Alim Sumarno. (2011). Pengertian outcome. Diambil pada tanggal 1 januari 2015. Diakses dari http://elearning.unesa.ac.id/myblog/alim-sumarno/pengertian-outcome. Pada tanggal 3 Januari 2015 pukul 20:00 WIB
Anwar. (2006). Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skills Education) Konsep dan Aplikasi. Bandung: Alfabeta.
Arikunto, Suharsimi (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi 2010). Jakarta: Rineka Cipta.
Bungin, Burhan. (2007). Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Fajar Interpratama Offset Cahyono, Sunit Agus Tri. (2008). Pemberdayaan Komunitas Terpencil di Provinsi
NTT. Yogyakarta : B2P3KS
Daryanto (2012) . Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Rineka Cipta
Departemen Pendidikan Nasional. (2001). Konsep Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skill Education). (Buku I). Tim Broad Based Education. Jakarta: Depdiknas.
Dinas Sosial . Jumlah Gelandangan dan Pengemis di Yogyakarta. Diakses dari http://dinsos.jogjaprov.go.id/data-pmks-daerah-istimewa-yogyakarta-2008-2011/. Pada tanggal 14 November 2013, pukul 14:00 WIB
Dirjen PAUDNI. (2010). Apa dan Bagaimana Pembinaan Kursus dan Kelembagaan. Jakarta: Kementrian Pendidikan Nasional.
Dirjen Bina Rehabilitasi Sosial. (2005).Pedoman Pelaksanaan Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Bagi Gelandangan. Yogyakarta : Dinas Panti Sosial Yogya Growthkarta
Ditjen PLSP. (2003). Pedoman Penyelenggaraan Program Kecakapan Hidup (Life Skills) Pendidikan Luar Sekolah.Jakarta:Ditjen PLSP
Djuju Sudjana. (2006). Evaluasi Program Pendidikan Nonformal. Bandung. PT Remaja Rosdakarya.
Djuju Sudjana. (2006). Evaluasi Program Pendidikan Luar Sekolah (Untuk Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
118
Hamzah (2011). Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara
Kuntari, Sri. (2009). Strategi Pemberdayaan (Quality Growth) Melawan Kemiskinan. Yogyakarta : B2P3KSPRESS
Moleong, Lexy J. (2001). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
________. (2005). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja. Yogyakarta: P3PKUGM.
Moeljarto, T. (1987). Pembangunan Desa dan Lembaga Swadaya Masyarakat. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Murdiyanto.(2012). Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan Potensi Kesejahteraan Sosial (PSKS) di daerah Tertinggal.Yogyakarta: B2P3KS Usman, Nurdin. (2002). Konteks Implementasi Berbasis Kurikulum. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada
Pranowo. (2008). Implementasi Kebijakan Departemen Sosisal Dalam Penanganan Gelandangan dan Pengemis di Panti Sosial Bina Karya Yogyakarta. Yogyakarta: B2P3KS
Ruslan, Malik & Anwari WMK. (2006). Pemberdayaan Masyarakat : mengantar manusia mandiri, demokratis, dan berbudaya. pemikiran Haryono Suyono. Jakarta : Khanate
Shofan, Moh. (2007). The Realistic Edukation Menuju Masyarakat Utama. Yogyakarta: IRCiSoD
Sudjana. (2001). Pendidikan Luar Sekolah ke Arah Pembangunan Sistem Belajar Masyarakat. Jakarta: P2LPTK.
________. (2004). Pendidikan Nonformal, Wawasan, Sejarah Perkembangan, Falsafah, Teori Pendukung, Azas. Bandung: Falah Production.
Sugiarti. (2003). Pembangunan dalam Perspektif Gender. Malang: UMM Press. Sugiyono. (2005). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: ALFABET.
________. (2007). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
119
Suharto, Edi. (2010). Membangun Masyarakat Memberdayaka Rakyat. Bandung: Refika Aditama
Sulistiani, Amabar Teguh. (2004). Pembangunan Masyarakat Desa Melalui Institusi Lokal..Yogyakarta : Aditya Media
Sumodiningrat, G. (2000). Pembangunan Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Suparjan & Suyanto, Hemri. (2003). Pengembangan Masyarkat dari Pembangunan Sampai Pemberdayaan. Yogyakarta : Aditya Media
Syukur, Abdullah. (1987). Kumpulan Makalah “Study Implementasi Latar Belakang
Konsep Pendekatan dan Relevansinya Dalam Pembangunan.” Ujung Pandang: Persadi
Twikromo, Argo. (1999). Gelandangan Yogyakarta. Yogyakarta : Universitas Atmajaya
Tursilarini, Teteki Yoga dkk. (2009). Kajian Model Penanganan Gelandangan dan Pengemis. Yogyakarta:Citra Media
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20. (2003). Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sinar Grafika.
120
121
Lampiran 1. Pedoman Wawancara Pekerja Sosial Panti Sosial Bina Karya
Pedoman Wawancara
Pekerja Sosial Panti Sosial Bina Karya
A. Identitas Diri
1. Nama : (Laki-laki/ Perempuan)
2. Usia : 3. Agama : 4. Pekerjaan : 5. Alamat : 6. Pendidikan Terakhir : B. Perencanaan
1. Apakah sodara dilibatkan dalam proses perencanaan? 2. Pada bagian apa sodara terlibat?
3. Apa saja jenis program pemberdayaan bagi Gepeng melalui pendidikan kecakapan hidup di Panti Sosial Bina Karya?
4. Ketrampilan apa yang ingin dikembangkan melalui program pemberdayaan yang akan di laksanakan?
122
5. Darimana saja sumber pendanaan Panti Sosial Bina Karya diperoleh?
6. Apakah ada pihak lain yang bekerjasama dalam membantu pendanaan Panti Sosial Bina Karya?
7. Bagaimana pemanfaatan dan pengelolaan dana tersebut?
8. Bagaimana proses perencanaan program kerja Panti Sosial Bina Karya? 9. Apakah ada kendala dalam merencanakan program pemberdayaan? 10. Apa saja kendala tersebut?
11. Bagaimana cara mengatasi kendala tersebut? 12. Dimana proses perencanaan itu dilakukan?
13. Adakah tempat khusus yang digunakan sebagai proses perencanaan program pemberdayaan?
C. Pelaksanaan
1. Apakah saja materi yang saudara ajarkan pada warga binaan?
2. Bagaimana pelaksanaan Program pemberdayaan bagi Gepeng di Panti Sosial Bina Karya?
3. Siapa saja yang terlibat dalam proses pelaksanan?
4. Apakah ada pihak lain yang terlibat dalam proses pelaksanaan?
123
6. Apakah metode tersebut sudah cocok untuk diterapkan dalam pembelajaran? 7. Apakah ada materi tambahan seperti pendidikan formal?
8. Sarana dan prasarana apa yang digunakan dalam membantu proses pelaksanaan? 9. Bagaimana interaksi saat pelaksanaan?
D. Evaluasi
1. Kapan proses evaluasi di laksanakan?
2. Dimanakah tempat berlangsungnya proses evaluasi program pemberdayaan? 3. Siapa yang terlibat dalam proses evaluasi?
4. Bagaimana hasil yang dicapai dengan program yang dijalankan apakah sudah sesuai dengan tujuan awal?
5. Bagaimana proses evaluasi berlangsung?
6. Metode apa yang digunakan dalam proses evaluasi? 7. Mengapa menggunakan metode terssebut?
8. Apakah ada kendala dalam proses evaluasi? 9. Bagaimana cara mengatasi kendala tersebut? E. Dampak Program Bagi Gepeng
1. Apakah Program Pemberdayaan melalui Pandidikan Kecakapan Hidup sudah sesuai dengan kebutuhan Gepeng?
124
2. Apakah yang dirasakan oleh warga belajar setelah mengikuti pelatihan kecakapan hidup (life skills) ditinjau dari aspek ekonomi ?
3. Apakah ada alumni yang menerapkan semua pelatihan yang didapat dalam kehidupan sehari-hari?
4. Apakah ada alumni yang kembali lagi menjadi gepeng setelah mengikuti pelatihan? 5. Apakah penyebabnya?
6. Mau diarahkan kemana warga belajar setelah mengikuti Pendidikan Kecakapan Hidup? 7. Apakah sudah ada alumni yang sukses setelah mengikuti program ini?
8. Sukses dalam bidang apa alumni tersebut?
9. Apakah ada alumni yang menjadi tokoh masyarakat setelah mengikuti program ini? 10. Jadi apa ia di lingkungan masyarakat?
125
Lampiran 2. Pedoman Wawancara Warga Binaan Panti Sosial Bina Karya
Pedoman Wawancara
Warga Binaan Panti Sosial Bina Karya
A. Identitas Diri
1. Nama : (Laki-laki/ Perempuan)
2. Usia : 3. Agama : 4. Pekerjaan : 5. Alamat : 6. Pendidikan Terakhir : B. Pertanyaan
1. Sejak kapan anda masuk Panti Sosial Bina Karya?
2. Apa latar belakang anda masuk di Panti Sosial Bina Karya? 3. Apa anda suka berada di Panti Sosial Bina Karya?
4. Mengapa anda betah di Panti Sosial Bina Karya?
5. Ketrampilan apa yang anda pilih dalam mengikuti program pemberdayaan? 6. Mengapa anda memilih pelatihan tersebut?
126
7. Apa anda suka dengan proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh Panti Sosial Bina Karya?
8. Apakah sodara sudah menguasai ketrampilan yang di ajarkan? 9. Apa rencana anda setelah keluar dari Panti Sosial Bina Karya? 10. Apakah sodara tidak akan kembali lagi ke pekerjaan semula?
127