• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Evaluasi Waktu Hancur

DAFTAR PUSTAKA

Agoes, A. (2010). Tanaman Obat Indonesia. Jakarta: Salemba Medika. Halaman 109-110.

Anief, M. (2006). Ilmu Meracik Obat. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Halaman 178.

Annisa, N. (2007). Uji Aktifitas Antibakteri Ekstrak Air Daun Binahong (Anredera Scandens (L) Mor ) Terhadap Bakteri Klebsiella pneumonia dan Bacillus substilis ATTC 6633 Beserta Skrining Fitokimia Dengan Uji Tabung. Skripsi Tidak Diterbitkan. Yogyakarta: Fakultas Farmasi UGM Yogyakarta.

Ansel, H .C. (1989). Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Edisi IV. Jakarta:

UI Press Halaman 97, 147, 212, 218, 226-235.

Augsburger, L.L. (2000). Modern Pharmaceutics: Hard and soft Gelatin Capsule.

(Ed,2). New York: Mercel Dekker. Halaman 212.

Banker, G. S., Anderson N. R. (1994). Tablet. Edisi III, Jilid II. Jakarta: UI-Press.

Halaman 643-703.

Cartensen, J.T dan Chan.P.C., (1977). Flow Rates and Repose Angles of Wet-Processed Granulation, J. Philadephia. Halaman 293-343.

DepkesRI. (1995). Materia Medika Indonesia. Jilid IV. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Halaman 299, 300, 306, 321, 325, 333-337.

Dhale, D dan Dhulgande, G . (2010). Premliminary Sreening of Antibacterial and Phyltochemical Studies of Ocimum americanum Linn. Journal of Ecobiotechnology. Halaman 1-2.

Ditjen POM, (1979). Farmakope Indonesia, Edisi III. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Halaman 5-6, 33.

Ditjen POM, (1995). Farmakope Indonesia. Edisi IV. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman2, 1035, 1043, 1124, 1212.

Ditjen POM. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat.

Cetakan Pertama. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 3-5, 10-11.

Farnsworth, N.R. (1996). Biological and Phytochemical Screening of Plants.Journal of Pharmaceuticals Science. Chicago: Reheis Chemical Company 55(3). Halaman 247-268.

Hadipoentyanti, E., dan Wahyuni, S. (2008). Keragaman Selasih Ocimum spp.

Berdasarkan Karakter Morfologi Produksi dan Mutu Herba. Jurnal Litri.

Vol 14(4). Halaman 141-148.

Hadisoewignyo, L. (2015). Bahan Ko-Proses Dalam Metode Kempa Langsung.

Medicinus (28)1. Halaman 29-34. Ekstrak Etanol Daun Sembung (Blumae balsamifera (L)) dari Tiga Tempat Tumbuh. Media Litbang Kesehatan 16(2). Halaman 1-6.

KemenkesRI. (2010). Suplemen I Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta:

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Halaman 104-108, 140.

Lachman, L., Herbert, A. L., dan Joseph L. K. (1994). Teori dan Praktek Farmasi Industri II. Jakarta : UI Press. Hal. 651-662, 684-685.

Rabbani, F., Husni, P., dan Hartono, K. (2017). Formulasi Tablet Hisap Ekstrak Kering Daun Sirih Hijau (Piper betle). Farmaka. Suplemen Vol. 15(1).

Halaman 1-15.

Rowe, dkk. (2009). Handbook of Pharmaceutical Excipients. Edisi VI. USA:

Pharmaceutical Press. Halaman 118, 196, 685.

Sarma dan Babu. (2011). Pharmacognostic ond Phytochemical Studies of Ocimum americanum. J. Chem Pharm. Res. Vol. 3(3). Halaman 337-347.

Setyawan, D., dan Widjaja, S. (2005). Pemanfaatan Tepung Ketela (Amylum Manihot) Sebagai Bahan Pembawa Kempa Langsung Sediaan Tablet dengan Teknologi Fluidized Bed. Jurnal Penelitian Medika Eksakta. Vol 6. Halaman 38.

Siemonsma, J.S., dan Piluek,. K. (1994). Plants Resources of South-East Asia No 8. Vegetable. Prosea Fundation.

Siregar, C., dan Wikarsa, S. (2010). Teknologi Farmasi Sediian Tablet Dasar-Dasar Praktis. Cetakan II. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Steenis, C. (1981). Flora: Untuk Sekolah di Indonesia, Cetakan Ketiga.

Terjemahan oleh Ir. Moeso Surjowinoto., dkk. Jakarta : PT Pradniya Pramita.

Syamsuni, H.A. (2006). Ilmu Resep. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Halaman 88, 54-62.

Syamsuni, H.A. (2013). Ilmu Resep. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Halaman 88, 90-94.

Voight,R. (1995). Buku Pelajaran Teknologi Farmasi. Cetakan II.Penerjemah:

Soedani N. S. Yogyakarta: UGM-Press. Halaman 159.

Wicaksono, A. (2008). Suksinilasi Pati Singkong Pregelatinisasi sebagai Penghancur dan Pengikat pada Tablet Amoxicillin.Skripsi. Jakarta:

Universitas Indonesia.

Wijayakusuma, Hembing. (2008). Ramuan Lengkap Herbal Taklukkan Penyakit.

Jakarta: Pustaka Bunda. Halaman 296.

World Health Organization. (1998). Quality Control Methods for Medicinal PlantMaterial. Switherland: WHO. Halaman 27-30.

Lampiran 1. Hasil Identifikasi Tanaman Sirih

Lampiran 2. Hasil Identifikasi Tanaman Kemangi

Lampiran 3. Gambar Tanaman, Sirih

(a) TanamanSirih (b) Daun Sirih

(c) Simplisia Daun Sirih

(e) Ekstrak Sirih

Gambar Tanaman, Daun, Simplisia dan Serbuk Simplis

(a) TanamanSirih (b) Daun Sirih

Simplisia Daun Sirih (d) Serbuk Simplisia Daun Sirih , Simplisia dan Serbuk Simplisia Daun

(d) Serbuk Simplisia Daun Sirih

Lampiran 4. Gambar T Kemangi

(a) Tanaman Kemangi (b) Daun Kemangi

(c) Simplisia Kemangi

(e) Ekstrak Kemangi

Gambar Tanaman, Daun, Simplisia, dan Serbuk Simplisia Daun Kemangi

Kemangi (b) Daun Kemangi

Simplisia Kemangi (d) Serbuk Simplisia Kemangi a, dan Serbuk Simplisia Daun

(d) Serbuk Simplisia Kemangi

Lampiran 5. Bagan Pembuatan Serbuk Simplisia Daun Sirih

Daun sirih segar

Dicuci dari pengotor Ditiriskan

Ditimbang berat basahnya

Dikeringkan di lemari pengering Ditimbang berat keringnya Simplisia

Dihaluskan dengan blender Disimpan dalam wadah yang tertutup rapat sebelum digunakan Serbuk simplisia

Pembuatan ekstrak

Skrinning fitokimia Karakterisasi serbuk

simplisia

Formulasi

Lampiran 6. Bagan Pembuatan Serbuk Simplisia Daun Kemangi

Daun kemangi segar

Dicuci dari pengotor Ditiriskan

Ditimbang berat basahnya

Dikeringkan di lemari pengering Ditimbang berat keringnya Simplisia

Dihaluskan dengan blender Disimpan dalam wadah yang tertutup rapat sebelum digunakan Serbuk simplisia

Pembuatan ekstrak

Skrinning fitokimia Karakterisasi serbuk

simplisia

Formulasi

Lampiran 7. Gambar Mikroskopik

Lampiran 8. Gambar Mikroskopik 1

1

Gambar Mikroskopik Serbuk Simplisia Daun Sirih

Keterangan:

1. Epidermis atas

2. Epidermis bawah dengan sel minyak

3. Berkas pengangkut dengan penebalan berbentuk tangga 4. Stomata tipe anomositik

Gambar Mikroskopik Serbuk Simplisia Daun Kemangi

Keterangan:

Lampiran 9. Bagan Pembuatan Ekstrak Etanol Daun Sirih

Dimasukkan ke dalam

Ampas Maserat II

Disaring

Dimasukkan ke dalam wadah Ditambahkan dengan 4,2 L etanol 80%

Dibiarkan selama 5 hari terlindung dari cahaya, sambil diaduk sesekali 560 g serbuk simplisia daun sirih

Ampas Maserat I

Dicuci dengan etanol 80% sampai volume esktrak 5,6 L

Disaring.

Digabungkan dan dibiarkan selama 2 hari terlindung dari cahaya.

Dipekatkan dengan rotary evaporator pada suhu ± 400 C

Ekstrak daun sirih (105 g)

Lampiran 10. Bagan Pembuatan Ekstrak Etanol Daun Kemangi

Dimasukkan ke dalam

Ampas Maserat II

Disaring

Dimasukkan ke dalam wadah Ditambahkan 3 L etanol 80%

Dibiarkan selama 5 hari terlindung dari cahaya, sambil diaduk sesekali 400 g serbuk simplisia daun kemangi

Ampas Maserat I

Dicuci dengan etanol 80% sampai volume ekstrak 4 L

Disaring

Digabungkan dan dibiarkan selama 2 hari terlindung dari cahaya.

Dipekatkan dengan rotary evaporator pada suhu ± 400 C Ekstrak daun kemangi

(60 g)

Lampiran 11. Perhitungan Rendemen Ekstrak Daun Sirih

Rendemen dari ekstrak dihitung dengan rumus :

% Rendemen = ( )

( )x100%

%

Rendemen = 105

560 x 100% = 18,75 %

Lampiran 12 . Perhitungan Rendemen Ekstrak Daun Kemangi Rendemen dari ekstrak dihitung dengan rumus :

% Rendemen = ( )

( )x100%

%

Rendemen = 60

400 x 100% = 15 %

Lampiran 13. Perhitungan Hasil Karakterisasi Serbuk Simplisia Sirih

1. Perhitungan penetapan kadar abu total

No Berat sampel (g) Berat abu (g) Kadar abu (%)

2. Penetapan kadar abu tidak larut asam

No Berat sampel Berat abu (g) Kadar abu tidak larut asam (%)

3. Perhitungan penetapan kadar air

4. Perhitungan penetapan kadar sari yang larut dalam air

No Berat sampel Berat sari (g) Kadar air (%)

5. Perhitungan penetapan kadar sari yang larut dalam etanol Kadar air = ( )

( ) x 100 %

Kadar sari larut dalam air = ( )

( ) x x 100 %

No Berat sampel Berat sari (g) Kadar etanol (%) 1

2 3

5 5 5

0,22 0,27 0,13

22%

27%

13%

Kadar sari larut dalam etanol 1 = , x x 100 % = 22%

Kadar sari larut dalam etanol 2 = , x x 100 % = 27%

Kadar sari larut dalam etanol 3 = , x x 100 % = 13%

Kadar sari larut dalam etanol rata-rata = ( )% = 20,67%

Lampiran 14. Perhitungan Hasil Karakterisasi Serbuk Simplisia Kemangi

1. Perhitungan penetapan kadar abu total

No Berat sampel (g) Berat abu (g) Kadar abu (%)

2. Penetapan kadar abu tidak larut asam

No Berat sampel Berat abu (g) Kadar abu tidak larut asam (%)

3. Perhitungan penetapan kadar air

6. Perhitungan penetapan kadar sari yang larut dalam air

No Berat sampel Berat sari (g) Kadar air (%)

7. Perhitungan penetapan kadar sari yang larut dalam etanol Kadar air = ( )

( ) x 100 %

Kadar sari larut dalam air = ( )

( ) x x 100 %

( )

No Berat sampel Berat sari (g) Kadar etanol (%) 1

2 3

5 5 5

0,23 0,19 0,16

23%

19%

16%

Kadar sari larut dalam etanol 1 = , x x 100 % = 23%

Kadar sari larut dalam etanol 2 = , x x 100 % = 19%

Kadar sari larut dalam etanol 3 = , x x 100 % = 16%

Kadar sari larut dalam etanol rata-rata = ( )% = 19,333%

Lampiran 15. Perhitungan Dosis Kapsul

Perbandingan ekstrak daun sirih : zat pengering (laktosa ) 1:6.

Perbandingan ekstrak daun kemangi : zat pengering (laktosa ) 1:7.

Dosis yang dipilih 100 mgdisesuaikan dengan sifat daun sirih sebagai antibakteri yaitu pada dosis 100 mgekstrak daun sirih dapat berfungsi sebagai antibakteri (Hasballah, 2005; Rabbani, dkk, 2017). Dalam penelitian menggunakan dua zat aktif sehingga dosis 100 mg dibuat dosis terbagi sama besar antara ekstrak daun sirih dengan ekstrak daun kemangi yang mempunyai rendemen tidak jauh berbeda.

Karena penyesuaian dosis dengan bobot massa kapsul maka dosis 100 mg dibagi menjadi 3 kali penggunaan, artinya satu kapsul mengandung 33,34 mg zat aktif.

Lampiran 16. Perencanaan Formula Kapsul

Perencanaan awal untuk pembuatan formula dilihat dari dosis yang akan digunakan yaitu 100 mg ektrak sirih sebagai antibakteri, karena enceran ekstrak yang tinggi untuk menjadi ektrak kering maka tidak dapat dibuatdosis zat berkhasiat dalam satu kapsul sehingga digunakan dosis 50 mg per kapsul dimana 2 kapsul untuk sekali penggunaan. Karena menggunakan 2 zat aktif maka 50 mg dosis daun sirih dibagi menjadi dosis terbagi yaitu 25 mg untuk dosis daun sirih dan 25 mg untuk dosis kemangi.

R/ Ekstrak daun sirih 25 mg

Keterangan: ESK : Ekstrak Sirih Kering EKK : Ekstrak Kemangi Kering

Lampiran 17. Gambar ESK dan EKK Sebelum dan Sesudah Proses Coating

(a) (b)

(c) (d)

Keterangan:

(a). ESKmesh 20 sebelum proses coating dengan PVP (b). ESK mesh 20 ke mesh 12 setelah proses coating dengan PVP (c). EKK mesh 40 sebelum proses coating dengan PVP

(d). EKK mesh 40 ke mesh 20 setelah proses coating dengan PVP

Lampiran 18. Perhitungan Bobot Jenis Kapsul

Dari hasil orientasi menggunakan 2 kapsul mengikuti perencanaan awal, setiap kapsul diisi terlebih dahulu dengan zat aktif 50 mg untuk 2 kali penggunaan sehingga didapat dosis 100 mg, yang terdiri dari ekstrak daun sirih 25 mg dan ekstrak daun kemangi 25 mg yang setara dengan ESK 175 mg dan EKK 200 mg, ternyata dengan dosis obat untuk 2 kali penggunaan badan kapsul hampir terisi penuh, sehingga tidak memungkinkan untuk memasukkan bahan tambahan kedalam kapsul, maka dosis perencanaan awal diubah menjadi 3 kapsul sekali penggunaan dengan dosis 33,34 mg ekstrak per kapsul yang setara dengan ekstrak kering 250 mg.

Selanjutnya kapsul diisi dengan bahan tambahan sampai badan kapsul terisi penuh. Orientasi ini dilakukan untuk semua formula, untuk mendapatkan bobot masing-masing formula, karena terdapat variasi jumlah bahan pengisi dan ukuran partikel granul setiap formula. Setelah ditimbang bobot isi satu kapsul F1 370 mg, F2 350 mg, F3 345 mg, F4 405 mg, F5 395 mg, F6 380 mg. Sehingga peneliti membuat formula obat berdasarkan hasil orientasi bobot kapsul yang dilakukan. Dari orientasi formula dapat dilihat bahwa kapsul dengan jumlah laktosa yang lebih banyak maka bobot kapsul semakin besar, ini dapat dipengaruhi oleh bentuk granul laktosa yang baik dibandingkan dengan amilum, dan kapsul dengan ukuran partikel granul yang semakin kecil juga memiliki bobot kapsul yang semakin besar, karena lebih banyak terisi di badan kapsul dibandingkan dengan ukuran partikel granul yang lebih besar.

Lampiran 19Formula Kapsul

Pengisi yang digunakan dalam bentuk granul ko-proses amilum-laktosa.

Selain itu zat aktif ekstrak daun sirih dan ekstrak daun kemangi masing- masing juga dibuat dalam bentuk granul.

Formula Kapsul

Bahan Fungsi Bobot (mg)

F1 F2 F3 F4 F5 F6

ESK Zat Aktif 116,69 116,69 116,69 116,69 116,69 116,69 EKK Zat Aktif 133,36 133,36 133,36 133,36 133,36 133,36 Amilum

jagung Pengembang 18,5 17,5 17,25 20,25 19,75 19

Talkum Pelicin 3,7 3,5 3,45 4,05 3,95 3,80

Mg

stearat Pelicin 3,7 3,5 3,45 4,05 3,95 3,80

Amilum Pengisi 23,5 37,72 53,12 31,66 58,66 77,52 Laktosa Pengisi 70,54 37,72 17,7 94,98 58,66 25,84

Bobot 370 350 345 405 395 380

Lampiran 20. Contoh Perhitungan Pembuatan Kapsul

Granul ko-proses pengisi ad 370 mg m.f.caps dtd No L

I. Rencana Kerja

1. Bobot 1 kapsul = 370 mg

2. Bobot 50 kapsul = 50 x 370 mg = 18.500 mg = 18,5 g 3. Ukuran kapsul = 00

II. Perhitungan Pembuatan Kapsul

ESK = 116,69 mg x 50 = 5,834 g EKK = 133,36 mg x 50 = 6,668 g Amilum jagung = 5/100 x 18,5 g = 0,925 g Talkum = 1/100 x 18,5 g = 0,185 g Mg stearat = 1/100 x 18,5 g = 0,185 g

Pengisi = 18,5- (5,834+6,668+0,925+0,185+0,185)

= 18,5-13,797

Granul ko-proses pengisi ad 350 mg m.f.caps dtd No L

I. Rencana Kerja

Pengisi = 17,5- (5,834+6,668+0,875+0,175+0,175)

= 17,5-13,727

Granul ko-proses pengisi ad 345 mg m.f.caps dtd No L

Pengisi = 17,25- (5,834+6,668+0,862+0,172+0,172)

Granul ko-proses pengisi ad 405 mg m.f.caps dtd No L

Granul ko-proses pengisi ad 395 mg m.f.caps dtd No L

I. Rencana Kerja

Pengisi = 19,75- (5,834+6,668+0,987+0,197+0,197)

= 19,75-13,883

Granul ko-proses pengisi ad 380 mg m.f.caps dtd No L

Pengisi = 19- (5,834+6,668+0,95+0,19+0,19)

= 19-13,832

Lampiran 21. Gambar

(F1)

(F2)

(F3) Keterangan :

F1 : Formula kapsul granulko-prosesamilum F2 : Formula kapsul

granulko-prosesamilum

Gambar GranulKapsul

(F4)

(F5)

(F6)

F1 : Formula kapsul ESK dikombinasi EKK dengan jumlah amilum-laktosa25%:75% ayakan mesh 20.

F2 : Formula kapsul ESK dikombinasi EKK dengan jumlah amilum-laktosa 50%:50% ayakan mesh 20.

jumlah bahan pengisi

jumlah bahan pengisi

F3 : Formula kapsul ESK dikombinasi EKK dengan jumlah bahan pengisi granulko-prosesamilum-laktosa75%:25% ayakan mesh 20.

F4 : Formula kapsul ESK dikombinasi EEK dengan jumlah bahan pengisi granulko-prosesamilum-laktosa25%:75% ayakan mesh 40.

F5 : Formula kapsul ESK dikombinasi EKK dengan jumlah bahan pengisi granulko-prosesamilum-laktosa50%:50% ayakan mesh 40.

F6 : Formula kapsul ESK dikombinasi EKK dengan jumlah bahan pengisi granulko-prosesamilum-laktosa75%:25% ayakan mesh 40.

Lampiran 22.Gambar Gambar Sediaan Kapsul

Lampiran 23. Hasil Uji Evaluasi Kapsul Uji Evaluasi (Formula 1)

Perhitungan Keseragaman Bobot

Berat 20 kapsul (serbuk + cangkang) = 9,840 g = 9.840 mg Berat rata-rata tiap kapsul = 9.840/20 = 492 mg Berat cangkang kosong seluruhnya = 2,4 g = 2400 mg Berat rata-rata tiap cangkang = 2.400/20 = 120 mg

Bobot rata-rata isi kapsul = (rata-rata 1 kapsul – rata-rata 1cangkang)

= 492 mg – 120 mg = 372 mg

A1=382-372 x 100%= 2,688%

372

A2= 372-357x 100% = 4,032%

372

B = 372-357x 100% = 4,032%

372

No. Bobot (mg) Deviasi No. Bobot (mg) Deviasi

1 367 5 11 367 5

2 367 5 12 377 5

3 372 0 13 377 5

4 367 5 14 377 5

5 367 5 15 382 10

6 367 5 16 372 0

7 372 0 17 372 0

8 372 0 18 377 5

9 357 15 19 377 5

10 377 5 20 377 5

Persyaratan keseragaman bobot menurut Farmakope Indonesia Edisi III (1979) : Perbedaan dalam persen bobot isi tiap kapsul terhadap bobot rata-rata tiap isi kapsul tidak boleh lebih dari yang ditetapkan kolom A dan untuk setiap 2 kapsul tidak lebih dari yang ditetapkan kolom B.

Waktu Hancur : 3 menit

Syarat waktu hancur kapsul menurut Farmakope Indonesia Edisi III (1979) ialah waktu yang diperlukan untuk menghancurkan kelima kapsul tidak boleh lebih dari 15 menit.

Uji Evaluasi (Formula 2)

Perhitungan Keseragaman Bobot

Berat 20 kapsul (serbuk + cangkang) = 9,725 g = 9.725 mg Berat rata-rata tiap kapsul = 9.725/20 = 486,25 mg Berat cangkang kosong seluruhnya = 2,4 g = 2400 mg Berat rata-rata tiap cangkang = 2.400/20 = 120 mg

Bobot rata-rata isi kapsul = (rata-rata 1 kapsul – rata-rata 1cangkang)

= 486,25 mg – 120 mg = 366,25 mg

A1= 382-366,25 x 100% = 2,935%

366,25

A2= 366,25-342x 100% = 6,621%

366,25

B = 366,25-342x 100% = 6,621%

366,25

Persyaratan keseragaman bobot menurut Farmakope Indonesia Edisi III (1979) : Perbedaan dalam persen bobot isi tiap kapsul terhadap bobot rata-rata tiap isi kapsul tidak boleh lebih dari yang ditetapkan kolom A dan untuk setiap 2 kapsul tidak lebih dari yang ditetapkan kolom B.

Waktu Hancur : 3 menit

Syarat waktu hancur kapsul menurut Farmakope Indonesia Edisi III (1979) ialah waktu yang diperlukan untuk menghancurkan kelima kapsul tidak boleh lebih dari 15 menit.

No. Bobot (mg) Deviasi No. Bobot (mg) Deviasi

1 377 10.75 11 342 24.25

2 382 15.75 12 357 9.25

3 372 5.75 13 372 5.75

4 352 14.25 14 362 4.25

5 377 10.75 15 372 5.75

6 382 15.75 16 357 9.25

7 372 5.75 17 367 0.75

8 372 5.75 18 342 24.25

9 372 5.75 19 357 9.25

10 377 10.75 20 382 15.75

Uji Evaluasi (Formula 3)

Perhitungan Keseragaman Bobot

Berat 20 kapsul (serbuk + cangkang) = 9,712 g = 9.712 mg Berat rata-rata tiap kapsul = 9.712/20 = 485,6 mg Berat cangkang kosong seluruhnya = 2,4 g = 2400 mg Berat rata-rata tiap cangkang = 2.400/20 = 120 mg

Bobot rata-rata isi kapsul = (rata-rata 1 kapsul – rata-rata 1cangkang)

= 485,6 mg – 120 mg = 365,6 mg

A1= 377-365,6 x 100% = 3,118%

365,6

A2= 365,6-350x 100% = 4,266%

365,6

B = 365,6-350x 100% = 4,266%

No. Bobot (mg) Deviasi No. Bobot (mg) Deviasi

1 357 8.6 11 362 3.6

2 367 1.4 12 367 1.4

3 377 11.4 13 356 9.6

4 372 6.4 14 364 1.6

5 372 6.4 15 370 4.4

6 377 11.4 16 370 4.4

7 350 15.6 17 377 11.4

8 357 8.6 18 368 2.4

9 356 9.6 19 368 2.4

10 367 1.4 20 358 7.6

Persyaratan keseragaman bobot menurut Farmakope Indonesia Edisi III (1979) : Perbedaan dalam persen bobot isi tiap kapsul terhadap bobot rata-rata tiap isi kapsul tidak boleh lebih dari yang ditetapkan kolom A dan untuk setiap 2 kapsul tidak lebih dari yang ditetapkan kolom B.

Waktu Hancur : 3 menit 17 detik

Syarat waktu hancur kapsul menurut Farmakope Indonesia Edisi III (1979) ialah waktu yang diperlukan untuk menghancurkan kelima kapsul tidak boleh lebih dari 15 menit.

Uji Evaluasi (Formula 4)

Perhitungan Keseragaman Bobot

Berat 20 kapsul (serbuk + cangkang) = 10,525 g = 10.525 mg Berat rata-rata tiap kapsul = 10.525/20 = 526,25 mg Berat cangkang kosong seluruhnya = 2,4 g = 2400 mg Berat rata-rata tiap cangkang = 2.400/20 = 120 mg

Bobot rata-rata isi kapsul = (rata-rata 1 kapsul – rata-rata 1cangkang)

= 526,25 mg – 120 mg = 406,25 mg

A1= 406,26-387 x 100% = 4,738%

406,25

A2= 406,25-382x 100% = 5,969%

406,25

B = 406,25-382x 100% = 5,969%

406,25

Persyaratan keseragaman bobot menurut Farmakope Indonesia Edisi III (1979) : Perbedaan dalam persen bobot isi tiap kapsul terhadap bobot rata-rata tiap isi kapsul tidak boleh lebih dari yang ditetapkan kolom A dan untuk setiap 2 kapsul tidak lebih dari yang ditetapkan kolom B.

Waktu Hancur : 2 menit 12 detik

No. Bobot (mg) Deviasi No. Bobot (mg) Deviasi

1 407 0.75 11 422 15.75

2 422 15.75 12 422 15.75

3 397 9.25 13 397 9.25

4 412 5.75 14 382 24.25

5 387 19.25 15 397 9.25

6 397 9.25 16 422 15.75

7 407 0.75 17 397 9.25

8 382 24.25 18 422 15.75

9 422 15.75 19 412 5.75

10 407 0.75 20 412 5.75

Syarat waktu hancur kapsul menurut Farmakope Indonesia Edisi III (1979) ialah waktu yang diperlukan untuk menghancurkan kelima kapsul tidak boleh lebih dari 15 menit.

Uji Evaluasi (Formula 5)

Perhitungan Keseragaman Bobot

Berat 20 kapsul (serbuk + cangkang) = 10,400 g = 10.400 mg Berat rata-rata tiap kapsul = 10.400/20 = 520 mg Berat cangkang kosong seluruhnya = 2,4 g = 2400 mg Berat rata-rata tiap cangkang = 2.400/20 = 120 mg

Bobot rata-rata isi kapsul = (rata-rata 1 kapsul – rata-rata 1cangkang)

= 520 mg – 120 mg = 400mg

A1= 400-377 x 100% = 5,75%

400

A2= 400-372x 100% = 7%

400

B = 400-372x 100% = 7%

400

Persyaratan keseragaman bobot menurut Farmakope Indonesia Edisi III (1979) : Perbedaan dalam persen bobot isi tiap kapsul terhadap bobot rata-rata tiap isi kapsul tidak boleh lebih dari yang ditetapkan kolom A dan untuk setiap 2 kapsul tidak lebih dari yang ditetapkan kolom B.

Waktu Hancur : 2 menit 13 detik

Syarat waktu hancur kapsul menurut Farmakope Indonesia Edisi III (1979) ialah waktu yang diperlukan untuk menghancurkan kelima kapsul tidak boleh lebih dari 15 menit.

No. Bobot (mg) Deviasi No. Bobot (mg) Deviasi

1 412 12 11 407 7

2 422 22 12 387 13

3 412 12 13 377 23

4 407 7 14 392 8

5 402 2 15 387 13

6 422 22 16 392 8

7 412 12 17 372 28

8 397 3 18 392 8

9 402 2 19 387 13

10 417 17 20 402 2

Uji Evaluasi (Formula 6)

Perhitungan Keseragaman Bobot

Berat 20 kapsul (serbuk + cangkang) = 10,378 g = 10.378 mg Berat rata-rata tiap kapsul = 10.378/20 = 518,9 mg Berat cangkang kosong seluruhnya = 2,4 g = 2400 mg Berat rata-rata tiap cangkang = 2.400/20 = 120 mg

Bobot rata-rata isi kapsul = (rata-rata 1 kapsul – rata-rata 1cangkang)

= 518,9 mg – 120 mg = 398,9 mg

A1= 412-398,9 x 100% = 3,284%

398,9

A2= 398,9-382x 100% = 4,236%

398,9

B = = 398,9-382x 100% = 4,236%

398,9

No. Bobot (mg) Deviasi No. Bobot (mg) Deviasi

1 407 8.1 11 402 3.1

2 397 1.9 12 390 8.9

3 402 3.1 13 392 6.9

4 397 1.9 14 382 16.9

5 412 13.1 15 407 8.1

6 407 8.1 16 382 16.9

7 412 13.1 17 397 1.9

8 397 1.9 18 397 1.9

9 402 3.1 19 392 6.9

10 407 8.1 20 397 1.9

Persyaratan keseragaman bobot menurut Farmakope Indonesia Edisi III (1979) : Perbedaan dalam persen bobot isi tiap kapsul terhadap bobot rata-rata tiap isi kapsul tidak boleh lebih dari yang ditetapkan kolom A dan untuk setiap 2 kapsul tidak lebih dari yang ditetapkan kolom B.

Waktu Hancur : 2 menit 13 detik

Syarat waktu hancur kapsul menurut Farmakope Indonesia Edisi III (1979) ialah waktu yang diperlukan untuk menghancurkan kelima kapsul tidak boleh lebih dari 15 menit.

Lampiran 24. Alat-alat yang Digunakan

(a) Rotary evaporator (b) Neraca analitik

(c) Alat pengisi kapsul (d) Desintegration tester

Lampiran 25 Hasil Survei Obat Tradisional Apotik Kimia Farma No 27. Jalan

Tiap tablet mengandung ekstrak Campuran yang setara dengan:

Zingiberis officinalle rhizoma 1000 mg, Officinalle var rubrum rhizoma 500 mg, Blumeae Folium 425 mg, Menthae Folium 400 mg, Alatoniae Cortex 124 mg, Myristica Semen 124 mg, Ginseng Extractum 100 mg, Royal Jelly 65 mg.

2 Kuldon

Sariawan Tablet

Abri folium (daun sogomanis) 420 mg, Thymi herba (thymi) 280 mg, Licorice (akar manis) 280 mg, Chrysanthemi flos (bunga seruni) 280 mg, Imperatae rhizoma (alang-alang) 208 mg.

3 Imboost Tablet

Tiap tablet salut selaput mengandung:

Echinaceae purpurea herb dry ekstrak 250 mg, Zn picolinate 10 mg.

4 NourishSkin Tablet Amino acid groups: Standardizedmarine protein extract 2.

5 Jesscool Tablet

Tiap tablet mengandung ekstrak : Thymus vulgaris herba ekstrak 10 mg, Citrii aurantii pericarvium ekstrak 75 mg, Chicorii radix ekstrak 500 mg.

6 Nature s Health

Ultra Garlite Tablet

Garlic 1000 mg, Di calcium phospat, Microkristalin selulose, Stearic acid , silika.

7 Nutrimax

Stomach Care Tablet

Deglycyrrhizinated licorice (DGL) 300 mg, Chamomile 160 mg, L-glutamine Alfalfa powder ( medicago sativum) 100 mg. 1600 UI, Vitamin E 40 mg, Beta caroten

11 Bio-Strath Tablet

Herbal yeast 445 mg, Pati jagung 30 mg, Selulosa 12,5 mg, Sari apel 10 mg,

Ginger rizhoma extract 400 mg, Vitamin B6 25 mg, Minth leaf extract ( mentha arvensis) 25 mg, Citrus auranti folia fructus extract 10 mg.

14 Curliv sirup Sirup

Ekstrak sylimari 8,75 mg, Ekstrak schisandrae fructus 33,75 mg, Ekstrak curcumae xanth 37,50 mg, Rhizoma,

Zingiberis rizhoma, Menthae folia 2,2 g, Phyllanti herba 2,173 g , Kaemferia rhizome 0,5 g, Citrus aurantifolii Fructus0,5 g, Thymi herba 0,5 g, Myristicae semen 0,25 g, Glycyrrhizae radix 0,178 g, Madu 0,2 g.

16 Obasa Sirup

Tiap 15 ml mengandung ekstrak : Kaempferia galanga Rhizoma 6 g, Zingiber officinalle var rubrum rhizome 4 g, Glycyrrhiza glabra radix 2,25 g, Thymi herba 1,5 g, Eugenia caryophyllus flos 0,18 g, In mel ( honey) Up to 15 mg.

17 Obana Sirup

Tiap 5 ml mengandung ekstrak:

Kaempferia galanga rhizoma 2000 mg, Curcuma xanthorrhiza rhizoma 835 mg, Foeniculum vulgare miller fructus 750 mg, Zingiber officinale var rubrum rhizoma 500 mg, Eugenia caryophyllus flos 60 mg, In mel ( honey) up to 5 mg.

18 Laserin madu Sirup

Tiap sendok makan 15 ml mengandung ekstrak: Herba euphotbia hirta 0,011 g , Rhizoma zingiber officinale 1,837 g, Cortex cinnam,)tni, Fructus 0,257 g Cardamomum fructus 0,016 g, Caryophyllum flos 0,032 g, Folia piper hetle 0,445 g, Folia abri precatorius 0,054 g, Folia Menthae arvensis 0,002 g, Folia Hibixus triliaceus 0,005 g, Succus liquiritae 0,016 g, Mel dapuraturn 0,804 g.

Tiap sachet 10 ml sirup herbal

Rhizoma extract 50 mg, Foenticuli fructus extract 10 mg, Menthae piperitae herba extract 12,5 mg. Licorice root Ekstrak garcinia mangostana pericarpium 23,3 ml, Ekstrak hibiscus rosella flos 3,5 ml, Mel depuratum 1,6 ml, Cuka apel 1,750 mg, Apel consentrat 93,3 ml, Grape consentrat 10 ml.

21 Tolak Angin

Anak Sirup

Tiap 10 ml mengandung 3,4 g ekstrak dari: Foeniculi fructus 10%, Isorae fructus 10%, Caryophylli folium 10%, Zingiberis rhizoma 10%, Menthae arventis herba 10%, Bubali cornu extract 0,25 g, Mel depuratum (madu) dan bahan lainnya sampai 12,7 g.

22 Diapet Anak Sirup

Tiap satu takaran (10ml) mengandung:

Psidii folium 140 mg, Curcumae domesticate rhizome 120 mg, Chebulae fructus 50 mg, Granati pericarpium 40 mg.

23 Enkasari Sirup

Tiap 45 ml cairan mengandung sari daun saga(abrus precatorius folia) setara dengan bubuk daun kering 200,4 mg, sari daun sirih(piper bettle folia) setara dengan daun segar 200 mg, sari akar kayu manis( liquritiae radiks) setara dengan bubur akar kering 52,8 mg.

24 Curvit Sirup Zingiberis officinale 250 mg, Cinnamomum burmanii 50 mg,

Kurkuminoid 2 mg, f3 -Karoten 10 5 4 UI, f3-karoten 2,5 mg, Vitamin E 20 mg, Selenium 7,5 mcg, Zn picolinate 2,5 mg.

28 Laserin Sirup 0,054 g, Folia menthae arvensis 0,002 g, Folia hibiscus triliaceus 0,005 g, Succus liquiritae 0,016 g.

29 Opinacea Syrup Sirup

Tiap 5 ml syrup mengandung:

Echinaacea purpurea extract 250 mg, Propolis bee 125 mg, Zinc picolinate 5 mg.

30 OBH Combi Sirup

Tiap 5 ml syrup mengandung: Succus liquritae extract 167 mg, Paracetamol 150 mg, Amonium chloride 50 mg, Ephedrin HC1 2,5 mg, CTM 1 mg.

31 Enstrostop

Anak Sirup

Psidii folium leaf extr 100 mg, Curcuma domestica rhizoma extr 80 mg, Catne-Ilia si&nsis leaves extr 45 mg, Zingiber rhizoma extr 50 mg.

32 Fituno Kaplet

Ekstrak herba echinaceae150 mg, Ekstrak buah morindae 50 mg, Ekstrak herba meniran100 mg, Vitamin Bl 10 mg, Vitamin B6 5 mg, Vitamin E 5 mg.

33 Lelap Kaplet

Tiap kaplet leleap mengandung ekstrak:

Valerianae radix 250 mg, Myristicae semen 115 mg, Eleuthro ginscng radiix 100 mg, Polygalae radix 135 mg.

34 Asifit Kaplet

Tiap kaplet salut selaput mengandung:

serbuk simplisia kering , daun katuk 114 mg, vitamin B12 20 mcg, vitamin B6 15 mg, vitamin B2 2,5 mgdan vitamin B1 10 mg

35 Imunos Plus Kaplet

Tiap kaplet salut selaput mengandung:

Echinacea purpurea extract ( fresh

( setara dengan 250 mg wellmune WGP) 175 mg, Zn picolinate 10 mg, Selenium 15 mcg, Natrium ascorbate setara dengan asam ascorbate 50 mg

36 Biosan Kaplet

Tiap kaplet salut selaput mengandung:

Ekstrak tribulus terrestis L. Herba 275 mg

37 Laxing Kapsul

Tiap kapsul mengandung ekstrak:

Sennae fructus 100 mg, Aloe 33 mg, Foeniculi sernen 60 mg, Aleuritidis endosperm 60 mg

38 Kejibeling Kapsul

Sericocalycis folium 440 mg, Orthosiphonis folium 55 mg, Sonchi folium 45 mg, Callae cortex 45 mg.

41 Kapsida Kapsul

Coriandri fructus 17 mg, Centellae herba 35 mg, Imperatae rhizoma 14 mg, Amomi cardamomii fructus 28 mg, Languatis galangae rhizoma 42 mg, Curcuma domesticate rhizome 53 mg, zingeberis aromaticae rhizome 52 mg, cinnamomun burmani cortex 74 mg, andrographidis particulate herba 35 mg

42 Pro Uric Kapsul 43 Tongli Kapsul Eurycomae radix extract 550 mg

44 Darsi Kapsul

Curcumae rhizoma extract : 110 mg, Zingiberis aromaticae rhizoma extract:

110 mg, Zingiberis purpurei rhizoma Extract: 110 mg, Andrographidis herba Extract: 82,5 mg, Curcumae domesticae Rhizoma extract: 55 mg, Sappan lignum Extract: 55 mg, Elephantopi folium extract: 27,5 mg.

45 Mastin Kapsul Garciniae fructus cortex extract 500 mg.

46 Stimuno Kapsul

Tiap kapsul mengandung:

Ekstrak tanaman phyllanthus niruri 50 mg.

Red yeast rice ekstrak (0,32 mg lovastatin). Guggulipid ekstrak 911 mg Gugglusterones, Chronium picolinate 50

Red yeast rice ekstrak (0,32 mg lovastatin). Guggulipid ekstrak 911 mg Gugglusterones, Chronium picolinate 50

Dokumen terkait