• Tidak ada hasil yang ditemukan

Amrullah IK. 1979. Penentuan kandungan energi metabolis secara biologis dari beberapa

bahan makanan ternak. [Thesis]. Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

Anonim. 1985 . Kemungkinan Pengalokasian Sebahagian Sumberdaya Hayati Perikanan

Untuk Bahan Baku Tepung Ikan. Direktorat Jenderal Perikanan. Departemen

Pertanian, Jakarta.

Anngorodi HR. 1995. Nutrisi Aneka Ternak Unggas. PT. Gramedia Pustaka Utama.

[AOAC]Association Official Analitic Chemist. 1999. Official methods of Analysis. 16 th

ed.; AOAC International, Maryland USA.

Blakely J, Bade DH. 1991. Ilmu Peternakan. Terjemahan. Ed. 4 Gajah Mada University

Press. Yogyakarta.

Budiastra IW, Purwadaria HK, Saputra D. 1995. Penerapan teknologi near infrared untuk

rekayasa alat sortasi buah mangga. Makalah Kongres Ilmu Pengetahuan

Nasional, Serpong 13 – 16 September 1995.

Budiastra IW, Suroso. 2004. Pengembangan teknik pengukuran cahaya NIR untuk

penentuan mutu serealia. Laporan akhir hibah penelitian Due Like, IPB Bogor..

Clusac IJ, Ward AR. 1996. Postharvest Fish Development. A. Guide to Handling,

Preservation, Processing and Quality. Natural Resources Institute, United

Kingdom.

Dryden GM. 2003. Near Infrared Reflectance Spectroscopy : applications in deer

nutrition. rural industries research and development corporation. Kingston.

Australia.

Erlina MD, Saleh M, Sari A, Hak N, Sarmianto P. 1985. Mendapatkan cara pengolahan

tepung ikan secara sederhana. Pengolahan tepung ikan dengan skala kecil.

Laporan Penelitian Teknologi Perikanan. 46: 25-32.

Farrell DJ. 1999. In vivo and in vitro techniques for the assessment of the energy content

of feed grains poultry: a review. Aust.J.Agric.Res.1999, 50, 881-888.

Firdaus. 1999. Pakan Ikan dan Udang. Penebar Swadaya. Jakarta.

Fontaine J, Horr J, Shrimer B. 2001. Near-infrared reflectance spectroscopy enables the

fast and accurate prediction of the essential amino acid contents 2 result for

wheat, barley, corn, triticale, wheat bran/middling, rice bran and sorghum. J.

Agric. Food Chem. 50(14): 3902 – 3911.

Hardy RW, Masumoto T. 1991. Specification for marine by products for aquaculture.

Proceedings of the Aquaculture Feed Processing and Nutrition Workshop.

Thailand and Indonesia. American Soybean Association, Singapore.

Ilyas S, Cholik F, Arifudin NR, Naamin ST, Soekarto, Siswoputranto, Soedjarwo, Chong

KC. 1985. Prospek pengusahaan tepung ikan Indonesia. Di dalam: Prosiding

Lokakarya Tepung Ikan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan. Hlm.

41-57.

Ilyas S. 1988. Kemungkinan membuat makanan dengan kadar protein tinggi. Kumpulan

Makalah mengenai Teknologi Pasca Panen Hasil Perikanan Tahun 1977-1988.

Lembaga Penelitian Teknologi Hasil Perikanan. Departemen Pertanian Jakarta.

Indriyati SW, Widiatmini, Prasetyo S. 1990. Pembuatan tepung ikan dengan pengering

serbaguna. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pengeringan Komoditas

Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen

Pertanian, Jakarta.

Irawan HSR. 1995. Pengolahan Hasil Perikanan Home Industri (Usaha Perikanan dan

Mengomersilkan Hasil Sampingan). CV. Aneka, Solo.

Kompiang IP. 1982. Pendayagunaan hasil limbah perikanan lemuru untuk makanan

ternak dan ikan. Prosiding Perikanan Lemuru Banyuwangi. Hlm.171-123.

Kusumaningtyas NA. 2004. Pendugaan kadar air, karbohidrat, protein, lemak dan

amilosa pada beras (Oryza sativa L) dengan teknologi near infrared. [Skripsi].

Departemen Teknik Pertanian. IPB, Bogor.

Leeson S, Summers JD. 1997. Commercial Poultry Nutrition. Department of Animal and

Poultry Science University of Guelph, Ontario, Canada.

Martosubroto P, Naamin N. 1985. Sumberdaya perikanan dan industri tepung ikan.

Prosiding Rapat Teknis Tepung Ikan. Pusat Penelitian dan Pengembangan

Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian,

Jakarta.

Mattjik AA, Sumertajaya M. 2002. Rancangan Percobaan dengan Aplikasi SAS dan

Minitab jilid I. IPB Press.

Miyamoto K, Kawauchi M, Fukuda T. 1998. Classification of high acid

satsumamandarins by near-infrared transmittance spectroscopy. Food Sci.

Technol. Int. Tokyo 4(2) p:143-148.

53

Mitamala D. 2003. Pendugaan kadar air, karbohidrat, protein dan lemak tepung jagung

(Zea mays L) dengan teknologi near infrared. [Skripsi]. Jurusan Teknik Pertanian,

IPB. Bogor.

Moeljanto V. 1982. Penggaraman dan Pengeringan Ikan. P.T. Penebar Swadaya.

Anggota IKAPI, Jakarta.

Mudjiman A. 1984. Makanan Ikan. Penebar Swadaya. Jakarta.

Murray I, Williams PC. 1990. Chemical Principles of Near-Infrared Technology. Di

dalam P Williams, Norris K (ed). Near-Infrared Technology, in the Agriculture

and Food Industries. American Associates of Cereal Chemists, Inc.Minnesota,

USA.

[NRC] National Research Council. 1994. Nutrient Requirements of Poultry. 9

th

Revised

Ed. National Academic Press. Washington DC.

Norris KH, Hart JR. 1962. Direct spectrophotometric determination of moisture content

of grain and seeds, in principal methods measuring moisture content in liquids

and solids. Reinhalt. New York 4: 19-25.

Osborne BG, Fearn T, Hindle PH. 1993. Practical NIR Spectroscopy : with applications

in food and beverage analysis. 2

nd

ed. Longman Singapore Publishers (Pte)Ltd.

Singapore.

Patterson DW. 1996. Artificial Neural Network, Theory and Application. Simon and

Schuster (Asia) Pte. Ltd. Singapore.

Parakkasi A. 1983. Ilmu Gizi dan Makanan Ternak Monogastrik. PT. Angkasa. Bandung.

Piliang WG. 1977. Studies on the metabolizable energy content of some Indonesian

feedstuffs. [Thesis]. University of Wisconsin- Madison.

Rasyaf M. 1990. Bahan Makanan Unggas di Indonesia. Penerbit Kanisius. Jakarta.

Ratnawati WE. 2004. Pendugaan asam amino biji jagung (Zea mays) secara cepat,

simultan dan non destruktif dengan teknologi near Infrared. [Skripsi]. Jurusan

Teknik Pertanian, IPB. Bogor.

Rosita. 2001. Prediksi mutu buah duku dengan metoda near infrared. [Skripsi].. Jurusan

Teknik Pertanian, IPB. Bogor.

Saleh M, Erlina MD, Sari A, Hak N. 1986. Mendapatkan cara pengolahan tepung ikan. 2.

Pengaruh mutu bahan mentah terhadap mutu dan daya awet tepung ikan. Jurnal

Penelitian Pasca Panen Perikanan, No. 55: 7-16. Balai Penelitian Perikanan

Laut. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian,

Jakarta.

Saleh M. 1990. Pengaruh pengepresan, mutu bahan mentah dan lama penyimpanan

terhadap mutu tepung ikan. Jurnal Penelitian Pasca Panen Perikanan, No. 65:

41-52. Balai Penelitian Perikanan Laut. Badan Penelitian dan Pengembangan

Pertanian. Departemen Pertanian, Jakarta.

Sibbald IR. 1975. The effect of level intake on metabolizable energy values measured

with adult rooster. Poultry Sci. 54:9019-1998.

Sibbald IR. 1980. A new technique for estimating the energy metabolizable content of

feeds for poultry . Di dalam: Standarization of Analitical Methodology For Feeds

International Development Research Center. Canada.

Sibbald IR, Wolynetz, 1985. Estimates of retained nitrogen use to correct estimates of

bioavailable energy. Poultry Sci. 64: 1506 – 1513.

Sibbald IR. 1989. Metabolizable energy evaluation of poultry diets. Di dalam. Cole DJA

dan Haresign W (ed). Recent Development in Poultry Nutrition. University of

Nottingham School of Agriculture, Butter Worths, London.

[SNI] Standar Nasional Indonesia. 1992. SNI 01-3164-1992-UDC

Statistik Impor Hasil Perikanan. 2004. Statistik Impor Hasil Perikanan. Direktorat

Jenderal Perikanan. Departemen Pertanian. Jakarta.

Statistik Perikanan Indonesia. 2004. Statistik Perikanan Indonesia tahun 2004. Direktorat

Jenderal Perikanan. Departemen Pertanian, Jakarta.

Storey ML, Allen NK. 1982. Apparent and true metabolizable energy of feeding stuffs

for mature, non laying female ambden geese. Poultry Sci. 60 : 739-747.

Sunarya, Djazuli N. 1998. Pengembangan tepung ikan di Indonesia. Balai Bimbingan

dan Pengujian Mutu Hasil Perikanan. Direktorat Jenderal Perikanan, Jakarta.

Sunarya. 1990. Masalah mutu tepung ikan rebon dan tepung kepala udang sebagai bahan

baku pakan. Makalah Seminar Ilmu dan Teknologi Pakan Ikan/Udang.

Universitas Diponegoro. Semarang. (tidak dipublikasikan)

Valdes EV, Leeson S. 1992. Near infrared reflectance analysis as a method to measure

metabolizable energy in complete poultry feeds. Poultry Sci. 71: 1179-1187.

Wahju. J. 1985. Ilmu Nutrisi Unggas. Cetakan ketiga. Gadjah Mada University Press.

Yogyakarta.

55

Warta Gappindo. 1998. Produksi Tepung Ikan Dunia Sangat Rendah. Buletin Gappindo.

16: 16-18.

Williams P, Norris K. 1990. Near Infrared Technology in the Agricultural and Food

Industries. American Association of Cereal Chemist, Inc. St.Paul, Minnesota,

USA.

Windsor M, Barlow S. 1981. Introduction to Fishery By-Product. Fishing News Books

Ltd. Farnham.

Lampiran 1. Hasil pemilihan panjang gelombang pendugaan nilai Energi Metabolis dari

Dokumen terkait