• Tidak ada hasil yang ditemukan

Badan Pusat Statistik. 2016. Nilai Produksi dan Biaya Produksi 1 per Hektar Usaha Tanaman Bawang Merah dan Cabai Merah. Jakarta

Damanik P. 2007. Perubahan kepadatan tanah dan produksi tanaman kacang tanah akibat intensitas lintasan traktor dan dosis bokasi [skripsi]. Bogor:

Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Damanik, M. M. B., B. E. Hasibuan., Fauzi., Sarifuddin., dan H. Hanum. 2011.

Kesuburan Tanah dan Pemupukan. USU Press, Medan

Ginting, R. C. B., E. Husen., R. Saraswati. 2006. Mikroorganisme pelarut fosfat.

Suriadikarta, penerjemah; Simanungkalit, Editor. Bogor (ID): Balai Penelitian Tanah. Terjemahan dari: Organic and Biofertilizer. hlm 141-158.

Goenadi., D.H. 2006. Pupuk dan Teknologi Pemupukan berbasis Hayati. Dari cawan Petri ke lahan petani. Yayasan John Hi-Tech. Idetama., Jakarta.

Hakim, N., M.Y Nyakpa, A.M lubis, S.G Nugraha, M.R saul, M.A Diha, G.B Hong dan H.H Bailey. 1986. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung, Lampung

Hardjowigeno, S. 1995. Ilmu Tanah. Akedemika Pressdo. Jakarta.

Henry, G. A. F dan J. P. Grime. 1993. Methods in Comparative Plant Ecology (A Laboratory Manual), London: Chapman and Hall.

Houston,D. F. 1972. Rice: Chemistry and Technology (No. HOU 633. 18(BR 125.9)). American Association of Cereal Chemists.

Jumawati R., A. T. Sakya., M. Rahayu. 2014. Pertubuhan Tomat pada Frekuensi Pengairan yang Berbeda. Agrosains 16(1) : 13-18.

Kasno, A., H. B. Prasetyo., dan S. Rochayati. 2009. Deposit. Penyebaran dan Karakteristik Fosfat Alam. Bogor (ID): Balai Penelitian Tanah. 141 hlm.

Laksmayani, M. K., M. N. Alam., dan Effendy. 2015. Analisis efisiensi teknis penggunaan input produksi usahatani bawang merah di Desa Guntarano Kecamatan Tatatovea Kabupaten Donggala. Jurnal Sains dan Teknologi Taduloko. 4(2):41-51.

Marschner, H. 2002. Mineral Nutrition of Higher Plants., Acaemik Press. Inc.

Harcourt Brace Jovanovich Publisher., London.

Marsono dan P. Sigit. 2000. Pupuk Akar : Jenis dan Aplikasi. Penebar Swadaya.

Jakarta. 152 hal.

Maryamah LS. 2010. Pengaruh kepadatan tanah terhadap sifat fisik tanah dan perkecambahan benih kacang tanah dan kedelai. Skripsi Institut Pertanian Bogor.

Moghbeli, T., S. Bolandnazar., J. Panahande., Y. Raei. 2019. Evaluation of yield and its components on onion and fenugreek intercropping ratios in different planting densities. Journal of Cleaner Production. 213: 634-641 Munir, M. 1996. Tanah-tanah Utama Indonesia. Jakarta: Pustaka Jaya.

Musnamar, E. I. 2006. Pupuk Organik. Penebar Swadaya. Jakarta. 69 hal.

Oukarroum A., S.E. Madidi, G. Schansker, and R.J. Strasser. 2007. Probing the response of barley cultivars (Hordeum vulgare L.) by chlorophyll a fluorescence OLKJIP under drought stress and rewatering. Environmental and Experimental Botany 60(3):438-446.

Pasaribu, P. K., A. Barus., dan Mariati. 2014. Pertumbuhan dan Produksi Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) dengan Pemberian Pupuk Kandang Sapi dan Pupuk Fosfat. Jurnal Online Agroekoteknologi. 2 (4) : 1391 – 1395.

Santosa, E. 2007. Metode Analisis Biologi Tanah : Mikroba Pelarut Fosfat. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor.

Simanjuntak R. 2005. Pengaruh pemberian BO, kapur, dan belerang terhadap produksi biomassa, kadar serapan belerang pada tanaman jagung (Zae mays) di tanah podsolik, Jasinga. Skripsi Institut Pertanian Bogor.

Soepardi, G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Sutedjo, M. M. 1994. Pupuk dan Cara Pemupukan. PT Rineka Cipta. Jakarta, 173.

Sutedjo, M. M. 1999. Pupuk dan Cara Pemupukan. PT Rineka Cipta. Jakarta.

Suwandi. 2013. Teknologi bawang merah off-season: strategi dan implementasi budidaya. Inovasi Hortikultura Pengungkit Peningkatan Pendapatan Rakyat. 21-30.

Syukur, A., dan Indah, N. 2006. Kajian Pengaruh Macam Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jahe di Inceptisol Karanganyar. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 6(2): 124-131.

Tan, K. H. 1986. Degradation of Soil Minerals by Organic Acid. SSSA Publ. 17:

1-25.

Waluyo. N dan R. Sinaga. 2015. Bawang merah yang dirilis oleh Balai Penelitian Sayuran. Iptek Tanaman Sayuran No. 004, Januari 2015. Diakses pada tanggal 21 Januari 2015

Lampiran 1. Data Pengamatan Tinggi Tanaman 1 MST

Lampiran 2. Analisis Sidik Ragam Tinggi Tanaman 1 MST

SK db JK KT F HIT F 5% F 1% Keterangan

Lampiran 3. Data Pengamatan Tinggi Tanaman 2 MST

Lampiran 4. Analisis Sidik Ragam Tinggi Tanaman 2 MST

SK db JK KT F HIT F 5% F 1% Keterangan

Koefisien Keragaman (KK) : 11.30%

Keterangan : tn : tidak nyata

* : nyata pada taraf 5%

** : nyata pada taraf 1%

Lampiran 5. Data Pengamatan Tinggi Tanaman 3 MST

Lampiran 6. Analisis Sidik Ragam Tinggi Tanaman 3 MST

SK db JK KT F HIT F 5% F 1% Keterangan

Koefisien Keragaman (KK) : 11.57%

Keterangan : tn : tidak nyata

* : nyata pada taraf 5%

** : nyata pada taraf 1%

Lampiran 7. Data Pengamatan Tinggi Tanaman 4 MST

Lampiran 8. Analisis Sidik Ragam Tinggi Tanaman 4 MST

SK db JK KT F HIT F 5% F 1% Keterangan

Lampiran 9. Data Pengamatan Tinggi Tanaman 5 MST

Lampiran 10. Analisis Sidik Ragam Tinggi Tanaman 5 MST

SK db JK KT F HIT F 5% F 1% Keterangan

Lampiran 11. Data Pengamatan Tinggi Tanaman 6 MST

Lampiran 12. Analisis Sidik Ragam Tinggi Tanaman 6 MST

SK db JK KT F HIT F 5% F 1% Keterangan

Lampiran 13. Data Pengamatan Klorofil a

Lampiran 14. Analisis Sidik Ragam Klorofil a

SK db JK KT F HIT F 5% F 1% Keterangan

Lampiran 15. Data Pengamatan Klorofil b

Lampiran 16. Analisis Sidik Ragam Klorofil b

SK db JK KT F HIT F 5% F 1% Keterangan

Lampiran 17. Data Pengamatan Klorofil Total

Lampiran 18. Analisis Sidik Ragam Klorofil Total

SK db JK KT F HIT F 5% F 1% Keterangan

Lampiran 19. Data Pengamatan Panjang Akar

Lampiran 20. Analisis Sidik Ragam Panjang Akar

SK db JK KT F HIT F 5% F 1% Keterangan

Lampiran 21. Data Pengamatan Bobot Basah

Lampiran 22. Analisis Sidik Ragam Bobot Basah

SK db JK KT F HIT F 5% F 1% Keterangan

Lampiran 23. Data Pengamatan Bobot Kering

Lampiran 24. Analisis Sidik Ragam Bobot Kering

SK db JK KT F HIT F 5% F 1% Keterangan

Lampiran 25. Data Pengamatan Jumlah Umbi

Lampiran 26. Analisis Sidik Ragam Jumlah Umbi

SK db JK KT F HIT F 5% F 1% Keterangan

Lampiran 27. Data Pengamatan pH tanah

Lampiran 28. Analisis Sidik Ragam pH tanah

SK db JK KT F HIT F 5% F 1% Keterangan

Lampiran 29. Data Pengamatan C-organik

Lampiran 30. Analisis Sidik Ragam C-organik

SK Db JK KT F HIT F 5% F 1% Keterangan

Lampiran 31. Data Pengamatan N-total

Lampiran 32. Analisis Sidik Ragam N-total

SK db JK KT F HIT F 5% F 1% Keterangan

Lampiran 33. Data Pengamatan P-tersedia

Lampiran 34. Analisis Sidik Ragam P-tersedia

SK db JK KT F HIT F 5% F 1% Keterangan

Lampiran 35. Data Pengamatan P-total

Lampiran 36. Analisis Sidik Ragam P-total

SK db JK KT F HIT F 5% F 1% Keterangan

Lampiran 37. Data Pengamatan K-total

Lampiran 38. Analisis Sidik Ragam K-total

SK db JK KT F HIT F 5% F 1% Keterangan

LAMPIRAN FOTO KEGIATAN PENELITIAN

Dokumen terkait