• Tidak ada hasil yang ditemukan

DALAM PERMAKULTUR

Dalam dokumen APNI TRISTIA UMIARTI (Halaman 40-48)

S

istem dalam permakultur sebenarnya dapat didesain dengan melibatkan ternak maupun tanpa ternak di dalamnya. Tetapi tentu saja ternak yang ada di dalamnya memiliki fungsi dan perannya tersendiri dalam permakultur. Penggunaan ternak dalam desain permakultur merupakan aspek mendasar yang akan menyediakan keanekaragaman dalam sistem. Peran dan aktifitas ternak secara alami akan memberikan manfaat yang positif dalam ekologi sistem tersebut. Selain bisa dinikmati produknya yang berupa daging, telur atau susu, ternak dalam permakultur juga memiliki manfaat yang tak kalah penting dalam sistem tersebut.

Perlu diingat bahwa dalam permakultur kita menggunakan sumber daya biologi. Sangat penting untuk diketahui bahwa baik tanaman maupun binatang mampu menghasilkan bahan bakar, pupuk, pengendalian hama, perputaran nutrisi dan penggemburan tanah (traktor alami). Ternak ini bisa bekerjasama satu sama lain, misalnya dalam hal menggunakan mereka sebagai traktor alami. Kita bisa menggunakan lebih dari satu jenis hewan ternak. Tahapan pertama yaitu menggunakan ayam dan selanjutnya menggunakan ternak babi sebagai traktor alami.

Dalam ruang lingkup yang lebih besar, integrasi ternak dalam sistem permakultur akan memberikan manfaat mengurangi penggunaan tenaga kerja dan juga bahan bakar.

32

Selain itu dalam sistem yang lebih besar ini tentunya akan memberikan pengaruh yang positif pula untuk ternak. Ternak akan cenderung lebih bahagia dan sehat. Dalam lingkup yang lebih besar ini, pemeliharaan ternak cenderung akan menggunakan sistem free range.

Pemanfaatan ternak sebagai traktor alami memiliki makna ganda yang bermanfaat. Bukan hanya menggemburkan tanah, menggunakan ternak sebagai traktor akan menambah unsur hara dengan adanya tambahan dari kotoran yang dikeluarkan oleh ternak tersebut sehingga tanah benar-benar siap untuk ditanami kembali.

Dalam ruang lingkup sistem permakultur yang lebih besar, ternak akan menjadi salah satu pemasok sumber energi. Sumber energi yang dimaksud adalah energi yang berasal dari kotoran padat hewan yang diolah menjadi biogas. Selain dimanfaatkan sebagai biogas, bersama dengan limbah dapur kotoran ternak juga akan dimanfaatkan sebagai kompos.

Ayam

Ayam akan membantu banyak dalam pemeliharaan kebun. Ayam yang dilepas di kebun akan membantu untuk mengendalikan serangga yang merusak tanaman dengan memakannya. Selain itu beberapa tanaman pengganggu/ gulma juga bisa menjadi makanan bagi ayam. Bukan hanya keahlian ayam dalam membantu mengendalikan serangga dan tanaman pengganggu, kotoran ayam juga sangat berfungsi sebagai pupuk organik yang menyuburkan tanah. Memanfaatkan ayam sebagai traktor alami juga sangat bermanfaat dalam rangka meningkatkan kesuburan tanah yang akan ditanami (Gambar 8.).

33

Bisa disimpulkan bahwa peranan ayam dalam sistem permakultur adalah: 1). sebagai pestisida alami dengan memakan serangga; 2). sebagai penggembur tanah/traktor dengan cara mengais-ngais; 3). penyubur tanah dengan kotorannya; dan 4). sebagai herbisida dengan memakan tanaman/rumput pengganggu.

Ayam merupakan salah satu ternak yang harus berada pada di antara zona 1 dan 2 karena perlu perawatan dan pengamatan yang sering. Selain itu hubungan mutualisme antara ayam dan kebun sayuran dan tanaman buah menjadikan ternak ini harus berada di lokasi yang berdekatan. Hubungan keterkaitan antara ayam dan sistem permakultur dapat dilihat pada Gambar 9. Gambar 9. Hubungan keterkaitan antara ayam dan sistem permakultur

Gambar 8. Kandang yang digunakan sebagai traktor ayam. Kandang ini didesain bisa dipindah-pindahkan sesuai dengan lahan yang hendak digemburkan

Apni Tristia Umiarti

34 Babi

Memelihara babi dalam sistem permakultur juga tak kalah bermanfaatnya dengan memelihara ayam. Bukan hanya kotorannya yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk alami, babi juga bisa digunakan sebagai traktor alami dalam menggemburkan dan menyuburkan tanah bergantian dengan peran ayam dalam hal yang sama.

Secara alamiah babi memiliki sifat senang menggali. Babi yang dilepas di tanah akan segera menggali dan mengubahnya menjadi genangan lumpur. Selain itu, babi juga memiliki sifat yang senang berkeliaran ke mana-mana sehingga diperlukan pagar untuk membatasi ruang gerak babi sehingga babi hanya akan menggemburkan area tanah yang diinginkan saja. Apabila tidak disediakan pagar dalam area yang akan digemburkan bisa digunakan teknik dengan meletakkan pakan pada daerah yang kita ingin gemburkan.

Gambar 9. Hubungan keterkaitan antara ayam dan sistem permakultur

Gambar 8. Kandang yang digunakan sebagai traktor ayam. Kandang ini didesain bisa dipindah-pindahkan sesuai dengan lahan yang hendak digemburkan

35

Babi akan berada di area tersebut karena babi akan ingin selalu makan dan dekat dengan makanannya.

Sapi

Sapi yang dipelihara dalam sistem permakultur juga akan memberikan dampak yang positif pula. Selain menghasilkan pupuk kandang, kotoran dan urine sapi juga bisa ditampung dan diolah untuk dimanfaatkan sebagai penghasil gas (biogas). Gas yang dihasilkan dari pengolahan kotoran dan urine sapi bisa digunakan langsung oleh masyarakat dalam sistem tersebut. Contoh pemanfaatan kotoran dan urine sapi sebagai biogas dapat dilihat pada Gambar 11. Ampas yang merupakan sisa dari pengolahan kotoran menjadi biogas masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi kompos yang akan dikembalikan lagi ke kebun tanaman. Biogas dapat dihasilkan dari seekor sapi yang dipelihara dan dilepas di padang gembala atau diberi pakan dengan mengambil daun dan rumput yang tersedia di dalam kebun dan kawasan hutan

Gambar . eman aatan kotoran dan urine sapi men adi biogas umber .idep oundation.org

Gambar . enggunaan babi sebagai traktor

Apni Tristia Umiarti

36

permakultur.

Pakan utama yang bisa diperoleh dari sistem yaitu berasal dari rumput atau pepohonan yang ada. Daun-daunan bisa diberikan langsung dalam bentuk segar atau hay dan silase.

Dalam sistem permakultur yang lebih besar, peranan sapi akan banyak membantu dalam mengontrol tumbuhnya rumput liar di area hutan (utamanya hutan makanan). Hal ini akan membantu mengurangi tenaga kerja yang terlibat untuk membersihkan/memotong rumput di area tersebut.

Gambar . ernak sapi merumput di ba ah tanaman hutan

umber .perma ulturene s.org integrating-li esto k-in-the- ood- orest

Gambar . eman aatan kotoran dan urine sapi men adi biogas umber .idep oundation.org

Gambar . enggunaan babi sebagai traktor

37 Domba/kambing

Domba atau kambing yang dipelihara dalam sistem permakultur bukanlah dalam jumlah besar. Kemampuan dan kebiasaan kambing yang meramban akan dapat merusak dan menghabiskan tanaman (Permaculture Research Institute, 2019). Oleh karena itu pemeliharaan kambing dalam permakultur disarankan tidak terlalu banyak. Hanya untuk mengisi bagian belakang pekarangan saja. Dalam permakultur, kambing yang dipelihara tidak hanya diberi pakan hijauan saja, pemberian limbah sayuran sisa hasil panen juga bisa diberikan ke kambing misalnya kol, selada, sayur hijau, dan lain-lain. Apabila kekurangan pakan pada permakultur dengan skala yang agak kecil bisa diusahakan dengan mencari di pasar yang berupa limbah sayur-sayuran dan buah-buahan.

Kambing merupakan salah satu ternak yang mampu memanfaatkan limbah sebagai pakan yang tidak dimanfaatkan dan dianggap sampah bagi manusia. Kondisi yang demikian menjadikan kambing sebagai salah satu penghasil kalori, protein, vitamin dan mineral yang baik untuk keluarga dengan memanfaatkan halaman belakang rumah.

Domba/kambing yang dipelihara tersebut tentunya akan menghasilkan kotoran yang akan berfungsi sebagai pupuk yang bisa langsung diaplikasikan ke tanaman. Kotoran kambing dan domba merupakan jenis kotoran yang dingin sehingga apabila ingin langsung menggunakannya tidak perlu menunggu waktu lagi.

Apabila kita hendak membersihkan tanaman pengganggu pada suatu area, kita juga bisa memanfaatkan kambing atau domba dengan cara menggembalakannya.

38

Selain itu kambing jenis tertentu (misalnya Etawah) dapat memberikan hasil sampingan berupa susu yang bisa dinikmati oleh anggota keluarga.

Sistem Vegetarian

Ternak yang berada dalam sistem permakulturpun masih diperlukan bahkan bagi kelompok vegetarian. Dalam sistem ini ternak yang dipelihara dalam permakultur adalah berupa ayam dan kambing, atau sapi. Dalam sistem ini, pemanfaatan hasil dari peternakan yaitu berupa telur ayam, susu dari domba dan sapi dan juga hasil olahannya.

39

Dalam dokumen APNI TRISTIA UMIARTI (Halaman 40-48)

Dokumen terkait