Agustini, L., dan Efiyanti, L. (2015). Pengaruh Perlakuan Delignfikasi Terhadap Hidrolisis Selulosa Dan Produksi Etanol Dari Limbah Berlignoselulosa.
Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 33(1): 71-72.
Anonim. (2011). Sodium Carboxymethyl Cellulose. Compendium of Food Additive Specifications. Rome: Food and Agriculture Organization of The United Nations. Hal. 115-118.
Arpinaini., Sumpono., dan Yahya, R. (2017). Studi Komponen Kimia Pelepah Sawit Varietas Tenera Dan Pengembangannya Sebagai Modul Pembelajaran Kimia. Bengkulu: Universitas Bengkulu. Hal. 8.
Apriyanti, D., dan Fithriyah, N. H. (2013). Pengaruh Suhu Aplikasi Terhadap Viskositas Lem Rokok Dari Tepung Kentang. Jurnal Konversi. 2(2):26-28.
Ayuningtiyas, S., Desiyana, F. D., dan Siswarni, M. Z. (2017). Pembuatan Karboksimetil Selulosa Dari Kulit Pisang Kepok Dengan Variasi Konsentrasi Natrium Hidroksida, Natrium Monokloroasetat, Temperatur Dan Waktu Reaksi. Jurnal Teknik Kimia Usu. 6(3): 47-49.
Bahri, S. (2015). Pembuatan Pulp dari Batang Pisang. Jurnal Teknologi Kimia Unimal. 4(2): 37-38.
Bhattacharyya, D., Singhal, R. S., dan Kulkarni, P. R. (1995). A comparative account of Condition for Synthesis of Sodium Carboxymethyl Starch from Corn and Amaranth Starch. Carbohydrate Polymers. 27(1): 248-249.
Dalimunthe, A. I. (2016). Pembuatan Natrium Karboksimetil Selulosa dari Sekam Padi (Oryza sativa L.). Skripsi. Medan: Universitas Sumatera Utara. Hal.
32.
Ditjen POM Depkes RI. (1995). Farmakope Indonesia. Edisi IV. Jakarta:
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Hal. 175.
Eliza, M. Y., Shahruddin, M., Noormaziah, J., dan Wan Rosli, W. D. (2015).
Carboxymethyl Cellulose (CMC) from Oil Palm Empty Fruit Bunch (OPEFB) in The New Solvent Dimethyl Sulfoxide (DMSO)/Tetrabutylammonium Fluoride (TBAF). Journal of Physic:
Conference Series 622: 3.
Eriningsih, R., Yulina, R., dan Mutia, T. (2011). Pembuatan Karboksimetil Selulosa Dari Limbah Tongkol Jagung Untuk Pengental Pada Proses Pencapan Tekstil. Jurnal Arena Tekstil. 26(2): 106-109.
Fessenden, R. J., dan Fessenden J. S. (1986). Organic Chemistry. Third Edition.
Alih Bahasa: Pudjaatmaka, A. H. (1982). Kimia Organik. Jilid I. Edisi Ketiga. Jakarta: Erlangga. Hal. 317.
Harpendi, R., Padil., dan Yelmida. (2014). Proses Pemurnian Selulosa Pelepah Sawit Sebagai Bahan Baku Nitroselulosa Dengan Variasi pH Dan Konsentrasi H2O2. Riau: Universitas Riau. Hal.2-3.
Irawan, C., Ariyanti, D., dan Hernanda, P. (2013). Pemanfaatan Limbah Batang Pisang (Musa sp.) di Kalimantan Selatan Sebagai Alternatif Bahan Baku Pembuatan Kertas. Baru: Universitas Lambung Mangkurat. Hal. 2.
Kementerian Pertanian. (2014). Outlook Komoditi Pisang. Jakarta: Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian.
Hal. 54.
Masfria., Muchlisyam., Nurmadjuzita., Nurbaya, S., Pardede, T. R., Azhar, C., dan Permata, Y. M. (2015). Kimia Analisis 1. Medan: USU Press. Hal. 75.
Nur, R., Tamrin., dan Muzakkar, M. Z. (2016). Sintesis Dan Karakterisasi CMC (Carboxymethyl Cellulose) Yang Dihasilkan Dari Selulosa Jerami Padi. J.
Sains dan Teknologi Pangan. 1(3): 223.
Ohwoavworhua, F. O., dan Adelakun, T. A. (2005). Some Physical Characteristics of Microcrystalline Cellulose Obtained from Raw Cotton of Cochlospermum planchonii. Tropical Journal of Pharmaceutical Research. 4(2): 502-504.
Pavia, D., Gary, M., George, S. (1979). Introduction to Spectroscopy A Guide for Students of Organic Chemistry. Philadelphia: Saunders College. Hal. 26.
Permatasari, H. R., Gulo, F., dan Lesmini, B. (2014). Pengaruh Konsentrasi H2so4
Dan Naoh Terhadap Delignifikasi Serbuk Bambu (Gigantochloa apus).
Palembang: Universitas Sriwijaya.132.
Pitaloka, A. B., Hidayah, N. A., Saputra, A. H., dan Nasikin, M. (2015).
Pembuatan Cmc Dari Selulosa Eceng Gondok Dengan Media Reaksi Campuran Larutan Isopropanol-Isobutanol Untuk Mendapatkan Viskositas Dan Kemurnian Tinggi. Jurnal Integrasi Proses. 5 (2): 109.
Preethi, P., dan Murthy, B. G. (2013). Physical and Chemical Properties of Banana Fibre Extracted from Commercial Banana Cultivars Grown in Tamilnadu State. Journal Agrotechnology. 11(8): 3.
Pushpamalar, V., Langford, S. J., Ahmad, M., dan Lim, Y. Y. (2006).
Optimization of Reaction Conditions for Preparing Carboxymethyl Cellulose from Sago Waste. Carbohydrate Polymers. 64: 312-318.
Riswiyanto. (2009). Kimia Organik. Jakarta: Erlangga. Hal. 382.
Rowe, R. C., Sheskey, P. J., and Owen, S. C. (2006). Carboxymethylcellulose Sodium. Handbook of Pharmaceutical Excipients. Fifth Edition.
Washington: American Pharmacistl Association. Hal. 120-122.
Safitri, D., Rahim, E, A., Prismawiryanti., dan Sikanna, R. (2017). Sintesis Karboksimetil Selulosa (Cmc) Dari Selulosa Kulit Durian (Durio zibethinus). Kovalen. 3(1): 66-67.
Sunarjo, H. (2002). Budi Daya Pisang dengan Bibit Kultur Jaringan. Jakarta:
Penebar Swadaya. Hal. 1, 23, 25.
Tasaso, P. (2015). Optimizing of Reaction Conditions for Synthesis of Carboxymethyl Cellulose from Oil Palm Fronds. International Journal of Chemical Engineering and Application. 6 (2): 102.
Thaiyibah, N., Alimuddin., Panggabean, A. S. (2016). Pembuatan Dan Karakterisasi Membran Selulosa Asetat-Pvc Dari Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) Untuk Adsorpsi Logam Tembaga (II). Jurnal Kimia Mulawarman. 14(1): 32.
Tissos, N. P., Yulkifli., dan Kamus, Z. (2014). Pembuatan Sistem Pengukuran Viskositas Fluida Secara Digital Menggunakan Sensor Efek Hall Ugn3503 Berbasis Arduino Uno328. Jurnal Sainstek. 6(1): 71.
USP 27 dan NF 22. (2004). The United States Pharmacopeia 27 and The National Formulary 22. 27th Edition. Rockville: The United States Pharmacopeial Convention. Hal. 339.
Wijaya, S. M., Pitaloka, A. B.,dan Saputra, A. H. (2017). Sintesis dan Karakterisasi Carboxymethyl Cellulose (CMC) dari Selulosa Eceng Gondok (Eichornia crassipes) dengan Media Reaksi Isopropanol Etanol.
Depok: Universitas Indonesia. Hal. 1(1): 1-2.
Wijayani, A., Ummah, K., dan Tjahjani, S. (2005). Karakterisasi Karboksimetil Selulosa (CMC) dari Eceng Gondok (Eichornia crassipes (Mart) Solms).
Indonesia Journal Chemistry. 5(3): 228.
Lampiran 1. Hasil Identifikasi Tumbuhan
Lampiran 2. Gambar Batang Pisang Raja dan Serbuk Batang Pisang Raja
Gambar 5. Batang pisang raja yang telah dipotong-potong
Gambar 6. Serbuk batang pisang raja
Lampiran 3. Gambar Selulosa dan Karboksimetil Selulosa Konsentrasi Natrium Hidroksida
Gambar 7. Selulosa batang pisang raja
Lampiran 3. (Lanjutan)
Gambar 9. Karboksimetil selulosa konsentrasi NaOH 15%
Gambar 10. Karboksimetil selulosa konsentrasi NaOH 20%
Lampiran 3. (Lanjutan)
Gambar 11. Karboksimetil selulosa konsentrasi NaOH 25%
Gambar 12. Karboksimetil selulosa konsentrasi NaOH 30%
Lampiran 4. Gambar Alat-alat Uji Karakteristik Karboksimetil Selulosa Konsentrasi Natrium Hidroksida
Gambar 13. Spektrofotometer FT-IR
Gambar 14. pH meter
Lampiran 4. (Lanjutan)
Gambar 15. Viskometer Brookfield
Lampiran 5. Gambar Uji Identifikasi Kualitatif Karboksimetil Selulosa Konsentrasi Natrium Hidroksida
Gambar 16. Uji identifikasi
Gambar 17. Uji pembentukan endapan
Lampiran 5. (Lanjutan)
Gambar 18. Uji pembentukan busa
Lampiran 6. Gambar Uji Kelarutan Karboksimetil Selulosa Konsentrasi Natrium Hidroksida
Gambar 19. Uji kelarutan terhadap air
Gambar 20. Uji kelarutan terhadap alkohol
Lampiran 6. (Lanjutan)
Gambar 21. Uji kelarutan terhadap eter
Lampiran 7. Perhitungan Rendemen Karboksimetil Selulosa Batang Pisang Raja Variasi Konsentrasi Natrium Hidroksida
Jumlah batang pisang kering =100g Jumlah perolehan alfa selulosa = 33,67 g
Rendemen alfa selulosa =
x 100% = 33,67%
Jumlah Alfa Selulosa (g)
Jumlah perolehan karboksimetil selulosa (g)
10% 15% 20% 25% 30%
50 3,74 3,98 5,74 4,80 4,25
Rendemen karboksimetil selulosa 10% =
x 100% = 124,67%
Rendemen karboksimetil selulosa 15% =
x 100% = 132,67%
Rendemen karboksimetil selulosa 20% =
x 100% = 191,33%
Rendemen karboksimetil selulosa 25% =
x 100% = 160,00%
Rendemen karboksimetil selulosa 30% =
x 100% = 141,67 %
Lampiran 8. Perhitungan Hasil Susut Pengeringan Karboksimetil Selulosa Batang Pisang Raja Variasi Konsentrasi NaOH
1. Susut pengeringan karboksimetil selulosa batang pisang raja variasi konsentrasi NaOH 10%
a. Susut Pengeringan I
Berat bahan mula-mula = 1, 0363 g Berat bahan sesudah konstan = 0,9409 g Sp1 = –
× 100% = 9,2058%
b. Susut Pengeringan II
Berat bahan mula-mula = 1,0290 g Berat bahan sesudah konstan = 0,9367 Sp2 =
× 100% = 8,9698%
c. Susut Pengeringan III
Berat bahan mula-mula = 1,0194 g Berat bahan sesudah konstan = 0,9211 g Sp3 =
× 100% = 9,6429%
Susut pengeringan rata-rata =
= 9,2728%
2. Susut pengeringan karboksimetil selulosa batang pisang raja variasi konsentrasi NaOH 15%
a. Susut Pengeringan I
Berat bahan mula-mula = 1, 0518 g
Lampiran 8. (Lanjutan)
Berat bahan sesudah konstan = 1,0051 g Sp1 =
× 100% = 4,4400%
b. Susut Pengeringan II
Berat bahan mula-mula = 1,0401 g Berat bahan sesudah konstan = 0,9958 g Sp2 =
× 100% = 4,2592%
c. Susut Pengeringan III
Berat bahan mula-mula = 1,0206 g Berat bahan sesudah konstan = 0,9725 g Sp3 =
× 100% = 4,7129%
Susut pengeringan rata-rata =
= 4,4707%
3. Susut pengeringan karboksimetil selulosa batang pisang raja variasi konsentrasi NaOH 20%
a. Susut Pengeringan I
Berat bahan mula-mula = 1,0306 g Berat bahan sesudah konstan = 0,9344 g Sp1 =
× 100% = 9,3343%
b. Susut Pengeringan II
Berat bahan mula-mula = 1,0277 g
Lampiran 8. (Lanjutan)
Berat bahan sesudah konstan = 0,9328 g Sp2 =
× 100% = 9,2342%
c. Susut Pengeringan III
Berat bahan mula-mula = 1,0276 g Berat bahan sesudah konstan = 0,9267 g Sp3 =
× 100% = 9,8189%
Susut pengeringan rata-rata =
= 9,4624%
4. Susut pengeringan karboksimetil selulosa batang pisang raja variasi konsentrasi NaOH 25%
a. Susut Pengeringan I
Berat bahan mula-mula = 1,0271 g Berat bahan sesudah konstan = 0,9975 g Sp1 =
× 100% = 2,8819%
b. Susut Pengeringan II
Berat bahan mula-mula = 1,0355 g Berat bahan sesudah konstan = 0,9943 g
Sp2 = –
× 100% = 3,7929%
c. Susut Pengeringan III
Berat bahan mula-mula = 1,0320 g
Lampiran 8. (Lanjutan)
Berat bahan sesudah konstan = 1,000 g Sp3 =
× 100% = 3,1000%
Susut pengeringan rata-rata =
= 3,2582%
5. Susut pengeringan karboksimetil selulosa batang pisang raja variasi konsentrasi NaOH 30%
a. Susut Pengeringan I
Berat bahan mula-mula = 1,0587 g Berat bahan sesudah konstan = 1,0047 g Sp1 =
× 100% = 5,1065%
b. Susut Pengeringan II
Berat bahan mula-mula = 1,0365 g Berat bahan sesudah konstan = 1,0047 g Sp2 =
× 100% = 5,4510%
c. Susut Pengeringan III
Berat bahan mula-mula = 1,0444 g Berat bahan sesudah konstan = 0,9904 g Sp3 =
× 100% = 5,1724%
Susut pengeringan rata-rata =
Lampiran 9. Perhitungan Kelarutan dalam Air Karboksimetil Selulosa Batang Pisang Raja Variasi Konsentrasi Natrium Hidroksida
Dihitung berdasarkan persamaan:
Za =
– x 100%
Keterangan:
W0 = berat beaker glass yang telah ditara
W1 = berat beaker glass + zat yang larut air yang telah dikeringkan
Konsentrasi NaOH 10%
Za =
x 100%
= 0,235%
Konsentrasi NaOH 15%
Za = –
x 100%
= 0,237%
Konsentrasi NaOH 20%
Za = –
x 100%
= 0,154%
Konsentrasi NaOH 25%
Za = –
x 100%
Lampiran 9. (Lanjutan)
Konsentrasi NaOH 30%
Za = –
x 100%
= 0,127%
Lampiran 10 . Perhitungan Viskositas Karboksimetil Selulosa Batang Pisang Raja Variasi Konsentrasi Natrium Hidroksida
Dihitung berdasarkan persamaan :
Viskositas ( cps ) = skala (dial reading) x faktor
Konsentrasi NaOH 10%
Viskositas ( cps ) = 1 x 100 = 100 cps
Konsentrasi NaOH 15%
Viskositas ( cps ) = 1,25 x 100 = 125 cps
Konsentrasi NaOH 20%
Viskositas ( cps ) = 6 x 100 = 600 cps
Konsentrasi NaOH 25%
Viskositas ( cps ) = 2,25 x 100 = 225 cps
Konsentrasi NaOH 30%
Viskositas ( cps ) = 2 x 100 = 200 cps
Komersil
Viskositas ( cps ) = 5 x 100 = 500 cps
Lampiran 11. Perhitungan Hasil Derajat Substitusi KSBPR Dihitung berdasarkan persamaan :
Konsentrasi NaOH 10%
Adsorbansi OH = 3421,72
%T = 57,08 T = 0,5708
A =
[
log] = [
log
]
= 0,2435Adsorbansi ester = 1060,85
%T = 54,73 T = 0,5473
A =
[
log] = [
log]
= 0,2617DS =
=
0,9304 Konsentrasi NaOH 15%
Adsorbansi OH = 3475,73
%T = 33,68 T = 0,3368
A =
[
log] = [
log]
= 0,4726Lampiran 11. (Lanjutan)
Adsorbansi ester = 1064,71
%T = 38,08 T = 0,3808
A =
[
log] = [
log]
= 0,4193DS =
=
1,1271 Konsentrasi NaOH 20%
Adsorbansi OH = 3483,44
%T = 30,75 T = 0,3075
A =
[
log] = [
log]
= 0,5121Adsorbansi ester = 1064,71
%T = 35,62 T = 0,3562
A =
[
log] = [
log]
= 0,4483DS =
=
1,1423 Konsentrasi NaOH 25%
Adsorbansi OH = 3421,72
%T = 44,25 T = 0,4425
Lampiran 11. (Lanjutan)
A =
[
log] = [
log]
= 0,3540Adsorbansi ester = 1064,71
%T = 48,79 T = 0,4879
A =
[
log] = [
log]
= 0,3116DS =
=
1,1360 Konsentrasi 30%
Adsorbansi OH = 3421,72
%T = 55,01
T = 0,5501
A =
[
log] = [
log
]
= 0,2595Adsorbansi ester = 1060,85
%T = 54,84
T = 0,5484
A =
[
log] = [
log]
= 0,2609DS =
=
0,9946Lampiran 12. Bagan Prosedur Kerja
1. Isolasi selulosa dari batang pisang raja
Ditambahkan NaOH 4% (1 L)
Dipanaskan pada suhu 100ºC selama 6 jam, disaring Dicuci dengan air suling
Diputihkan dengan NaOCl 3,5% selama 24 jam Ditambahkan NaOH 17,5%
Dipanaskan pada suhu 80ºC selama 1 jam, disaring Dicuci dengan air suling
Ditambahkan NaOH 17,5%
Dipanaskan pada suhu 80ºC selama 1 jam, disaring Dicuci dengan air suling
Ditambahkan NaOCl 3,5% dan air (1:1)
Dipanaskan sampai mendidih selama 5 menit, disaring Dicuci dengan air suling
Dikeringkan pada suhu 60ºC dalam oven hingga kering 50 g batang pisang yang telah dikeringkan
Filtrat Residu
Filtrat Residu
Filtrat Residu
Filtrat Residu
Selulosa
Lampiran 12. (Lanjutan)
2. Pembuatan karboksimetil selulosa batang pisang raja I 3g selulosa
Ditambahkan natrium monokloro asetat 3g Diaduk selama 3 jam pada suhu 500C Disaring
Ditambahkan methanol
Ditambahkan asam asetat glacial sampai pH netral Disaring
Dicuci dengan etanol sebanyak empat kali Disaring
Dikeringkan pada oven suhu 60ºC selama 6 jam 3g selulosa
Lampiran 13. Hasil Spektroskopi Inframerah Selulosa Batang Pisang Raja
Selulosa batang pisang raja 1/cm
Lampiran 14. Hasil Spektroskopi Inframerah Selulosa Komersil
Selulosa Komersil 1/cm
Lampiran 15. Hasil Spektroskopi Inframerah KSBPR NaOH 10%
CMC NaOH 10% 1/cm
Lampiran 16. Hasil Spektroskopi Inframerah KSBPR NaOH 15%
CMC NaOH 15% 1/cm
Lampiran 17. Hasil Spektroskopi Inframerah KSBPR NaOH 20%
CMC NaOH 20% 1/cm
Lampiran 18. Hasil Spektroskopi Inframerah KSBPR NaOH 25%
CMC NaOH 25% 1/cm
Lampiran 19. Hasil Spektroskopi Inframerah KSBPR NaOH 30%
CMC NaOH 30% 1/cm
Lampiran 20. Hasil Spektroskopi Inframerah KSBPR NaOH 10% dan KSK
CMC Komersil 1/cm
CMC Komersil CMC NaOH 10%
Lampiran 21.Hasil Spektroskopi Inframerah KSBPR NaOH 15% dan KSK
CMC Komersil 1/cm
CMC NaOH 15%
CMC Komersil
Lampiran 22.Hasil Spektroskopi Inframerah KSBPR NaOH 20% dan KSK
CMC Komersil 1/cm
CMC Komersil CMC NaOH 20%
Lampiran 23.Hasil Spektroskopi Inframerah KSBPR NaOH 25% dan KSK
CMC Komersil 1/cm
CMC Komersil CMC NaOH 25%
Lampiran 24. Hasil Spektroskopi Inframerah KSBPR NaOH 30% dan KSK
CMC Komersil 1/cm
CMC Komersil CMC NaOH 30%