• Tidak ada hasil yang ditemukan

In Rupiah) 2011 (dalam Rupiah/ In Rupiah) Rugi sebelum manfaat (beban) pajak

penghasilan (27.587.600.412 ) (8.598.059.311 )

Loss before income tax benefit (expense)

Beda temporer 617.556.836 1.676.633.578 Temporary differences

Beda tetap 2.842.848.310 2.612.912.264 Permanent differences

Estimasi rugi fiskal (24.127.195.266 ) (4.308.513.469 ) Estimated fiscal loss

Koreksi rugi fiskal yang berasal dari

hasil pemeriksaan pajak 649.308.434 758.997.439

Adjustment on tax loss due to tax assessment

Akumulasi rugi fiskal tahun

sebelumnya (48.427.390.899 ) (44.877.874.869 ) Tax losses carried forward

Estimasi akumulasi rugi fiskal (71.905.277.731 ) (48.427.390.899 ) Estimated tax losses carry forward

Perusahaan akan melaporkan estimasi rugi fiskal tahun 2012 tersebut di atas dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT”) untuk tahun 2012. Estimasi rugi fiskal tahun 2011 tersebut di atas sesuai dengan jumlah yang dilaporkan dalam SPT tahun 2011.

The Company will report the 2012 estimated fiscal loss as stated above in the 2012 Income Tax Return (“SPT”). The amount of 2011 estimated fiscal loss as stated above conformed to the amount shown in 2011 SPT.

Berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (“SKPLB”) tanggal 19 April 2012, Direktorat Jenderal Pajak melakukan koreksi atas kerugian fiskal Perusahaan tahun pajak 2010 dari sebesar Rp21.243.175.732 menjadi Rp20.593.867.298 sehingga kerugian fiskal

Perusahaan berkurang sebesar

Rp649.308.434.

Based on the Tax Overpayment Assessment Letter (“SKPLB”) dated April 19, 2012, the Directorate General of Taxes adjusted the Company’s 2010 fiscal loss from Rp21,243,175,732 to Rp20,593,867,298. Accordingly, the 2009 fiscal loss decreased by Rp649,308,434.

Berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (“SKPLB”) tanggal 25 Maret 2011, Direktorat Jenderal Pajak melakukan koreksi atas keuntungan fiskal Perusahaan tahun pajak 2009 dari sebesar Rp35.014.540.827

menjadi Rp35.773.538.266 sehingga

keuntungan fiskal Perusahaan bertambah sebesar Rp758.997.439.

Based on the Tax Overpayment Assessment Letter (“SKPLB”) dated March 25, 2011, the Directorate General of Taxes adjusted the Company’s 2009 fiscal gain from Rp35,014,540,827 to Rp35,773,538,266. Accordingly, the 2009 fiscal gain increased by Rp758,997,439.

c. Rekonsiliasi rugi sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan yang dihitung pada tarif pajak yang berlaku ke manfaat (beban) pajak penghasilan seperti yang dilaporkan dalam laporan laba rugi komprehensif:

c. The reconciliation of loss before income tax benefit (expense) multiplied by the applicable tax rate and income tax benefit (expense) as reported in the statements of comprehensive income (loss): 2012 2011 (Disajikan kembali - Catatan 2k/As restated -Note 2k)

Rugi sebelum manfaat (beban) pajak menurut laporan laba rugi

komprehensif (1.200.327 ) (788.453 )

Loss before income tax benefit (expense) per statements of

comprehensive income (loss)

Manfaat pajak penghasilan

berdasarkan tarif pajak yang berlaku (300.081 ) (197.113 )

Income tax benefit at applicable tax rate

Beda tetap, neto, pada tarif pajak yang

berlaku 75.213 81.627

Net permanent differences at applicable tax rate

Perubahan cadangan penilaian

aset pajak tangguhan 236.292 37.003

Changes in valuation allowance of deferred tax asset

Koreksi rugi fiskal yang berasal dari

hasil pemeriksaan pajak 17.704 21.622

Adjustment in tax loss due to tax assessment

Beban (Manfaat) pajak penghasilan 29.128 (56.861 ) Income tax expense (benefit)

Tarif pajak yang digunakan oleh Perusahaan adalah sebesar 25% untuk tahun 2012 dan 2011.

The tax rate applicable to the Company is 25% for year 2012 and 2011.

d. Aset/(liabilitas) pajak tangguhan d. Deferred tax assets/(liabilities)

31 Des. 2012/ Dec. 31, 2012 31 Des. 2011/ Dec. 31, 2011 (Disajikan kembali - Catatan 2k/ As restated -Note 2k) 1 Jan. 2011/ 31 Dec. 2010 Jan. 1, 2011/ Dec. 31, 2010 (Disajikan kembali - Catatan 2k/ As restated - Note 2k)

Aset pajak tangguhan: Deferred tax assets:

Akumulasi rugi fiskal 1.366.688 1.130.395 1.093.392 Tax losses carried forward Liabilitas imbalan kerja jangka

panjang 564.611 596.488 570.036

Long-term employees’ benefits liabilities Cadangan atas penurunan

nilai 326 3.178 26.624

Allowance for impairment in value

Utang sewa pembiayaan 3.183 4.920 6.220

Obligation under finance lease

Beban akrual 48.787 66.092 52.132 Accrued expenses

Total 1.983.595 1.801.073 1.748.404 Total

Cadangan penilaian aset pajak

tangguhan (1.366.688 ) (1.130.395 ) (1.093.392 )

Valuation allowance of deferred tax asset

Total aset pajak tangguhan, setelah dikurangi cadangan penilaian aset pajak

tangguhan 616.907 670.678 655.012

Total deferred tax assets, net of valuation allowance of

deferred tax asset

Liabilitas pajak tangguhan: Deferred tax liability:

Aset tetap (82.432 ) (107.075 ) (148.270 ) Fixed assets

d. Aset/(liabilitas) pajak tangguhan (lanjutan) d. Deferred tax assets/(liabilities) (continued) Menurut ketentuan perpajakan yang berlaku,

rugi fiskal dari tahun-tahun sebelumnya dapat dikompensasikan dengan laba kena pajak di masa mendatang sampai dengan masa waktu lima tahun sejak timbulnya rugi fiskal tersebut. Perusahaan melaporkan surat pemberitahuan tahunan dengan metode self-assessment. Berdasarkan Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (Undang-undang No. 28 Tahun 2007), kantor pajak dapat menetapkan atau mengubah pajak selama 5 tahun dari tanggal pajak terhutang dan, untuk peralihan, pajak untuk tahun fiskal 2008 dan sebelumnya tidak dapat ditetapkan kembali setelah tahun 2013.

Under existing tax regulations, tax loss carryforward can be compensated against future taxable income up to a maximum of five years from the date the tax loss is incurred. The Company submits tax returns on a self- assessment basis. Based on the latest changes of Law on General Rules and Procedures of Taxation (Law No. 28 Year 2007), tax authorities may assess or amend taxes within 5 years from the date when the tax was payable and, for transition purposes, taxes for fiscal year 2008 and prior shall not be assessed after 2013.

Penggunaan aset pajak tangguhan yang diakui Perusahaan bergantung atas laba kena pajak di masa mendatang yang melebihi laba yang timbul atas pemulihan perbedaan temporer kena pajak yang ada. Perusahaan melakukan cadangan atas aset pajak tangguhan untuk mencerminkan kemungkinan rugi fiskal dari tahun-tahun sebelumnya yang tidak dapat dikompensasikan sebelum kadaluarsa.

The utilization of deferred tax assets recognized by the Company is dependent upon future taxable profits in excess of profits arising from the reversal of existing taxable temporary differences. A valuation allowance for deferred tax assets has been established to reflect the probable tax loss carry forwards that cannot be compensated before they expire.

23. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK- PIHAK BERELASI

23. BALANCES AND TRANSACTIONS WITH

RELATED PARTIES

Dokumen terkait