• Tidak ada hasil yang ditemukan

Daftara Pustaka

Dalam dokumen Bahan Ajar FILSAFAT MANUSIA (Halaman 22-36)

a. Zainal.2009. Filsafat Manusia, Rosda, Bandung

MATERI 6

MANUSIA DALAM PANDANGAN STRUKTURALIS A. Strukturalisme

 Strukturalisme adalah satu pemikiran bahwa manusia sangat dipengaruhi oleh sistem dalam lingkungannya

 sosiologi, antropologi, psikologi, psikoanalisis , teori sastra dan arsitektur  Strukturalis mulai lahir di abad 19 – sampai sekarang

 Alison Assiter, ada empat ide umum mengenai strukturalisme sebagai bentuk ‘kecenderungan intelektual’

Pertama, struktur menentukan posisi setiap elemen dari keseluruhan. Kedua, kaum strukturalis percaya bahwa setiap sistem memiliki struktur. Ketiga, kaum strukturalis tertarik pada ‘struktural’ hukum yang berhubungan dengan hidup berdampingan bukan perubahan.

Empat , struktur merupakan ‘hal nyata’ yang terletak di bawah permukaan atau memiliki makna tersirat.

• oposisi biner pada struktur kesadaran manusia yang membentuk transformasi antara struktur nirsadar (unconsciouss structure) dalam pikiran manusia yang

memepengaruhi struktur permukaan

• oposisi biner adalah 'the essence of sense making': struktur yang mengatur sistem pemaknaan kita terhadap budaya dan dunia tempat kita hidup.

• Oposisi biner adalah sebuah sistem yang membagi dunia dalam dua kategori yang berhubungan.

Ex: laki-laki dan perempuan hidup dan mati

• Anomalous catagories, yang mengotori batasan oposisi biner

• PsikoanalisaSigmund Freud berbasis semiologi. Fokus utama studinya adalah ketidaksadaran, yang sebelumnya diperkenalkan Freud. Lacan menggali kembali ketidaksadaran ini dengan bantuan model linguistik Saussure dan memusatkan

kajiannya pada percakapan antara analis (psikiater/psikolog) dan analisan (pasien). Percakapan itu, menurutnya, merupakan seuntai rantai penanda-penanda. Penanda-penanda itu adalah mimpi, gejala neurosis, salah tindak, dan lainnya.

B. Kesimpulan

• Strukturalisme adalah paham keilmuan yang membahas dasar-dasar konstruk yang mampu mempengaruhi struktur kehidupan manusia.

• Struktur dapat mempengaruhi segala bentuk elemen kehidupan manusia C. Latihan soal mandiri (quiz)

• Jelaskan bagaimana strukturalis mampu mempengaruhi kehiduapan manusia? D. Daftar istilah yang penting

• Neurosis • Semiologi • Oposisi biner • Anomalus E. Daftar Pustaka

a. Zainal.2009. Filsafat Manusia, Rosda, Bandung

MATERI 7

MANUSIA DALAM PANDANGAN MATERIALISME A. Materialisme

• Materialism adalah paham filsafat yang menyakini bahwa esensi kenyataan dari manusia adalah materi atau fisik.

• Ciri utama dari kenyataan material adalah menempati ruang dan waktu, memiliki keluasan dan bersifat objektif serta empiris. Sehingga, dapat diukur, dapat dikuantifikasikan dan diobservasi.

• Jiwa dianggap sebagai sesuatu yang bukan kenyataan, karena tidak menempati ruang dan tidak berada pada suatu waktu.

• Materialism tidak mempercayai kenyataan yang bersifat spiritual, kalaupun ada sesuatu yang peristiwa yang tidak dapat dijelaskan secara material bukan berarti ada penjelasan spiritual tetapi kaum material percaya bahwa keterbatasan akal manusia yang belum dapat menjelaskan peristiwa tersebut secara material.

• Kaum materialism selalu mempercayai hokum kausalitas sehingga pandangan materialism memiliki kecenderungan determinis. Kaum materialism tidak mempercayai kemampuan, kebebasan dan independensi manusia. Segala hal gerak dan perilaku manusia secara mekanik bergerak sesuai dengan hukum yang telah ditetapkan.

• Materialisme sejalan dengan aliran naturalism.

• Manusia terdiri dari kesatuan badan yang bersifat material.

• Pemikiran manusia sangat dipengaruhi oleh segala hal yang bersifat materi, segala bentuk dan peristiwa di dalam kehidupan tidak dapat dipisahkan dari materi.

• Karl Marx adalah salah satu tokoh materialism yang paling berpengaruh. Beberapa pemikirannya menjelaskan kenyataan terkait materi dalam diri manusia. Materi dapat menguasai kehidupan manusia, materi mampu menguasai orang lain.

• Kaum materialis berpendapat bahwa kenyataan dari manusia yang paling nyata dan objektif adalah materi.

C. Latihan soal mandiri (quiz)

• Sebutkan dan jelaskan aliran lain yang sejalan dengan pemikiran materialism? D. Daftar Pustaka

a. Zainal.2009. Filsafat Manusia, Rosda, Bandung

MATERI 8

MANUSIA MENURUT PANDANGAN EKSISTENSIALISME A. EKSISTENSIALISME

• Istilah eksistensi hanya dapat diterapkan pada manusia atau individu konkrit • eksistensi adalah diri autentik

• Sebagai eksistensi , aku ini bertindak.

• Aku ini “aktor”kehidupan yang berani mengambil keputusan dasariah bagi arah hidupku

• Ada tiga tahap pencapaian eksistensi manusia yaitu tahap estetis, tahap etis dan tahap religious

• Tahap estetis adalah tahap yang dicapai individu karena adanya kebutuhan maka individu akan berusaha memenuhi kebutuhan tersebut dalam rangka untuk mencapai kepuasan

• Tahap etis adalah tahap yang dicapai individu setelah individu tersebut mencapai titik jenuh dalam mencapai kepuasan atas pemenuhan kebutuhan dan rasio manusia memberikan solusi bahwa ada keterbatasan dalam diri manusia sehingga manusia belum cukup mencapai kepuasan terhadap pemenuhan kebutuhan sampai pada satu titik individu merasa terbatas.

• Tahap religious adalah tahapan akhir manusia ketika menyadari keterbatasannya maka manusia mulai menunjukkan eksistensinya dengan cara mempercayai sebuah kekuatan diluar individu, kekukatan yang tak terbatas yang membatasi manusia.

B. Kesimpulan

• Eksistensialisme adalah pandangan yang mengacu pada pentingnya eksistensi manusia dalam kehidupan.

C. Latihan soal mandiri (quiz)

Jelaskan tiga tahap eksistensi manusia dalam kehidupan manusia, beri contoh? D. Daftar Pustaka

a. Zainal.2009. Filsafat Manusia, Rosda, Bandung

MATERI 9

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK YANG TRANSENDEN DAN RELIGIUS A. Transenden dan religious

• Spirit atau jiwa, spiritualitas adalah kesadaran akan keberadaan diri dan hubungannya dengan sesuatu yang transenden. Spiritualitas dapat termanifestasi dalam dimensi keberagamaan individu.

• Faktor yang mempengaruhi dimensi spiritualitas manusia adalah faktor lingkungan, pendidikan, intelektualitas dan tahap perkembangan manusia

• Memiliki aspek ideologis: apa yang harus dipercaya dan diyakini • Aspek ritual: perilaku keberagamaan

• Aspek konsekuensial: hal yang harus dalam perilaku keberagamaan • Aspek eksperiensial: pengalaman keagamaan

• Aspek Intelektual: pengetahuan terkait informasi keagamaan

• Manusia terdiri dari badan dan jiwa, jiwa berkembang dan dipengaruhi oleh Spiritualitas.

B. Kesimpulan

• Manusia terdiri dari badan dan jiwa dan dipengaruhi oleh spiritualitas manusia. • Perkembangan spiritualitas manusia dipengaruhi oleh lingkungan, pendidikan dan

intelektualitas manusia C. Daftar Pustaka

a. Zainal.2009. Filsafat Manusia, Rosda, Bandung

MATERI 10

MANUSIA MAKHLUK YANG MEMILIKI SIMBOL A. ANIMAL SYMBOLIC

• Krisis kemanusiaan 1) Siapakah ‘aku’? 2) Self-knowledge 3) Self-aktualisasi

4) Problem Psikologis manusia

5) Metode menyelesaikan problem psikologis

• Berangkat dari problem tersebut, ernest carsirrer menjelaskan bahwa manusia adalah animal symbolic.

• Ernst Cassirer seorang filsuf kebudayaan abad 20. Dia merumuskan manusia sebagai animal symbolicum, makhluk yang pandai menggunakan symbol. Menurut Cassirer, definisi manusia dari Aristoteles, yakni zoon politicon, manusia adalah makhluk sosial memang memberi pengertian umum tetapi bukan ciri khasnya. Begitu pula definisi manusia sebagai animal rationale dianggap tidak memadai, karena rasio tidak memadai untuk memahami bentuk-bentuk kehidupan budaya manusia alam seluruh kekayaan dan bermacam-macamnya. Itulah mengapa dia menawarkan definisi manusia sebagai animal symbolicum yakni makhluk yang pandai membuat, memahami dan menggunakan symbol. Pada bagian lain Cassirer juga berpendapat bahwa ciri utama atau ciri khas manusia bukanlah kodrat fisik atau kodrat metafisiknya, melainkan karyanya. Karyanyalah, sistem-sistem kegiatan manusiawilah yang menentukan dan membatasi dunia.

• Animal symbolic adalah pemahaman manusia dalam memberikan respon tertentu terhadap sebuah aksi atau situasi tidak ada bedanya dengan hewan, dan yang membedakan manusia dengan hewan adalah manusia dapat menciptakan symbol sebagai bagian dari hasil ciptanya.

• Respon binatang menuju pada respon manusia, ketika manusia berada pada situasi terdesak atau membahayakan maka insting hewan akan muncul pada diri manusia yaitu respon menyerang atau menghindar terhadap situasi mendesak atau mengancam.

• Pada situasi tertentu yang menunjukkan adanya perbedaan dengan respon human adalah adanya rasio yang menjadikan manusia berpikir akan bereaksi seperti apa yang sifatnya konstruktif yaitu imaginasi dan intelegensi menuntun manusia untuk merespon situasi dengan baik.

• Respon manusia dalam situasi dan kondisi tertentu dalam prosesnya akan memunculkan proses kreatif yaitu manusia menciptakan mitos dan agama, art atau seni, bahasa, sejarah dan budaya serta ilmu pengetahuan.

• Lewat proses kreatif manusia menciptakan simbol sebagai bagian dari eksistensinya. B. Kesimpulan

• Manusia memiliki reaksi yang sama dengan insting hewan dalam menghadapi situasi mengancam dan membahayakan, namun yang membedakan manusia dengan makhluk lain adalah imaginasi dan intelektualitas dari manusia yang tidak dimiliki oleh makhluk lain.

C. Latihan soal mandiri (quiz)

• Jelaskan manusia dalam sudut pandang animal simbolik menurut Ernst carsirrer? D. Daftar Pustaka

a. Zainal.2009. Filsafat Manusia, Rosda, Bandung

MATERI 11

MULTIDIMENSI : DIMENSI SOSIAL BUDAYA DAN HISTORIS MANUSIA A. Pengertian

• Manusia adalah makhluk berbudaya

• Budaya adalah hasil kreatifitas dan pengalaman manusia yang muncul dalam diri manusia sebagai bentuk eksistensi manusia.

• Budaya adalah sekumpulan nilai-nilai yang disepakati oleh kelompok manusia yang membangun peradaban manusia dalam ruang dan waktu

• Budaya yang muncul pada ruang dan waktu

• Budaya adalah cara jiwa manusia mengekspresikan dirinya, megeskternalisasikan nilai-nilai yang ada dalam jiwanya.

• Kebudayaan dan kesenian dapat dilihat sebagai simbol dari jiwa yang rasional dan sekaligus arti.

• Dimensi ini ada dalam pengalaman manusia yang telah dilalui pada ruang dan waktu di masa lalu. Pengalaman tersebut membentuk aspek budaya yang menjadi bagian dari manusia di masa sekarang dan masa depan.

• Dimensi historis manusia yang akan membentuk manusia sekarang dan manusia di masa depan.

• Dimensi historis mampu mempengaruhi dimensi sosial dan spiritual manusia di masa sekarang dan masa depan.

• Sifat kodrat manusia adalah makhluk monodualis, yakni terdiri dari unsur individual dan unsur sosial (dualis), tetapi merupakan satu kesatuan yang utuh (mono). Secara keseluruhan, manusia adalah makhluk multidimensi yang masing-masing dimensi memiliki pemahaman sendiri tentang manusia. Dan sejurus dengan itu, pemahaman tentang manusia menjadi memiliki beragam makna, tergantung pada sudut pandang

mana pemahaman itu berpijak disamping pada dimensi mana dalam kehidupan manusia.

• Pengertian manusia menurut waktu dan tokoh filsafatnya, bahkan jika Banyaknya definisi tentang manusia, membuktikan bahwa manusia adalah memang makhluk multi dimensional, yang memiliki banyak wajah. Berdasarkan fakta tersebut, maka ada juga yang mencoba membuat pola pemikiran tentang manusia sebagaimana yang akan terlihat pada uraian berikut ini, yakni pola pemikiran psikologis dan sosial budaya.

• perpaduan antara metode-metode psikologi eksperimental dan suatu pendekatan filosofis tertentu, misalnya fenomenologi. Tokoh-tokoh yang berpengaruh besar pada pola ini antara lain Ludwig Binswanger, Erwin Straus dan Erich Fromm. Binswanger mengembangkan suatu analisis eksistensial yang bertitik tolak dari psikoanalisisnya Freud. Namun pendirian Binswanger bertolak belakang dengan pendirian Freud tentang kawasan bawah sadar manusia yang terungkap dalam mimpi, nafsu dan dorongan seksual. Menurut Binswanger, analisis Freud sangat berat sebelah karena dia mengabaikan aspek-aspek budaya dari eksistensi manusia seperti agama, seni, etika dan mitos. Freud menurut Binswanger, memahami kebudayaan secara negatif, yakni lebih sebagai penjinakan dorongan-dorongan alamiah daripada sebagai ungkapan potensi manusia untuk memberi arah pada hidupnya. Penelitian psikologis harus diarahkan pada kemampuan manusia untuk mengatasi dirinya sendiri dalam penggunaan kebebasannya yang menghasilkan keputusan-keputusan dasar.

• Freud dengan psikoanalisisnya berpendapat bahwa manusia pada dasarnya digerakkan oleh dorongan-dorongan dari dalam dirinya yang bersifat instinktif. Tingkah laku individu ditentukan dan dikontrol oleh kekuatan psikhis yang sejak semula memang sudah ada pada diri individu itu. Individu dalam hal ini tidak memegang kendali atas “nasibnya” sendiri, tetapi tingkah lakunya semata-mata diarahkan untuk memuaskan kebutuhan dan instink biologisnya.

• Pandangan Freud tersebut ditentang oleh pandangan humanistik tentang manusia. Pandangan humanistik menolak pandangan Freud yang mengatakan bahwa manusia

pada dasarnya tidak rasional, tidak tersosialisasikan dan tidak memiliki kontrol terhadap “nasib” dirinya sendiri. Sebaliknya, pandangan humanistik yang salah satu tokohnya adalah Rogers mengatakan bahwa manusia itu rasional, tersosialisasikan dan untuk berbagai hal dapat menentukan “nasibnya” sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa manusia memiliki kemampuan untuk mengarahkan, mengatur.

• Pandangan behavioristik pada dasarnya menganggap bahwa manusia sepenuhnya adalah makhluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol atau dikendalikan oleh faktor-faktor yang datang dari luar. Penentu tunggal dari tingkah laku manusia adalah lingkungan. Dengan demikian, kepribadian individu dapat dikembalikan semata-mata kepada hubungan antara individu dan lingkungannya. Hubungan itu diatur oleh hukum-hukum belajar seperti teori pembiasaan (conditioning) dan peniruan. Salah satu tokoh dari pandangan ini adalah Skinner.

• Dari ketiga pandangan yang disebut terakhir, dapat disimpulkan bahwa Freud dengan psikoanalisisnya lebih menekankan faktor internal manusia, sementara pandangan behaviorisme lebih menekankan faktor eksternal. Pandangan psikologi humanistik lebih menekankan kemampuaan manusia untuk mengarahkan dirinya, baik karena pengaruh faktor internal maupun eksternal. Manusia tidak serta merta atau otomatis melakukan suatu tindakan berdasarkan desakan faktor internal, karena desakan faktor internal bisa saja ditangguhkan pelaksanaannya.

• Manusia Menurut Pola Pemikiran Sosial Budaya tampil dalam dimensi sosial dan kebudayaannya, dalam hubungannya dengan kemampuannya untuk membentuk sejarah. Menurut pola ini, kodrat manusia tidak hanya mengenal satu bentuk yang uniform melainkan berbagai bentuk. Salah satu tokoh yang termasuk dalam pola ini adalah Erich Rothacker. Dia berupaya memahami kebudayaan setiap bangsa melalui suatu proses yang dinamakan reduksi pada jiwa-jiwa nasional dan melalui mitos-mitos. Yang dimaksud reduksi pada jiwa-jiwa nasional adalah proses mempelajari suatu kebudayaan tertentu dengan mengembalikannya pada sikap-sikap dasar serta watak etnis yang melahirkan pandangan bangsa yang bersangkutan tentang dunia, atau weltanschauung. Pengalaman purba itu dapat direduksi lagi. Dengan demikian, meskipun orang menciptakan dan mengembangkan lingkup kebudayaan nasionalnya, kemungkinan-kemungkinan pelaksanaan dan pengembangannya sudah ditentukan, karena semuanya itu sudah terkandung dalam warisan ras.

• Menurut Notonagoro, manusia adalah makhluk monopluralis, maksudnya bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki banyak unsur kodrat (plural), tetapi merupakan satu kesatuan yang utuh (mono). Jadi, manusia terdiri dari banyak unsur kodrat yang merupakan satu kesatuan yang utuh. Tetapi dilihat dari segi kedudukannya, susunannya, dan sifatnya masing-masing bersifat monodualis. Riciannya sebagai berikut: dilihat dari kedudukan kodratnya manusia adalah makhluk monodualis: terdiri dari dua unsur (dualis), tetapi merupakan satu kesatuan (mono), yakni sebagai makhluk pribadi berdiri sendiri sekaligus sebagai makhluk Tuhan Dilihat dari susunan kodratnya, manusia sebagai makhluk monodualis, maksudnya terdiri dari dua unsur yakni unsur raga dan unsur jiwa (dualis).

B. Kesimpulan

• Budaya adalah sekumpulan hasil kretifitas manusia yang terdiri dari nilai-nilai yang diakui dan disepakati secara bersama

C. Latihan soal mandiri (quiz)

• Jelaskan dimensi social dan budaya dalam kehidupan manusia? D. Daftar Pustaka

a. Zainal.2009. Filsafat Manusia, Rosda, Bandung

MATERI 12

ETIKA; PRO CHOICE DAN PRO LIFE PADA MANUSIA

Dalam dokumen Bahan Ajar FILSAFAT MANUSIA (Halaman 22-36)

Dokumen terkait