[Balitbang Kehutanan] Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Banjarbaru. 2013. Silvofishery Sebagai Pilihan Strategi Rehabilitasi Mangrove. Banjarbaru (Id): Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan.
[BMKG] Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. 2018. Data Curah Hujan Pos Hujan Brandan Barat Kabupaten Langkat tahun 2018.
[KLHK] Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pada Konferensi Internasional Ekosistem Mangrove Berkelanjutan“International Conference On Sustainable Mangrove Ecosystems” Bali, 18 April 2017.
Afrizal H. 2009. Teknik Pemoltingan Kepiting (Scylla Sp.) Cangkang Lunak dan Penanganan Hasil Panen. Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta, 30-36 hlm.
Aslamyah S dan Fujaya Y. 2010. Stimulasi molting dan pertumbuhan kepiting bakau (Scylla sp.) melalui aplikasi pakan buatan berbahan dasar limbah pangan yang diperkaya dengan eks-trak bayam. Jurnal Ilmu Kelautan, 15(3): 170-178.
Badrudin. 2014. Budidaya Ikan Bandeng (Chanos Chanos) Pada Tambak Ramah Lingkungan. WWF-Indonesia. Jakarta Selatan.
Badrudin. 2014. Budidaya Udang Vannamei Tambak Semi Intensif Dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). WWF-Indonesia. Jakarta Selatan.
Barus. 2004. Pengantar Limnologi Studi Tentang Ekosistem Air Daratan.Universitas Sumatera Utara Press. Medan.
Basyuni M, Yani PAndHartini KS. 2018. Evaluation of mangrove management through community-based silvofishery in North Sumatra, Indonesia.Conference Series: Earth And Environmental Science. Vol. 122, No. 1, P. 012109. IOP Publishing.
BMKG. 2019. Pelayanan Jasa Informasi Klimatologi Data Curah Hujan Bulanan.
Sumatera Utara.
Cahyono B. 2009. Budidaya Biota Air Tawar. Kanisius. Yogyakarta.
Carlisle DB. 1953. Molting hormone in Leander (Crustacea Decapoda). Mar.
biol., Ass. United Kingdom, 32:95-289 pp.
Changbo Z, Shuanglin, Fang dan Guoqiang. 2004. Effects of Na/K ratio in seawater on growth and energy budget of juvenile Litopenaeus vannamei.
Aquaculture, 234: 485-496.
Department of Ocean Development. 1999. Fattening of spiny lobsterPanulirus homarus, P. versicolor and mud crab (Scylla serrata) using different pelletised and live feeds (mussels, clams, squids, trash fish and chicken waste) both in the main land and Islands Development, National Institute of Ocean Technology, Chennai,12: 235-238.
Desa P. 2019. Profil Desa Lubuk Kertang Kecamatan Brandan Barat Kabupaten Langkat Propinsi Sumatera Utara. Website: lubukkertang.sideka.id/profil/.
Djunaedi A. 2016. Pertumbuhan dan prosentase molting pada kepiting bakau (Scylla serrata Forsskäl,1775) dengan pemberian stimulasi molting berbeda. Jurnal Kelautan Tropis Maret 2016, 19(1):29–36.
Effendi H. 2003. Telaah Kualitas Air, Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Kanisius. Yogyakarta.
FAO Food and Agriculture Organization. 2007. „Mangrove di Dunia: 1980-2005‟
(dalam Bahasa Inggris). The World’s Mangrove: 1980-2005.Food and Agriculture Organization of The United Nations Forestry Paper. Roma (IT): Food and Agriculture Organization.
Fauzi A. 2004. Ekonomi Sumberdaya Alam dan Lingkungan: Teori dan Aplikasi.
PT.Gramedia Pustaka. Jakarta.
Fitriah E, Maryuningsih Y, Chandra E, Mulyani A. 2013. Studi analisis pengelolaan hutan mangrove kabupaten cirebon. Jurnal Scientiae Educatia 2(2) : 1-18.
Fujaya Y, Suryati, Nurcahyono, Alam. 2008. Titer ekdisteroid hemolimph dan ciri morfologi rajungan selama fase molting dan reproduksi. Jurnal Torani, 18(3) : 266-274.
Hadie W and Supriatna. 1986. Teknik Budidaya Bandeng. Bhratara Karya Aksara.
Jakarta
Hafni R. 2016. Analisis Dampak Rehabilitasi Hutan Mangrove terhadap Pendapatan Masyarakat Desa Lubuk Kertang Kabupaten Langkat. Jurnal Ekonomikawan 16 (2).
Harahab N. 2010. Penilaian Ekonomi Ekosistem Hutan Mangrove Dan Aplikasinya Dalam Perencanaan Wilayah Pesisir. Graham Ilmu.
Yogyakarta.
Hartnol RG. 2004. Growth in crustacea – twenty years on. Hidrobiologia Journal, 449(1-3): 111-122.
Heltonika dan Yurisman. 2010. Pengaruh kombinasi pakan terhadap pertumbuhan dan Kelulusan hidup larva ikan selais(Ompok hypophthalmus). Berkala Perikanan Terubuk, 38(2) : 80-94.
Kanna A. 2002. Budidaya Kepiting Bakau: Pembenihan dan Pembesaran.
Kanisius. Jakarta. 80hlm.
Keenan CP, Davie dan Mann. 1998. „A Revision of The Genus Scylla de Haan, 1833 (Crustacea : Decapoda : Brachyura : Portunidae)’, Raffles Bulletin of Zoology 46 : 217-245.
Khairiah, Wardoyo S dan Wahid P. 2012. Pengaruh mutilasi dan ablasi terhadap molting kepiting bakau (Scylla Serrata) sebagai kepiting lunak. Jurnal Sains Natural Universitas Nusa Bangsa. 2 (1) : 81-91.
Kitamura S, Chairil A, Amalyos C, Shigeyuki B. 1997. Buku Panduan Mangrove di Indonesia. International Society for Mangrove Ecosistems (ISME).Bali-Lombok.
Kordi dan Ghufran. 2009. Budidaya Perairan Buku Kedua. PT Citra Aditya Bakti.
Bandung. 483-573.
Kordi MGH. 2012. Ekosistem Mangrove: Potensi, Fungsi, Dan Pengelolaan. Rineka Cipta.Jakarta.
Krauss KW, Lovelock, McKee, Hoffman, Ewe,Sousa. 2008. Environmental drivers in mangrove establishment and early development: A Review.
Journal Aquatic Botany 89 : 105–127.
Kusmana C, Sri W, Iwan H, Prijanto P, Cahyo W, Tatang T, Adi T, Yunasfi, Hamzah. 2005. Teknik Rehabilitasi Mangrove. Fakultas Kehutanan. Bogor (Id): Institut Pertanian Bogor. Bogor.
La Sara, Ingles, Baldevarona, Aguilar, Laureta, Watanabe. 2002. Reproductive biology of mud crab Scylla serrata in Lawele Bay, Southeast Sulawesi, Indonesia. p. 88-95. In: Towards the integrated sustainable fisheries in Asia. Proceedings of the JSPS-DGHE. International Symposium on Fisheries Science in Tropical Area, 20-21 Agustus 2002, Bogor, Indonesia. TUF International JSPS Project, Tokyo University of Fisheries.
Japan.
Le Vay . 2001. Ecology dan management of mud crab Scylla spp. Asian Fisheries Science. Asian Fisheries Society, Manila. Philipines 14(2001): 101-111.
Tahmid M, Fahrudin A, dan Wardiatno Y. 2015. Kualitas habitat kepiting bakau (Scylla serrata) pada ekosistem mangrove Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau Habitat Quality Mud Crab (Scylla serrata) in Mangrove Ecosystem Of Bintan Bay, Bintan Distric, Riau Islands. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 7(2) : 535-551.
Martinuzzi S, Gould, Lugo dan Medina. 2009. Conversion and recovery of Puerto Rican mangroves: 200 Years of Change. Journal Forest Ecology and Management 257: 75–84.
Muna F. 2010. Keragaan Reproduksi Kepiting Bakau (Scylla spp.) Di Perairan Indonesia. Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Nash G, Poernomo A dan Nash MB. 1988. Baculovirus infection in brackishwater pond cultured Penaeus monodon fabricius in Indonesia. Aquaculture, 73(1–4): 1–6.
Nasution MS. 2015. Analisis Ekonomi Tambak Silvofishery Sebagai Upaya Pemanfaatan Ekosistem Mangrove Berkelanjutan (Studi Kasus: Desa Canang Kering, Medan). Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Nybakken JW. 1998. Biologi Laut Suatu Pendekatan Ekologis. Gramedia Pustaka Utama.Jakarta.
Parmadi E ,Dewiyanti I, Karina S. 2016. Indeks nilai penting vegetasi mangrove di kawasan kuala idi, Kabupaten Aceh Timur.Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah. 1(1) : 82-95
Rodlyan G, Cecep K dan Omo R. 2015.Komposisi jenis dan struktur hutan mangrove di Pulau Sebuku, Kalimantan Selatan, Species Composition and Mangrove Forest Structure in Pulau Sebuku, South Kalimantan. Jurnal Silvikultur Tropika. 1 (1) : Hal 15-26
Rusdi I dan Karim. 2006. Salinitas optimum bagi sintasan dan pertum- buhan crablet kepiting bakau (Scylla paramamosain). Journal. Sains &
Teknologi, 6(3):149-157.
Sasamu A, Mingkid W dan Monijung R. 2019. Identifikasi karakter morfometrik dan usaha penggemukan kepiting bakau (scylla spp.) di pulau para, kecamatan tatoareng, kabupaten kepulauan sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. Jurnal Ilmiah Platax. 7(1) : 1-7.
Serosero R. 2011. Karakteristik habitat kepiting bakau (scylla spp) di perairan pantai Desa Todowongi Kecamatan Jailolo Selatan Kabupaten Halmahera Barat. Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan (Agrikan Ummu-Ternate).
4(1) : 1-5.
Setyawan AD dan Winarno K. 2006. Pemanfaatan Langsung Ekosistem Mangrove di Jawa Tengah dan Penggunaan Lahan di Sekitarnya;
Kerusakan dan Upaya Restorasinya. Skripsi.Jurusan Biologi FMIPA Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta 57126.
Sofia LA. 2011. Kelayakan finansial usaha budidaya kepiting soka di lahan tambak (Studi kasus di Desa Pagatan Besar Kabupaten Tanah Laut.
Kalimantan Selatan). Jurnal Al’Ulum. 47 (1) : 29 – 35.
Sudradjat A. 2011. Teknologi Budidaya Ikan Bandeng. Badan Litbang. Jakarta.
Sukardjo S. 2000. Indonesia: Friendly Aquaculture. In Friendly Aquaculture: Proceedings Of The Workshop On Mangrove-Friendly Aquaculture Organized By The Seafdec Aquaculture Department, January 11-15, 1999, Iloilo City, Philippines (Pp. 105-140). Southeast Asian Fisheries Development Center, Aquaculture Department.
Sulistiono, Watanabe S dan Tsuchida S. 1994. Biology dan fisheries of crabs in Segara Anakan Lagoon. p. 65-76. In: Ecological assessment for management planning in Segara Anakan Lagoon, Cilacap, Central Java.
JSPS-DGHE Program. NODAI Center for International Program, Tokyo University of Agriculture. Japan.
Tricahyo E. 1994. Biologi Dan Kultur Udang Windu (Penaeus Monodon Fab).
Akademika Pressindo. Jakarta. 128 Hlm.
Usman A dan Rochmady. 2017. Pertumbuhan dan kelangsungan hidup pasca larva udang windu (Penaeus monodon Fabr.) melalui pemberian probiotik dengan dosis berbeda. jurnal Akuakultur, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
1(1) : 19-26.
Wibowo K dan Handayani T. 2006. Pelestarian hutan mangrove melalui pendekatan mina hutan (silvofishery). Jurnal Teknik Lingkungan. 7(3): 227 – 233.
Yuniarso T. 2006. Peningkatan Kelangsungan Hidup, Pertumbuhan, Dan Daya Tahan Udang Windu (Penaeus Monodon Fab.) Stadium Pl 7 – Pl 20 Setelah Pemberian Silase Artemia Yang Telah Diperkaya Dengan Silase Ikan. Skripsi. Universitas Sebelas Maret. Surakarta.