• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tunas Daun

DAFTAR PUSTAKA

[PDSIPSJKP] Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian, 2016. Outlook Nanas komoditas Pertanian Subsektor Hortikultura. 1507-1907.

Agustina L, 2002. Nutrisi Tanaman. Penerbit Rineka Cipta. Jakarta.

Agriani EB, 2010. Pengaruh Penambahan Berbagai Ekstrak Pisang pada Media VW (Vacin and Went) Terhadap Pertumbuhan Anggrek Cymbidium tracyanum yang ditanam Secara In Vitro. [Skripsi]. Universitas Islam Negeri Alauddin.

Makassar.

Akhiriana E, Samanhudi, Yunus A, 2019. Coconut Water and IAA Effect on The In vitro Growth of Tribulus terrestris L. Acta Universitatis Agriculturae Et Silviculturae Mendelianae Brunensis. 67. Surakarta, pp 9-18.

Al S, Henuhili V, 2011. Induksi Kalus dan Organogenesis Tanaman Ngokilo (Gynura procumbens (Lour.) Merr.) Dengan 2,4 D dan Kombinasi NAA dan Air Kelapa Secara In Vitro. Prosiding Seminar Nasional ‘Biology and Local Wisdom’.

Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.

Arianto YCK, 2018. 56 Makanan Ajaib dan Manfaatnya untuk Kesehatan dan Kecantikan.Venom Publisher. Jakarta.

Aryantha INP, Lestari DP dan Pangesti NPD, 2004. Potensi Isolat Bakteri Penghasil IAA dalam Peningkatan Pertumbuhan Kecambah Kacang Hijau pada Kondisi Hidroponik. Jurnal Mikrobiologi Indonesia, 2: 43-46.

Ashari, Semeru, 1995. Hortikultura Aspek Budidaya. UI Press. Jakarta.

Astutik, 2008. Penggunaan Air Kelapa dalam Media Kultur Jaringan Pisang. Buana Sains, 1: 67-72.

Atawia AR, Latif FME, Gioushy SFE, Sherif SS, Kotb OM, 2016. S=Study Micropropagation of Pineapple (Ananas comosus L). Jurnal of Agriculture research, 2: 224-232.

Campbell, Reece, Mitchell L. (1999). Biologi. Jilid 1. Penerbit Erlangga. Jakarta.

Daisy P, Hendaryono S, Wijayani A, 1994. Teknik Kultur Jaringan. Kanisius.

Yogyakarta.

Danapriatna N, 2014. Faktor yang mempengaruhi Biosintesis IAA oleh Azospirillum.

Jurnal Ilmiah Solusi, 2: 82-88.

Fahmi ZI, 2014. Direktorat Jenderal Pertanian. Kajian pengaruh Auksin terhadap Perkecambahan Benih dan Pertumbuhan Tanaman. http://ditjenbun.

pertanian.go.id. Diakses 10 Mei 2019.

Fereol L, Chovelon V, Causse S, Michaux-Ferriere N, Kahane R, 2002 Evidence of a Somatic Embryogenesis Process For Plant Regeneration In Garlic (Allium sativum L.). Plant Cell Rep, 21: 197-203

Fikania D, 2017. Pengaruh Perbandingan Buah Nanas Madu Dengan Sukrosa dan Suhu Inkubasi Terhadap Karakteristik Starter Alami Nanas Madu (Ananas comosus (L.) Merr.). [Skripsi]. Universitas Pasundan. Bandung.

Firoozabady E dan Moy Y. 2004. Regeneration of Pineapple Plants Via Somatic Embryogenesis and Organogenesis. In Vitro Cell. Dev. Biol._Plant, 40: 67-74.

Gardner FP, Pearch RB, Mithchell RI, 1991. Fisiologi tanaman Budidaya. Penerjemah Susilo H, Subiyanto. Universitas Indonesia Press. Jakarta.

George EF, Sherrington. 1984. Plant Propagation by Tissue Culture. Exegetic Ltd.

England.

Hadiati S, Indriyani NLP, 2008. Budidaya Nanas. Balai Penelitian Buah tropika.

Solok.

Hamid NS, Bukhori MFM, Jalil M, 2013. Direct and Indirect Plant Regeneration of Pineapple. Var MD2 (Ananas comosus L.). Jurnal Biol, 42: 61-66.

Harahap F, Hasanah A, Insani H, Harahap NK, Pinem MD, Edi S, Sipahutar H, Silaban R. 2019. Kultur Jaringan Nanas. Media Sahabat. Surabaya.

Harahap F, Nusyirwan. 2014. Induksi Tunas Nanas (Ananas Comosus L. Merr.) In Vitro dengan Pemberian Dosis Auksin dan Sitokinin yang Berbeda. Jurnal Saintika, 14: 113-120.

Harifahinsani, Harahap F, Diningrat DS, 2018. The Effect of Coconut Water and Benzyl Amino Purin (BAP) Addiction to The Growth of Pineapple From Sipahutar North Sumatera, Indonesia on In vitro Condition. International Journal of Biology Research, 2: 29-33.

Hartati S, Budiyono A, Cahyono O, 2016. Pengaruh NAA Dan BAP Terhadap Pertumbuhan Subkultur Anggrek Hasil Persilangan Dendrobium Bigibbum X Dendrobium Lineale. Journal Of Sustainable Agriculture, 31: 33-37.

Hartmann HT, Kester DE, Davies FT, Geneve RI, 1990. Plant Propagation Principles and Practice. Hall Inc. New Jersey.

Joy PP. Penemu:, Kerala Agriculture University. Januari 2010. Benefit and Uses of Pineapple. ID 2.1.2782.4888.

Karjadi AK, Buchory A, 2008. Pengaruh Auksin dan Sitokinin Terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Jaringan Meristem Kentang Kultivar Granola. J. Hort, 4:380-384.

Kirnoprasetyo I, Yuniwati ED, 2017. Manajemen Proddixonuksi Buah-Buahan Budidaya Tanaman Buah. Intimedia. Malang.

Kristina NN, Syahid FS, 2012. Pengaruh Air Kelapa Terhadap Multiplikasi Tunas In vitro, Produksi Rimpang dan Kandungan Xanthorrhizol Temulawak Di Lapangan. Jurnal Littri, 3 :125-134.

Lestari EG, 2011. Peranan Zat Pengatur Tumbuh dalam Perbanyakan Tanaman Melalui Kultur Jaringan. Jurnal Agrobiogen. 1: 63-68.

Lindung, 2014. Teknologi Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh. Balai Pelatihan Pertanian.

Jambi.

Mahadi I, 2014. Induksi kalus kenerak (Goniothalamus umbrosus) berdasarkan jenis eksplan menggunakan metode In vitro. J Agroteknologi Tropika, 1: 18-22.

Mahadi I, 2016. Pengaruh Pemberian Hormon Naftalen Acetyl Acid (NAA) dan Kinetin pada Kultur Jaringan Nanas Bogor (Ananas comosus (L.) Merr.) Cv.

Queen. Jurnal Bio Site, 2: 1-50.

Mahadi I, 2017. Multiplikasi Tunas Nanas Bogor (Ananas comosus (L.) Merr.) cv.

Queen dengan Menggunakan Hormon Indole Acetic Acid (IAA) dan Benzyl Amino Purin (BAP ), J. Agrotek, Trop, 6: 56-61.

Manurung DEB, Heddy YBS, Hariyono D. 2017. Pengaruh Pemberian Air Kelapa Pada Beberapa Batang Atas Terhadap Pertumbuhan Bibit Karet (Hevea brasiliensis Muell Arg.) Hasil Okulasi. Jurnal produksi tanaman 5: 686-694.

Marpaung AE, Hutabarat RC. 2015. Respons jenis perangsang tumbuh berbahan alami dan asal stek batang terhadap pertumbuhan bibit tin (Ficus carica L.). J. Hort, 25 (1): 37-43

28

Maryani Y, Zamartini. 2005. Penggandaan Tunas Krisan Melalui Kultur Jaringan.

Jurnal Ilmu Pertanian. 12: 51-55.

Mastuti R, 2017. Dasar-Dasar Kultur Jaringan Tumbuhan. UB Press. Malang.

Moyle R, David J, Fairbairin, Ripi J, Crowe M, Botella JR, 2005. Developing Pineapple Fruit Has A Small Transcriptome Dominated By Metallothionein.

Journal of Experimental Botany, 56 (409) 101–112.

Mustakhim, Wahidah BF, Al-Fauzy A, 2015. Pengaruh penambahan Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Stek Mikro Tanaman Krisan (Chrysanthemum indicum). Secara In vitro. Di dalam mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan.

Prosiding Seminar Nasional., Makassar, 29 Januari 2015, HI, 181-187.

Mutryarny E. 2007. Aplikasi Air Kelapa Muda dalam Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Pisang Barangan (Musa Paradisiaca). Jurnal Ilmiah Pertanian. 4: 42-53.

Nikhumbhe PH, Mali DS, Kad ST, Parkhe DM, 2013. In vitro Propagation of Pineapple (Ananas comosus) CV. KEW. Bioinfolet. 2: 582-585.

Niknedjed A, Kadir MA, Kadzimin SB. 2011. Full Length Research Paper In vitro Plant Regeneration From Protocorms Like Bodies ( PLBs) And Callus Of Phalaenopsis Gigantea (Epidendroidea: Orchidaceae). Afr. Jurnal Biotech.

56: 11808-11816.

Nugroho A, Sugito H, 2000. Pedoman Pelaksanaan Teknik Kultur Jaringan. Penebar Swadaya. Jakarta.

Nurbaity, 2004. Pengaruh Pemberian Air Kelapa dan NAA Terhadap Pertumbuhan Tunas Anggrek Cattleya Secara In Vitro. [Skripsi]. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Nurwahyuni I, Marpaung HI, Rahayu S, 2017 In Vitro Germination of Anti- Diabetic Plant Loquat (Eriobotrya japonica Lindl.) to Produce Good Seedling.

International Journal of Pharma and Bio Sciences, 4: 30-39.

Oktaviana MA, Linda R, Mukarlian. 2015. Pertumbuhan Tunas Nanas (Ananas comosus (L.) Merr. ) secara in vitro dengan Penambahan Ekstrak Tomat (Solanum lycopersicum L.) dan Benzyl Amino Purin (BAP). Jurnal Protobiont, 3: 109-112.

Orcutt DM, Nilsen ET, 2000. Physiology of Plants Under Stress. Soil and Biotic Factors. John Willey and Sons, Inc. Canada.

Pratiwi S, Harahap F, 2008. Pengaruh Pemberian Napthalene Acetic Acid (NAA) dan Indole Acetic Acid) (IAA) Terhadap Induksi Akar Tanaman Nanas (Ananas comosus L.). Medan

Prihatmanti DNA, Mattjik, 2004. Penggunaan ZPT NAA dan BAP Serta Air Kelapa Untuk Mendeteksi Organogenesis Tanaman Anthurium (Anthurium andreamum L. Ex Andre). Bul. Agronomi, 22: 20-25.

Purmono I, 2008. Analisis Kelayakan Finansial dan Ekonomi Agribisnis Nanas.

[Skripsi]. Institut Teknologi Bogor. Bogor.

Rahardi F, 2007. Agar Tanaman Cepat Berbuah. Agro Media. Jakarta.

Rahardja PC, Wahyu W, 2003. Aneka Cara Memperbanyak Tanaman. Agromedia Pustaka. Jakarta.

Rahardja, Wiryanta W, 2003. Aneka Cara Memperbanyak Tanaman. Agromedia Pustaka. Depok.

Rajiman, 2015. Pengaruh Limbah Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Varietas Bawang Merah. Jurnal Teknologi, 1: 15-31.

Rismunandar, 1994. Hormon Tanaman dan Ternak. Penebar Wadaya. Jakarta.

Rita S, Mukarlina, Linda R, 2017. Respon Pertumbuhan Tunas Lidah Buaya (Aloe barbadensis Mill.) dengan Penambahan Ekstrak Tauge dan BAP (Benzyl Amino Purine). Jurnal protobiont, 3:142-146

Rosmaina, 2010. Laju Multiplikasi Tunas Nanas (Ananas Comosus L. Merr.) Pada Media Dasar Murashige and Skoog Hasil Perlakuan BA dan NAA Secara In Vitro. Jurnal Agroteknologi, 1: 39-44.

Rukmana R, 1996. Nanas Budidaya dan Pascapanen. Kanisius. Yogyakarta.

Sadat MS, Siregar LAM, Setiadi H, 2018. Pengaruh IAA dan BAP Terhadap Induksi Tunas Mikro dari Eksplan Bonggol Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.) Jurnal Agroekoteknologi, 6 (1): 107-112.

Saifuddin F, 2016. Pengaruh Indole Acetic Acid (IAA) Terhadap Hasil Berat Basah Akhir Planlet Kultur Jaringan Jernang (Daemonorops draco (Willd.). Blume).

Jesbio, 5: 1705-2302.

Santoso HB.1998. Sari Buah Nanas. Kanisius. Yogyakarta.

Sianipar MW, Rustikawati, Harini RRYB, Herison C, Mukhtasar, 2019. Effect of Several Types and concentration of Complex Organic Compounds on Growth of Pineapple In Vitro. Akta Agrosia, 22: 14010-3354, 2615-7136.

Sinaga AN, 2017. Perkecambahan Biji Tanaman Biwa (Eriobotrya japonica Lindl.) dalam Media MS dengan Kombinasi NAA dan Air Kelapa Secara In Vitro.

[Skripsi]. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Sitohang N 2006. Multiplikasi propagul pisang barangan (Musa paradisiacal L.) berbagai jumlah tunas, dalam media MS yang diberi BAP pada berbagai konsentrasi. Fakultas Pertanian UNIKA Santo Thomas Sumatera Utara, Medan. J Penelitian Bidang Ilmu Pertanian. 4: 11-17.

Suhartanto MR, Gunawan E, 2012. Untung Besar Dari Bisnis Bibit Tanaman Buah.

Agromedia. Jakarta.

Sulistyorini I, Ibrahim MSD, Syafaruddin, 2012. Penggunaan Air Kelapa dan Beberapa Auksin Untuk Induksi Multiplikasi Tunas dan Perakaran Lada Secara In Vitro. Bul VC. 3: 231-238.

Surachman, D. 2011. Teknik Pemanfaatan Air Kelapa Untuk Perbanyakan Nilam Secara In Vitro. Buletin Teknik Pertanian, 16: 31-33.

Syah MA, Anom E, Saputra SI, 2015. Pengaruh Pemberian Beberapa Dosis Pupuk NPK Tablet Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Nanas (Ananas Comosus (L) Merr.) Di Lahan Gambut. JOM Faperta, 2: 5-7.

Vigliar R., Sdepanian VL, Fagundes U, 2006. Biochemical Profile of Coconut water from Coconut palms planted in an island region. J. de Pediatria, 82: 308-312.

Warida, Effendi RS, Widiantib RA, 2018. Respon Mata Tunas Crown Terhadap Jenis Perangsang Tumbuh Pada Perbanyakan Tanaman Nanas. Jurnal Bioindustri, 1: 73-79

Wattimena GA, 1992. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Dikti, Pusat Antar Universitas Bioteknologi, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Wetherell, D. F, 1982. Pengantar Propagasi Secara In vitro Kultur Jaringan Tanaman Edisi Indonesia. IKIP Semarang Press. Semarang.

Wetter LR, Constable F, 1991. Metode Kultur Jaringan Tanaman ( edisi bahasa Indonesia). Bandung: ITB.

Widyastuti N, 2002. Inovasi Memperbanyak Bibit Tanaman. Diakses dari www.sinarharapan.co.id/berita/0202/13/ipt02.html. Tanggal 28 Februari 2020

30

Wilkins MB, 1992. Hormon Tumbuhan. Rajawali. Jakarta.

Winata L, l987. Teknik Kultur Jaringan. PAU. Bogor.

Wudianto R, 1998. Membuat Stek, Cangkok, dan Okulasi. Penerbit Swadaya. Jakarta.

Yelnitis dan Kristina NN. 1996. Pengaruh Auksin (IAA, IBA) dan Ekstrak Malt Terhadap Perakaran Gerbera secara In vitro. J. Tanaman Industri, 8: 30-33.

Yong JW, Ge L, Ng YF, Tan, SN. 2009. The Chemical Composition And Biological Properties of Coconut (Cocos nucifera L.) Water. Molecules, 14: 5144-5164.

Yudha H, Rahayu S, Hannum S, 2015. Induksi Tunas Pisang Barangan (Musa acuminata L.) Dengan Pemberian NAA dan BAP Berdasarkan Sumber Eksplan Basal. Jurnal Biosains, 2: 13-18.

Yuliarti N, 2010. Kultur jaringan Tanaman Skala Rumah Tangga. Andi. Yogyakarta.

Yusnita, 2003, Kultur Jaringan: Cara Memperbanyak Tanaman Secara Efisien, 5: 56-62, PT Agromedia Pustaka. Jakarta.

LAMPIRAN

Lampiran 1. Komposisi Media Murashige dan Skoog (MS) (1962) pada pH 5,6 Stok Senyawa Per liter stok

32

Lampiran 2. Komposisi Air Kelapa (George dan Sherrington, 1984)

Substansi Terdiri

Asam Amino Asam aspartat, Glutamat, Serin, Amino

butirat, Asparagin, Glisin, Alanin, Threonin, Histidin, Glutamin, Arginin, Lisin, Valin, Metionin, Tirosin, Prolin, Homoserin, Phenylalanin, dan Hidroksi prolin

Asam Organik Sikimat, Quinin, Pirolidon, Suksinat, Malat, Sitrat, dan zat lain yang tidak diketahui

Gula Sukrosa, Glukosa, Fruktosa, dan

Manitol

Gula Alkohol Sorbitol 15 mg/l, Myo-inositol 0,010 mg/L, dan Skillo inositol 0,050 mg/L

Vitamin Asam nikotinat 0,040 mg/L, Asam

pantotenat 0,520 mg/L, Biotin 0,020 mg/L, Riboflavin 0,800 mg/L, Asam folat 0,003 mg/L, Thiamin, Pyridoxin dan Asam askorbat

Zat Pengatur Tumbuh Auksin 0,070 mg/L, Giberelin, 1,3 diphenil urea 5,800 mg/L, Zeatin, Zeatin glukosida, Zeatin ribosida, Growth promoter, dan Sitokinin (yang belum diketahui)

Zat yang Lain RNA-polimerase, Urasil, Adenin,

DNA-polimerase, Dehidrogenase, Peroksidase, Asam fosfatase, Philocosin, dan Leocoantosin.

Nitrogen Ammonium, Etanolamin, dan Dihidroksi

phenilalanin

Lampiran 3. Perbandingan Pertumbuhan Multiplikasi Kultur Tunas Nanas Sipahutar dengan Penambahan Air Kelapa dan IAA

34

Lampiran 4. Homogeneity of Variances Perbanyakan Kultur Tunas Nanas Sipahutar

ANOVA

Sum of

Squares df

Mean

Square F Sig.

waktu_muncul _tunas

Between Groups 293.639 11 26.694 2.445 .032

Within Groups 262.000 24 10.917

Total 555.639 35

jumlah_tunas Between Groups 39.000 11 3.545 .818 .623

Within Groups 104.000 24 4.333

Total 143.000 35

jumlah_akar Between Groups 46.972 11 4.270 2.261 .046

Within Groups 45.333 24 1.889

Total 92.306 35

jumlah_daun Between Groups 48.750 11 4.432 2.312 .042

Within Groups 46.000 24 1.917

Total 94.750 35

berat_basah Between Groups 5.554 11 .505 3.007 .012

Within Groups 4.031 24 .168

Total 9.585 35

Test of Homogeneity of Variances

Levene Statistic df1 df2 Sig.

waktu_muncul_tunas 2.863 11 24 .015

jumlah_tunas 6.417 11 24 .000

jumlah_akar 3.888 11 24 .003

jumlah_daun 1.144 11 24 .373

berat_basah 2.607 11 24 .024

Lampiran 5. Analisis Data Terhadap Waktu Muncul Tunas Kultur Pucuk Nanas Sipahutar

Waktu_Muncul_Tunas

Duncana

perlakuan N

Subset for alpha = 0.05

1 2

A0I1 3 .0000

A1I2 3 .0000

A3I0 3 .0000

A2I0 3 1.3333

A1I0 3 1.6667

A2I1 3 1.6667

A3I2 3 1.6667

A0I0 3 2.0000

A0I2 3 4.0000

A2I2 3 4.0000

A1I1 3 5.6667 5.6667

A3I1 3 10.3333

Sig. .085 .097

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 3.000.

Waktu_Muncul_Tunas

Duncana

A N

Subset for alpha = 0.05

1 2

A1 9 .0000

A3 9 1.6667 1.6667

A0 9 3.8889

A2 9 5.2222

Sig. .331 .054

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 9.000.

36

Waktu_Muncul_Tunas

Duncana

I N

Subset for alpha = 0.05 1

I0 12 1.2500

I2 12 2.4167

I1 12 4.4167

Sig. .066

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 12.000.

Lampiran 6. Analisis Data Terhadap Jumlah Tunas Planlet Nanas Sipahutar

Jumlah_Tunas

Duncana

Perlakuan N

Subset for alpha = 0.05 1

A0I1 3 1.0000

A1I2 3 1.0000

A3I0 3 1.0000

A0I0 3 1.6667

A0I2 3 2.0000

A1I0 3 2.0000

A1I1 3 2.0000

A2I2 3 2.0000

A3I2 3 2.6667

A2I1 3 3.6667

A3I1 3 3.6667

A2I0 3 4.0000

Sig. .149

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 3.000.

Jumlah_Tunas

Duncana

A N

Subset for alpha = 0.05

1 2

A1 9 1.0000

A0 9 1.6667 1.6667

A3 9 2.7778 2.7778

A2 9 3.2222

Sig. .068 .109

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 9.000.

38

Jumlah_Tunas

Duncana

I N

Subset for alpha = 0.05 1

I2 12 1.8333

I0 12 2.1667

I1 12 2.5000

Sig. .462

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 12.000.

Lampiran 7. Analisis Data Terhadap jumlah akar kultur pucuk Nanas Sipahutar

Jumlah_Akar

Duncana

perlakuan N

Subset for alpha = 0.05

1 2

A0I1 3 .0000

A1I0 3 .0000

A0I2 3 .3333

A0I0 3 .6667

A1I2 3 .6667

A2I1 3 1.0000

A1I1 3 1.3333

A2I2 3 1.3333

A3I0 3 2.3333 2.3333

A3I1 3 2.3333 2.3333

A3I2 3 2.3333 2.3333

A2I0 3 4.0000

Sig. .088 .186

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 3.000.

Jumlah_Akar

Duncana

A N

Subset for alpha = 0.05 1

A1 9 1.0000

A0 9 1.1111

A3 9 1.1111

A2 9 2.2222

Sig. .152

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 9.000.

40

Jumlah_Akar

Duncana

I N

Subset for alpha = 0.05 1

I1 12 1.1667

I2 12 1.1667

I0 12 1.7500

Sig. .421

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 12.000.

Lampiran 8. Analisis Data Terhadap Jumlah Daun Kultur Pucuk Nanas Sipahutar

Jumlah_Daun

Duncana

A N

Subset for alpha = 0.05 1

A0 9 3.4444

A1 9 3.7778

A2 9 4.2222

A3 9 4.2222

Sig. .381

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 9.000.

Jumlah_Daun

Duncana

perlakuan N

Subset for alpha = 0.05

1 2

A0I0 3 1.6667

A0I1 3 1.6667

A2I2 3 3.6667 3.6667

A3I1 3 3.6667 3.6667

A0I2 3 4.0000 4.0000

A2I1 3 4.0000 4.0000

A3I0 3 4.0000 4.0000

A3I2 3 4.0000 4.0000

A1I0 3 4.6667

A1I1 3 5.0000

A2I0 3 5.0000

A1I2 3 5.6667

Sig. .085 .142

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 3.000.

42

Jumlah_Daun

Duncana

I N

Subset for alpha = 0.05 1

I1 12 3.5833

I0 12 3.8333

I2 12 4.3333

Sig. .306

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 12.000.

Lampiran 10. Analisis Data Terhadap Berat Basah Planlet Nanas Sipahutar Berat_Basah

Duncana

perlakuan N

Subset for alpha = 0.05

1 2 3

A0I1 3 1.2700

A0I0 3 1.3833

A1I2 3 1.4733

A0I2 3 1.4800

A2I1 3 1.4800

A1I1 3 1.5600

A3I1 3 1.7700 1.7700

A2I2 3 1.8200 1.8200

A3I2 3 1.9333 1.9333 1.9333

A1I0 3 1.9900 1.9900 1.9900

A3I0 3 2.3867 2.3867

A2I0 3 2.6033

Sig. .077 .110 .078

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 3.000.

Berat_Basah

Duncana

A N

Subset for alpha = 0.05 1

A0 9 1.5878

A1 9 1.7100

A3 9 1.8011

A2 9 1.9511

Sig. .193

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 9.000.

44

Berat_Basah

Duncana

A N

Subset for alpha = 0.05 1

A0 9 1.5878

A1 9 1.7100

A3 9 1.8011

A2 9 1.9511

Sig. .193

Means for groups in homogeneous subsets are displayed.

a. Uses Harmonic Mean Sample Size = 9.000.

Dokumen terkait