• Tidak ada hasil yang ditemukan

Adisuasono, R. Taruna., Irawan Wisnu Wardhana, dan Endro Sutrisno. 2014.

Penurunan Konsentrasi Amoniak dalam Limbah Cair Domestik dengan Teknologi Kolam (Pond) – Biofilm Menggunakan Media Biofilter Pipa PVC Sarang Tawon dan Bata Ringan. Semarang: Universitas Diponegoro.

Alaerts, G. dan Santika, S.S., 1984. Metode Penelitian Air. Surabaya: Usaha Nasional.

Alaerts, G dan Santika, SS 1987. Metoda Penelitian Air. Usaha Nasional, Surabaya Amri, Khusnul., dan Putu Wesen. Pengolahan Air Limbah Domestik Menggunakan

Biofilter Anaerob Bermedia Plastik (Bioball). Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 7 No. 2. Program Studi Teknik Lingkungan, fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Jawa Timur.

(Diakses 5 Maret 2018).

APHA. 2005. Standard Methods for Exemination of Water and Wastewater. 21st ed.

APHA (American Public Health Association), AWWA (American Water Works Association), and WPCF (Water Pollution Control Federation). Washington D.C.

Askari, Haris. 2015. Perkembangan Pengolahan Air Limbah. Bandung: Institut Teknologi Bandung.

Bahlo, K. and Wach, G. (1992). Naturnahe Abwasserreinigung: Plannung und Bau von Pflanzenklaranlagen. Okobuch, Kassel.

Bock, E., Koops, H.P and Harms, H. 1986. Cell Biology of Nitrifying Bacteria.

Washington: SGM IRL Press.

Boyd, C. E. 1990. Water Quality in Pond for Aquaculture. Brimingham Publishing Co., Alabama.

Caroline, Jenny dan Guido Arron Moa. 2015. Fitoremediasi LogamTimbal (Pb) Menggunakan Tanaman Melati Air (Echinodorus palaefolius) Pada Limbah Industri Peleburan Tembaga dan Kuningan. Seminar Nasional Sains dan Teknologi Terapan III ISBN 978-602-98569-1-0. Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya.

Dadu, Rama., Sunarto Kadir, dan Lia Amalia. 2014. Pengaruh Variasi Jumlah Kangkung Air dalam Menurunkan Kadar Sianida pada Limbah Cair

xii

Pertambangan Emas (Studi Penelitian di Desa Dunggilata Kecamatan Bulawa Kabupaten Bone Bolango). Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan dan Keolahragaan.

Dionisi D. 2017. Biological Wastewater Treatment Processes Mass and Heat Balances.

United States: CRC Press.

Djaenudin. 2006. Kemampuan Eceng Gondok dalam Mengelola Limbah Domestik.

Jurnal. Fakiltas MIPA, Universitas Sumatera Utara.

Effendi H. 2003. Telaah kualitas air. Kanisius. Yogyakarta. Indonesia.

Erriksson, E, Auffarth, K., Henze, M., Ledin, A. (2002). Characteristics of grey wastewater. Urban water, 4,85-104.

Fardiaz, S., 1992. Mikrobiologi Pangan I. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Fullazzaky, M, A. (2010). Water quality evaluation system to assess the status and the suitability of the citarium river water to different uses. Environmental Monitoring and Assessment, 1681(1-4),669-684.

Gerardi MH. 2002. Nitrifying Bacteria. United Kingdom: John Wiley and Sons, Inc.

Gardy, C.P.L & Lim, H.C. (1980). Biological Wastewater Treatment: theory &

Application. New York : Marcell Dekker, Inc.

Gerardi MH. 2002. Nitrifying Bacteria. United Kingdom : John Wiley and Sons, Inc.

Gu, April Z., Philip, B. Pedros., Anja, K., Annalisa O. H., dan Andreas, S. Nitrifying Community Analysis in a Single Submerged Attcahed-growth Bioreactor for Treatment of High-Ammonia Waste Stream. Water Environment Research. 79 (13): 2510-2518.

Hartanti, Putri Indah., Alexander Tunggul Sutan Haji, dan Ruslan Wirosoedarmo. 2012.

Pengaruh Kerapatan Tanaman Eceng Gondok (Eichornia crassipes) Terhadap Penurunan Logam Chromium Pada Limbah Cair Penyamakan Kulit. Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang.

Herald, Denny. 2010. Pengaruh Variasi Rasio Waktu Reaksi terhadap Waktu Stabilisasi pada Penyisihan Senyawa Organik dari Air Buangan Pabrik Minyak Kelapa Sawit dengan Sequencing Batch Reaktor Aerob. (http://repository.unand.ac.id, 2014) Diakes pada 3 Maret 2018.

Herlambang dan Marsidi. 2003. Proses Denitrifikasi dengan Sistem Biofilter untuk Pengolahan Air Limbah yang Mengandung Nitrat. Jakarta: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

xiii

Indriyati. 2003. Proses Pembenihan (Seeding) dan Aklimatisasi pada Reaktor Tipe Fixed Bed. Jakarta: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan.

Ismanto NF. 2005. Pemanfaatan eceng gondok (Eichhornia crassipes), kayu apu (Pistia stratiotes), dan kangkung (Ipomoea aquatica) secara bertahap dalam memperbaiki kualitas air limbah kantin. Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Insitut Pertanian Bogor. Bogor.

Ji, Bin., Hongyu Wang, dan Kai Yang. 2014. Nitrate and COD Removal in an Upflow Biofilter under an Aerobic Atmosphere. Bioresource Technology 158. School of Civil Engineering, Wuhan University, China.

Lestari, Wahyu. 2013. Penggunaan Ipomoea aquatica Forsk. untuk Fitoremediasi Limbah Rumah tangga. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Riau, Kampus Bina Widya. Riau.

Ling, Jian dan Shulin Chen. 2005. Impact of Organic Carbon on Nitrification Performance of Different Biofilters. Aquacultural Engineering. 33: 150-162.

Mangkoedihardjo, S. 2005. Fitoteknologi dan Ekotoksikologi dalam Desain Operasi Pengomposan Sampah, Seminar Nasional Teknologi Lingkungan III ITS.

http://www.its.ac.id/sarwoko-enviro.Seminar%20sampahTl.pdf. Diakses pada 22 Februari 2018.

Marlisa, Dewi Fitria, Sri Sumiyati, Endro Sutrisno. 2012. Potensi Fito-Biofilm Dalam Penurunan Kadar BOD dan COD Pada Limbah Domestik Dengan Tanaman Kangkung Air (Ipomoea aquatica) Media Biofilter Sarang Tawon. Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Diponegoro.

Marsidi, Ruliasih., dan Arie Herlambang. 2002. Proses Nitrifikasi Dengan Sistem Biofilter Untuk Pengolahan Air Limbah Yang Mengandung Amoniak Konsentrasi Tinggi. Jurnal Teknologi Lingkungan, Vol.3, No.3.

Masittha, Mega., Dra. Ani Iryani, M.Si dan Farida Nuraeni, M.Si. 2014. Efektivitas Eceng Gondok Terhadap Penurunn Kadar COD dan BOD pada Limbah Cair Industri Kembang Gula Lunak. Bogor: Universitas Pakuan.

Metcalf and Eddy. 1991. Waste Water Engineering Treatment. New York: Mc. Graw-Hill, Inc.

Metcalf dan Eddy. 2003. Wastewater Engineering Treatment and Reuse. 4th edition.

New York: Mc Graw Hill.

xiv

Mubin, Fathul. 2016. Perencanaan Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik di Kelurahan Istiqlal Kota Manado. Manado: Universitas Sam Ratulangi.

Novotny, V. and H. Olem. 1994. Water Quality, Prevention, Identification, and management of diffuse Pollution. Van Nostrans Reinhold, New York.

Nurkemalasari, Rika., Mumu Sutisna, dan Eka Wardhani. 2013. Fitoremediasi Limbah Cair Tapioka dengan Menggunakan Tumbuhan Kangkung Air (Ipomoea aquatica). Institut Teknologi Nasional Bandung. Bandung.

Orth H. 1989. Kolam Enceng Gondok (Hyacinthus Air) untuk Membersihkan Air Limbah Industri. Dalam: O Neis. Memanfaatkan Air Limbah, 194-219. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.

Pancho, H dan M. Soerjani. 1978. Aquatic weeds of Southeast Asia. National Publishing Cooperative Incorporated 20 M. Hermady St., Corner Aurora Blvd., Quezon City.

Pandey, B. P. 1980. An Introduction to Plant Anatomy. S. Chand and Company Ltd.

New Delhi. P: 159-201.

Pratomo, S. 2004. Fitoremediasi Zn (Seng) Menggunakan Tanaman Normal dan Transgenik Solanum nigrum L. [Tesis]. Universitas diponegoro, Semarang.

Prayitno dan Muhammad Sholeh. 2014. Improvement of treated Tannery Wastewater using Constructed Wetland System Vegetated With Equisetum hyemale. Balai Besar Kulit, Karet, dan Plastik, Yogyakarta.

Polprasert,C. 1989. Organic Waste Recycling. John Wiley and Sons. Chichester.

Raskin, I., dan Ensley, B.D., 2000, Phytoremediation of toxic metals: using plants to clean up the environment, John Wiley, New York.

Republik Indonesia. 2016. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik. Jakarta.

Republik Indonesia. 2001. Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Jakarta.

Rini Z. 1998. Pemanfaatan kangkung air (Ipomoea aquatica Forsk.) untuk mengolah limbah cair PT. Intidaya Agrolestari, Bogor. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Robin. 2012. Pengaruh pemberian Kangkung Air (Ipomoea aquatic Forsk) Untuk Pengendalian Amoniak (NH3) dalam Budidaya Lele Sangkuriang (Clarias sp).

xv

Budidaya perikanan Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah

madaYogyakarta.http://zaedkfc.blogspot.com/2012/01/tugas-manajemen-kualitas-air-pengaruh.html. Diakses tanggal 25 Februari 2018.

Romadhony, Ainur., dan Joko Sutrisno. 2012. Kinerja Counstructed Wetland dalam Menurunkan Kandungan Phospat (PO4) dan Ammonia (NH3) Pada Limbah Rumah Sakit. Jurnal Teknik WAKTU Volume 11 Nomor 02, ISSN : 1412-1867.

Rosita, Enny., Winny Retna Melani, dan Andi Zulfikar. 2013. Efektivitas Fitoremediasi Kangkung Air (Ipomoea aquatica Forsk) Terhadap Penyerapan Orthopospat Pada Detergen Ditinjau Dari Detensi Waktu Dan Konsentrasi Orthopospat.

Programme Study management Aquatic Resources Faculty of Marine Science and fisheries, University Maritime Raja Ali haji.

Rudiyanto, Firman. 2004. Tingkat Kemampuan Eceng Gondok (Eichornia Crassipes) Dalam Memperbaiki Kualitas Limbah Cair Hasil Deasidifikasi Nata De Coco.

Skripsi. Departemen Manajemen Sumber Daya Perairan. Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor.

Rukmi, Dyah Puspito., Ellyke, dan Rahayu Sri Pujiati. 2013. Efektivitas Eceng Gondok (Eichhornia crassipe) dalam Menurunkan Kadar Deterjen, BOD, dan COD pada Air Limbah Laundry (Studi di Laundry X di Kelurahan Jember Lor Kecamatan Patrang Kabupaten Jember. Bagian Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Keselamatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember.

Said, N.I. 2001. Pengolahan Air Limbah Rumah Sakit dengan Proses Biologis Biakan Melekat Menggunakan Media Plastik Sarang Tawon. Jurnal Teknologi Lingkungan, Vol. 2, No.3, September 2001: 223-240.

Said, N.I. 2005. Aplikasi Bio-Ball untuk Media Biofilter Studi Kasus Pengolahan Air Limbah Pencucian Jean. Kelompok Teknologi Pengolahan Air Bersih dan Limbah Cair, Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan, BPPT.

Said, N.I. 2005. Penggunaan media serat plastik pada proses biofilter tercelup untuk pengolahan air limbah rumah tangga nontoilet. Jurnal air Indonesia, 1, 143-156.

Said, N.I., dan Ruliasih. 2005. Tinjauan Aspek Teknis Pemilihan Media Biofilter untuk Pengolahan Air Limbah. Kelompok Teknologi Pengelolaan Air Bersih dan Limbah Cair, Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan, BPPT.

xvi

Said, N.I. 2017. Teknologi Pengolahan Air Limbah Teori dan Aplikasi. Jakarta:

Erlangga.

Salt, D. E., Smith, R. D., dan Raskin, I. 1998. Phytoremediation. Annu. Rev. Plant Physiol. Plant Mol. Biol. 49:643-668.

Salundik. 1998. Pengolahan Limbah Cair Usaha Peternakan Sapi Perah Dengan Eceng Gondok. Tesis. Program Pascasarjana Magister Sains. Institut Pertanian Bogor.

Santiago,C. 1973. Different factors affecting the growth of Eichornia Crassipes. Proc.

2nd. Indonesia Weed Sci. Soc. Conf. Yogyakarta.

Satoh, H., Okabe, S., Norimatsu,N., Watanabe, Y. 2000. Significance of Substrate C/N Ration on Structure and Activity of Nitrifying Biofilms Determined by in Situ Hybridization and The Use of Microelectrodes. Water Science Technology. 41:

317-321.

Schulthorpe, C. D. 1967. The Biology of Aquatic Vascular Plants. Edwad Arnold. Ltd.

London.

Sholichin, Moh. 2012. Pengelolaan Air Limbah: Teknologi Pengolahan Air Limbah.

Malang: Universitas Brawijaya.

Sidauruk, Lamria., dan Patricius Sipayung. 2015. Fitoremediasi Lahan Tercemar di Kawasan Industri Medan dengan Tanaman Hias. Jurnal Pertanian Tropik Vol. 2, No. 2, ISSN No : 2356-4725.

Siripong & Rittmann. 2007. Diversity Study of Nitrifying Bacteria in Full-Scale Municipal Wastewater Treatment Plants. Water Res., 41(5): 1110-1120.

Slamet, A., dan Masduqi, A. 2000. Satuan Proses. Surabaya: Jurusan Teknik Lingkungan ITS.

Sodiq Pratomo, Sumarno & M. Ahkam Subroto ,2004. Fitoremediasi Zn (Seng) Menggunakan Tanaman Normal dan Transgenik Solanum nigrum L.

PROSIDING SEMINAR NASIONAL REKAYASA KIMIA DAN PROSES 2004 ISSN : 1411 – 4216.

Sussana. 2014. Fitoremediasi Fosfat (PO4) dan Amonia (NH3) dengan Menggunakan Tumbuhan Eceng Gondok (Eichornia crassipes) pada Limbah Cair RSUD I. A.

Moeis Samarinda. Jurusan Manajemen Pertanian, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Samarinda.

xvii

Suswati, Anna Catharina Sri Purna., dan Gunawan Wibisono. 2013. Pengolahan Limbah Domestik dengan Teknologi Taman Tanaman Air (Constructed Wetlands). Indonesian Green Technology Journal, Vol. 2, No. 2, ISSN. 2328-1787.

Syafrudin, Sudarno, Widayanto Kurniawan Eko Yendi Atmaja. 2012. Studi Pengaruh Variasi Debit Terhadap Penurunan Konsentrasi BOD, COD dan TSS Limbah Cair Domestik Black Water Menggunakan Reaktor UASB (Studi Kasus:

Kelurahan Gabahan, Semarangi). Tenik Lingkungan Universitas Diponegoro, Semarang.

Valipour, Alireza., Kalyanraman V., dan Vikram Ghole. 2011. Phytoremediation of Domestic Wastewater using Eichornia crassipes. J. Environ, Science & Engg, Vol. 53, No. 2, p. 183-190.

Valipour, Alireza., Venkatraman Kalyan Raman, dan Young-Ho Ahn. 2015.

Effectiveness of Domestic Wastewater Treatment Using a Bio-Hedge Water Hyacinth Wetland System. Water, ISSN 2073-4441.

Veneman, P. L., M. And Stewart, B. (2002). Grey water characterization and treatment efficiency. The Massachusetts Deparment of Environmental Protection Bureau of Resource Protection.

Wulandari, Resmaya, Tarzan Purnomo, dan Winarsih. 2014. Kemampuan Tanaman Kangkung Air (Ipomoea aquatica) dalam Menyerap Logam Berat Kadmium (Cd) Berdasarkan Konsentasi dan Waktu Pemaparan yang Berbeda. ISSN:

2252-3979. Universitas Negeri Surabaya.

Youngman, L. 1999. Physiological respon Of Switchgrass (Panicum Virgatum L) to Organic and Inorganic Amened Heavy-Metal Contaminated Chat Tailings.

Phytoremediation of Soil and Water Contaminants, American Chemical society ymposium. Washington, D.C.

Lampiran I

Lampiran II

Reaktor Fitoremediasi Tanaman Kangkung Air dan Eceng Gondok

Outlet

Tanaman

Rangkaian Reaktor Penelitian

Penangkap Gas

Penampung Outlet

Penampung Outlet Reservoir 150 L

Reaktor Biofilter Anaerob Media Sarang

Tawon Reaktor Tanaman

Eceng Gondok

Reaktor Tanaman Kangkung AIr

Ember

Ember

Lampiran III

Tanaman Eceng Gondok dan Kangkung Air Pada H0 Proses Netralisasi

Tanaman Eceng Gondok dan Kangkung Air Pada H1 Proses Aklimatisasi

Tanaman Eceng Gondok dan Kangkung Air Pada H6 Proses Aklimatisasi

Tanaman Eceng Gondok dan Kangkung Air Pada H1 Proses Running (HRT 72 Jam)

Tanaman Eceng Gondok dan Kangkung Air Pada H5 Proses Running (HRT 72 Jam)

Tanaman Eceng Gondok dan Kangkung Air Pada H1 Proses Running (HRT 48 Jam)

Tanaman Eceng Gondok dan Kangkung Air Pada H5 Proses Running (HRT 48 Jam)

Tanaman Eceng Gondok dan Kangkung Air Pada H1 Proses Running (HRT 24 Jam)

Tanaman Eceng Gondok dan Kangkung Air Pada H5 Proses Running (HRT 24 Jam)

Lampiran IV

Data Hasil Analisis Proses Netralisir dan Aklimatisasi Pada Eceng Gondok dan Kangkung Air

Waktu

Tinggal Tahap

Eceng Gondok Kangkung Air Aklimatisasi (%)

Air Bersih

Bersih Air Limbah

H1

Data Hasil Analisis COD dan Amonia Pada Running Waktu Tinggal 72 jam (Q = 0,1 ml/detik)

No. Waktu Tinggal

Eceng Gondok (Eichornia crassipes)

COD (mg/l) Amonia (mg/l)

Kangkung Air (Ipomoea aquatica)

COD (mg/l) Amonia (mg/l)

Data Hasil Analisis COD dan Amonia Pada Running Waktu Tinggal 48 jam (Q = 0,15 ml/detik)

No. Waktu Tinggal

Eceng Gondok (Eichornia crassipes)

COD (mg/l) Amonia (mg/l)

Kangkung Air (Ipomoea aquatica)

COD (mg/l) Amonia (mg/l)

Data Hasil Analisis COD dan Amonia Pada Running Waktu Tinggal 24 jam (Q = 0,3 ml/detik)

No. Waktu

Tinggal

Eceng Gondok (Eichornia crassipes)

COD (mg/l) Amonia (mg/l)

Kangkung Air (Ipomoea aquatica)

COD (mg/l) Amonia (mg/l)

Lampiran V

CARA UJI KEBUTUHAN OKSIGEN KIMIAWI (Chemical Oxygen Demand/COD)

METODE

Refluks Tertutup Secara Titrimetri PERALATAN

1. COD reaktor Hach DRB 200 2. Pipet serologi

3. Erlenmeyer 4. Tabung reaksi 5. Buret

BAHAN

Dokumen terkait