--- Mahasiswa dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia. (1976). Jakarta: Balai Pustaka.
Adrianto, E. W. (2010). Motivasi mahasiswa menggunakan jasa pekerja seks komersil. Skripsi (tidak diterbitkan). Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana, Fakultas Psikologi
Ahmadi, A., & Sholeh, M. (2005). Psikologi perkembangan. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Anjani, C., & Suryanto. (2006). Pola penyesuaian perkawinan pada periode awal. Insan Media Psikologi, 8(3), 198-210.
Badger, S. (2005). Ready or not? Perception of marriages readiness among emerging adults. Brigman Young University.
Denim, S. (2002). Menjadi peneliti kualitatif. Bandung: Pustaka Setia Dariyo, A. (2003). Psikologi perkembangan dewasa muda. Jakarta:
Erlangga
DeGenova, M. K., & Rice, F. P. (2005). Intimate, relationship, marriages and family (6th Ed). USA: McGraw Hill.
Dlori, M. M. (2005). Jika cinta di bawah nafsu. Yogyakarta: Prismasophie.
Drajat, Z. (1984). Psikologi perkembangan. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Duvall, E. M., & Miller, B. C. (1985). Marriage and family development. (9th Ed). NY: Harper & Row publishers.
Dyer, E.D. (1983). Courtship, marriage, and family: American style. Illionis: The Dorsey Press.
Fuhrmann, B. S. (1990). Adolesscence, adolescent. (2nd Ed). England: Foresman and Co.
Gerungan, W. A. (1996). Psikologi sosial. Bandung: Eresco
Gunarsa, S. D., & Gunarsa, Y. S. D. (1983). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia
Gunarsa, S. D. (1991) Psikologi untuk keluarga. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Hauck, P. (1995). Membina perkawinan bahagia. Jakarta: Penerbit Arcan
Haber, A., & Runyon, R. P. (1984). Psychology of adjustment. Illinois: the Dorsey Press
Hasmi, A dkk. (2003). Membantu remaja memahami dirinya. Jakarta: BKKBN.
Hendranata, L. (2004). Sang gadis dan permasalahannya. Kompas 8 Agustus 2004
Hendrarso, E. S. (2007). Penelitian kualitatif: Sebuah pengantar. Dalam Bagong Suyanto & Sutinah (Eds), Metode penelitian sosial: Berbagai alternatif pendekatan (hlm. 165-175). Jakarta: Kencana.
Hirning, J.L., & Hirning, A. L. (1956). Marriage adjustment. New York: American Book Company.
Hurlock, E.B. (1980). Psikologi perkembangan, suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (5th Ed). Jakarta: Erlangga.
--- (1990). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta: Erlangga
--- (2002). Psikologi perkembangan. (5th Ed). Jakarta: Erlangga. Husaeni. (2008). Depresi pada remaja putri yang hamil di luar nikah.
Skripsi (tidak diterbitkan). Jakarta: Universitas Gunadarma, Fakultas Psikologi.
Kartono, K. (1992). Psikologi wanita. Jilid 1. Bandung: Mandar Madju.
Khisbiyah, Y. (1994). Konsekuensi psikologis dan sosial ekonomi kehamilan tak dikehendaki pada remaja. Populasi, 5(2). 74-78 Landis, J., & Landis, M. G. (1963). Building a succesfull marriage.
Engelwood Cliff: Prentice Hall
Lazarus, R. S. (1992). Personality and adjustment. New York: Prentice Hall-INC, Eglewood Cliffic.
Mace, D. R. (1958). Success in marriage. New York: Abingdon Press.
Manser, M. H. (1995). Oxford learner’s pocket dictionary. New Edition. Oxford: Oxford University Press.
Mappiare, A. (1982). Psikologi remaja. Surabaya: Usaha Nasional Martin., & Osborne. (1989). The behavior crowd: Psychological
study. New York: Harper
Mashud, M. (2007). Teknik wawancara. Dalam Bagong Suyanto & Sutinah (Eds), Metode penelitian sosial: Berbagai alternatif pendekatan (hlm. 69-80). Jakarta: Kencana.
Moleong. (2007). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT. Remadja Karya
Monks, F.J., Knoers, A.M.P., & Haditono, S.R. (2002). Psikologi perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nugraheni, C. (2005). Penyesuaian diri remaja putri yang menikah akibat hamil pranikah dan faktor-faktor yang melatarbelakangi. Skripsi (tidak diterbitkan). Salatiga: Universitas Kristen Satya
Wacana, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. (1998). Human development (7th Ed). Boston: MacGraw Hill Co.
Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2001). Human development (8th Ed). Boston: McGraw Hill
Patilima. (2005). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta. Poerwandari, E. K. (2007). Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku manusia (3rd Ed). Jakarta: LPSP3 Universitas Indonesia. Purnomo, H.B. (1994). Pondok mertua indah: Suatu tinjauan
psikologis hubungan menantu-mertua. Bandung: Mandar Madju. Puspitasari, F. (2006). Perkawinan usia muda: Faktor-faktor
pendorong dan dampaknya terhadap pola asuh keluarga (Studi kasus di desa Mandalagiri Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya). Skripsi (tidak diterbitkan). Semarang: Universitas Negeri Semarang, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial.
Rice, F. P. (1975). The adolescent: developmental, relationship and culture. (4th Ed). USA: Allyn & Bacon, INC.
Sadarjoen, S. S. (2005). Konflik marital: pemahaman konseptual, aktual dan alternatif solusinya. Bandung: PT. Refika Aditama. Sarwono, S. W. (2002). Psikologi remaja. Jakarta: PT Raja Grafindo
Persada
Smith, J. A. (2009). Psikologi kualitatif: Panduan praktis metode riset. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Soemiyati. (1999). Hukum perkawinan islam dan undang-undang perkawinan. Yogyakarta: Liberty.
Srijauhari, M. (2008). Konflik pasutri yang menikah karena hamil di luar nikah (Studi kasus pernikahan dini di desa Wonoanti, Gandusari, Kabupaten Trenggalek). Skripsi (tidak diterbitkan). Malang: Universitas Islam Negeri Malang, Jurusan Psikologi, Fakultas Psikologi.
Sudarsono. (1991). Hukum perkawinan nasional. Jakarta: PT. Melton Putra.
Sugiyono. (2010). Memahami penelitian kualitatif. Banding: CV Alfabeta
Tadjuddin, A. K. (2010). Hubungan penyesuaian kematangan emosi dengan penyesuaian diri pada masa pernikahan awal. Skripsi (tidak diterbitkan). Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta, Fakultas Psikologi.
Tim Pengembangan MKDK IKIP Semarang. (1989). Psikologi perkembangan. Semarang: Tim Pengadaan Buku Pelajaran IKIP Semarang.
Trimingga, D. A. Y. (2006). Penyesuaian diri pada pasangan suami istri usia remaja yang hamil sebelum menikah: Studi kasus. Skripsi (tidak diterbitkan). Jakarta: Universitas Gunadarma, Fakultas Psikologi.
Wahyurini, C., & Mashum, Y. (2004). Hamil “tanpa sengaja”. Kompas 23 April 2004
Walgito, B. (2004). Bimbingan dan konseling perkawinan. Yogyakarta: Andi Offset.
Yusuf, S. (2000). Psikologi perkembangan anak dan remaja. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Zuryati., Suryani., & Yosep. (2006). Sikap mahasiswa terhadap seks bebas di lingkungan tempat kos kawasan pendidikan Jatinangor. Jurnal Kesehatan, 8(15), Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Padjajaran, Bandung.
Dari internet :
Boden, J. S., Fischer, J. L., Niehuis, S. (2009). Predicting Marital Adjustment from Young Adults’ Initial Levels and Changes in Emotional Intimacy over Time : a 25-Year Longitudinal Study.
Diunduh pada 26 Oktober, 2011 dari
http://web.ebscohost.com/ehost/detail?vid=4&hid=111&sid=1cd1 43691b994b8a9e26b3dfbcec5de5%40sessionmgr104&bdata=JnN dGU9ZWhvc3QtbGl2ZQ%3d%3d#db=pbh&AN=5257558
MBA= Married By Accident. (n.d.). Diunduh pada 29 Maret, 2011, dari http://4jipurnomo.wordpress.com/mba-married-by-accindent/ Harahap, S. (2010, 8 Juli). Remaja Indonesia Rentan Berperilaku
Tidak Sehat. Waspada News. Diunduh pada 28 Maret, 2011, dari http://waspadamedan.
com/index.php?option=com_content&view=article&id=3430:bsm
-adakan-sosialisasi-produk-deposito-berbagi&catid=35:medan&Itemid=104
Jaringan Epidemologi Nasional. (2009). Modul Fasilitasi Kesehatan Reproduksi dan Seksual Mahasiswa di Perguruan Tinggi. Diunduh pada 26 Oktober, 2011 dari http://jen-ien.net/wp-content/uploads/2009/10/PRA.pdf