Agoes D. 2004. Aneka Jenis Media Tanam dan Penggunaannya. Jakarta: Penebar Swadaya.
Artha T. 2014. Interaksi Pertumbuhan antara Shorea selanica dan Gnetum gnemon dalam Media Tanam dengan Konsentrasi Cocopeat yang Berbeda.
Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 25 hlm.
Ashari S. 2006. Hortikultura Aspek Budidaya. Buku. Universitas Indonesia.
Jakarta. 19--27p.
Athiyah Z. 2008. Studi Dormansi, Kadar Air Kritikal, Dan Peningkatan Kecepatan Perkecambahan Benih Kenanga (Cananga odorata Lam. Hook.
F. & Thoms.). [Skripsi]. Program Sarjana, Institut Pertanian Bogor.
Gustia H. 2010. Pengaruh SSi di Indonesia. Balai Penelitian Tanaman Sayuran.
Bandung.
Handayani T. 2008. Studi Perilaku Perkecambahan Biji dan Morfologi Pertumbuhan Semai Kenanga (Cananga odorata (Lam.) Hook.f.et.Thomson). Buletin Kebun Raya Indonesia. 11 (1).
Istomo dan Valentino N. 2012. Pengaruh perlakuan kombinasi media terhadap pertumbuhan anakan tumih (Combretocarpus rotundatus (Miq.) Danser).
Jurnal Silvikultur Tropika. 3 (2): 81 - 84.
Kuspradini H. 2016. Bioactivity of Essential Oils from Leaves of. Italian Oral Surgery. Volume 8(1): 411-418
Mamonto R. Johan A. Rombang dan Marthen Th. Lasut. 2018. Jurnal Pengaruh Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Semai Aquilaria malaccensis Lamk.
Di Persemaian The Effect Of Media Toward Aquilaria Malaccensis Lamk.
Seedlings Growth At Nursery. (Cananga spp.). Buletin Kebun Raya. Vol. 2. No. 3. Hal 90-102
28
Nugraha T. 2017. Respon Pertumbuhan Stek Pucuk Kenanga (Cananga odorata) Terhadap Pemberian Media Tanam Dan Zat Pengatur Tumbuh. [Skripsi].
Program Sarjana. Institut Pertanian Bogor.
Nurazah Z. Radzali M. Syahida A. dan M. Maziah. 2009. Pengaruh pengatur pertumbuhan tanaman pada kallus induksi (Cananga odorata) yang diekstrak dari bunga kenanga. Jurnal Bioteknologi Afrika. Vol 8 (12). Hal.
2740-2743.
Orwa. 2009. Cananga odorata Annonaceae (Lam.) Hook.f & Thoms Sananga Oil, Perfume Tree, Kenanga Wood. Agroforestry Database
Pa’i. Lestari. 2011. Studi Inventarisasi Dan Pemanfaatan Cananga odorat (Lam.) Hook. F. & Thomson, Michelia Champaca L. Dan Cinnamomum Sintoc Blume Serta Tumbuhan Yang Berasosiasi Di Jepara Jawa Tengah. Berk.
Penel. Hayati Edisi Khusus: 5A (63–66).
Prihatman K. 2000. Budidaya Tanaman Pertanian. BAPPENAS, Jakarta.
Ramadhan D. 2017. Pemanfaatan Cocopeat Sebagai Media Tumbuh Sengon Laut (Paraserianthes falcataria) Dan Merbau Darat (Intsia palembanica).
[Skripsi]. Program Sarjana, Universitas Lampung Bandar Lampung.
Sadjad S. 1980. Panduan Pembinaan Mutu Benih Tanaman Kehutanan di Indonesia. Proyek Pusat Perbenihan Kehutanan Direktorat Reboisasi dan Rehabilitasi Dirjen Kehutanan dan Lembaga Afiliasi Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Satyanti A. 2003. Seed Dormancy Beaking of Cananga (Cananga odorata (Lam).
By Physical, Chemical, and Biological Treatment. Skripsi. Departement of Forest Management. IPB.
Siregar N. 2010. Pengaruh ukuran benih terhadap perkecambahan benih dan pertumbuhan bibit gmelina (Gmelina arborea Linn.). Jurnal Tekno Hutan Tanaman. 3(1): 1-5.
Sukarman. Kainde R. Rombang dan Thomas, J.A. 2012. Pertumbuhan bibit sengon (Paraserianthes falcataria) pada berbagai media tumbuh. Jurnal Eugenia. 18 (3) : 215 - 221.
Sumpena U. 2008. Budidaya Mentimun Intensif dengan Mulsa Secara Tumpang Gilir, Penebar Swadaya, Jakarta.
Sunanto H. 1993. Budidaya Kenanga. Kanisius. Yogyakarta.
Suratman dan Kappuw N. 2002. Pedoman Bercocok Tanam Kenanga (Canangium odoratum Baill.). Bogor: Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.
29
Sutopo L. 2002. Teknologi Benih. Buku. Raja Grafindo Persada. Jakarta. 248 p.
United Stated Dapartment of Agriculture NRCS, Plant Database: Ilang-ilang, http://plants.usda.gov/core/profile?symbol=CAOD, diakses tanggal 25 September 2018 Pukul 08.00 WIB
Venie P. Funes G. and Garcia, C.C. 2012. Physical dormancy and histological features of seeds of five Acacia species (Fabaceae) from xerophytic forests in central Argentina. J. Flora 207(1):39-46. doi: 10.1016/j.flora.
Widiastuti L. 2018. Pengaruh Penambahan Slag Nikel Dan Kompos Terhadap Pertumbuhan Bibit Ylang-Ylang (Cananga odorata Forma Genuina) Pada Media Tanah Ultisol. [Skripsi]. Program Sarjana. Institut Pertanian Bogor.
Yuna Armelia. Prima. 2013. Respon Pertumbuhan Bibit Kenanga (Cananga odorata (Lamk) Hook. F. & Thomson Forma Macrophylla) Pada Berbagai Intensitas Cahaya, Penggunaan Inang Primer Kriminil dan Jenis Media.
30
LAMPIRAN
Lampiran 1. Uji Normalitas Shapiro-Wilk Daya Kecambah Benih Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
DayaKecambah .222 9 .200* .907 9 .296
a. Lilliefors Significance Correction
*. This is a lower bound of the true significance.
Lampiran 2. Uji Homogenitas Levene Daya Kecambah Benih Test of Homogeneity of Variances
Daya Kecambah Benih
Levene Statistic df1 df2 Sig.
.903 2 6 .454
Lampiran 3. Uji ANOVA Daya Kecambah Benih ANOVA
Lampiran 4. Uji Normalitas Shapiro-Wilk Laju Perkecambahan Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Df Sig. Statistic df Sig.
Laju Perkecambahan .280 9 .041 .796 9 .118
a. Lilliefors Significance Correction
Lampiran 5. Uji Homogenitas Laju Perkecambahan Test of Homogeneity of Variances
Laju Perkecambahan
Levene Statistic df1 df2 Sig.
3.196 2 6 .113
31
Lampiran 6. Uji ANOVA Laju Perkecambahan ANOVA Laju Perkecambahan
Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
Between Groups .723 2 .361 6.266 .234
Within Groups .346 6 .058
Total 1.069 8
Lampiran 7. Uji Normalitas Shapiro-Wilk Tinggi Tanaman Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic df Sig.
Tinggi Tanaman .210 9 .200* .875 9 .140 a. Lilliefors Significance Correction
*. This is a lower bound of the true significance.
Lampiran 8. Uji Homogenitas Tinggi Tanaman
Test of Homogeneity of Variances Tinggi Tanaman
Levene Statistic df1 df2 Sig.
1.088 2 6 .395
Lampiran 9. Uji ANOVA Tinggi Tanaman ANOVA Tinggi Tanaman
Sum of Squares Df Mean Square F Sig.
Between Groups 1.555 2 .777 4.513 .064
Within Groups 1.033 6 .172
Total 2.588 8
32
Lampiran 10. Uji Normalitas Shapiro-Wilk Diameter Batang Tanaman Tests of Normality
*. This is a lower bound of the true significance.
Lampiran 11. Uji Homogenitas dengan Uji Levene Diameter Batang Tanaman Test of Homogeneity of Variances
Diameter Batang Tanaman
Levene Statistic df1 df2 Sig.
.432 2 6 .668
Lampiran 12. Uji ANOVA Diameter Batang Tanaman ANOVA
Lampiran 13. Uji Normalitas Shapiro-Wilk Jumlah Daun Tanaman Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic Df Sig. Statistic df Sig.
Jumlah Daun .217 9 .200* .922 9 .407
a. Lilliefors Significance Correction
*. This is a lower bound of the true significance.
Lampiran 14. Uji Homogenitas Jumlah Daun Tanaman Test of Homogeneity of Variances
Jumlah Daun
Levene Statistic df1 df2 Sig.
4.769 2 6 .058
33
Lampiran 15. Uji ANOVA Jumlah Daun Tanaman ANOVA Jumlah Daun
Sum of Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups .000 2 .000 .200 .824
Within Groups .001 6 .000
Total .001 8
Lampiran 16. Dokumentasi media tanam sebelum ditabur benih
Lampiran 17. Dokumentasi proses perkecambahan benih Kenanga (C. odorata)
a b
d e
c
34
Keterangan :
a. Benih berumur 0 (minggu setealah ditanam) b. Pertumbuhan hipokotil
c. Hipokotil melengkung d. Pembukaan kotiledon
e. Benih telah tumbuh sempurna
Lampiran 18. Dokumentasi pengukuran pada tanaman Kenanga (C. odorata)
35
Lampiran 19. Layout Penelitian di Rumah Kaca