Achrom, M. 2000. Kajian Potensi Irradiasi Sinar Gamma Sebagai Metode Perlakuan Karantina Tumbuhan. Balai Uji Terap Teknik Dan Metode Karantina Pertanian (BUTTMKP). Bekasi.
Aisyah, S. I. 2006. Induksi Mutagen Fisik Pada Anyelir (Dianthus Caryophillus Linn.) dan Pengujian Stabilitas Mutannya yang Diperbanyak Secara Vegetatif. Disertasi. Sekolah Pasca Sarjana, IPB. Bogor. 195 hal.
Amien, S. dan N., Carsono, 2008. Teknologi Nuklir Guna Merakit Kultivar Unggul.http://www.pikiranrakyat.com/cetak/0304/18/cakrawala/penelitian
01.htm. [24 Januari 2014].
Aryanto, M. D., 2008. Pengembangan Teknologi Nuklir Untuk Meningkatkan Hasil Panen. Makalah. Jurusan Fisika FMIPA, Universitas Sebelas Maret, Surabaya.
Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Bioteknologi Dan Sumberdaya Genetik Pertanian. 2010. Pemanfaatan Sinar Radiasi Dalam Pemuliaan Tanaman. Warta Penelitian Dan Pengembangan Pertanian.
BPS. 2013. Produksi Bawang Merah. Jakart. [20 April, 2015].
Brewster, J.L. 2008. Onion and Other Vegetable Alliums Second Edition. Crop
Production Science in Horticulture 15:7
Broertjes, C. dan A. M. Van Harten. 1988. Applied Mutation Breeding for Vegetatively Propagated Crops. Elsevier. Amsterdam.
Deptan, 2007. Bawang Merah. Diakses dari http://www.deptan.go.id/ditlinhorti/
bawangmerah.htm [21 November 2015]
Dinas Pertanian Yogyakarta. 2012. Standard Operating Procedure (SOP) Bawang
Merah Gunung Kidul. Dikutip dari http://distan.pemda.diy.go.id. [21 November 2015].
Gaul. 1977. Mutagen effect in the first generation after seed treatment : plant injury and lethality. p. 29-36. In IAEA: Manual on Mutation Breeding. 2nd ed. Joint FAO/IAEA Division of Atomic Energy in Food and Agriculture.
Medina, F.I.S., E. Amano, S. Tano. 2004. Mutation Breeding Manual. Forum For Nuclear Coorporasion in Asia (FNCA). Japan
Melina, R. 2008. Pengaruh Mutasi Induksi dengan Iradiasi Sinar Gamma terhadap Keragaan Dua Spesies Philodendron (Philodendron bipinnatifidum cv.
Crocodile teeth dan P. Xanadu). Skripsi. Program Studi Pemuliaan
Tanaman dan Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor. 41 hal.
Predieri, S. 2001. Mutation induction and tissue culture in improving fruits. Plant Cell Tiss. Org. Cult. 64:185-210
Ridwan, M. 1983. Pemanfaatan Teknologi Radiasi Pengawetan Makanan. Risalah Seminar Nasional Pengawetan Makanan Dengan Radiasi. Jakarta.
Sinclair, P. 1988. The Botany of Onions. Australian Onion Grower. Vol 5:7-10 Singh, G., Sareen P. & Saharan. R. 1997. Mutation studies in mungbean [Vigna
radiata (L.) Wilczek]. Journal of Nuclear Agricultural Biology,
26:227-231
Soedjono, S., 2003. Aplikasi Mutasi Induksi Dan Variasi Somaklonal Dalam Pemuliaan Tanaman. Jurnal Litbang Pertanian, 22(2). Balai Penelitian Tanaman Hias Cianjur.
Soedomo, R., P. 1986. Studi Pendahuluan Tentang Pengaruh Radiasi Gamma Pada Pertumbuhan dan Perkembanga Bawang Merah Simp[osium Aplikasi Isotop dan Radiasi. Jakarta 16-17 Desember 1986.
Sumarni, N.dan Hidayat, A., 2005. Panduan Teknis Budidaya Bawang Merah. Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang.
Suryani, S. 2012. Teknologi Pengembangan Bawang Merah di Kawasan Dauanu Toba. Sinar Tani. Edisi 11-17 Januari 2012 No.3439 Tahun XLII.
Sutarya, R. dan G. Grubben. 1995. Pedoman bertanam sayuran dataran rendah. Gadjah Mada University Press. Prosea Indonesia – Balai Penel. Hortikultura Lembang.
Tah, P.R. 2006. Studies on gamma ray induced mutations in mungbean [Vigna
-radiata (L.) Wilczek]. Asian Journal of Plant Science, 5(1):61-70
Tjitrosoepomo, G., 2005. Taksonomi Tumbuhan (Spermatophyta). UGM-Press, Yogyakarta.
Welsh J. R. 1991. Dasar–Dasar Genetika dan Pemuliaan Tanaman. Erlangga, Jakarta.
Wijananto. 2012. Radiasi dan Ketahanan Pangan. Badan Tenaga Nuklir Nasional. http://www.batan.go.id/ [18 September 2014].
Tempat dan Waktu
Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Jl. Setia budi simpang pemda, Medan dengan ketinggian + 25 meter diatas permukaan laut, mulai bulan Juni 2015 sampai selesai.
Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah umbi bawang merah varietas lokal Samosir hasil iradiasi sinar gamma (M1V0) sebagai objek pengamatan, air, pupuk NPK dengan dosis 300 kg/ ha, pupuk daun Sprint 5 ml/ liter air, insektisida Trigat 0,5 g/liter sebagai pengendali hama, fungisida Dithane M-45 dengan konsentrasi 4 - 6 gr/liter air sebagai pengendali penyakit pada tanaman bawang dan bahan lain yang mendukung penelitian ini.
Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Iradiator Gamma Cobalt-60, pengukur kadar air HB34-S Halogen, cangkul, gembor, meteran, tali plastik, pacak sampel, ember, handsprayer, plang nama, timbangan analitik, kamera, alat tulis dan alat-alat lain yang mendukung pelaksanaan penelitin ini.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor perlakuan:
Faktor 1 : Aksesi varietas (A) yang terdiri dari 4 aksesi, yaitu: A1 : Aksesi Nainggolan
A2 : Aksesi Pangururan A3 : Aksesi Palipi A4 : Aksesi Simanindo
Faktor 2 : Dosis Iradiasi Sinar Gamma (I) terdiri dari 8 taraf, yaitu :
I0 : Tanpa Perlakuan Iradiasi (Kontrol) I1 : Iradiasi Sinar Gamma 2 Gray I2 : Iradiasi Sinar Gamma 4 Gray I3 : Iradiasi Sinar Gamma 6 Gray I4 : Iradiasi Sinar Gamma 8 Gray I5 : Iradiasi Sinar Gamma 10 Gray I6 : Iradiasi Sinar Gamma 12 Gray I7 : Iradiasi Sinar Gamma 14 Gray
Sehingga diperoleh 32 kombinasi perlakuan, yaitu :
A1I0 A1I1 A1I2 A1I3 A1I4 A1I5 A1I6 A1I7 A2I0 A2I1 A2I2 A2I3 A2I4 A2I5 A2I6 A2I7 A3I0 A3I1 A3I2 A3I3 A3I4 A3I5 A3I6 A3I7 A4I0 A4I1 A4I2 A4I3 A4I4 A4I5 A4I6 A4I7 A5I0 A5I1 A5I2 A5I3 A5I4 A5I5 A5I6 A5I7 Jarak Tanam : 20 cm x 20 cm
Jumlah plot : 32 plot
Jumlah ulangan : 3 ulangan
Ukuran plot : 100 cm x 100 cm
Jarak antar plot : 20 cm
Jumlah tanaman/plot : 12 tanaman Julah plot seluruhnya : 96 plot
Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan sidik ragam dengan model linier aditif sebagai berikut :
Yijk = μ + ρi + αj + βk + (αβ)jk + εijk i = 1,2,3 j = 1,2,3,4 k = 1,2,3 Dimana:
Yijk : Hasil pengamatan pada blok ke-i akibat perlakuan Aksesi varietas (A) taraf ke-j dan Dosis iraadiasi sinar gamma (I) pada taraf ke-k
μ : Nilai tengah
ρi : Efek dari blok ke-i
αj : Efek perlakuan Aksesi varietas pada taraf ke-j
βk : Efek pemberian Dosis iradiasi sinar gamma pada taraf ke-k
(αβ)jk : Interaksi antara Aksesi varietas taraf ke-j dan dosis iradiasi sinar gamma taraf ke-k
εijk : Galat dari blok ke-i, Aksesi varietas ke-j dan pemberian Dosis iradiasi sinar gamma ke-k
Terhadap sidik ragam yang nyata, maka dilanjutkan analisis lanjutan dengan menggunakan Uji Beda Rata – Rata Duncant Berjarak Ganda dengan taraf 5 % (Steel dan Torrie, 1993)
Metode Analisis
faktor jarak tanam taraf ke-i dan Faktor varietas ke-j pada kelompok ke-k Terhadap sidik ragam yang nyata, dilanjutkan analisis lanjutan dengan menggunakan Uji DMRT dengan taraf 5%.
Nilai Lethal Dosis 50 (LD50) diperoleh dengan cara menggunakan program curve-fit analysis, yaitu suatu program analisis statistik yang dapat
digunakan untuk mencari model persamaan terbaik terhadap persentase kematian dari suatu populasi. Analisis statistik pada program ini merupakan penggabungan antara “data-driven analysis” dan “model-driven analysis” sehingga model persamaan matematika yang diperoleh dari pola kematian populasi genotipe-genotipe yang digunakan tidak harus sama antara genotipe-genotipe yang satu dengan yang lainnya. Hanya model dengan koefisien korelasi (r) tertinggi yang akan digunakan (Aisyah, 2006).
PELAKSANAAN PENELITIAN