• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA

Dalam dokumen Proposal bantuan disertasi Fachirah Ulfa (Halaman 32-37)

Agus Surono. 2012. Masih Banyak Pengganti Nasi. Intisari Smart and

Inspiring. http://intisari-online.com/read/masih-banyak-pengganti-nasi, diakses Pebruari 2012.

Ainur Rahman. 2012. Setelah Kentang Impor Merajalela. Majalah Stabilitas. Selasa, 17 Januari 2012 | 10:39:06.

http://www.stabilitas.co.id/view_articles.php?

article_id=391&article_type=0&article_category=8&md=54500f35a41 d8d2ef85e67b60e908a8b, diakses Februari 2012.

Anonim. 2011a. Prediksi BKKBN: 2011, Penduduk Indonesia 241 Juta Jiwa Republika.Co.Id. Jakarta.

Anonim. 2011b. Indonesia Go Organik. Hormon/zat pengatur tumbuh organik. http://hendycampgoblog.blogspot.com/2011/05/hormonzat-pengatur-tumbuh.html, diakses Pebruari 2012.

Anonim. 2012a. Forum Kerjasama AgribisnisKentang Sebagai Pangan Alternatif . Http://Foragri.Blogsome.Com/Kentang-Sebagai-Pangan Alternatif/, diakses Januari 2012.

Anonim. 2012b. Mengenal Zat Pengatur Tumbuh. http://lembahpinus.com/index2.php?

option=com_content&do_pdf=1&id=124, diakses Februari 2012. Ayu Mahanani, 2003. Pengaruh Macam Sumber Zpt Alami Dan Frekuensi

Pemberiannya Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kentang(Solanum Tuberosum L.) Varietas Granola.

Badan Pusat Statistik. 2011a. Sulawesi Selatan dalam Angka. Sulawesi Selatan in Figures. Badan Pusat Statistik Propinsi Sulawesi Selatan. CIP. 2000. Potato and sweet Potato. http://www.cipotato.org/, diakses Januari

2012.

Daegan Gonyer, Eric Ludovici, Laura Shaddak. 2010. Investigation Into Integrated Aeroponic Growth Systems. Laboratory Analysis. Lab-2. Clarkson.

University. Http://Highrisefarming.Northshoresolutions.Com/Wp-/Uploads/2011/03/Laboratory.Pdf, diakses Januari 2012.

Departemen Pertanian. 2008. Produksi Benih Kentang Berkualitas (G0). Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. http://pustaka.litbang.deptan.go.id/agritek/blitsa03.pdf, diakses Januari 2012.

Diyah Utami Widyaningrum. 2002. Pengaruh Perlakuan Ukuran Umbi G0 dan B-Nine, Paclobutrazol, 2.4-D Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Umbi Bibit Kentang G1 Kultivar Granola dalam Rumah Ketat Serangga. Jurusan Budidaya Pertanian. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.

Edhi Sandra. 2011. Hormon dan Pertumbuhan Tanaman.

http://eshaflora.blogspot.com/2011/04/hormon-dan-pertumbuhan-tanaman.html?

utm_source=feedburner&utm_medium=feed&utm_campaign=Feed %3A+KulturJaringanEshaFlora+%28Kultur+Jaringan+Esha+Flora %29, diakses 25 Oktober 2011.

Ezeibekwe, I. O; Ezenwaka, C. L; Mbagwu, F. N and Unamba, C. I. N. 2009. Effects Of Combination Of Different Levels Of Auxin (Naa) And Cytokinin (Bap) On In Vitro Propagation Of Dioscorea Rotundata L . (White Yam). Department of Plant Science and Biotechnology, Imo State University, Owerri, Nigeria New York Science Journal, 2009, 2(5), ISSN 1554-0200 http://www.sciencepub.net/newyork , [email protected] 1

Gardjito. 2001. Pelatihan Aplikasi Teknologi Hidroponik Untuk Pengembangan Agribisnis Perkotaan. Pusat Pengkajian dan Penerapan Ilmu Tenik untuk Pertanian Tropika (CREATA). Lembaga Penelitian - Institut Pertanian Bogor Bekerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Direktorat Pembinaan Sarana Akademis. Bagpro Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia.

Hendra Gunawan. 2009. Inovasi Baru Perbanyakan Bibit Kentang G-0 Sistem Aeroponik. Pusat Inkubator Agribisnis BBPP Lembang.

option=com_content&view=article&id=307&Itemid=304, diakses Januari 2012.

Hendro Sunarjono. 2007. Petunjuk Praktis Budidaya Kentang. AgroMedia Pustaka. Jakarta.

Hu Yunhai Dan Jiang Xianming. 2006. The Effects Of Plant Hormones On Tuberization Of Potato Microtubers In Vitro. Shandong Agricultural University. Tsinghua Tongfang Knowledge Network Technology Co., Ltd.(Beijing)(Ttkn)

Jensen, M.H. and W.L. Collins. 1985. Hydroponic Vegetable Production. Horticultural Reviews 7:483-558.

Kenneth F.K. dan K.C. Ornelas. 2012. World History of Food. Cambridge University Press.

Kunto Wibisono. 2010. Anomali Iklim Turunkan Produktivitas Pertanian. Antara News.

http://www.antaranews.com/berita/1280422000/anomali-iklim-turunkan-produktivitas-pertanian, diakses 21 Maret 2012.

Lakitan, B. 1997. Dasar – Dasar Fisiologi Tumbuhan. Gajah Mada Ekspres. Livy Winata Gunawan. 1988. Teknik Kultur Jaringan Tumbuhan. Laboratorium

Kultur Jaringan Tumbuhan. Pusat Antar Universitas (PAU). Bioteknologi, Institut Pertanian Bogor. Direktorat Jenderal Pendidikan Tingggi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Mas Yamaguchi. 1983. World Vegetables. Principle, Production and Nutritive Values. AVI Publishing Company, INC. West Port, Connecticut. Printed in The United Sates of America.

Mattjik, Nurhayati A.; Purwito, Agus; Wattimena, G.A. 2000. Komposisi Zat Pengatur Tumbuh Untuk Meningkatkan Produksi Umbi Mini Kentang. http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/4116, diakses Pebruari 2012.

Mueller , D.S., Li, S. hartman, G.L. dan W.L. Pedersen. 2002. Use of Aeroponic Chambers and Grafting to Study Partial Resistance to Fusarium solani f.sp. glycines in soybean. Department of Crop Science, University of Illionis, Urbana. Plant.Dis.86:1223-1226.

Navjeevan Gopal. 2011. CPRI develops tech to grow seed potatoes without soil. indianexpress.com. Wed, 8 Februari 2012.

http://www.indianexpress.com/news/cpri-develops-tech-to-grow-seed-potatoes-without-soil/760848/0, diakses Januari 2012.

Park Jong Sub. 2005. Pengalaman Memproduksi Benih Kentang G0 dengan Sistem Aeroponik. Korea International Cooperation Agency (KOICA). Korea.

Prakash, S. 2007. Micropropagation For Production Of Quality Potato Seed In Asia-Pasific.

Rahmat Rukmana. 2006.Usaha Tani Kentang Sistem Mulsa plastik. Penerbit Kanisius.Yogyakarta.

Ress, H.M. 2004. Hydroponic Food Production. Woodridge Press, Santa Barbara, California.

Rosalina, 2011. Indonesia Kekurangan Benih Kentang Unggul. http://www.tempo.co/read/news/2011/10/26/090363387/Indonesia-Kekurangan-Benih-Kentang-Unggul, diakses Desember 2011. Salisbury, F.B. dan C.W.Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Jilid 3.

Perkembangan Tumbuhan dan Fisiologi Lingkungan. Edisi keempat. Penerbit ITB Bandung.

Setiadi dan Surya Fitri N. 1994. Kentang Varietas dan Pembudidayaan. PT Penebar Swadaya, Anggota IKAPI. Jakarta.

Sumeru Ashari. 1995. Hortikultura Aspek Budidaya. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.

Suyamto, Karyadi, K.A., dan S.U. Nugroho. 2005. Teknologi Produksi Benih Kentang. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura. Badan

Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian Jakarta.

Victor Otazu. 2010. Manual and Quality Seed Potato Prouction sing Aeroponics. International Potato Centre. USAID From The American People.

Wareing, P.E. dan I.D. Philips. 1981. Growth and Differentiation In Plants, 3rd ed. Pegamon Press. Oxford.

Willy Bayuardi Suwarno. 2008. Sistem Perbenihan Kentang di Indonesia. [email protected]. http://www.situshijau.co.id. Diakses, Januari 2012. Wuri Rohayati. 2009. Menanam Bibit Kentang di Media Udara. Tribun Jabar

(Rabu, 27 Mei 2009). Jawa Barat. http://www.tribunnews.com/, diakses Januari 2012.

Yusnida Bey, Wan Syafii dan Sutrisna. 2006. Pengaruh Pemberian Giberelin (Ga3) Dan Air Kelapa Terhadap Perkecambahan Bahan Biji Anggrek Bulan (Phalaenopsis Amabilis Bl) Secara In Vitro. Jurnal Biogenesis Vol. 2(2):41-46, 2006. © Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Riau ISSN : 1829-5460.

Zamroni dan Darini. 2009. Pengaruh Zat Pengatur Tumbuh Alami Dan Defoliasi DaunPada Pertumbuhan Setek Cabe Jamu. Fakultas Pertanian. Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta. [email protected].

Zozimo Huaman.1986. Systematic Botany and Morphology of The Potato. Training and Communication Departement,CIP, Lima Peru. Copies Printed: 2000.

Lampiran I. Justifikasi Anggaran Penelitian.

1. Bahan Habis Pakai (Materi Penelitian ) dan Peralatan.

NO. NAMA BAHAN BIAYA (Rp)

1. Bibit stek

500.000,-2. Plastik hitam perak

500.000,-3. Bak Aeroponik dan peralatannya 5.000.000,-4. Alat tulis menulis 100.000,-5. Hand sprayer, jirigen, ember 500.000,-6. Bahan zat pengatur tumbuh 500.000,-7. Analisa auksin, sitokinin, giberelin 14.500.000,-8. Analisa karbohidrat, protein dan

kandungan klorofil 1.500.000,-Sub total 23.100.000,-2. Perjalanan

Kota/Tempat Tujuan Biaya (Rp.)

Biaya perjalanan Makassar – Malino, lokasi penelitian selama 8 bulan 12.000.000,-Sub total 12.000.000,-3. Lain – Lain NO KETERANGAN BIAYA (Rp.) 1 Administrasi 400.000,-2 Publikasi

1.000.000,-3 Seminar dan lokakarya 2.000.000,-4 Pemeliharaan dan pemakaian alat

1.500.000,-5. Penulisan disertasi

2.500.000,-Sub total

7.400.000,-Total anggaran = 1+2+3= Rp.42.500.000,- (Empat puluh dua juta lima ratus rupiah).

Dalam dokumen Proposal bantuan disertasi Fachirah Ulfa (Halaman 32-37)

Dokumen terkait