[AUN-QA] Asean University Network Quality Assurance. 2011. Guide to AUN Actual Quality Assessment at Programme Level. Bangkok:Chulalongkorn University. [DIKTI] Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 2008. Kompilasi Buku Sistem
Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (SPM-PT). Jakarta: DIKTI
[IPB] Institut Pertanian Bogor. 2013. Rencana Strategis IPB 2014-2018. Bogor:IPB [KMM] Kantor Manajemen Mutu. 2009. Sistem Penjaminan Mutu Institut
Pertanian Bogor. Bogor: IPB.
[LPPM] Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat IPB. 2014. Panduan Pelaksanaan Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi IPB. Bogor:LPPM
[Kemendikbud] Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2010. Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2010-2014. Jakarta
[Kementan] Kementerian Pertanian. 2014. Panduan Kerjasama Kemitraan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Nasional. Jakarta
[Kemenristek] Kementerian Riset dan Teknologi. 2015. Pedoman Insentif Riset Sistem Inovasi Nasional (SINas). Jakarta:RISTEK
[Kemenristek] Kementerian Riset dan Teknologi. 2010. Agenda Riset Nasional 2010-2014. Jakarta:Ristek
[LPPM] Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat IPB. 2012. Rencana Induk Penelitian IPB. (2012-2015). Bogor:LPPM
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Republik Indonesia, Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2013 tentang Statuta Institut Pertanian Bogor.
Peraturan Rektor IPB Nomor 22/I3/PP/2011 Tahun 2011 tentang Sistem Penjaminan Mutu.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
53
55
Lampiran 1. Peraturan Rektor IPB tentang Standar Mutu Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
PERATURAN
REKTOR INSTITUT PERTANIAN BOGOR NOMOR 21/IT3/LT/2014
TENTANG STANDAR MUTU
PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT INSTITUT PERTANIAN BOGOR
REKTOR INSTITUT PERTANIAN BOGOR,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka penerapan Sistem Penjaminan Mutu
Internal (SPMI) pada kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PPM), IPB perlu mengembangkan standar mutu kegiatan tersebut secara konsisten dan berkelanjutan;
b. bahwa standar mutu sebagaimana dimaksud pada huruf a tersebut di atas, diperlukan sebagai tolok ukur penilaian dalam menentukan dan mencerminkan mutu penyelenggaraan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dan ditetapkan dengan mengadopsi atau memodifikasi dari Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) dan standar tambahan yang berlaku di tingkat regional dan internasional;
c. bahwa sesuai dengan standar mutu sebagaimana dimaksud pada huruf b tersebut di atas, setiap unit kerja terkait menetapkan sasaran mutu untuk periode tertentu dan capaian sasaran mutu tiap tahun;
d. bahwa sehubungan dengan huruf b dan huruf c tersebut di atas, dan sesuai dengan usul dari Kepala Kantor Manajemen Mutu serta dengan memerhatikan usul dan masukan dari Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kepala Pusat, serta pihak terkait lainnya di lingkungan IPB, maka selanjutnya dipandang perlu untuk menetapkan standar mutu
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dan
penetapannya perlu ditetapkan dengan suatu peraturan Rektor;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5336);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5007); 4. Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2013 tentang Statuta
Institut Pertanian Bogor (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 164, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5453);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang
Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor
56 5500);
6. Keputusan Presiden Nomor 279 Tahun 1965 tentang
Pengesahan Institut Negeri di Bogor seperti yang dimaksudkan
dalam Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu
Pengetahuan Nomor 91 Tahun 1963;
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi;
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 50 Tahun 2014 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi; 9. Ketetapan Majelis Wali Amanat Institut Pertanian Bogor Nomor
17/MWA-IPB/2003 tentang Anggaran Rumah Tangga Institut Pertanian Bogor sebagaimana telah diubah dengan Ketetapan Majelis Wali Amanat Institut Pertanian Bogor Nomor 105/MWA-IPB/2011;
10. Ketetapan Majelis Wali Amanat Institut Pertanian Bogor Nomor 119/MWA-IPB/2012 tentang Pengangkatan Rektor Institut Pertanian Bogor Periode 2012-2017;
11. Peraturan Majelis Wali Amanat Institut Pertanian Bogor Nomor 08/MWA-IPB/2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Institut Pertanian Bogor;
12. Peraturan Rektor Institut Pertanian Bogor Nomor 22/IT3/DT/2011 tentang Sistem Penjaminan Mutu Institut Pertanian Bogor;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN REKTOR INSTITUT PERTANIAN BOGOR TENTANG
STANDAR MUTU PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA
MASYARAKAT INSTITUT PERTANIAN BOGOR. Pasal 1
Standar Mutu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Institut Pertanian Bogor sebagaimana tercantum dalam tabel pada Lampiran keputusan ini.
Pasal 2
Standar Mutu sebagaimana dimaksud pada Diktum Pertama keputusan ini, merupakan indikator capaian mutu, dirinci dalam Sasaran Mutu sebagai tolok ukur penilaian dalam menentukan dan mencerminkan mutu penyelenggaraan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Institut Pertanian Bogor.
Pasal 3 Peraturan ini mulai berlaku sejak ditetapkan.
Ditetapkan di : Bogor
Pada tanggal : 11 November 2014 Rektor,
Ttd
Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc.
57 Lampiran 2. Format Sasaran Mutu Penelitian untuk Departemen
No. Komponen Mutu IPB Standar Tahun
Baseline TS 1 TS 2 TS 3 TS 4
1 Persentase judul penelitian per dosen. ≥ 30 %
2 Persentase penelitian yang melibatkan mahasiswa. ≥ 60 %
3 Persentase hasil penelitian yang memiliki kesiapan untuk
dikomersialkan (Technological Readiness Level Score minimal 7). ≥ 4 % 4 Persentase hasil penelitian yang memperoleh HaKI per tahun. ≥ 4 %
5 Persentase hasil penelitian yang dipublikasikan dalam bentuk, buku,
prosiding seminar, jurnal ilmiah nasional/internasional. ≥ 80 %
6 Persentase proposal hibah kompetisi yang diajukan oleh mahasiswa
terhadap jumlah mahasiswa program Diploma dan Sarjana. ≥ 10 %
7 Persentase proposal hibah kompetisi yang diterima terhadap jumlah
proposal yang diajukan oleh mahasiswa program Diploma dan Sarjana. ≥ 30 %
8 Jumlah penelitian yang sesuai dengan mandat departemen dan ruang
lingkup pusat. ≥ 80 %
9 Jumlah publikasi ilmiah yang terakreditasi nasional maupun
58
No. Komponen Mutu IPB Standar Tahun
Baseline TS 1 TS 2 TS 3 TS 4
10 Persentase jumlah penelitian yang sesuai dengan road map. ≥ 80 %
11 Persentase kesesuaian bidang keilmuan peneliti dengan tema
penelitian. ≥ 90 %
12 Persentase peneliti memiliki H indeks* = 2 (schoolar google). ≥ 50 %
13 Jumlah peneliti yang mendapatkan penghargaan penelitian tingkat
provinsi/ nasional/internasional (orang per tahun). ≥ 20 orang
14
Persentase peneliti utama bergelar doktor minimal 60%. yang
mengikuti sabbatical leave, post doc, atau kerjasama penelitian di luar negeri (terhadap jumlah peneliti di departemen).
≥ 4 %
15
Persentase penelitian yang dilaksanakan dengan sarana dan prasarana milik institusi (seperti laboratorium, studio, bengkel, kolam percobaan, dan lain-lain yang semuanya dilengkapi dengan peralatan yang
memadai).
≥ 40 %
16 Rata-rata dana penelitian dosen per dosen tetap per tahun. ≥ Rp 50 juta
17 Persentase pendanaan penelitian yang berasal dari sumber non
pemerintah. ≥ 35 %
59 Lampiran 3. Format Sasaran Mutu Penelitian untuk Fakultas
No.
Komponen Mutu IPB Standar Tahun
Baseline TS 1 TS 2 TS 3 TS 4
1 Persentase judul penelitian per dosen. ≥ 30 %
2 Persentase penelitian yang melibatkan mahasiswa. ≥ 60 %
3 Persentase hasil penelitian yang memiliki kesiapan untuk dikomersialkan (Technological Readiness Level Score minimal 7).
≥ 4 %
4 Persentase hasil penelitian yang memperoleh HaKI per tahun. ≥ 4 % 5 Persentase hasil penelitian yang dipublikasikan dalam bentuk, buku,
prosiding seminar, jurnal ilmiah nasional/internasional.
≥ 80 %
6 Persentase proposal hibah kompetisi yang diajukan oleh mahasiswa terhadap jumlah mahasiswa program Diploma dan Sarjana.
≥ 10 %
7 Persentase proposal hibah kompetisi yang diterima terhadap jumlah proposal yang diajukan oleh mahasiswa program Diploma dan Sarjana.
≥ 30 %
8 Jumlah publikasi ilmiah yang terakreditasi nasional maupun internasional.
≥ 25 %
9 Persentase jumlah penelitian yang sesuai dengan road map. ≥ 80 % 10 Rata-rata dana penelitian dosen per dosen tetap per tahun. ≥ Rp 50 juta 11 Persentase pendanaan penelitian yang berasal dari sumber non
pemerintah.
≥ 35 %
60 Lampiran 4. Format Sasaran Mutu Penelitian untuk Pusat Studi/Kajian
No.
Komponen Mutu IPB Standar Tahun
Baseline TS 1 TS 2 TS 3 TS 4
1 Persentase hasil penelitian yang memiliki kesiapan untuk dikomersialkan (Technological Readiness Level Score minimal 7).
≥ 4 %
2 Persentase hasil penelitian yang memperoleh HaKI per tahun. ≥ 4 % 3 Persentase hasil penelitian yang dipublikasikan dalam bentuk, buku,
prosiding seminar, jurnal ilmiah nasional/internasional.
≥ 80 %
4 Jumlah penelitian yang sesuai dengan mandat departemen dan ruang lingkup pusat.
≥ 80 %
5 Jumlah publikasi ilmiah yang terakreditasi nasional maupun internasional.
≥ 25 %
6 Persentase jumlah penelitian yang sesuai dengan road map. ≥ 80 % 7 Persentase kesesuaian bidang keilmuan peneliti dengan tema
penelitian.
≥ 90 %
8 Persentase peneliti memiliki H indeks* = 2 (schoolar google). ≥ 50 % 9 Jumlah peneliti yang mendapatkan penghargaan penelitian tingkat
provinsi/ nasional/internasional (orang per tahun).
≥ 20 orang
10 Persentase peneliti utama bergelar doktor minimal 60%. yang mengikuti sabbatical leave, post doc, atau kerjasama penelitian di luar negeri (terhadap jumlah peneliti di departemen).
≥ 4 %
61
No.
Komponen Mutu IPB Standar Tahun
Baseline TS 1 TS 2 TS 3 TS 4
11 Persentase penelitian yang dilaksanakan dengan sarana dan
prasarana milik institusi (seperti laboratorium, studio, bengkel, kolam percobaan, dan lain-lain yang semuanya dilengkapi dengan peralatan yang memadai).
≥ 40 %
12 Persentase pendanaan penelitian yang berasal dari sumber non pemerintah.
≥ 35 %
62 Lampiran 5. Format Sasaran Mutu Penelitian untuk LPPM
No.
Komponen Mutu IPB Standar Tahun
Baseline TS 1 TS 2 TS 3 TS 4
1 Persentase hasil penelitian yang memiliki kesiapan untuk dikomersialkan (Technological Readiness Level Score minimal 7).
≥ 4 %
2 Persentase hasil penelitian yang memperoleh HaKI per tahun. ≥ 4 % 3 Persentase hasil penelitian yang dipublikasikan dalam bentuk, buku,
prosiding seminar, jurnal ilmiah nasional/internasional.
≥ 80 %
4 Jumlah karya penelitian yang memperoleh penghargaan/award di tingkat provinsi/nasional/internasional per tahun.
≥ 20 karya 5 Jumlah publikasi ilmiah yang terakreditasi nasional maupun
internasional.
≥ 25 %
6 Persentase jumlah penelitian yang sesuai dengan road map. ≥ 80 % 7 Persentase penggunaan dana Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat dari total RKAT IPB.
≥ 5 %
8 Persentase pendanaan penelitian yang berasal dari sumber non pemerintah.
≥ 35 %
63
Lampiran 6. Format Sasaran Mutu Pengabdian kepada Masyarakat untuk Departemen
No.
Komponen Mutu IPB Standar Tahun
Baseline TS 1 TS 2 TS 3 TS 4
1 Persentase penerima pelayanan program pengabdian kepada masyarakat yang meningkat pendapatannya.
≥ 25 %
2 Persentase program pengabdian kepada masyarakat yang menghasilkan publikasi ilmiah.
≥ 50 %
3 Persentase program pengabdian kepada masyarakat yang menghasilkan bahan ajar.
≥ 10 %
4 Persentase program pengabdian kepada masyarakat yang menghasilkan modul pelatihan.
≥ 10 %
5 Persentase program pengabdian kepada masyarakat yang merupakan penerapan langsung hasil penelitian.
≥ 10 %
6 Persentase program pengabdian kepada masyarakat yang merupakan upaya pemberdayaan masyarakat.
≥ 10 %
7 Persentase program pengabdian kepada masyarakat yang merupakan penerapan teknologi tepat guna yang dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.
≥ 10 %
8 Persentase program pengabdian kepada masyarakat yang
merupakan penerapan model yang dapat langsung digunakan dalam pemecahan masalah, rekayasa sosial, dan/atau rekomendasi
kebijakan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat, dunia usaha, industri, dan/atau Pemerintah.
≥ 10 %
64
No.
Komponen Mutu IPB Standar Tahun
Baseline TS 1 TS 2 TS 3 TS 4
9 Setiap departemen melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung terpenuhinya capaian pembelajaran lulusan.
≥ 1 keg
10 Tingkat kepuasan masyarakat pada penerima atau peserta program (skala 1-5) dari hasil survei kepuasan.
≥ 3.5
11 Persentase peserta kegiatan yang meningkat pengetahuannya. ≥ 60% 12 Persentase peserta kegiatan yang mengalami perubahan sikap. ≥ 30% 13 Persentase peserta kegiatan yang mengalami peningkatan
keterampilan.
≥ 20%
14 Persentase peserta kegiatan yang tetap mempraktekkan IPTEK yang diperolehnya.
≥ 30%
15 Setiap departemen menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan mahasiswa secara penuh per semester.
≥ 1 keg
16 Rata-rata dana yang diperoleh dalam rangka pelayanan/pengabdian kepada masyarakat.
≥ Rp 2 juta
17 Persentase dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan kerjasama dengan instansi lain di dalam negeri.
≥ 50 %
65
Lampiran 7. Format Sasaran Mutu Pengabdian kepada Masyarakat untuk Fakultas
No. Komponen Mutu IPB Standar Tahun
Baseline TS 1 TS 2 TS 3 TS 4
1 Persentase penerima pelayanan program pengabdian kepada masyarakat yang meningkat pendapatannya.
≥ 25 %
2 Persentase program pengabdian kepada masyarakat yang menghasilkan publikasi ilmiah.
≥ 50 %
3 Persentase program pengabdian kepada masyarakat yang menghasilkan bahan ajar.
≥ 10 %
4 Persentase program pengabdian kepada masyarakat yang menghasilkan modul pelatihan.
≥ 10 %
5 Persentase program pengabdian kepada masyarakat yang merupakan penerapan langsung hasil penelitian.
≥ 10 %
6 Persentase program pengabdian kepada masyarakat yang merupakan upaya pemberdayaan masyarakat.
≥ 10 %
7 Persentase program pengabdian kepada masyarakat yang merupakan penerapan teknologi tepat guna yang dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.
≥ 10 %
8 Persentase program pengabdian kepada masyarakat yang
merupakan penerapan model yang dapat langsung digunakan dalam pemecahan masalah, rekayasa sosial, dan/atau rekomendasi
kebijakan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat, dunia usaha, industri, dan/atau Pemerintah.
≥ 10 %
66
No. Komponen Mutu IPB Standar Tahun
Baseline TS 1 TS 2 TS 3 TS 4
9 Setiap departemen melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung terpenuhinya capaian pembelajaran lulusan.
≥ 1 keg
10 Tingkat kepuasan masyarakat pada penerima atau peserta program (skala 1-5) dari hasil survei kepuasan.
≥ 3.5
11 Persentase peserta kegiatan yang meningkat pengetahuannya. ≥ 60% 12 Persentase peserta kegiatan yang mengalami perubahan sikap. ≥ 30% 13 Persentase peserta kegiatan yang mengalami peningkatan
keterampilan.
≥ 20%
14 Persentase peserta kegiatan yang tetap mempraktekkan IPTEK yang diperolehnya.
≥ 30%
15 Setiap departemen menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan mahasiswa secara penuh per semester.
≥ 1 keg
16 Rata-rata dana yang diperoleh dalam rangka pelayanan/pengabdian kepada masyarakat.
≥ Rp 2 juta
17 Persentase dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan kerjasama dengan instansi lain di dalam negeri.
≥ 50 %
67
Lampiran 8. Format Sasaran Mutu Pengabdian kepada Masyarakat untuk Pusat Studi/Kajian
No. Komponen Mutu IPB Standar Tahun
Baseline TS 1 TS 2 TS 3 TS 4
1 Persentase penerima pelayanan program pengabdian kepada masyarakat yang meningkat pendapatannya.
≥ 25 %
2 Persentase program pengabdian kepada masyarakat yang menghasilkan publikasi ilmiah.
≥ 50 %
3 Persentase program pengabdian kepada masyarakat yang menghasilkan modul pelatihan.
≥ 10 %
4 Persentase program pengabdian kepada masyarakat yang merupakan penerapan langsung hasil penelitian.
≥ 10 %
5 Persentase program pengabdian kepada masyarakat yang merupakan upaya pemberdayaan masyarakat.
≥ 10 %
6 Persentase program pengabdian kepada masyarakat yang merupakan penerapan teknologi tepat guna yang dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.
≥ 10 %
7 Persentase program pengabdian kepada masyarakat yang
merupakan penerapan model yang dapat langsung digunakan dalam pemecahan masalah, rekayasa sosial, dan/atau rekomendasi
kebijakan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat, dunia usaha, industri, dan/atau Pemerintah.
≥ 10 %
8 Tingkat kepuasan masyarakat pada penerima atau peserta program (skala 1-5) dari hasil survei kepuasan.
≥ 3.5
68
No. Komponen Mutu IPB Standar Tahun
Baseline TS 1 TS 2 TS 3 TS 4
9 Persentase peserta kegiatan yang meningkat pengetahuannya. ≥ 60% 10 Persentase peserta kegiatan yang mengalami perubahan sikap. ≥ 30% 11 Persentase peserta kegiatan yang mengalami peningkatan
keterampilan.
≥ 20%
12 Persentase peserta kegiatan yang tetap mempraktekkan IPTEK yang diperolehnya.
≥ 30%
13 Persentase dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan kerjasama dengan instansi lain di dalam negeri.
≥ 50 %
69
Lampiran 9. Format Sasaran Mutu Pengabdian kepada Masyarakat untuk LPPM
No. Komponen Mutu IPB Standar Tahun
Baseline TS 1 TS 2 TS 3 TS 4
1 Persentase penerima pelayanan program pengabdian kepada masyarakat yang meningkat pendapatannya.
≥ 25 %
2 Jumlah desa yang mendapatkan manfaat dari program pengabdian kepada masyarakat.
≥ 100
3 Jumlah institusi mitra kerjasama program pengabdian kepada masyarakat.
≥ 50
4 Jumlah orang yang mendapatkan pelayanan. ≥ 3000
5 Jumlah teknologi tepat guna yang dimanfaatkan masyarakat. ≥ 30 6 Persentase program pengabdian kepada masyarakat yang
menghasilkan publikasi ilmiah.
≥ 50 %
7 Persentase program pengabdian kepada masyarakat yang menghasilkan modul pelatihan.
≥ 10 %
8 Persentase program pengabdian kepada masyarakat yang merupakan penerapan langsung hasil penelitian.
≥ 10 %
9 Persentase program pengabdian kepada masyarakat yang merupakan upaya pemberdayaan masyarakat.
≥ 10 %
10 Persentase program pengabdian kepada masyarakat yang merupakan penerapan teknologi tepat guna yang dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat.
≥ 10 %
70
No. Komponen Mutu IPB Standar Tahun
Baseline TS 1 TS 2 TS 3 TS 4
11 Persentase program pengabdian kepada masyarakat yang
merupakan penerapan model yang dapat langsung digunakan dalam pemecahan masalah, rekayasa sosial, dan/atau rekomendasi
kebijakan yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat, dunia usaha, industri, dan/atau Pemerintah.
≥ 10 %
12 Tingkat kepuasan masyarakat pada penerima atau peserta program (skala 1-5) dari hasil survei kepuasan.
≥ 3.5
13 Persentase peserta kegiatan yang meningkat pengetahuannya. ≥ 60% 14 Persentase peserta kegiatan yang mengalami perubahan sikap. ≥ 30% 15 Persentase peserta kegiatan yang mengalami peningkatan
keterampilan.
≥ 20%
16 Persentase peserta kegiatan yang tetap mempraktekkan IPTEK yang diperolehnya.
≥ 30%
17 Total dana manajemen di institusi untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
≥ Rp 500 juta
18 Total dana peningkatan kapasitas pelaksana di institusi untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
≥ Rp 50 juta
19 Persentase dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan kerjasama dengan instansi lain di dalam negeri.
≥ 50 %
71
Lampiran 10. Format Checklist Evaluasi Diri dan Rubrik Penilaian Penelitian untuk Departemen
No Standar Indikator Capaian Strength Weakness
Skor dan rubrik
penilaian Tindakan
perbaikan
1 2 3
Standar 1. Hasil Penelitian
1.1. Kegunaan dan relevansi dengan pendidikan dan ilmu pengetahuan; Keterkaitan penelitian dengan pendidikan
1.1.1. Persentase judul penelitian per dosen minimal 30%. <30 % 30-40 % >40 % 1.1.2. Persentase penelitian yang melibatkan
mahasiswa minimal 60%. <60 % 60-75 % >75 % 1.2. Mempunyai nilai komersial
1.2.1. Persentase hasil penelitian yang memiliki kesiapan untuk dikomersialkan (Technological Readiness Level Score minimal 7) minimal 4% per tahun.
<4 % 4-5 % >5 %
1.3. Hasil penelitian dipublikasikan dalam bentuk artikel ilmiah (buku, prosiding, jurnal nasional dan
internasional) dan HaKI/paten
1.3.1. Persentase hasil penelitian yang memperoleh HaKI minimal 4% per tahun.
<4 % 4-5 % >5 % 1.3.2. Persentase hasil penelitian yang
dipublikasikan dalam bentuk, buku, prosiding seminar, jurnal ilmiah nasional/internasional minimal 80%. <80 % 80-90 % >90 % 1.4. Mahasiswa memperoleh layanan bimbingan penelitian
1.4.1. Persentase proposal hibah kompetisi yang diajukan oleh mahasiswa terhadap jumlah mahasiswa program Diploma dan Sarjana minimal 10%. <10 % 10-20 % >20 %
72
No Standar Indikator Capaian Strength Weakness
Skor dan rubrik
penilaian Tindakan
perbaikan
1 2 3
1.4.2. Persentase proposal hibah kompetisi yang diterima terhadap jumlah proposal yang diajukan oleh mahasiswa program Diploma dan Sarjana minimal 30%. <30 % 30-40 % >40 %
Standar 2. Isi Penelitian
2.1. Peneliti melaksanakan kegiatan penelitian yang sesuai dengan mandat departemen/pusat.
2.1.1. Jumlah penelitian yang sesuai dengan mandat departemen dan ruang lingkup pusat minimal 80%. <80 % 80-90 % >90 %
2.2. Penelitian yang bermutu 2.2.1. Jumlah publikasi ilmiah yang terakreditasi nasional maupun internasional minimal 25%.
<25 %
25-35 %
>35 %
Standar 3. Proses Penelitian
3.1. Perencanaan penelitian 3.1.1. Ada perencanaan penelitian (road map) di departemen/pusat/fakultas/LPPM.
tidak ada 3.2. Pelaksanaan penelitian 3.2.1. Persentase jumlah penelitian yang sesuai
dengan road map minimal 80%.
<80 %
80-90 %
>90 % 3.2.3. Pelaksanaan penelitian harus sesuai
dengan good research practices(GRP).
tidak sesuai 3.3. Monitoring dan evaluasi
penelitian
3.3.1. Semua penelitian yang dilaksanakan harus sesuai dengan kontrak penelitian/Surat Perintah Kerja (SPK).
tidak sesuai
73
No Standar Indikator Capaian Strength Weakness
Skor dan rubrik
penilaian Tindakan
perbaikan
1 2 3
4.1. Pelaksanaan 4.1.1. Ada kesesuaian pelaksana penelitian dengan proposal.
tidak ada 4.1.2. Ada kesesuaian isi penelitian dengan
proposal.
tidak ada 4.1.3. Ada kesesuaian waktu pelaksanaan
penelitian dengan proposal.
tidak ada 4.1.4. Ada kesesuaian anggaran/dana
pelaksanaan penelitian dengan proposal.
tidak ada
Standar 5. Peneliti
5.1. Profesionalisme peneliti 5.1.1. Persentase kesesuaian bidang keilmuan peneliti dengan tema penelitian minimal 90%.
<90 %
90-95 %
>95 % 5.2. Capaian peneliti berupa
Jumlah penghargaan yang diperoleh:
5.2.1. Persentase peneliti memiliki H indeks* = 2 (schoolar google) minimal 50%.
<50 % 50-60 % >60 % 5.3. Sumberdaya peneliti
yang mencukupi dan memenuhi kualifikasi pendidikan
5.3.1. Persentase peneliti utama bergelar doktor yang mengikuti sabbatical leave, post doc, atau kerjasama penelitian di luar negeri >4% (terhadap jumlah peneliti di departemen).
<4 % 4-6 % >6 %
Standar 6. Sarana dan Prasarana Penelitian
6.1. Ketersediaan sarana dan prasarana yang
mendukung kegiatan
6.1.1. Ketersediaan sarana dan prasarana pendukung penelitian dengan jumlah yang memadai dengan kualitas yang baik.
74
No Standar Indikator Capaian Strength Weakness
Skor dan rubrik
penilaian Tindakan
perbaikan
1 2 3
penelitian. 6.1.2. Minimal 40% penelitian dilaksanakan dengan sarana dan prasarana milik institusi (seperti laboratorium, studio, bengkel, kolam percobaan, dan lain-lain yang semuanya dilengkapi dengan peralatan yang memadai).
<40 %
40-60 %
>60 %
Standar 7. Pengelolaan Penelitian
7.1. Pengelolaan penelitian 7.1.1. Adanya kesesuaian kegiatan penelitian dengan rencana induk penelitian dan agenda riset IPB.
tidak ada 7.1.2. Memiliki Gugus Penjamin atau Kendali
Mutu dengan tugas dan tanggung jawab yang jelas dalam pengendalian mutu penelitian.
tidak ada
7.1.3. Adanya monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan penelitian.
tidak ada 7.1.4. Adanya pengelolaan basis data penelitian. tidak ada
Standar 8. Pendanaan dan Pembiayaan Penelitian
8.1. Dana penelitian yang memadai
8.1.1. Rata-rata dana penelitian dosen minimal Rp. 50 juta per dosen tetap per tahun.
< Rp 50 juta Rp 50-75 juta >Rp 75 juta 8.2. Sumber pendanaan yang berasal dari pemerintah dan non pemerintah yang relevan dengan mandat.
8.2.1. Persentase pendanaan penelitian yang berasal dari sumber non pemerintah minimal 35% <35 % 35-50 % >50 %
76
Lampiran 11. Format Checklist Evaluasi Diri dan Rubrik Penilaian Penelitian untuk Fakultas
No Standar Indikator Capaian Strength Weakness
Skor dan rubrik
penilaian Tindakan
perbaikan
1 2 3
Standar 1. Hasil Penelitian
1.1. Kegunaan dan relevansi dengan pendidikan dan ilmu pengetahuan; Keterkaitan penelitian dengan pendidikan
1.1.1. Persentase judul penelitian per dosen minimal 30%. <30 % 30-40 % >40 % 1.1.2. Persentase penelitian yang melibatkan
mahasiswa minimal 60%. <60 % 60-75 % >75 % 1.2. Mempunyai nilai komersial
1.2.1. Persentase hasil penelitian yang memiliki kesiapan untuk dikomersialkan (Technological Readiness Level Score minimal 7) minimal 4% per tahun.
<4 % 4-5 % >5 %
1.3. Hasil penelitian dipublikasikan dalam bentuk artikel ilmiah (buku, prosiding, jurnal nasional dan
internasional) dan HaKI/paten
1.3.1. Persentase hasil penelitian yang memperoleh HaKI minimal 4% per tahun.
<4 % 4-5 % >5 % 1.3.2. Persentase hasil penelitian yang
dipublikasikan dalam bentuk, buku, prosiding seminar, jurnal ilmiah nasional/internasional minimal 80%. <80 % 80-90 % >90 % 1.4. Mahasiswa memperoleh layanan bimbingan penelitian
1.4.1. Persentase proposal hibah kompetisi yang diajukan oleh mahasiswa terhadap jumlah mahasiswa program Diploma dan Sarjana minimal 10%. <10 % 10-20 % >20 %
77
No Standar Indikator Capaian Strength Weakness
Skor dan rubrik
penilaian Tindakan
perbaikan
1 2 3
1.4.2. Persentase proposal hibah kompetisi yang diterima terhadap jumlah proposal yang diajukan oleh mahasiswa program Diploma dan Sarjana minimal 30%. <30 % 30-40 % >40 %
Standar 2. Isi Penelitian
2.2. Penelitian yang bermutu 2.2.1. Jumlah publikasi ilmiah yang terakreditasi nasional maupun internasional minimal 25%.
<25 %
25-35 %
>35 %
Standar 3. Proses Penelitian
3.1. Perencanaan penelitian 3.1.1. Ada perencanaan penelitian (road map) di departemen/pusat/fakultas/LPPM.
tidak ada 3.2. Pelaksanaan penelitian 3.2.1. Persentase jumlah penelitian yang sesuai