Atmojo, S. W. 2003. Peranan Bahan Organik terhadap Kesuburan Tanah dan Upaya Pengelolaannya. Pengukuhan Guru Besar Ilmu Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret pada tanggal 4 Januari 2003. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2008. Teknologi Budidaya Jagung. Bandar Lampung. 17 hlm.
Balai Penelitian Tanah. 2009. Analisis Kimia Tanah, Tanaman, Air, dan Pupuk. Departemen Pertanian. Bogor. 234 hlm.
Brundrett, M., N. Bougher, B. Dell, T. Grave, and N. Malajezuk. 1996. Working with Mycorizas in Forestry and Agriculture. Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR). Canbera.
Brundrett, M. 2004. Diversity and Classification of Mycorrhizal Association. Biology review 79:473−495.
Bustami, Sufardi, dan Bakhtiar. 2012. Serapan Hara dan Efisiensi Pemupukan Phosfat serta Petumbuhan Padi Varietas Lokal. J. Manajemen Sumberdaya Lahan. 1(2):159−170.
Cumming, J. R., and J. Ning. 2003. Arbuscular Mycorrhizal Fungi Enchanced Aluminium Release from a Spodic Horizon Mediated by Organic Acids, Soil. Sci.Soc. Am. J. 54:1763−1767.
Dermiyati. 2015. Sistem Pertanian Organik Berkelanjutan. Plantaxia. Jogjakarta. 106 hlm.
Dewi, I .R. 2007. Peran, Prospek dan Kendala Dalam Pemanfaatan Endomikoriza. Makalah. Universitas Padjadjaran. Jatinangor.
Erlita dan Hariani, F. 2017. Pemberian Mikoriza dan Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung (Zea mays). Agrium. 20(3):268−272.
Fagi, A. M. 2005.Menyikapi Gagasan dan Pengembangan Pertanian Organik Di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.Seri AKTP No. 1/2005.
54 Fahmi, A., Radjagukguk, B., dan Purwanto, B. H. 2009. Kelarutan Fosfat dan
Ferro pada Tanah Sulfat Masam yang Diberi Bahan Organik Jerami Padi. J. Tanah Trop 14(2):119−125.
Go, B. H. 1977. Peranan Pupuk. Bahan Penataran Staf Peneliti LPH Tahap II. 25−28 April 1977.
Hadisumarno, P. 2009. Biologi Tanah Kajian Pengelolaan Tanah Berwawasan Lingkungan. Indonesia Cerdas. Yogyakarta.
Hanafiah, K. A. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta. 360 hlm.
Handayani, E. 2009. Respon Pertumbuhan dan Produksi Jagung (Zea mays L) terhadap Pemberian Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) dan Perbedaan Waktu Tanam. (Skripsi). Universitas Sumatera Utara. Medan. 63 hlm. Hardjowigeno, S. 2007. Ilmu Tanah. Pressindo Akademika. Jakarta. 248 hlm. Harieni, S., dan Minardi, S. 2013. Pemanfaatan Residu Penggunaan Pupuk
Organik dan Penambahan Pupuk Urea Terhadap Hasil Jagung pada Lahan Sawah Bekas Galian C. J. Ilmu Tanah Dan Agroklimatologi. 10(1):37−44. Harley, J. L. and Smith, S. E. 2008. Mycorrhizal Symbiosis-3rd ed. Academic
Press. Toronto.
Hasibuan, D. S., Sabrina, T., dan Lubis, A. 2014. Potensi Berbagai Tanaman Sebagai Inang Inokulum Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung dan Kedelai di Tanah Ultisol. Jurnal Online Agroteknologi. 2(2):905−914. Hasibuan, P. M. 2006. Dampak Penambangan Bahan Galian Golongan C
Terhadap Lingkungan Sekitarnya di Kabupaten Deli Serdang. J. Equality. 11(1):19 −23.
Hutauruk, F. I., Simanungkalit, T., Irmansyah, T. 2012. Pengujian Pemberian Fungi Mikoriza Arbuskula dan Pupuk Fosfat Pada Budidaya Tanaman Sorgum (Shorgum bicolor (L.) Moench). J.Online Agroekoteknologi. 1(1):64−76.
Invam. 2013. Classification of Glomeromycota. http://fungi.invam.wvu.edu/the-fungi/classification.html. Diakses pada 21 Agustus 2017.
______2008. http://invam.wvu.edu/the-fungi/classification. Diakses pada 21 Agustus 2017.
Khairuna, Syafruddin, dan Marlina. 2015. Pengaruh Fungi Mikoriza Arbuskular dan Kompos Pada Tanaman Kedelai Terhadap Sifat Kimia Tanah. J. Floratek. 10:1−9.
55 Khan, A. G. 1975. Growth Effect Of VA-Mycorrhiza On Crops In The Field. pp.
419-435. In:F.E. Sanders, B. Mosse and P.B. Tinker (eds.). Endomycorrhizas. Academic Press, London.
Kononova, M. M. 1961. Soil Organic Matter. Pergamon Press. Oxford. Lizawati, Kartika, E., Alia, Y., dan Handayani, R. 2014. Pengaruh Pemberian
Kombinasi Isolat Fungi Mikoriza Arbuskula terhadap Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Jarak Pagar (Jatropha curcas L.) yang Ditanam pada Tanah Bekas Tambang Batubara. Biospecies 7(1):14−21.
Lubis, S. 2008. Dinamika Populasi Jamur pada Tanah Ultisol Akibat Pemberian Berbagai Bahan Organik Limbah Perkebunan. (Skripsi). Universitas Sumatera Utara. Medan. 40 hlm.
Mahi, A. K. 2013. Survei Tanah, Evaluasi dan Perencanaan Penanggulangan Lahan (Soil Survey, Landuse Evaluation and Planning). Lembaga Penelitian Universitas Lampung. Bandar Lampung
Margarettha. 2010. Pemanfaatan Tanah Bekas Tambang Batubara Dengan Pupuk Hayati Mikoriza Sebagai Media Tanam Jagung Manis. J. Hidrolitan 1(3):1−10.
Mosse, B. 1981. Vesicular-Arbuscular Micorrhiza Research for Tropica. Agricultural Ress. Bull. Hawai. Inst. Tropica Agricultural and Human Resources.
Musfal. 2008. Efektifitas Cendawan Mikoriza Arbuskular (CMA) Terhadap Pemberian Pupuk Spesifik Lokasi Tanaman Jagung pada Tanah Inceptisol. (Tesis). Universitas Sumatera Utara. Medan.
______ 2010. Potensi Cendawan Mikoriza Arbuskula untuk Meningkatkan Hasil Tanaman Jagung. Jurnal Litbang Pertanian 29(4):154 −158.
Novriani. 2010. Alternatif Pengelolaan Unsur Hara P (Fosfor) Pada Budidaya Jagung. J. Agronobis 2(3):42−49.
Nurbaity, A., Herdiyantoro, D., dan Mulyani, O. 2009. Pemanfaatan Bahan Organik Sebagai Bahan Pembawa Inokulan Fungi Mikoriza Arbuskula. J. Biologi 13(1):7−11.
Pioneer Indonesia. 2017. P27 Sehat Kuat. https://www.pioneer.com/web/site/ indonesia/ products/corn/ p27-gajah. Diakses pada 05 Mei 2017. Prabowo, A. Y. 2007. Budidaya Jagung. http://teknis-budidaya.com. Diakses
tanggal 30 April 2016.
Prasetyo, B. H., dan Suriadikarta, D. A. 2006. Karakteristik, Potensi dan Teknologi Pengelolaan Tanah Ultisol untuk Pengembangan Pertanian Lahan Kering di Indonesia. Jurnal Litbang Pertanian 25(2):39−46.
56 Pulungan, A. S. S. 2013. Infeksi Fungi Mikoriza Arbuskular Pada Akar Tanaman
Tebu (Saccharum officinarum L.). J.Biosains Unimed. 25(1):43-46. Rahmawati, N. E. 2007. Dampak Pembukaan Lahan Hutan Terhadap Sifat Fisik,
Kimia, dan Biologi Tanah (Studi Kasus di Taman Wisata Alam Sibolangit Deli Serdang). (Skripsi). Institut Pertanian Bogor. Bogor. 33 hlm.
Ramadhan, M. F., C. Hidayat, dan S. Hasani.2015. Pengaruh Aplikasi Ragam Bahan Organik dan FMA Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai (Capsicum Annum L.) Varietas Landung pada Tanah Pasca Galian C. J Agro 2(2):50 −57.
Refliaty, Tampubolon G., dan Hendriansyah. 2011. Pengaruh Pemberian Kompos Sisa Biogas Kotoran Sapi Terhadap Perbaikan Beberapa Sifat Fisik Ultisol dan Hasil Kedelai (Glycine max (L.) Merill). J.Hidrolitan. 2(3):103−114. Rini, M.V. dan Indarto. 2004. Potensi Penggunaan Cendawan Mikoriza
Arbuskular Dalam Pengembangan Budidaya Tebu di Lahan Kering. Hibah Penelitian Kerjasama Antar Perguruan Tinggi. (Proposal Penelitian). Universitas Lampung. Bandar Lampung. 31 hlm.
Salisbury, F. B and Ross, C. W. 1995. Fisiologi Tumbuhan. Jilid 2. Terjemahan: Diah R. Lukman dan Sumaryono. Institut Teknologi Bandung. Bandung. 173 hlm.
Setiadi, Y. dan Setiawan, A. 2011. Studi Status Fungi Mikoriza Arbuskula di Areal Rehabilitasi Pasca Penambangan Nikel. (Studi Kasus) PT INCO Tbk. Sorowako. Sulawasi Selatan. J. Silvikultur Tropika. 3(1):88−95. Simanungkalit, R. D. M. 2004. Fungi Mikoriza Arbuskular di Bidang Pertanian.
Dalam Prosiding Workshop Mikoriza Teknik Produksi Bibit Tanaman Bermikoriza. Bogor.
Smith, S. E., and Read, D. 2008. Mycorrizal Symbiosis. 3rd ed. Academic Press. Oxford, UK. 769 hlm.
Stevenson, F.J. 1994. Humus Chemistry : Genesis, Composition, Reaction. 2nd ed. John Wiley&Sons, Inc. New York. 496 hlm.
Syekhfani. 1993. Peruntukan Lahan Wilayah Pertambangan Bahan Galian Golongan C (Sedimen Lepas). Disajikan Dalam Lokakarya Petunjuk Teknis Reklamasi Lahan Bekas Penambangan Bahan Galian Golongan C di Jawa Timur, di Hotel New Victory Batu, Malang, BAPEDALDA JATIM pada tanggal 28-30 Oktober 1993. 6 hlm.
Suprapto, H. S. 1990. Bertanam Jagung. Penebar Swadaya. Jakarta. Susanto, R. 2002. Penerapan Pertanian Organik : Pemasyarakatan dan
57 Suwarniati. 2014. Pengaruh FMA dan Pupuk Organik Terhadap Sifat Kimia
Tanah dan Pertumbuhan Bunga Matahari (Helianthus annus L.) Pada Lahan Kritis. Jurnal Biotik. 2(1):1−76.
Tawakal, M. I. 2009. Respons Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Kedelai (Glicine max L.) Terhadap Pemberian Pupuk Kandang Kotoran Sapi. (Skripsi). Universitas Sumatera Utara. Medan. 62 hlm.
Tim Puslitbang Tekmira. 2004. Penyusunan Data dan Pemetaan Sebaran Bahan Tambang di Kabupaten Cirebon. Laporan Akhir. Cirebon: Badan
Perencanaan Daerah Kabupaten Cirebon.
Turjaman, M., dan D. E. A. 2013. Fungi Mikoriza Sebagai Input Teknologi Konservasi Jenis Tanaman Hutan Langka dan Rehabitilitasi Lahan Terdegradasi. Orasi Karya Ilmiah: Pusat Penelitian dan Pengembangan Konservasi dan Rehabilitasi. Bogor.
Utami, N. H. 2009. Kajian Sifat Fisik, Sifat Kimia dan Sifat Biolgi Tanah Paska Tambang Galian C Pada Tiga Penutupan Lahan (Studi Kasus
Pertambangan Pasir (Galian C) di Desa Gumulung Tonggoh, Kecamatan Astanajapura, Cirebon, Jawa Barat). (Skripsi). Institut Pertanian Bogor. Bogor. 93 hlm.
Warisno, 1998. Budidaya Jagung Hibrida. Kanisius. Yogyakarta.
Widiastuti, H., Guhardja, E., Soekarno,N., Darusman, L. K., Goenadi, D. H., dan Smith, S. E. 2003. Optimasi Simbiosis Cendawan Mikoriza Arbuskular Acaulospora tuberculata dan Gigaspora margarita Pada Bibit Kelapa Sawit di Tanah Masam. Menara Perkebunan. 70(2):50−57.
Wright, S. F., and Upadhyaya, A. 1996. Extraction of An Abundant and Unusual Protein From Soil and Comparison With Hyphal Protein of Arbuscular Mycorrhizal Fungi. Soil Science 161:575−586.
Yusnaini, S. 2014. Pengelolaan Hara Fosfor Secara Biologis Kunci Pertanian Berkelanjutan. Lembaga Penelitian. Universitas Lampung