• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III TINJAUAN UMUM TERHADAP PT. FIF SYARIAH

DAFTAR PUSTAKA

Assauri, Sofyan Manajemen Pemasaran Dasar, Konsep dan Strategi, Cet Ke-6, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada 1999.

Agustianto, Karekteristik dan Keistimewaan Asuransi Islam, artikel ini diakses pada tanggal 25 November 2009 dari www.agustianto.niriah.com

Bayu, Promosi Efektif (1) artikel ini diaksses pada tanggal 12 Februari 2010 dari

Http://lifeschool.wordpress.com/2008/11/03/promosi-efektif-i/.

Didin Hafidhuddin & Rikza Maulan Lc MA, “Fungsi & Peran DPS dalam Lembaga Keuangan Syariah”, artikel diakses pada tanggal 15 juni 2010 dari

http://takaful.com/index.php/publisher/articleview/action/view/frmArticleID/68

Esei Khotibul Umam, “Aspek Hukum Lembaga Keuangan & Lembaga Pembiayaan Berdasarkan Prinsip Syariah di Indonesia”, artikel ini diakses pada tanggal 17 November 2009 dari www.sharialearn.wikidot.com

Edukasi Profesional Syariah, Briefcase Book, Dasar dan Strategi Pemasaran Syariah, Cet. Pertama Jakarta: Renaisan, 2005.

FIF buka layanan syariah diseluruh cabang, artikel ini diakses pada tanggal 25 November 2009 dari Http://www.fifsyariah.com

Gymnastiar, KH. Abdullah dan Kertajaya Hermawan, Berbisnin Dengan Hati,

Jakarta: Markplus & CO, 2004.

Kasmir, Pemasaran Bank, Cet. Ke-1. Jakarta: Kencana, 2004.

Karim, Adiwarman. Islamic Microeconomics, Edisi. Ke-1, Jakarta: Muamalat Institute, 2001.

Khatibat Tamimi, Izzudin. Bisnis Islam. Terjemahan. Azwir Buton dan Anwar Faisal, Jakarta: PT. Fikahan Aveska. 1992.

Kotler, Philip dan Amstrong, Gary, Prinsip-Prinsip Pemasaran, Edisi ke-3 Jakarta : Erlangga, 1997.

Kotler, Philip dan Amstrong, Gary, Dasar-Dasar Pemasaran. Penerjemah Alexander Sindoro, Edisi ke-9Jakarta : PT Indeks, 2004.

KartaJaya, Hermawan dan Sula, M. Syakir Syariah Marketing. Cet ke-3. Bandung : Mizan, 2006.

Lamb, Charles W, Jr, et al., Pemasaran, Edisi ke-1, Jakarta: Salemba Empat, 2001. Purnama, Lingga C. M. Strategic Marketing Plan : Panduan Lengkap dan Praktis

Menyusun Rencana Pemasaran yang Strategis dan Efektif, Jakarta : Gramedia Pustaka Utama, 2002.

Penyusun Tim, Pedoman Penulisan Skripsi, Fakultas Syariah dan Hukum Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2007.

“Pengertian Lembaga Keuangan Syariah”, artikel diakses pada tanggal 15 juni 2010 dari http://ocw.gunadarma.ac.id/course/economics/management-s1/ekonomi-syariah/sejarah-bank-syariah

Prof.Dr.Abdullah al-Mushlih & Prof.Dr.Shalah ash-Shawi, “Larangan Memperdagangkan Barang Haram”, artikel diakses pada tanggal 15 juni 2010 dari http://www.alsofwah.or.id/cetakekonomi.php?id=69&idjudul=67.

Swastha, Basu, dan Sakoijo Ibnu , Pengantar Bisnis Modern. Yogyakarta: Liberty Edisi. Ke-3.

Swastha, Basu Azas-Azas Marketing, Yogyakarta: Liberty, 1983.

Sugiarto, Slamet “Strategi PT. FIF – Divisi Syariah Dalam Pembiayaan Kendaraan Bermotor” Skripsi S1 Fakultas Syariah dan Hukum Jurusan Perbankan Syariah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2007.

Syarifudin, Amir, Garis-Garis Besar Fiqih, Edisi, Ke-3, Jakarta: Prenada Media, 2003.

Tjiptono, Fandy, Strategi Pemasaran, Yogyakarta : Andi Press, 2004, Cet. Ke-5. Teguh, Hendra, dan A Rusli, Ronny, Manajemen Pemasaran : Analisis,

Perencanaan, Implementasi dan Kontrol, Jakarta : PT. Prenhallindo, 1997.

Usaha pembiayaan syariah bakal lebih marak, artikel ini diakses pada tanggal 12 November 2009 dari www.cybersabili.com

Wawancara Pribadi dengan Hary Dewandono. Bisnis Deplopment. Sunter Jakarta Utara. 12 Januari 2010.

Yustanto, M Ismail dan Widjaya Kusuma, Karebet, Manajemen Strategis Prespektif Syariah, Jakarta: Khairul Bayan, 2003.

Jawab: Bersosialisasi ke cabang-cabang yang terdapat di seluruh desa, memberikan pemahaman terhadap para karyawannya tentang mengenai pembiayaan syariah, baik dari segi akad, produk, transaksinya dan lain-lain. Dan karyawannya pun akan menjelaskan kepada para nasabah, terdapat dua pelayanan baik melalui pelayanan pembiyaaan syariah maupun konvesional. Dan keputusan berada di tangan nasabah, nasabah lah yang berhak memilih, karena tidak ada unsur pemaksaan.

2. bagaimana konsep dan mekanisme operasional di FIF Syariah?

Jawab: Konsep yang di gunakan FIF Syariah yaitu dengan konsep office channeling dengan dukungan infrastruktur TI, menggunakan orang-orang TI yang sama Tetapi, pembukuan berbeda dan sistem kalkulasi akuntingnya juga berbeda. Sehingga, dalam layanannya, kita memiliki layanan pembiayaan konvesional dan syariah, yang secara esensial berbeda dan terpisah. Dan untuk mekanisme operasional tidak berbeda jauh dengan pembiayaan konvesional, nanti akan diberikan contohnya.

3. Produk apa yang yang paling diminati oleh nasabah dan apa alasannya?

Jawab: Secara profesional nasabah lebih cenderung memilih produk motor baru, Produk yang dominan lebih banyak diminati oleh konsumen yaitu Motor Baru (New Motorcycle).

Jawab: Tidak ada kriteria tertentu untuk para calon nasabah, karena untuk semua golongan, tidak membedakan agama, suku, ras dan lain-lain.

5. Dalam hal strategi pemasaran bagaimana dengan 4P (produk, harga, promosi, distribusi) yang difokuskan?

Jawab:

Produk : Produk yang dikeluarkan oleh PT. FIF Syariah yaitu masih satu group dengan PT. Astra Honda Motor (AHM). FIF Syariah mengkhususkan diri pada motor merk Honda, dan merupakan lembaga pembiayaan resmi sepeda motor Honda.

Harga : Dalam perusahaan pembiayaan, kualitas, kemudahan, kenyamanan dan pelayanan adalah hal yang terpenting untuk meningkatkan pangsa pasar. Serta dengan harga yang kompetitif, pantas dan terjangkau oleh semua kalangan.

Promosi : Promosi yang dilakukan oleh FIF Syariah untuk mensosialisasikan produknya sama dengan perusahaan pembiyaan pada umumnya yaitu dengan cara: a. ATL alias Above The Line. Promosi yang menggunakan medium berprofil tinggi

seperti media massa termasuk televisi. Biasanya menggunakan jasa agency periklanan. Mampu menjangkau khalayak sasaran dalam jumlah massif.

a. BTL alias Below The Line. Promosi dengan medium berprofil rendah. Dapat dikerjakan sendiri. Daya jangkau khalayak sebatas jumlah yang dibuat dan tidak seluas ATL. Seperti melalui spanduk dan Koran.

Distribusi : PT. FIF Syariah selalu lebih mementingkan dan mengutamakan pelayanan dan kepuasan nasabahnya dengan menetapkan strategi distribusinya untuk

Honda, tetapi sudah terdapat pembiayaan FIF Syariah.

6. Bagaimana segmentasi, targeting dan positioning di PT. FIF Syariah?

Jawab : Perusahaan PT. FIF Syariah dalam STP (Segmentasi, Targeting, Positioning) membuka semua segmen, tergantung dalam kondisi apa yang terjadi, mengikuti trend masa kini dan potensi yang bagus, misalkan hari guru, maka segmen guru “Untukmu Guru Bangsa”. Hari kemerdekaan maka segmen pemuda “Untukmu Patriot Bangsa”. 7. Bonus apa saja yang terdapat di FIF Syariah?

Jawab : Bonus yang diberikan oleh perusahaan PT. FIF Syariah untuk para nasabahnya yaitu:

a. Pelunasan di muka jatuh tempo, maka asuransi di cover

b. Pelunasan di muka jatuh tempo, maka tidak di kenakan administrasi. c. Produk awet dengan suku cadang terjamin melalui AHASS

8. Strategi apa yang dilakukan FIF Syariah dalam merebut persaingan pangsa pasar? Jawab : Strategi yang dilakukan PT. FIF Syariah dalam merebut persaingan pasar yaitu dengan:

a. Service

Memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin dengan adanya bengkel-bengkel dari AHASS. Dan AHASS merupakan andalan AHM dalam memuaskan konsumen, Perawatan dan image Honda selalu di atas pasaran

Menjadi pencentus/pelopor program baru, Produk memiliki fitur canggih dan bervariatif untuk pasar lokal, Menonjolkan image sebagai motor paling hemat dikelasnya.

c. Teknologi dalam tingkat kemacetan sangat rendah

Setiap pemesanan motor Honda di daerah terpencil/pelosok, konsumen tidak perlu menunggu berhari-hari. Itu semua merupakan pelayanan cepat yang diberikan oleh perusahaan agar konsumen tidak menunggu begitu lama.

9. Apa perbedaan pembiayaan FIF Syariah dengan FIF Konvesional? Jawab:

a. Akad kredit jelas dan sesuai syariah

b. Semua DP mengurangi harga cash motor, sehingga cicilan lebih murah

c. Margin keuntungan yang terdapat di FIF Syariah yaitu harga jual + margin yang diinginkan. Itu pun setelah adanya kesepakatan (suka rela) antara kedua belah pihak.

d. Tidak ada bunga telat bayar perhari (bila dikonvesional dikenakan bunga 0,3% - 0,5% perhari), sedangkan di FIF Syariah hanya dikenakan infaq perharinya untuk fakir miskin atau kegiatan sosial lainnya. Hal tersebut ditegakkan untuk kedisplinan nasabah.

e. Nasabah akan mendapat nisbah dari premi asurans bila tidak pernah melakukan klaim asuransi sampai pelunasan angsuran motor. Pembagian nisbah premi antara pihak asuransi dengan nasabah adalah 50%:50%.

g. Bila nasabah tidak kuat bayar selama 2 bulan maka motor ditarik dengan cara kekeluargaan dan motor tersebut dilelang , yang bilamana ada sisanya akan dikembalikan uangnya kepada nasabah setelah dipotong sisa hutang.

h. Cara FIF Syariah kekeluargaan sehingga nasabah dapat tidur nyenyak, nyaman, dan tentram serta berlimpah keberkahan dan nasabah tidak dibayang-bayangi didatangi oleh “algojo-algojo seram” bila nasabah telat bayar cicilan.

i. Sistem pembiayaan FIF Syariah telah dirancang oleh Dewan Pengawas Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia.

10.Tanggapan apa yang dilakukan FIF Syariah ketika produk yang sudah diterima nasabah mengalami kerusakan atau cacat?

Jawab: Apabila produk/barang mengalami kerusakan atau cacat, maka FIF Syariah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kerusakan yang terjadi, masa waktu untukmenggantikan barangnya yaitu tergantung kerusakan yang terjadi, bila barang tersebut ada stoknya di perusahaan, maka hari itu juga diantar ke nasabah sebagai pengganti dari barangnya yang rusak. Jika barangnya mengalami kerusakan yang parah, maka di tunggu selama beberapa hari untuk memperbaikinya atau mengganti dengan barang yang lainnya.

Dokumen terkait