Milyar rupiah)

TC (Milyar rupiah)

Keuntungan

(Milyar rupiah) Keterangan

0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 100.00 312.05 1.13 0.02 1.12 1721.00 2999.08 10.89 0.26 10.63 2600.00 3303.56 12.00 0.39 11.60 TME/ MEY 2782.44 3311.00 12.00 0.42 11.60 TML/ MSY 2800.00 3310.93 12.02 0.42 11.60 2811.00 2499.52 9.07 0.42 8.65 Aktual 12114.96 503.73 1.83 1.83 0.00 Open acces 13000.00 393.26 1.43 1.96 -0.53 18000.00 90.28 0.33 2.72 -2.39

25 Lampiran 5 Perbandingan produksi aktual dan produksi lestari

a. Selar kuning

Tahun Prod lestari Prod aktual Koef degradasi

2003 572.723 1069560 0.4999 2004 0.000 1160700 0.5000 2005 3388.568 1101500 0.4992 2006 3062.076 1637800 0.4995 2007 2631.455 1523200 0.4996 2008 2636.878 1828200 0.4996 2009 2780.057 1844210 0.4996 2010 3591.404 1594400 0.4994 2011 871.005 1492460 0.4999 2012 663.829 1499230 0.4999 2013 837.380 1452370 0.4999 b. Tembang

Tahun Prod lestari Prod aktual Koef degradasi

2008 1401.9325 2548.6000 0.3658 2009 1378.8495 2807.7600 0.3796 2010 1081.3525 2534.9700 0.3949 2011 928.7312 2409.3400 0.4048 2012 765.6147 2447.9100 0.4224 2013 901.3009 2248.5500 0.4011 c. Tongkol

Tahun Prod lestari Prod aktual Koef degradasi

2003 0.0202 1548.5000 0.5000 2004 0.0238 1783.6000 0.5211 2005 0.2721 1446.3000 0.5211 2006 0.0943 1825.6000 0.5327 2007 0.1462 1787.0000 0.5353 2008 0.1231 1829.2000 0.5380 2009 0.0379 1744.0790 0.5407 2010 0.0100 1753.2700 0.5433 2011 0.0180 1652.2600 0.5460 2012 0.0073 1710.8400 0.5486 2013 0.0090 1698.3700 0.5513

26

Lampiran 6 Proses penentuan laju mortalitas total (Z) melalui kurva yang dilinerakan berdasarkan data panjang

Berdasarkan persamaan tangkap atau persamaan Baranov (Baranov 1918 in

Sparre dan Venema 1992), tangkapan antara waktu t1 dan t2 sama dengan:

C t1,t2 = FZ N t1 -N t2 (6. 1)

N(t1) adalah banyaknya ikan pada saat t1, N(t2) adalah banyaknya ikan pada saat t2, F adalah mortalitas penangkapan, dan Z adalah mortalitas total. Fraksi ikan yang mati akibat penangkapan, F

Z disebut laju eksploitasi. Oleh karena:

N t2 =N t1 e -Z(t1- t2) (6. 2)

persamaan Beranov di atas dapat ditulis menjadi

C t1,t2 =N t1 FZ 1-e-Z(t1- t2) (6. 3)

N t1 =N Tr e -Z(t1-Tr) (6. 4)

sehingga

C t1,t2 =N Tr e -Z(t1-Tr) F

Z 1-e-Z(t1- t2) (6. 5)

N (Tr) adalah rekrutmen. Selanjutnya dengan menggunakan logaritma di kiri dan kanan persamaan 5 diperoleh

lnC t1,t2 =d-Zt1+ ln 1-e-Z(t1- t2) (6. 6)

d=N Tr +ZTr+lnZF

jika t1- t2=t2- t3=...= suatu konstanta dengan satuan waktu diperoleh konstanta baru:

g=d+ln1-e-Z(t1- t2) (6. 7)

sehingga persamaan (6) dapat ditulis menjadi

lnC t1,t2 =d-Zt1 (6. 8)

Atau

ln C(t,t+∆� = g - Zt (6. 9)

menurut Van Sickle (1977) in Sparre dan Venema (1992 ) cara lain dapat ditempuh untuk menyelesaikan (6) melalui

ln (1-e-x) ≈ ln (X) -

27 Lampiran 6 Proses penentuan laju mortalitas total (Z) melalui kurva yang

dilinerakan berdasarkan data panjang (Lanjutan) untuk X yang bernilai kecil (X<1,0), sehingga

ln 1-e-Z(t1- t2) =ln Z(t1t2) –Z (t2-t1)

2 (6. 11)

dan persamaan (6) dapat ditulis ln C(t1,t2)

t2-t1 = h - Zt1- Z (t1t2) (6. 12)

atau ln C(t,t+∆t)

∆t = h – Z (t+ ∆� (6. 13)

selanjutnya, bentuk konversi data panjang menjadi data umur dengan menggunakan persamaan Von Bertalanffy

t L =t0- 1

Kln 1- L

L (6. 14)

Notasi tangkapan C(t1,t2) dapat diubah menjadi C(L1,L2)

C(t,t+∆t) = C (L1,L2) (6. 15)

dan

∆t=t L2 - t L1 = K1ln L∞-L1

L-L2 (6. 16)

Bagian (t+ ∆� pada persamaan (13) dapat dikonversi kedalam notasi L1 dan L2 sehingga t(L1)+ ∆� ≈ t L1+L2 2 =t0- 1 Kln 1-L1+L2 2L∞ (6. 17) sehingga lnC L1+L2 ∆t L1,L2 =h-Zt L1+L2 2 (6. 18)

yang membentuk persamaan linear dengan y= lnC L1+L2

∆t L1,L2 sebagai ordinat dan x = (� +�

Dokumen terkait