VII KESIMPULAN DAN SARAN
DAFTAR PUSTAKA
[BAPPENAS] Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 2008. Dampak
Pariwisata Terhadap Perekonomian Nasional. http://kppo.bappenas.go.id
[30 Januari 2012].
[BPKAD] Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Wonosobo. 2012. Laporan Realisasi Penerimaan dan Tunggakan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Wonosobo dari Sektor Pariwisata Tahun 2007-2011. Wonosobo: BPKAD Kabupaten Wonosobo.
[BPS] Badan Pusat statistik. 2011. Perkembangan Wisatawan Domestik Tahun 2005-2010. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2011. Perkembangan Wisatawan Mancanegara Berdasarkan Pintu Masuk Tahun 2005-2010. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
[Deptan] Departemen Pertanian. 2008. Agrowisata Meningkatkan Pendapatan Petani. http://database.deptan.go.id/agrowisata [31 Jan 2012].
Dimyati A. 2004. Mendorong perekonomian dengan pariwisata. Jurnal Dinamika Pembangunan 1:17-22.
[Disbudpar] Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah. 2009. Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah yang Mengalami Peningkatan Kunjungan Pariwisata Tahun 2006-2008. Semarang: Disbudpar Provinsi Jawa Tengah.
[Disbudpar] Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah. 2010.Data Perkembangan Jumlah Wisatawan yang Berkunjung ke Jawa Tengah pada Tahun 2008-2009. Semarang: Disbudpar Provinsi Jawa Tengah.
[Disparbud] Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo. 2011. Data Kunjungan Wisatawan ke Obyek Wisata Kabupaten Wonosobo Tahun 2007-2011. Wonosobo: Disparbud Kabupaten Wonosobo.
Ferdiansyah. 2010. Analisis kelayakan finansial perencanaan agrowisata markisa
di Kecamatan Tombolo Pao Kabupaten Goa Propinsi Sulawesi
Selatan [skripsi]. Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
Gittinger JP. 2008. Analisis Ekonomi Proyek-Proyek Pertanian. Jakarta: UI-Press- John Hopkins.
Ibrahim Y. 2009. Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta: Rineka Cipta.
Kasmir dan Jakfar. 2009. Studi Kelayakan Bisnis. Jakarta: Kencana Prenda Media Group.
88 Nugroho, Adhi. 2010. Analisis Kelayakan Usaha Agrowisata Kampung Budaya
Sindangbarang Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor [skripsi]. Bogor: Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor.
Nurmalina R, Sarianti T, Uswandi AK. 2010. Studi Kelayakan Bisnis. Bogor: Departemen Agribisnis FEM-IPB.
Qadarrochman N. 2010. Analisis Penerimaan Daerah dari Sektor Pariwisata di Kota Semarang dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya [skripsi]. Semarang: Fakultas Ekonomi, Universitas Diponegoro.
Subowo. 2002. Agrowisata meningkatkan pendapatan petani. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian Indonesia 24 (2):13-16.
Zubaidah T. 2011. Pengaruh Fasilitas dan Pelayanan Terhadap Kepuasan Pegunjung Pada Agrowisata Perkebunan Teh PT Tambi Wonosobo
ANALISIS KELAYAKAN USAHA WISATA AGRO TAMBI KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO
SKRIPSI
STEFFI FIKRI H34080078
DEPARTEMEN AGRIBISNIS
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
RINGKASAN
STEFFI FIKRI. Analisis Kelayakan Usaha Wisata Agro Tambi Kecamatan
Kejajar Kabupaten Wonosobo. Skripsi. Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (Di bawah bimbingan YUSALINA)
Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam yang beragam dan melimpah yang dapat dijadikan sebagai keunggulan perekonomian bangsa. Salah satu sektor yang memanfaatkan kekayaan alam ini adalah sektor pariwisata. Indonesia merupakan salah satu negara tujuan wisata dunia dan memiliki sektor
pariwisata yang mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan. Indonesia
selalu diramaikan oleh banyaknya wisatawan mancanegara yang turut memberikan sumbangan devisa bagi Indonesia dari sektor pariwisata.
Beberapa tahun terakhir, pembangunan pariwisata di Indonesia menunjukkan kecenderungan yang terus meningkat. Konsumsi jasa dalam bentuk wisata bagi sebagian masyarakat negara maju dan masyarakat Indonesia telah menjadi suatu kebutuhan. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya pendapatan, gaya hidup, dan kesejahteraan masyarakat Indonesia sehingga preferensi dan motivasi wisatawan berkembang secara dinamis. Saat ini, masyarakat memiliki kecenderungan memenuhi kebutuhan sekunder dalam bentuk menikmati udara yang segar, pemandangan yang indah, pengolahan produk secara tradisional, maupun produk-produk pertanian modern dan spesifik menunjukkan peningkatan yang pesat. Kecenderungan ini membuktikan bahwa tingginya permintaan terhadap agrowisata dan sekaligus sebagai peluang bagi pengembangan produk- produk agribisnis baik dalam bentuk kawasan ataupun produk pertanian.
Wisata Agro Tambi merupakan salah satu agrowisata yang menawarkan fasilitas kunjungan sehari dan menginap dengan suasana pegunungan, keindahan alam, udara yang segar serta edukasi budidaya tanaman teh. Wisata Agro Tambi merupakan usaha diversifikasi PT Tambi yang pendiriannya berasal dari modal sendiri. Wisata Agro Tambi memiliki berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan
operasional salah satunya adalah mini market yang menjual oleh-oleh khas
Wonosobo. Namun, fasilitas tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Selain itu, melihat kondisi perekonomian saat ini untuk mendirikan suatu usaha dengan biaya yang cukup besar, kecil kemungkinan menggunakan modal sendiri. Oleh karena itu diperlukan analisis kelayakan usaha untuk melihat kelayakan dan kelangsungan usaha Wisata Agro Tambi dalam menghadapi ketidakpastian dalam dunia bisnis. Penilaian yang dilakukan meliputi aspek usaha baik aspek pasar, teknis, manajemen, hukum, sosial ekonomi lingkungan, maupun finansial.
Adapun tujuan dari penelitian ini antara lain untuk menganalisis kelayakan usaha Wisata Agro Tambi dilihat dari aspek non-finansial dan aspek finansial, serta untuk menganalisis sensitivitas usaha Wisata Agro Tambi jika menghadapi perubahan meliputi penurunan penjualan paket wisata dan kenaikan gaji karyawan tetap.
Penelitian dilakukan di Wisata Agro Tambi, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil pengamatan di lapang dan wawancara langsung dengan manajemen perusahaan Wisata Agro Tambi serta Dinas
iii Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo. Data sekunder diperoleh dari arsip Wisata Agro Tambi, Biro Pusat Statistik, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Wonosobo serta literatur lain yang relevan seperti buku, skripsi, internet, laporan jumlah kunjungan Wisata Agro Tambi, serta instansi terkait yaitu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Wonosobo.
Pada penelitian ini dilakukan analisis kelayakan usaha meliputi aspek non- finansial dan aspek finansial. Hasil analisis aspek non-finansial menujukkan bahwa usaha Wisata Agro Tambi layak untuk dijalankan. Hal ini dapat dilihat dari aspek pasar, teknis, manajemen, hukum dan sosial ekonomi lingkungan yang sesuai dengan kriteria kelayakan dari masing-masing aspek tersebut. Aspek finansial pada penelitian ini terdiri dari tiga skenario. Skenario I yaitu kondisi
perusahaan saat ini, skenario II dengan dimanfaatkannya fasilitas mini market, dan
skenario III dengan menggunakan modal pinjaman. Berdasarkan aspek finansial
pada skenario I diperoleh Net Present Value (NPV) sebesar Rp 1.796.835.473,
nilai Internal Rate of Return (IRR) sebesar 15,43 persen, nilai Net Benefit Cost
Ratio (Net B/C) sebesar 1,66, dan selama Discounted Payback Period (DPP) 8
tahun 11 bulan. Pada skenario II (pemanfaatan mini market) menghasilkan NPV
sebesar Rp 1.818.533.443, nilai IRR sebesar 15,53, nilai Net B/C besesar 1,67, dan selama DPP 8 tahun. Sedangkan pada skenario III (dengan melakukan pinjaman) diperoleh NPV sebesar Rp 1.660.025.969, nilai IRR sebesar 17,18 persen, nilai Net B/C sebesar 1,87, dan selama DPP 9 tahun 8 bulan. Hasil analisis aspek finansial menujukkan bahwa skenario I, skenario II dan skenario III Wisata Agro Tambi layak untuk dijalankan. Manfaat yang dihasilkan usaha Wisata Agro Tambi bertambah dengan adanya skenario II.
Pada analisis switching value dari masing-masing skenario terdapat dua
perubahan, yaitu penurunan penjualan paket wisata dan kenaikan gaji karyawan tetap. Pada skenario I batas maksimum penurunan penjualan paket wisata sebesar 24,87 persen dan kenaikan gaji karyawan sebesar 176,78 persen. Pada skenario II batas maksimum pernurunan penjualan paket wisata sebesar 25,17 persen dan kenaikan gaji karyawan tetap sebesar 177,73 persen. Sedangkan pada skenario III batas maksimum penurunan penjualan paket wisata sebesar 22,35 persen dan kenaikan gaji karyawan tetap sebesar 156,69. Hasil analisis sensitivitas
menggunakan metode switching value menujukkan bahwa Wisata Agro Tambi
lebih sensitif dalam menghadapi penurunan penjualan paket wisata dibandingkan dengan kenaikan gaji karyawan tetap.
iv
ANALISIS KELAYAKAN USAHA WISATA AGRO TAMBI KECAMATAN KEJAJAR KABUPATEN WONOSOBO
STEFFI FIKRI H34080078
Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada
Departemen Agribisnis
DEPARTEMEN AGRIBISNIS
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR
Judul : Analisis kelayakan Usaha Wisata Agro Tambi Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo
Nama : Steffi Fikri NRP : H34080078
Menyetujui, Pembimbing
Dra. Yusalina, M.Si
NIP. 19650115 199003 2 001
Diketahui
Ketua Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen
Institut Pertanian Bogor
Dr. Ir. Nunung Kusnadi, MS
NIP. 19580908 198403 1 002
x
PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul “Analisis
Kelayakan Usaha Wisata Agro Tambi Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosobo”
adalah karya saya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam bentuk daftar pustaka di bagian akhir skripsi ini.
Bogor, Juni 2012
Steffi Fikri H34080078
xi