[BPS] Badan Pusat Stratistik. 2000. Industri Usaha Mikro Kecil Dan Menengah. Jakarta (ID): Pusat Usaha Mikro Kecil BPS.
Dinas Koperasi dan UKM. 2012. Analisis Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) ITB Tahun 2010 Terhadap Sentra UKM di Jawa Barat. Jawa Barat (ID): Dinas Koperasi dan UKM.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat. 2007. Jawa Barat Dalam Angka. Bandung (ID): BPS Jawa Barat.
Fred R, David, 2009, Manajemen Strategis. Jakarta (ID): Salemba Empat.
Kabupaten Sumedang. 2007. Pertumbuhan industri dan perdagangan Kabupaten Jatinangor. Dinas koperasi, usaha mikro kecil dan menengah, perindustrian perdagangan Kab Sumedang. [diunduh 2013 Juli 12]. Tersedia pada: http:// sumedangka go id
2009/05/14/pertumbuhan-industri-dan-perdagangan Kota Jatinangor.html.
Pearce JA , Robinson RB. 1997. Manajemen Strategik; Formulasi; Implementasi dan Pengendalian [Terjemahan]. Jakarta (ID): Bina Rupa Aksara.
Prihardiputra MF. 2012. Pengembangan usaha kecil menengah: studi kasus di sentra kerajinan bambu (skb) putra handicraft kota tasikmalaya [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.
Purnama BE. 2005. Optimasi produk perusahaan kerajinan ukir kayu : studi kasus di pd. pramanik, sentra industri kecil kerajinan ukir kayu jatinangor, jawa barat [skripsi]. Bogor: Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.
Rangkuti F. 2009. Analisis SWOT : Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Saaty TL. 1980. The Analytical Hierarchy Process. New York (US): Mc Graw Hill.
Saaty TL. 1993. Pengambilan Keputusan Bagi Para Pemimpin : Proses Hierarki Analitik untuk Pengambilan Keputusan dalam Situasi yang Kompleks. Setiono L, penerjemah; Peniwati K, editor. Jakarta (ID): PT Gramedia. Terjemahan dari: Decision Making for Leaders: The Analytical Hierarchy Process for Decission in Complex World.
Lampiran 1 Jadwal Pelaksanaan Penelitian
Waktu Kegiatan
23 Juli 2013 Orientasi perusahaan
24- 27 Juli 2013
Memeroleh data & informasi perusahaan : - Identitas, sejarah perusahaan & struktur - Visi, misi, tujuan
- Bahan baku & proses pembuatan, jenis produk - Aspek sosial ekonomi (tenaga kerja, aliran
produk, mitra bisnis, hasil usaha) 29- 30 Juli 2013 Mengidentifikasi faktor internal perusahaan
(strength & weakness)
31 Juli dan 1 Agustur 2013 Mengidentifikasi faktor eksternal perusahaan (Opportunity & threats)
19 - 21 Agustus 2013 Melengkapi data dan informasi
22-23 Agustus 2013 Menyebarkan surat permohonan korespondensi ke Dinas dan perrhutani
26 Agustus 2013
Mencari data terkait UKM Kerajinan kayu ke Dinas terkait dan Dinas KUMKM Perindustrian Perdagangan
Lampiran 2 Jenis, data, cara pengumpulan dan sumber data Analisis Cara
Jenis Data Data yang diambil Pengumpulan Data Sumber Data
SWOT
Primer
Proses produksi dan peralatan yang digunakan Pengamatan langsung Perusahaan Jenis dan jumlah unit sumberdaya yang tersedia Pengamatan langsung dan
pengukuran Perusahaan Kebutuhan bahan baku dan harga beli Wawancara dan pengamatan
langsung Perusahaan Besar upah kerja, jumlah tenaga kerja, waktu Kerja Wawancara dan pengamatan
langsung Perusahaan
Tujuan, visi dan misi Wawancara Perusahaan
Faktor kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, nilai bobot dan rating masing-masing
Faktor
Wawancara Manajemen perusahaan atau ahli dibidang yang bersangkutan
Sekunder Gambaran umum perusahaan Pengutipan Profil perusahaan Jenis produk yang dihasilkan Pengutipan Wawancara AHP
Primer
Pilihan strategi dari para stakeholders Wawancara dan kuesioner Manajemen Perusahaan dan para ahli
Sekunder Referensi kriteria pilihan strategi pengembangan usaha Pengutipan Para ahli dan sumber terpercaya yang berkaitan dengan penelitian
Lampiran 3 Para Ahli Kehutanan Serta UKM dari dinas terkait sebagai Sumber Data Primer AHP
Lingkungan/Instansi Nama Jabatan
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Sumedang
Rini Komala
Ir. Sanadi
Kepala Seksi Perlindungan Konsumen Kepala Seksi Industri Agro, Kimia, dan Hasil Hutan
Dinas Kehutanan dan perkebunan Kota Sumedang
Drs. Deni Rustiandiana, SP, Msi Roy Ruswita, S.Hut
Kabid Tata Guna Tanaman dan Produksi Hsil Hutan
Kepala seksi Produksi dan Peredaran Hasil Hutan
Dinas Koperasi dan UMKM Kota Sumedang Sri Rahayu Beni Kusman, SE
Kepala Seksi Jaringan Usaha Kepala Seksi Pemasaran
Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Sumedang
Andi Agustiana, S.Pt.ME
Sajidin, S.Hut, MT
Bagian Fungsional Perencanaan BAPPEDA
Kepala Bidang Ekonomi
Kecamatan Jatinangor Drs. Yuli Handaka Kepala Seksi Pelayanan Umum
Perum Perhutani KPH Sumedang
Agus Namin S.Hut Kepala Seksi Pengelolaan Sumber Daya
Hutan(PSDH)
Erwin Setiadi S.P Kepala Seksi Pengelolaan Hutan
Lampiran 4 Gambar kuadran analisis SWOT (Pearce dan Robinson 1997)
Lampiran 5 Cara perhitungan Analisis SWOT
Faktor-faktor internal perusahaan yang terdiri dari kekuatan dan kelemahan dimasukan ke dalam matriks Internal Factor Evaluation (IFE). Faktor-faktor eksternal perusahaan yang terdiri dari peluang dan ancaman dimasukan ke dalam matriks External Factor Evaluation (EFE) (Rangkuti 2009).
Tahap-tahap yang dipakai dalam penyusunan IFE dan EFE adalah :
1. Menentukan faktor-faktor internal organisasi yang terbagi ke dalam faktor kekuatan dan kelemahan. Sedangkan untuk faktor eksternal terbagi ke dalam peluang dan ancaman (Kolom 1). (jumlah faktor bervariasi bervariasi antara 3-10)
2. Pemberian bobot terhadap faktor tersebut,nilai bobot antara 0,0 (tidak penting) – 1,0 (sangat penting). Pembobotan menunjukan tingkat kepentingan faktor terhadap kesuksesan perusahaan. Jumlah semua bobot harus 1,0 (kolom 2). Besarnya bobot setiap faktor diperoleh dari kesepakatan informan dan penulis sesuai hasil wawancara.
3. Memberi rating 1-4 untuk masing-masing faktor sukses, faktor tersebut untuk menunjukan kondisi perusahaan dalam merespon faktor-faktor tersebut. Untuk matriks IFE bobot dijelaskan sebagai berikut:
4 = kekuatan/kelemahan paling utama, 3 = kekuatan/kelemahan biasa, 2=kekuatan/kelemahan minor, dan 1=kekuatan/kelemahan paling rendah.
(-,+) Mengubah strategi, mendukung strategi dengan orientasi putar balik (+,+) Strategi progresif, mendukung strategi yang agresif ke arah kemajuan (-,-) Strategi defensif, mendukung strategi bertahan (+,-) Strategi diversifikasi, mendukung strategi keanekaragaman usaha Weakness Strength Opportunity Threat
Sedangkan matriks EFE baik peluang maupun ancaman bobotnya sama namun ditulis kebalikan dari
4. Nilai pembobotan diperoleh dengan mengalikan bobot dengan rating (kolom 4).
5. Komentar atau alasan faktor-faktor tertentu dipilih dan bagaimana skor pembobotannya dihitung diisi kedalam kolom 5
6. Total pembobotan untuk masing-masing variabel diperoleh dengan penjumlahan. Nilai total menunjukan bagaimana perusahaan bereaksi terhadap faktor-faktor eksternal maupun internal yan strategis tersebut, Selanjutnya total skor ini dimasukan ke dalam matrik internal-eksternal untuk melihat strategi yang akan diterapkan.
7. Setiap skor dikalikan sehingga didapat hasil untuk menentukan posisi perusahaan atau organisasi dalam kuadran SWOT. Matriks perkalian skor faktor internal dan eksternal tersaji pada Tabel 3.
8. Setelah hasil perkaliaan masing-masing didapat, skor tertinggi menunjukan posisi organisasi berada dan akan menentukan strategi yang terbaik untuk dikembangkan.
Lampiran 6 Model Hierarki pada UKM kerajinan Kayu Balantrax Artshop Handycraft
Tujuan
Kriteria
Alternatif Kebijakan
UKM Kerajinan Ukir Kayu Balantrax Artshop Handycraft yang berkembang dengan berdaya saing dan mutu terbaik serta menjadi pilihan utama bagi Pengrajin dan Konsumen.
Pendapatan yang diperoleh Keterampilan serta Kesejahteraan pengrajin Teknologi dan produktifitas
Inovasi dan mutu produk
Memperbaiki sistem manajemen perusahaan
Meningkatkan potensi Hutan tanaman rakyat
Membuat dokumentasi perusahaan
Meningkatkan kapasitas SDM
Lampiran 7 Skala banding secara berpasangan
Kepentingan Definisi Penjelasan
1
Kedua elemen sama
pentingnya Dua elemen menyumbangnya sama besar pada sifat itu
3
Elemen yang satu sedikit lebih penting ketimbang yang lainnya
Pengalaman dan pertimbangan sedikit menyokong satu elemen atas yang lainnya 5
Elemen yang satu sangat penting ketimbang elemen yang lainnya
Pengalaman dan pertimbangan dengan kuat menyokong satu elemen atas elemen yang lainnya 7
Satu elemen jelas lebih penting dari elemen yang lainnya
Satu elemen dengan kuat disokong dan dominasinya telah terlihat dalam praktik
9
Satu elemen mutlak lebih penting ketimbang elemen yang lainnya
Bukti yang menyokong elemen yang satu atas yang lain memiliki tingkat penegasan tertinggi yang mungkin menguatkan
2,4,6,8 Nilai-nilai diantara dua
pertimbangan yang berdekatan Kompromi diperlukan antara dua pertimbangan Kebalikan Nilai kebalikan
Jika untuk aktivitas i mendapat satu angka bila dibandingkan dengan aktifitas j, maka j
mempunyai nilai kebalikannya bila dibandingkan dengan i.
Sumber: Saaty (1993)
Lampiran 8 Nilai Konsistensi AHP Nilai Konsistensi AHP
Indeks konsistensi merupakan alat untuk mengukur tingkat inkonsistensi dalam perbandingan berpasangan. Rasio CI diperoleh dengan mengalikan matriks preferensi terhadap vektor preferensi. Rasio konsistensi hierarki itu harus 10% (0,1) atau kurang. Apabila kurang maka informasi harus diperbaiki, baik dari segi pertanyaan maupun saat membuat pembandingan berpasangan. Jika tetap gagal memperbaiki konsistensinya, kemungkinan elemen-elemen sejenis tidak dikelompokan dibawah suatu kriteria yang searah sehingga tidak terstruktur secara tepat ( Saaty 1993 dalam Prihardiputra 2012). Berikut adalah rumus perhitungan konsistensi :
Indeks Konsistensi (Consistency Index/CI)
...(1)
Keterangan :
CI : Consistency Index / konsistensi indeks
λmax
: Akar ciri/rata-rata nilai rasioUntuk mengetahui besarnya nilai Random Indeks (RI) dari banyaknya subjek yang dikaji dalam suatu penelitian dapat diketahui berdasarkan tabel yang telah dibuat oleh Saaty (1993).
Random Index (RI)
n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 RI 0 0 0,58 0,90 1,12 1,24 1,32 1,41 1,45 1,49
Sumber: Saaty (1980) dalam Prihardiputra (2012)
Konsistensi rasio (CR) adalah perbandingan antara indeks konsistensi dengan indeks acak (RI), bila matriks pair - wise comparison dengan nilai CR lebih kecil dari 0,1 maka ketidakkonsistenan pendapat dari decision maker masih dapat diterima dan tidak perlu dilakukan pengulangan. (Saaty 1993). Berikut adalah rumus perhitungan dari Consistency Ratio :
Rasio Konsistensi (Consistency Ratio/CR)
. ...(2) Keterangan :
CR : Consistency Ratio / rasio konsistensi CI : Consistency Index / indeks konsistensi RI : Random Index
Lampiran 9 Cara Perhitungan Analytical Hierarchy Process (AHP)
Berikut adalah langkah-langkah Perhitungan Analytical Hierarchy Process (AHP):
1. Mendefinisikan persoalan yang akan dikaji dan dicari alternatif pemecahannya.
2. Membuat struktur hierarki dengan sudut pandang menyeluruh (dari tingkat puncak sampai tingkat dimungkinkannya campur tangan untuk memecahkan persoalan).
3. Membuat matriks banding berpasangan (pairwise compparison matrix) untuk kontribusi setiap elemen yang relevan pada setiap kriteria yang berpengaruh setingkat di atasnya. Dalam matriks ini setiap pasangan elemen dibandingkan dengan suatu kriteria di tingkat yang lebih tinggi. Matriks ini memiliki satu tempat untuk memasukan suatu bilangan yang menunjukan nilai dominasi (bilangan bulat) dan satu tempat lain untuk memasuki nilai kebalikannya. Kuisioner matriks perbandingan tersaji pada lampiran 16. 4. Semua perbandingan antar kriteria dan antar pilihan didapatkan dengan
melakukan korespondensi terhadap sumber yang kompeten.
5. Setelah semua data banding berpasangan terkumpul, prioritas alternatif dicari dan konsistensinya diuji.
6. Komposisi secara hierarki diolah untuk membobotkan vektor prioritas dengan bobot kriteria, semua masukan proritas terbobot yang bersangkutan dengan masukan prioritas dari tingkat bawah berikutnya dijumlahkan.
Hasilnya adalah vektor prioritas menyeluruh untuk tingkat hierarki paling bawah. Apabila hasilnya lebih dari satu maka diambil nilai rata-rata geometriknya.
7. Konsistensi dievaluasi untuk seluruh hierarki dengan mengalikan setiap indeks konsistensi dengan prioritas kriteria yang bersangkutan dan menjumlahkan hasil kalinya. Hasil ini dibagi dengan pernyataan sejenis yang menggunakan indeks konsistensi acak, yang sesuai dengan dimensi masing-masing matriks.
8. Dengan cara yang sama setiap indeks konsistensi acak juga dibobot berdasarkan prioritas kriteria yang bersangkutan dan hasilnya dijumlahkan. Rasio konsistensi hierarki itu harus 10% (0,1) atau kurang. Rumus CI terdapat pada persamaan 1 untuk mengetahui besarnya nilai random index dari banyaknya subjek (dimensi) yang dikaji dalam suatu penelitian dan untuk mengetahui inkonsistensi tiap responden dapat diuji nilainya menggunakan konsistensi rasio (CR) menggunakan persamaan 2 yang seluruhnya dapat dilihat pada lampiran 8.
Lampiran 10 Alur proses pembuatan kerajinan kayu ukir
Penanganan bahan baku (jati, mahoni, sengon)
Kayu dibersihkan dan dibakar
Pemolaan dan pengukiran kayu
Pemakaian dempul Pengamplasan Pelaburan plitur Penjemuran Proses finishing Penjemuran
Pengepakan dan pengiriman Masih terdapat cacat
Lampiran 11 Matriks kekuatan (IFE) UKM kerajinan ukir kayu Balantrax ArtshopHandycraft
Kekuatan 1Bobot 2Rating 3Skor Komentar
1. Produk UKM telah banyak dikenal dan
bermutu baik 0,205 4 0,818 Balantrax menjadi salah satu pendiri kerajinan ukir kayu di sumedang dan telah dikenal luas secara kualitas baik lokal maupun luar negeri.
2. Pelanggan tetap ( Loyalitas pelanggan)
0,227 4 0,909 Pembeli lokal dan mancanegara sudah menjadi langganan sejak awal usaha ini didirikan.
3. Kredit lancar
0,182 3 0,545 Pembayaran pinjaman tepat waktu, Sehingga Balantrax tetap dipercaya untuk diberikan pinjaman.
4. Sudah memiliki outlet di luar kota
0,182 2 0,364 Perusahaan ini memiliki outlet di Bali dan telah beorientasi ekspor. 5. Warisan budaya
0,205 3 0,614 Menjadi salah satu warisan budaya tertua di tanah sunda karena telah turun-temurun keahlian seni ukir kayunya.
Total 1,000 3,250
Lampiran 12 Matriks kelemahan (IFE) UKM kerajinan ukir kayu Balantrax ArtshopHandycraft
Kelemahan 1Bobot 2Rating 3Skor Komentar
1. Manajemen perusahaan masih sederhana
0,200 4 0,800 Struktur organisasi belum disusun secara jelas. Seluruh posisi dalam struktur perusahaan merupakan keluarga dan kerabat terdekat.
2. Komunikasi bahasa pegawai perusahaan kurang
0,160 3 0,480 Pegawai tidak menguasai bahasa asing (Inggris), sehingga ekspor dilakukan melalui agen penyalur, sehingga tidak langsung melalui pembeli 3. Tidak memiliki pasokan kayu yang baik sebagai
sumber bahan baku 0,140 4 0,560 Bahan baku kayu diperoleh di toko bangunan setempat didaerah sekitar pengrajin.
4. Belum adanya visi dan misi yang jelas
0,140 2 0,280 Visi, misi dan tujuan perusahaan belum dibuatkan dalam satu file yang tertulis. Saat ini masih sebatas usaha turun temurun dari keluarga
5. Produk yang diproduksi belum memiliki
dokumentasi yang jelas 0,160 4 0,640 Perusahaan belum memiliki katalog produk beserta harga yang ditetapkan. Banyak konsumen yang meminta katalog produk.
6. Masih menggunakan peralatan yang
konvensional 0,200 3 0,600 Peralatan yang digunakan para pengrajin masih tradisional tidak menggunakan mesin
7. Kecukupan modal
0,180 4 0,720 pinjaman modal cepat sangat sulit sehingga apabila ada orger yang besar pengusaha tidak bisa mengcover seluruhkan
8. Umumnya produk yang ditawarkan produk
sekunder & kurang fungsional 0,150 2 0,300 Produk-produk yang ditawarkan umumnya untuk hiasan dan souvenir wisata
9. Desain kemasan
0,160 4 0,640 Desain kemasan masih sederhana dan terkadang kurang menarik 10. Tidak memiliki ciri khas pada kerajinannya
0,170 3 0,510 Kerajinan yang dibuat masih sebatas meniru motif ukiran dari luar daerah
Lampiran 13Matriks peluang (EFE) UKM kerajinan ukir kayu Balantrax ArtshopHandycraft
Peluang 1Bobot 2Rating 3Skor Komentar
1. Penggunakan alat mekanis dalam proses
produksi 0,099 3 0,296 Alat mekanis dapat berupa pengunaan mesin serut, mesin potong, mesin amplas dan alat pelabur.
2. Adanya permintaan produk dengan model
baru dari pelanggan berbagai daerah 0,127 4 0,507 Permintaan produk sesuai dengan model dan keinginan pelanggan
3. Pemberian dukungan dari pemerintah
kepada para pengusaha dan pengrajin 0,141 4 0,563
Dukungan pembinaan berupa teknik pengawetan, manajemen keuangan, dan pemasaran kerajinan kepada para pengrajin dan pengusaha.
4. Sistem informasi dan akses Internet
0,113 2 0,225 Penjualan online dan pembuatan website dapat meningkatkan promosi dan memudahkan para pembeli untuk berbelanja. 5. perkembangan pasar di luar daerah
0,113 4 0,451 Perkembangan pasar didaerah wisata saat ini makin berkembang seperti Bandung, Yogyakarta dan Bali. 6. Menghasilkan produk yang khas
0,127 3 0,380
Daerah sumedang dapat membuat produk kerajinan khas dengan bantuan pihak-pihak terkait seperti budayawan, seniman dan pemerintah.
7. Kawasan pendidikan yang strategis
0,085 2 0,169
Lokasi Sentra berdekatan dengan kawasan pendidikan sehingga bisa menjadi salah satu souvenir para keluarga pelajar yang di daerah.
8. Pinjaman kredit bagi UKM semakin
banyak 0,099 2 0,197
saat ini banyak bank yang mulai memberikan kredit di sekitar kawasan Sentra UKM seperti, BRI, BNI Bukopin, Bank Jabar dll.
9. Peluang mendapatkan sertifikasi produk
dan proses (ISO) 0,113 4 0,451
Sertifikasi dan standarisasi menjadi peluang bagi perusahaan dalam menembus pasar internasional yang memerlukan produk yang berkualitas .
Total 1,000 3,239
Lampiran 14 Matriks ancaman (EFE) UKM kerajinan ukir kayu Balantrax ArtshopHandycraft
Ancaman 1Bobot 2Rating 3Skor Komentar
1. Banyaknya pesaing yang memasuki bisnis ini. 0,136 4 0,545
Persaingan terjadi dengan kerajinan yang berasal dari daerah lokal seperti Jepara dan Subang, serta saat ini produk kerajinan dari mancanegara banyak yang lebih murah dipasaran.
2. Minat generasi penerus pengrajin yang
semakin berkurang 0,121 3 0,364
Keturunan para pengrajin lebih menginginkan pekerjaan yang lebih menjanjikan seperti pegawai pabrik
3. Ekonomi yang sedang lesu dan mengalami
penurunan 0,152 4 0,606
Semenjak terjadinya krisis moneter tahun 1997 ekonomi daerah semakin berkurang sehingga banyak pengusaha kerajinan yang gulung tikar (bangkrut)
4. Penghargaan terhadap produk seni dan budaya
kurang 0,106 4 0,424
Penghargaan terhadap karya seni di deaerah khususnya bahkan secara nasional pada umumnya masih kurang dan sedikit
5. Produk kurang aplikatif 0,106 2 0,212 Produk yang dihasilkan hanya berupa patung kerajinan saja sehingga menjadi prioritas terakhir pembeli
6. Teknologi yang lebih baik dan modern dari
para pesaing 0,121 3 0,364
Penggunaan teknologi para pesaing meningkatkan produktifitas sehingga dapat memproduksi dalam jumlah besar
7. Bank kurang tertarik pada industri kreatif 0,121 4 0,485
Bank masih sedikit berhati-hati dalam memberikan pinjaman kepada para pengusaha kerajinan ukir kayu sebak banyak yang melakukan tunggakan dan kredit macet.
8. Pasokan bahan baku sedikit dan mahal di
daerah sekitar pengrajin 0,106 3 0,318
Sumber bahan baku kayu di Kabupaten sumedang semakin sulit dan mahal
Total 1,000 3,318
Keterangan : 1Bobot dan 2Rating dari responden (pemilik perusahaan); 3Skor = perkalian bobot dan skor Keterangan: Hasil Penyusunan strategi SWOT
Lampiran 15 Matriks Hasil AHP
Strategi pengembangan Sentra Kerajinan Ukir Kayu Balantrax Artshop Handycraft (Kecamatan Jatinangor, Drs. Yuli Handaka )
Pairwise comparison among criteria Rata
Baris /Bobot
Pendapatan Pengrajin Teknologi Inovasi
Normalized Matrix Product Ratio λ maks CI CR(CI/RI)
Pendapatan 1 1/7 1/5 1/7 0.0500 0.0852 0.0278 0.0278 0.0477 0.1938 4.0628 4.2074 0.0691 0.0768
Pengrajin 7 1 5 3 0.3500 0.5966 0.6944 0.5833 0.5561 2.4299 4.3696
Teknologi 5 1/5 1 1 0.2500 0.1193 0.1389 0.1944 0.1757 0.7459 4.2463
Inovasi 7 1/3 1 1 0.3500 0.1989 0.1389 0.1944 0.2205 0.9154 4.1508
Pairwise comparison among Alternatif strategi on Pendapatan
Pendapatan Manajemen HTR Image SDM
Manajemen 1 5 1 3 0.3947 0.3846 0.4167 0.3158 0.3780 1.5288 4.0451 4.0490 0.0163 0.0181
HTR 1/5 1 1/5 1/2 0.0789 0.0769 0.0833 0.0526 0.0730 0.2939 4.0286
Image 1 5 1 5 0.3947 0.3846 0.4167 0.5263 0.4306 1.7659 4.1011
SDM 1/3 2 1/5 1 0.1316 0.1538 0.0833 0.1053 0.1185 0.4765 4.0211
Pairwise comparison among Alternatif strategi on Pengrajin
Pengrajin Manajemen HTR Image SDM
Manajemen 1 3 2 1 0.3529 0.5000 0.4000 0.2500 0.3757 1.5654 4.1663 4.1176 0.0392 0.0435
HTR 1/3 1 1 1 0.1176 0.1667 0.2000 0.2500 0.1836 0.7495 4.0828
Image 1/2 1 1 1 0.1765 0.1667 0.2000 0.2500 0.1983 0.8121 4.0958
SDM 1 1 1 1 0.3529 0.1667 0.2000 0.2500 0.2424 1.0000 4.1254
Pairwise comparison among Alternatif strategi on Teknologi
Teknologi Manajemen HTR Image SDM
Manajemen 1 1 3 3 0.3750 0.3125 0.2500 0.5625 0.3750 1.6042 4.2778 4.1868 0.0623 0.0692
HTR 1 1 5 1 0.3750 0.3125 0.4167 0.1875 0.3229 1.3333 4.1290
Image 1/3 1/5 1 1/3 0.1250 0.0625 0.0833 0.0625 0.0833 0.3458 4.1500
SDM 1/3 1 3 1 0.1250 0.3125 0.2500 0.1875 0.2188 0.9167 4.1905
Pairwise comparison among Alternatif strategi on Inovasi
Inovasi Manajemen HTR Image SDM
Manajemen 1 3 2 3 0.4615 0.5769 0.1538 0.5769 0.4423 2.0192 4.5652 4.5674 0.1891 0.2102
HTR 1/3 1 5 1 0.1538 0.1923 0.3846 0.1923 0.2308 1.0897 4.7222
Image 1/2 1/5 1 1/5 0.2308 0.0385 0.0769 0.0385 0.0962 0.4096 4.2600
SDM 1/3 1 5 1 0.1538 0.1923 0.3846 0.1923 0.2308 1.0897 4.7222
Determining best Alternatif strategi
matrix of scores overall scores
Pendapatan Pengrajin Mutu Teknologi
Manajemen 0.3780 0.3757 0.3750 0.4423 0.3904
HTR 0.0730 0.1836 0.3229 0.2308 0.2132
Image 0.4306 0.1983 0.0833 0.0962 0.1666
SDM 0.1185 0.2424 0.2188 0.2308 0.2298
28
Lampiran 15 ( Lanjutan) Matriks Hasil AHP
Strategi pengembangan Sentra Kerajinan Ukir Kayu Balantrax Artshop Handycraft (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Sumedang, Andi Agustiana, S.Pt.ME)
Pairwise comparison among criteria Rata Baris
/Bobot
Pendapatan Pengrajin Teknologi Inovasi Normalized Matrix Product Ratio λ maks CI CR(CI/RI)
Pendapatan 1 1/9 1/5 1/7 0.0455 0.0764 0.0217 0.0200 0.0409 0.1658 4.0540 4.2583 0.086099 0.095665
Pengrajin 9 1 7 5 0.4091 0.6878 0.7609 0.7000 0.6394 2.8930 4.5243
Teknologi 5 1/7 1 1 0.2273 0.0983 0.1087 0.1400 0.1436 0.6155 4.2877
Inovasi 7 1/5 1 1 0.3182 0.1376 0.1087 0.1400 0.1761 0.7339 4.1672
Pairwise comparison among Alternatif strategi on Pendapatan
Pendapatan Manajemen HTR Image SDM
Manajemen 1 3 1 1 0.3000 0.2500 0.3750 0.1923 0.2793 1.1734 4.2008 4.2646 0.088198 0.097997
HTR 1/3 1 1/3 1/5 0.1000 0.0833 0.1250 0.0385 0.0867 0.3567 4.1139
Image 1 3 1 3 0.3000 0.2500 0.3750 0.5769 0.3755 1.6904 4.5019
SDM 1 5 1/3 1 0.3000 0.4167 0.1250 0.1923 0.2585 1.0965 4.2418
Pairwise comparison among Alternatif strategi on Pengrajin
Pengrajin Manajemen HTR Image SDM
Manajemen 1 5 9 1 0.4327 0.3804 0.4091 0.4268 0.4123 1.9213 4.6604 4.5436 0.181189 0.201322
HTR 1/5 1 7 1/7 0.0865 0.0761 0.3182 0.0610 0.1354 0.6078 4.4876
Image 1/9 1/7 1 1/5 0.0481 0.0109 0.0455 0.0854 0.0474 0.1936 4.0801
SDM 1 7 5 1 0.4327 0.5326 0.2273 0.4268 0.4049 2.0024 4.9461
Pairwise comparison among Alternatif strategi on Teknologi
Teknologi Manajemen HTR Image SDM
Manajemen 1 3 7 5 0.5966 0.2143 0.7609 0.6944 0.5665 2.9189 5.1521 4.7555 0.251831 0.279813
HTR 1/3 1 1/5 1/5 0.1989 0.0714 0.0217 0.0278 0.0800 0.3395 4.2463
Image 1/7 5 1 1 0.0852 0.3571 0.1087 0.1389 0.1725 0.8342 4.8362
SDM 1/5 5 1 1 0.1193 0.3571 0.1087 0.1389 0.1810 0.8666 4.7874
Pairwise comparison among Alternatif strategi on Inovasi
Inovasi Manajemen HTR Image SDM
Manajemen 1 3 1 1 0.3000 0.2500 0.3000 0.3125 0.2906 1.1729 4.0358 4.0329 0.010957 0.012174
HTR 1/3 1 1/3 1/5 0.1000 0.0833 0.1000 0.0625 0.0865 0.3467 4.0096
Image 1 3 1 1 0.3000 0.2500 0.3000 0.3125 0.2906 1.1729 4.0358
SDM 1 5 1 1 0.3000 0.4167 0.3000 0.3125 0.3323 1.3458 4.0502
Determining best Alternatif strategi
matrix of scores overall
scores
Pendapatan Pengrajin Teknologi Inovasi
Manajemen 0.2793 0.4123 0.5665 0.2906 0.4076
HTR 0.0867 0.1354 0.0800 0.0865 0.1169
Image 0.3755 0.0474 0.1725 0.2906 0.1216
Lampiran 15 ( Lanjutan) Matriks Hasil AHP
Strategi pengembangan Sentra Kerajinan Ukir Kayu Balantrax Artshop Handycraft (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Sumedang, Sajidin, S.Hut, MT)
Pairwise comparison among criteria Rata
Baris /Bobot
Pendapatan Pengra
jin Teknologi Inovasi Normalized Matrix Product Ratio λ maks CI
CR(CI/RI)
Pendapatan 1 1/7 1/5 1/7 0.0500 0.0852 0.0278 0.0278 0.0477 0.1938 4.0628 4.2074 0.0691 0.0768
Pengrajin 7 1 5 3 0.3500 0.5966 0.6944 0.5833 0.5561 2.4299 4.3696
Teknologi 5 1/5 1 1 0.2500 0.1193 0.1389 0.1944 0.1757 0.7459 4.2463
Inovasi 7 1/3 1 1 0.3500 0.1989 0.1389 0.1944 0.2205 0.9154 4.1508
Pairwise comparison among Alternatif strategi on Pendapatan
Pendapatan Manajemen HTR Image SDM
Manajemen 1 5 1 3 0.3947 0.3571 0.4167 0.3214 0.3725 1.5376 4.1278 4.1173 0.0391 0.0435
HTR 1/5 1 1/5 1/3 0.0789 0.0714 0.0833 0.0357 0.0674 0.2718 4.0347
Image 1 5 1 5 0.3947 0.3571 0.4167 0.5357 0.4261 1.8058 4.2382
SDM 1/3 3 1/5 1 0.1316 0.2143 0.0833 0.1071 0.1341 0.5455 4.0685
Pairwise comparison among Alternatif strategi on Pengrajin
Pengrajin Manajemen HTR Image SDM
Manajemen 1 1/3 3 1/5 0.2206 0.0510 0.2143 0.1250 0.1527 0.5758 3.7703 4.2194 0.0731 0.0813
HTR 3 1 5 1/5 0.6618 0.1531 0.3571 0.1250 0.3242 1.2477 3.8481
Image 1/3 1/5 1 1/5 0.0735 0.0306 0.0714 0.1250 0.0751 0.2805 3.7326
SDM 1/5 5 5 1 0.0441 0.7653 0.3571 0.6250 0.4479 2.4754 5.5267
Pairwise comparison among Alternatif strategi on Teknologi
Teknologi Manajemen HTR Image SDM
Manajemen 1 5 3 5 0.5769 0.2778 0.5769 0.7000 0.5329 2.4672 4.6297 4.3636 0.1212 0.1347
HTR 1/5 1 1/5 1/7 0.1154 0.0556 0.0385 0.0200 0.0574 0.2339 4.0789
Image 1/3 5 1 1 0.1923 0.2778 0.1923 0.1400 0.2006 0.8741 4.3576
SDM 1/5 7 1 1 0.1154 0.3889 0.1923 0.1400 0.2091 0.9178 4.3882
Pairwise comparison among Alternatif strategi on Inovasi
Inovasi Manajemen HTR Image SDM
Manajemen 1 5 3 1 0.3947 0.3125 0.5769 0.3125 0.3992 1.7169 4.3011 4.1543 0.0514 0.0571
HTR 1/5 1 1/5 1/5 0.0789 0.0625 0.0385 0.0625 0.0606 0.2485 4.1002
Image 1/3 5 1 1 0.1316 0.3125 0.1923 0.3125 0.2372 0.9763 4.1156
SDM 1 5 1 1 0.3947 0.3125 0.1923 0.3125 0.3030 1.2424 4.1002
Determining best Alternatif strategi matrix of scores overall scores Pendapatan Pengra jin Teknologi Inovasi Manajemen 0.3725 0.1527 0.5329 0.3992 0.2843 HTR 0.0674 0.3242 0.0574 0.0606 0.2070 Image 0.4261 0.0751 0.2006 0.2372 0.1497 SDM 0.1341 0.4479 0.2091 0.3030 0.3590 29
30
Lampiran 15 ( Lanjutan) Matriks Hasil AHP
Strategi pengembangan Sentra Kerajinan Ukir Kayu Balantrax Artshop Handycraft (Dinas Kehutanan dan perkebunan Kota Sumedang, Roy Ruswita, S.Hut)
Pairwise comparison among criteria
Pendapatan Pengrajin Teknologi Inovasi
Normalized Matrix
Rata Baris
/Bobot Product Ratio λ maks CI CR=CI/RI
Pendapatan 1 1/3 1/5 1/3 0.0833 0.1316 0.0625 0.0455 0.0807 0.3451 4.2759 4.3735 0.1245 0.1384
Pengrajin 3 1 1 5 0.2500 0.3947 0.3125 0.6818 0.4098 1.9392 4.7326
Teknologi 5 1 1 1 0.4167 0.3947 0.3125 0.1364 0.3151 1.3229 4.1987
Inovasi 3 1/5 1 1 0.2500 0.0789 0.3125 0.1364 0.1945 0.8336 4.2870
Pairwise comparison among Alternatif strategi on Pendapatan
Pendapatan Manajemen HTR Image SDM
Manajemen 1 1/7 5 1 0.1087 0.0625 0.3125 0.3000 0.1959 0.8319 4.2461 4.5014 0.1671 0.1857
HTR 7 1 7 1 0.7609 0.4375 0.4375 0.3000 0.4840 2.5457 5.2600
Image 1/5 1/7 1 1/3 0.0217 0.0625 0.0625 0.1000 0.0617 0.2561 4.1525
SDM 1 1 3 1 0.1087 0.4375 0.1875 0.3000 0.2584 1.1234 4.3470
Pairwise comparison among Alternatif strategi on Pengrajin
Pengrajin Manajemen HTR Image SDM
Manajemen 1 1/5 5 1 0.1389 0.0789 0.3571 0.3000 0.2187 1.0101 4.6177 4.6307 0.2102 0.2336
HTR 5 1 3 1 0.6944 0.3947 0.2143 0.3000 0.4009 2.0404 5.0899
Image 1/5 1/3 1 1/3 0.0278 0.1316 0.0714 0.1000 0.0827 0.3593 4.3448
SDM 1 1 5 1 0.1389 0.3947 0.3571 0.3000 0.2977 1.3308 4.4703
Pairwise comparison among Alternatif strategi on Teknologi
Teknologi Manajemen HTR Image SDM
Manajemen 1 1/5 7 1 0.1400 0.0854 0.3500 0.3125 0.2220 0.9323 4.2004 4.2004 0.1201 0.1334
HTR 5 1 7 1 0.7000 0.4268 0.3500 0.3125 0.4473 2.1781 4.8690
Image 1/7 1/7 1 1/5 0.0200 0.0610 0.0500 0.0625 0.0484 0.2004 4.1442
SDM 1 1 5 1 0.1400 0.4268 0.2500 0.3125 0.2823 1.1935 4.2272
Pairwise comparison among Alternatif strategi on Inovasi
Inovasi Manajemen HTR Image SDM
Manajemen 1 1/3 5 1 0.1923 0.1250 0.3571 0.3125 0.2467 1.0509 4.2593 4.2625 0.0875 0.0972
HTR 3 1 3 1 0.5769 0.3750 0.2143 0.3125 0.3697 1.6422 4.4422
Image 1/5 1/3 1 1/5 0.0385 0.1250 0.0714 0.0625 0.0743 0.3088 4.1530
SDM 1 1 5 1 0.1923 0.3750 0.3571 0.3125 0.3092 1.2974 4.1954
Determining best Alternatif strategi
matrix of scores overall
scores
Pendapatan Pengrajin Mutu Inovasi
Manajemen 0.1959 0.2187 0.2220 0.2467 0.2234
HTR 0.4840 0.4009 0.4473 0.3697 0.4161
Image 0.0617 0.0827 0.0484 0.0743 0.0686
Lampiran 15 ( Lanjutan) Matriks Hasil AHP
Strategi pengembangan Sentra Kerajinan Ukir Kayu Balantrax Artshop Handycraft (Dinas Kehutanan dan perkebunan Kota Sumedang, Drs. Deni Rustiandiana, SP, Msi)
Pairwise comparison among criteria Rata Baris
/Bobot
Pendapatan Pengrajin Teknologi Inovasi Normalized Matrix Product Ratio λ maks CI CR(CI/RI)
Pendapatan 1 1/7 5 1/7 0.0658 0.0926 0.3125 0.0225 0.1234 0.5362 4.3466 4.9535 0.317844 0.35316
Pengrajin 7 1 5 5 0.4605 0.6481 0.3125 0.7883 0.5524 3.0372 5.4986
Teknologi 1/5 1/5 1 1/5 0.0132 0.1296 0.0625 0.0315 0.0592 0.2474 4.1781
Inovasi 7 1/5 5 1 0.4605 0.1296 0.3125 0.1577 0.2651 1.5350 5.7909
Pairwise comparison among Alternatif strategi on Pendapatan
Pendapatan Manajemen HTR Image SDM
Manajemen 1 1 1 1/3 0.1667 0.0833 0.3125 0.1316 0.1735 0.7293 4.2033 4.2651 0.088363 0.098181
HTR 1 1 1/5 1/5 0.1667 0.0833 0.0625 0.0789 0.0979 0.4171 4.2622
Image 1 5 1 1 0.1667 0.4167 0.3125 0.3947 0.3226 1.3914 4.3127
SDM 3 5 1 1 0.5000 0.4167 0.3125 0.3947 0.4060 1.7385 4.2822
Pairwise comparison among Alternatif strategi on Pengrajin
Pengrajin Manajemen HTR Image SDM
Manajemen 1 5 5 1 0.4167 0.4464 0.3125 0.4167 0.3981 1.8155 4.5607 4.3633 0.121104 0.13456
HTR 1/5 1 5 1/5 0.0833 0.0893 0.3125 0.0833 0.1421 0.6101 4.2932
Image 1/5 1/5 1 1/5 0.0833 0.0179 0.0625 0.0833 0.0618 0.2494 4.0386
SDM 1 5 5 1 0.4167 0.4464 0.3125 0.4167 0.3981 1.8155 4.5607
Pairwise comparison among Alternatif strategi on Teknologi
Teknologi Manajemen HTR Image SDM
Manajemen 1 1/5 1/3 1 0.1000 0.0625 0.1000 0.2500 0.1281 0.5671 4.4260 4.3362 0.112067 0.124519
HTR 5 1 1 1 0.5000 0.3125 0.3000 0.2500 0.3406 1.5125 4.4404
Image 1 1 1 1 0.1000 0.3125 0.3000 0.2500 0.2406 1.0000 4.1558
SDM 3 1 1 1 0.3000 0.3125 0.3000 0.2500 0.2906 1.2563 4.3226
Pairwise comparison among Alternatif strategi on Inovasi
Inovasi Manajemen HTR Image SDM
Manajemen 1 5 1 1 0.3125 0.3125 0.3125 0.3125 0.3125 1.2500 4.0000 4.0000 0 0
HTR 1/5 1 1/5 1/5 0.0625 0.0625 0.0625 0.0625 0.0625 0.2500 4.0000
Image 1 5 1 1 0.3125 0.3125 0.3125 0.3125 0.3125 1.2500 4.0000
SDM 1 5 1 1 0.3125 0.3125 0.3125 0.3125 0.3125 1.2500 4.0000
Determining best Alternatif strategi
matrix of scores overall
scores
Pendapatan Pengrajin Teknologi Inovasi
Manajemen 0.1735 0.3981 0.1281 0.3125 0.3317
HTR 0.0979 0.1421 0.3406 0.0625 0.1273
Image 0.3226 0.0618 0.2406 0.3125 0.1710
SDM 0.4060 0.3981 0.2906 0.3125 0.3700
Lampiran 15 ( Lanjutan) Matriks Hasil AHP
Strategi pengembangan Sentra Kerajinan Ukir Kayu Balantrax Artshop Handycraft (Perum Perhutani KPH Sumedang, Erwin Setiadi S.P)
Pairwise comparison among criteria
Rata Baris /Bobot
Pendapatan Pengrajin Teknologi Inovasi Normalized Matrix Product Ratio λ maks CI CR(CI/RI)
Pendapatan 1 1 1/9 1/7 0.0556 0.0556 0.0261 0.0900 0.0568 0.2270 3.9954 4.1728 0.057597 0.063997
Pengrajin 1 1 1/7 1/9 0.0556 0.0556 0.0336 0.0700 0.0537 0.2199 4.0971
Teknologi 9 7 1 1/3 0.5000 0.3889 0.2351 0.2100 0.3335 1.4058 4.2155
Inovasi 7 9 3 1 0.3889 0.5000 0.7052 0.6300 0.5560 2.4372 4.3833
Pairwise comparison among Alternatif strategi on Pendapatan
Pendapatan Manajemen HTR Image SDM
Manajemen 1 5 7 1 0.4268 0.6818 0.7609 0.1000 0.4924 2.8395 5.7669 5.5634 0.521146 0.579051
HTR 1/5 1 1 3 0.0854 0.1364 0.1087 0.3000 0.1576 0.9031 5.7302
Image 1/7 1 1 5 0.0610 0.1364 0.1087 0.5000 0.2015 1.1720 5.8160
SDM 1 1/3 1/5 1 0.4268 0.0455 0.0217 0.1000 0.1485 0.7337 4.9407
Pairwise comparison among Alternatif strategi on Pengrajin
Pengrajin Manajemen HTR Image SDM
Manajemen 1 1 5 1/2 0.2381 0.3125 0.3125 0.1852 0.2621 1.0627 4.0552 4.0605 0.020177 0.022418
HTR 1 1 5 1 0.2381 0.3125 0.3125 0.3704 0.3084 1.2467 4.0429
Image 1/5 1/5 1 1/5 0.0476 0.0625 0.0625 0.0741 0.0617 0.2493 4.0429
SDM 2 1 5 1 0.4762 0.3125 0.3125 0.3704 0.3679 1.5088 4.1011
Pairwise comparison among Alternatif strategi on Teknologi
Teknologi Manajemen HTR Image SDM
Manajemen 1 1 1 5 0.3125 0.1071 0.1935 0.4118 0.2562 1.9271 7.5208 7.3672 1.122398 1.247109
HTR 1 1 3 1/7 0.3125 0.1071 0.5806 0.0118 0.2530 1.3193 5.2142
Image 1 1/3 1 6 0.3125 0.0357 0.1935 0.4941 0.2590 1.9902 7.6851
SDM 1/5 7 1/6 1 0.0625 0.7500 0.0323 0.0824 0.2318 2.0973 9.0487
Pairwise comparison among Alternatif strategi on Inovasi
Inovasi Manajemen HTR Image SDM
Manajemen 1 3 1/5 1 0.1364 0.2143 0.0789 0.3182 0.1869 0.8252 4.4139 4.4311 0.143699 0.159665