Adisarwanto, R. 2005. Meningkatkan Hasil Panen Kedelai di Lahan Sawah Kering Pasang Surut. Penerbit Swadaya.
Anonim, 2001.Indikator Ekonomi. BPS. Jakarta.
Arsyad, D.M. dan M. Syam. 1998. Kedelai. Sumber Pertumbuhan produksi dan Teknik Budidaya. Edisi Revisi. Puslitbangtan.30 hlm.
Handayanto, E. dan Hairiah.K., 2007. Biologi Tanah. Yogyakarta : Pustaka Adipura .
Harun UM dan Ammar M, 2001.Respon Kedelai (Glycine max L. Merr) terhadap Bradyrhizobium japonicum Strain Hup+pada Tanah Masam.Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Indonesia.3(2).
Irwan, W.A. 2006. Budidaya Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merill). Universitas Padjajaran: Jatinangor.
Iskandar, 2002.Pupuk Hayati Mikoriza Untuk Pertumbuhan dan Adapsi Tanaman Di Lahan Marginal.Surya press. Malang.
Isroi.2010. Pemanfaatan Pupuk Batang pisanghttp :// isroi.wordpress.com/2010/02/12/4905/.
Kim, K.H. and J. Hong. 2001. Supercritical CO2 Pretreatment of Lignocellulose enhances enzymatic cellulose hydrolysis. Bioresource Technol. Vol 77(2), 139-144.
Khairul U, 2001. Pemanfaatan Bioteknologi untuk Meningkatkan Produksi Pertanian.Makalah Falsafah Sains.ProgramPasca Sarjana / S3.Institut Pertanian Bogor.
Madigan TM, Martinko MJ, dan Parker J, 2002. Brock Biology of Microorganisms, 10th Edition. Pearson Education Inc.USA.
Okti.20013. Pengaruh Jenis Bahan Organik pada Pertumbuhan Kedelai. Denpasar Bali
Prayitno, 2000. Analisis Mikroorganisme di Laboratorium. Erlangga. Jakarta.
Rahayu M, 2000. Pengaruh Pemberian Rhizoplus dan Takaran Urea terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai. BalaiPengkaji Teknologi Pertanian Nusa Tenggara Barat.
Rizqiani NF, Ambarwati E dan Yuwono NW, 2007.Pengaruh Dosis dan Frekuensi Pemberian Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Buncis (Phaseolus Vulgaris L.) Dataran Rendah. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan 7(1): 43–53.
Romero EM, 2003. Diversity of Rhizobium-Phaseolus vulgaris Symbiosis: Overview and Perspectives. Plant and Soil 252: 11–23.
Saha, B.C. 2004. Lignocellulose Biodegradation and Application in Biotechnology. US Government Work. American Chemical Society.2-14.
Sitompul SM dan Bambang G, 1995.Analisis Pertumbuhan Tanaman. Cetakan pertama.Gadjah Mada UniversityPress.Yogyakarta.
Somatmadja, 2004. Mikrobiologi Umum. Gadjah Mada University Press.Yogyakarta. Sumarno, 1987. Kedelai dan Cara Budidaya. Yasaguna Bogor
Sutanto, R 2002. Penerapan Pertanian Organik. Kanisius.Yogyakarta.
Suwarni, Guritno B dan Moenandir J, 2002.Pengaruh Herbisida Glisofat dan Legin terhadap Perilaku Nodulasi Tanaman Kacang Tanah.Agrosains 2(2). Suharjo UKJ,2001. Efektifitas Nodulasi Rhizobium japonicum pada Kedelai yang
Tumbuh di Tanah Sisa Inokulasi danTanah dengan Inokulasi Tambahan.Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Indonesia 3(1).
Lampiran 1. Layout Rancangan Acak Lengkap (RAL) 20 cm 20 cm Cadangan C3 A1 B3 A3 C1 B1 B2 A2 C2
N = 100 kg/ha, digunakan pupuk Urea (46% CO(NH2)2) P = 150 kg/ha, digunakan pupuk SP-36 (36%P2O5) K = 100 kg/ha, digunakan pupuk KCl (60% K20)
Pupuk kandang = 20 ton/h
Kompos batang pisang = 20 ton/h Kompos bambu = 20 ton/h
Polybag yang digunakan ukuran 25 cm x 25 cm dengan kapasitas 3 kg. Luas lahan 1 ha = 10.000 m2= 100.000.000 cm2
Kedalaman olah = 20 cm.
Misal :Berat volume tanah = 1,45 g/ml = 1,45 g/cm3
Volume tanah 1 ha sedalam 20 cm= Luas lahan × kedalaman tanah= 1000.000.000 cm2 × 20 cm= 2.000.000.000 cm3
Berat tanah regosol 1 ha
= Volume tanah × berat volume tanah= 2.000.000.000 cm3× 1,45 g/cm3
= 2.900.000.000 g = 2.900.000 kg 1. Kebutuhan pupuk Urea (46%)
b. Pemupukan awal
Pupuk N = =
= = 0,0000517 kg = 0,0517 g
Dosis urea = x 0,0517g = 0,11 g
Jadi kebutuhan pupuk Urea per poliybag pada pemupukan awal = 0,11 g c. Pemupukan susulan
Pupuk N = =
= = 0,0000517 kg = 0,0517 g
Jadi kebutuhan pupuk Urea per poliybag pada pemupukan susulan = 0,11 g 2. Kebutuhan pupuk SP-36 (36%) b. Pemupukan awal Pupuk P = = = = 0,000077kg = 0,077 g Dosis urea = x 0,077 g = 0,21 g
Jadi kebutuhan pupuk SP-36 per poliybag pada pemupukan awal =0,21 g c.Pemupukan susulan
Pupuk P = =
= = 0,000077 kg = 0,077 g
Dosis urea = x 0,077 g = 0,21 g
Jadi kebutuhan pupuk SP-36 per poliybag pada pemupukan susulan = 0,21 g
3. Kebutuhan pupuk KCl (60%) a. Pemupukan awal
Pupuk K = =
= = 0,0000517 kg = 0,0517g
Dosis urea = x 0,0517g = 0,0861 g
Jadi kebutuhan pupuk KCl per poliybag pada pemupukan awal = 0,0861 g b. Pemupukan susulan
= = 0,0000517 kg = 0,0517g
Dosis urea = x 0,0517 g = 0,0861 g
Jadi kebutuhan pupuk KCl per poliybag pada pemupukan susulan = 0,0861g
4. Pupuk kandang
Pupuk kandang = x kebutuhan per polybag
= x 3 kg = 0,000020 kg = 0,20 g
Jadi kebutuhan pupuk kandangl per poliybag =0,20 g 5. Kompos batang pisang
Kompos batang pisang = x kebutuhan per polybag
= x 3 kg = 0,000020 kg = 0,20 g
Jadi kebutuhan kompos batang pisang per poliybag =0,20 g 6. Kompos bambu
Kompos bambu = x kebutuhan per polybag
= x 3 kg = 0,000020 kg = 0,20 g
Jadi kebutuhan kompos bambu per poliybag =0,20 g Pemupukan NPK dilakukan sebanyak 2 kali.
- Pertama, setengah dosis diberikan sebagai pupuk dasar, yaitu bersamaan dengan penanaman
Lampiran 3. Kebutuhan Inokulum Padat
Kebutuhan jumlah kedelai per polybag = 2 benih kedelai Jumlah polybag = 12 polybag ( 9 perlakuan dan 3 cadangan) Kebutuhan benih 12 polybag = 24 butir benih
Asumsi berat 1000 butir benih kedelai = 48,85 g / 1000 butir Kebutuhan benih per polybag = = 0,097 g (Berat 2 benih) Berat 24 benih = 0,097 x 12 = 1,164 g
Kebutuhan inokulum padat / polybag
Inokulum padat/ 1000 butir = 6 g / 1000 butir = 0,097 x = 0,000582 g / 2 benih Kebutuhan inokulum padat untuk 12 polybag = 1,164 x = 0,0078 g
Sumber db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F hitung Pr>f Model 2 8.167 4.083 0.180ns 0.842 Galat 6 138.333 23.056 Total 8 146.500 R-2 CV akar KTG Rerata 0.055745 34 4.802 14 Keterangan
: ns =tidak ada beda nyta >0.05
* =beda nyata <0.05
b. Jumlah daun
Sumber db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F hitung Pr>f
Model 2 108.667 54.333 0.620ns 0.568
Galat 6 523.333 87.222
Total 8 632.000
R-2 CV akar KTG Rerata
0.171941 74 9.339 13
Keterangan: ns =tidak ada beda nyta >0.05
* =beda nyata <0.05
c. Luas Daun
Sumber db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F hitung Pr>f
Model 2 132.667 66.333 2.270ns 0.185
Galat 6 175.333 29.222
Total 8 308.000
R-2 CV akar KTG Rerata
0.430736 58 5.406 9
Keterangan: ns =tidak ada beda nyta >0.05
d. Berat Segar
Sumber db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F hitung Pr>f
Model 2 5.963 2.981 1.290ns 0.341
Galat 5 13.835 2.306
Total 8 19.798
R-2 CV akar KTG Rerata
0.301191 64 1.518 2
Keterangan: ns =tidak ada beda nyta >0.05
* =beda nyata <0.05
e. Berat Kering
Sumber db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F hitung Pr>f
Model 2 0.381 0.190 1.420ns 0.314
Galat 6 0.808 0.135
Total 8 1.189
R-2 CV akar KTG Rerata
0.32052 65 0.367 1
Keterangan: ns =tidak ada beda nyta >0.05
* =beda nyata <0.05
f. Berat Nodul
BN
Sumber db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F hitung Pr>f
Model 2 0.00000914 0.00000457 1.400ns 0.318 Galat 6 0.00001962 0.00000327 Total 8 0.00002876 R-2 CV akar KTG Rerata 0.317803 30 0.002 0.006067 Keterangan
: ns =tidak ada beda nyta >0.05
Sumber db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F hitung Pr>f Model 2 210.6666667 105.333 1.610ns 0.276 Galat 6 393.333 65.556 Total 8 604.000 R-2 CV akar KTG Rerata 0.348786 54 8.097 15 Keterangan
: ns =tidak ada beda nyta >0.05
* =beda nyata <0.05
h. Efektifitas Nodul
Sumber db Jumlah kuadrat Kuadrat tengah F hitung Pr>f
Model 2 245.251 122.625 1.390ns 0.319 Galat 6 528.647 88.108 Total 8 773.898 R-2 CV akar KTG Rerata 0.316903 25 9.387 37 Keterangan
: ns =tidak ada beda nyta >0.05