• Tidak ada hasil yang ditemukan

Adimiharja, A. 2008. Teknologi dan Strategi Konservasi Tanah dalam Kerangka Revitalisasi Pertanian. Pengembangan Inovasi Pertanian. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. VOL.2(1): 105 – 124

Adnyana, I.W.S. 2009. Peranan Konservasi Tanah dan Air Pada Pengelolaan Daerah aliran Sungai. Orasi Ilmiah. Pidato Pengukuhan Guru Besar Tetap dalam Bidang Konservasi Tanah dan Air pada Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Udayana. Denpasar.

Adnyana, I.W.S. 2011.Perubahan Penggunaan Lahan di Kawasan Bedugul dalam:

Adnyana. I.W.S.. Arthana. I.W.. As-Syakur. A.R.. editor. Perubahan Penggunaan Lahan dan Daya Dukung Lingkungan. Udayana University Press. 1-10. Denpasar.

Arsyad, S. 2006. Konservasi Tanah dan Air. Cetakan Kedua. Institut PertanianBogor Press. Darmaga. Bogor.

Asdak, C. 2007. Hydrologi and Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Cetakan Ketiga. Gajah Mada University Press. Jogyakarta.

Chein-I, C. and H. Ren. 2000. An Experiment-Based Quantitative and Comparative Analysis of Target Detection and Image Classification Algorithms for Hyperspectral Imagery. IEEE Trans. on Geoscience and Remote Sensing.

Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Citarum Ciliwung [BPDAS]. 2011.

Karakteristik Daerah Aliran Sungai Cisadane. Laporan. Bogor.

Departemen Kehutanan Republik Indonesia. 2009(a). Peraturan Menteri Kehutanan No. P. 39/Menhut-II/2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Terpadu. Jakarta.

Departemen Kehutanan Republik Indonesia. 2009(b). No. SK. 328/MENHUT-II/2009. Tentang Penetapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Prioritas Dalam Rangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Tahun 2010-2014. Jakarta

Dewan Riset Nasional. 1994. Kebutuhan Riset dan Koordinasi Pengelolaan Sumberdaya Air di Indonesia. DRN. Jakarta.

65

Feri, T. 2007. Analisis Perubahan Lahan dan Keterkaitannya Dengan Fluktuasi Debit Sungai di Sub-Das Antokan Propinsi Sumatera Barat. Thesis. SPS-IPB. Bogor.

Haridjaja, O., K. Murtilaksono, Sudarno dan L.M. Rachman. 1990. Hidrologi Pertanian Bogor: Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Bogor

Harimurti. 1999. Interpretasi Visual Foto Udara Digital pada Layar Monitor.

Skripsi. Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Harto, S.1993. Analisis Hidrologi. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Kartiwa, B. Runtunuwu, E. Adi, S.H., Heryani. N, dan Sutrisno, N. 2005. Sistem Informasi Hidrologi untuk Pengelolaan Sumber Daya Air DAS Citarum dalam Pasandaran, E., Pawitan, H. and Amien, I. eds.: Sistem Informasi Sumberdaya Iklimdan Air, Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, Bogor, 121-140.

Lillesand, TM. and Kiefer FW. 1993. Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra.

Alih bahasa. R. Dubahri. GadjahMada University Press. Yogyakarta

Lo, K.F.A. 1995. Erosion Assessment of Large Watersheds in Taiwan. Journal of Soil and Water Conservation. 50 (2): 180-183.

Manan, S. 1979. Pengaruh Hutan dan Manajemen Daerah Aliran Sungai. Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor. Indonesia.

Noordewijk, M. V., Agus. F., Suprayogo. D., Hairiah. K., Pasya. G., Verbist. B., Farida. 2004. Peranan Agroforestry dalam Fungsi Hidrologi Derah Aliran Sungai (DAS) dalam Fahmuddin. A.. Noordewijk. M.V.. Rahayu. S.. editor.

Dampak Hidrologis Hutan. Agroforestri. dan Lahan Kering Sebagai Dasar Pemberian Imbalan Kepada Penghasil Jasa Lingkungan di Indonesia.

Prosiding Lokakarya di Padang/ Singkarak. Sumatera Barat. Indonesia.

2004. ICRAF-SEA. Bogor. Indonesia.. 23-38.

Pawitan, H. 1999. Land Use Changes and Their Impacts on Watershed Hydrology. Lembaga Penelitian IPB. Bogor.

Pawitan, H. 2004. Perubahan Penggunaan Lahan dan Pengaruhnya Terhadap Hidrologi Daerah Aliran Sungai. Prosiding. Seminar Multi Fungsi dan Konservasi Sumberdaya Alam. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat.

Prasetyo, LB.,and Y. Setiawan. 2006. Land Use dan Land Cover Change Gunung Halimun-Salak National Park 1989-2004. JICA and Ministry of Forestry Indonesia: Management Plan Project.

66

Sandy, I Made. 1982. DAS. Ekosistem. Penggunaan Tanah. Proceedings Lokakarya Pengelolaan Terpadu DAS di Indonesia. Fakultas Kehutanan IPB. Bogor.

Singh, V.P. and A.W. David. 2002. Mathematical Modeling of Watershed Hydrology. Journal of Hydrology Engineering. American Society Civil Engineering. p270-292.

Sinukaban, N. 1997. Penggunaan model WEPP untuk memprediksi erosi. Dalam Collate Information and Analyzed Assessment Effect on Land Use on Soil Erosion. Pusat Penelitian Hutan. (Tidak dipublikasi).

Sudadi, S. D.P.T., Baskoro.K., Munibah. B., Barus dan Darmawan. 1991. Kajian Pengaruh Penggunaan Lahan Terhadap Aliran Sungai dan Penurunan Kualitas Lahan di Sub-DAS Ciliwung Hulu dengan Pendekatan Model Simulasi Hidrologi. Laporan Penelitian. Jurusan Tanah. Fakultas Pertanian IPB. Bogor.

Sumawiganda, S. 1992. Analisis Hydrologi: Komtemporer dan “The State of The Art”. Tahun Perkembangan Hidrologi di Indonesia. LIPI dan Puslit Pengairan-PU.

U.S. Army Corps of Engineers. Hydrologic Engineering Center. 2009. HEC-HMS. Hydrologic Modeling Sistem. User’s Manual Version 3.5. Davis.

California.

U.S. Army Corps of Engineers (US ACE). Hydrologic Engineering Center. 2010.

HEC-GeoHMS. Geo-Spatial Hydrology Model Extension. User’s Manual Version 4.2. Davis. California.

USEPA. 2001. Our Built and Natural Environments: A Technical Review of the Interactions between Land Use. Transportation. and Environmental Quality 2001 p. 4.

USGS (United States Geological Survey). 2010. Summary of Water Cycle.

http://ga.water.usgs.gov/edu/watercycle.html. [September 12nd. 2011].

Viessman, W.. G.L. Lewis. and J.W. Knapp. 1989. Introduction to Hydrology.

Third Edition. Harper and Row. New York.

67

LAMPIRAN

68

LAMPIRAN

Lampiran 1. Data Curah Hujan. Simulasi dan Kalibrasi

Tanggal Empang Pasirjaya Citeko Q obs Qsim Qcal

69

70

71

72

73

74

75

76

77

Lampiran 2. Perbandingan statistik antara debit simulasi dan dan debit pengukuran 1 Januari 2010 - 31 Desesember 2010

Lampiran 3. Perbandingan statistik antara debit simulasi dan dan debit pengukuran 20 Februari 2010 - 29 Agustus 2010

y = 0,8868x + 8,0191

78

Lampiran 4. Perbandingan statistik antara debit pengukuran dan debit kalibrasi 1 Jan 2010 - 31 Des 2010

Lampiran 5. Perbandingan statistik antara debit simulasi dan dan debit pengukuran 1 Jan 2010 - 30 Apr 2010

y = 0,822x + 5,2991

Q obervasi (mm) Q observasi (mm)

79

Lampiran 6. Perbandingan statistik antara debit pengukuran dan debit kalibrasi 1 Jan 2010 - 30 Apr 2010

Lampiran 7. Perbandingan statistik antara debit simulasi dan dan debit pengukuran 20 Feb 2010 – 29 Agus 2010

80

Lampiran 8. Hasil tumpang susun peta Batas subDAS hasil pengolahan HEC-GeoHMS dengan wilayah Administrasi pada DAS Cisadane hulu

Lampiran9. Data sebaran subDAS hasi; pengolahan HEC-GeoHMS pada kecamatan di wilayah DAS Cisadane Hulu

No NAMA NAMA_KEC Ha

1 2 3 5

0 W280 Kota Bogor Selatan 302,9

0,0

1 W300 Kota Bogor Selatan 163,4

0,0

2 W310 Cijeruk 1093,5

2 W310 Ciomas 88,2

2 W310 Kota Bogor Selatan 982,4

2 W310 Taman Sari 80,6

2244,6

81

82

Lampiran 10. Peta penggunaan lahan tahun 2010 pada subDAS hasil proses HEC-GeoHMS

Lampiran 11. Luas Penggunaan Lahan Pada Setiap Subdas dalam DAS Cisadane Hulu

No Nama / Lokasi Total Luas (Ha)

1 2 3 4

1 Air Tawar 1,4 W280

2 Belukar/Semak 1,0 W280

6 Kebun/Perkebunan 0,9 W280

7 Pemukiman 45,5 W280

8 Rumput/Tanah Kosong 0,8 W280

11 Tegalan/Ladang 2,2 W280

Jumlah 51,9

1 Air Tawar 0,0 W300

2 Belukar/Semak 0,0 W300

6 Kebun/Perkebunan 22,7 W300

7 Pemukiman 96,3 W300

8 Rumput/Tanah Kosong 9,9 W300

9 Sawah Irigasi 12,5 W300

11 Tegalan/Ladang 4,7 W300

Jumlah 146,1

1 Air Tawar 0,4 W310

83

2 Belukar/Semak 214,0 W310

4 Gedung 0,5 W310

5 Hutan 236,5 W310

6 Kebun/Perkebunan 306,4 W310

7 Pemukiman 450,0 W310

6 Kebun/Perkebunan 279,2 W340

7 Pemukiman 438,6 W340

6 Kebun/Perkebunan 608,4 W350

7 Pemukiman 421,8 W350

84

6 Kebun/Perkebunan 665,5 W400

7 Pemukiman 412,7 W400

6 Kebun/Perkebunan 180,4 W410

7 Pemukiman 185,4 W410

6 Kebun/Perkebunan 233,9 W420

7 Pemukiman 359,0 W420

6 Kebun/Perkebunan 110,6 W430

7 Pemukiman 60,3 W430

85

2 Belukar/Semak 112,7 W460

5 Hutan 138,1 W460

6 Kebun/Perkebunan 202,9 W460

7 Pemukiman 112,0 W460

6 Kebun/Perkebunan 294,2 W480

7 Pemukiman 311,4 W480

86

6 Kebun/Perkebunan 187,4 W500

7 Pemukiman 141,4 W500

6 Kebun/Perkebunan 275,4 W510

7 Pemukiman 109,3 W510

Dokumen terkait