• Tidak ada hasil yang ditemukan

SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI

C. Dalil-dalil Hasil Penelitian

1. Pemikiran politik dalam kaitan dengan relasi Islam dan negara atau Islam dan demokrasi berparadigma substantif dapat menjadi suatu model yang relevan bagi bangsa dan negara Indonesia sebagai negara bangsa yang multikultur dan multi agama serta multi etnis.

2. Eksistensi ideologi Pancasila dan bhineka tunggal ika diletakkan sebagai kalimatun sawwa dan sebagai flatform dalam berbangsa dan bernegara bagi umat Islam

Abdul Rozak, 2015

PEMIKIRAN POLITIK DAN GERAKAN SOSIOKULTURAL KEWARGANEGARAAN KAUM INTELEKTUAL MUSLIM NEO-MODERNIS DALAM PENGUATAN DEMOKRASI DAN CIVIL SOCIETY DI INDONESIA

Indonesia dapat mewujudkan deradikalisasi agama, menghindari tindakan kekerasan atas anama agama, menghindari tindakan terorisme, dan menghindari tindakan korupsi yang menjadi masalah akut bangsa dan negara.

3. Pengembangan dimensi ontologis keilmuan pendidikan kewarganegaraan Indonesia pada obyek kajian dan obyek pengembangan mengharuskan tema pemikiran politik dan gerakan sosiokultural kewarganegaraan kaum intelektual muslim Indonesia dijadikan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari materi kajian pendidikan kewarganegaraan persekolahan dan di perguruan tinggi;

4. Pemikiran politik kaum intelektual muslim neo-modernis dalam bidang demokrasi, civil society, etika politik, hak asasi manusia dan isu-isu sentral kewarganegaraan lainnya merupakan produk dialektis dan reflektif terkait dengan Islam sebagai agama yang tidak saja nilai dan ajarannya mengatur dimensi teologis an sich, melainkan memuat tatanan kehidupan sosial kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan yang disebut dengan dimensi mu’amalah. Namun demikian dalam implementasi praksisnya memerlukan pemahaman terhadap nilai dan ajaran Islam yang kontekstual, rasional dan dialektikal.

5. Mendesiminasikan pemikiran politik kaum intelektual muslim neo-modernis tentang relasi Islam dan negara, Islam dan demokrasi, Islam dan hak asasi manusia, Islam dan civil society yang dibingkai dengan kerangka bangunan Islam rahmatan lil

‘alamiin, moderat, toleran dan kedamaian dalam negara bangsa di Indonesia menjadi keniscayaan. Karena itu perlu dilakukan upaya secara terprogram dan sistematik dengan menjadikannya sebagai bagian integral dari ontologi pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan politik, pendidikan demokrasi dan HAM pada jalur pendidikan persekolahan (terutama mulai jenjang pendidikan menengah-pendidikan tinggi) dan jalur menengah-pendidikan kemasyarakatan akan semakin memperkokoh keberadaan negara bangsa (nation state).

6. Pendidikan kewarganegaraan sebagai wahana pendidikan politik, pendidikan demokrasi dan HAM memiliki potensi yang sangat besar dalam rangka terjadinya transformasi sosial warga negara Indonesia untuk menjadi warga negara yang cerdas, baik, bijak, berperadaban, berwawasan dan berkemampuan interaksi global serta

Abdul Rozak, 2015

PEMIKIRAN POLITIK DAN GERAKAN SOSIOKULTURAL KEWARGANEGARAAN KAUM INTELEKTUAL MUSLIM NEO-MODERNIS DALAM PENGUATAN DEMOKRASI DAN CIVIL SOCIETY DI INDONESIA

berkeadaban yang santun (civic virtue) mulai dari lingkup persekolahan maupun lingkup kemasyarakatan.

7. Pendidikan kewarganegaraan perlu melakukan adopsi dan adaptasi serta inovasi baik berkaitan dengan materi kajian –kajian pemikiran politik kaum intelektual Islam neo-modernis-, maupun berkaitan dengan metodologi pembelajaran dan pengembangannya sesuai dengan tuntutan, dinamika dan tantangan zaman yang melingkupinya. Dengan paradigma seperti itu pendidikan kewarganegaraan akan senantiasa menemukan relevansinya sebagai instrumen dalam transformasi kewarganegaraan yang berkeadaban (civil society-masyarakat madani) dan mengawal terwujudnya demokrasi berkeadaban (civility democracy) di Indonesia. 8. Rekonstruksi ranah ontologis dan epistemologis dalam keilmuan pendidikan

kewarganegaraan (PKn) dengan mempertimbangkan materi kajian pemikiran politik kaum intelektual muslim neo-modernis tentang relasi Islam dan negara, Islam dan demokrasi, Islam dan hak asasi manusia, Islam dan civil society yang dibingkai dengan kerangka bangunan Islam rahmatan lil ‘alamiin.

9. Pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan disiplin ilmu yang dikembangkan di LPTK pada jenjang sarjana untuk menyiapkan calon guru PKn persekolahan maupun pada jenjang magister dan doktor dalam rangka pengembangan keilmuan PKn akan semakin signifikan dan relevan dengan mengakomodasi pola gerakan sosiokultural kewarganegaraan Cak Nur dan Gus Dur sebagai metode transformasi sosial

10.Memasukkan pemikiran politik kaum intelektual muslim neo-modernis menjadi hal yang sangat strategis dan signifikan dalam memperkokoh jati diri keilmuan PKn sebagai pendidikan politik, pendidikan demokrasi dan HAM. Implikasi dari upaya tersebut, ranah aksiologis Pkn menjadi semakin kokoh dalam dinamika kehidupan kebangsaan dan kenegaraan.

D. Rekomendasi

Penelitian ini terbatas pada kedua tokoh intelektual muslim neo-modernis (Nurcholish Madjid dan Abdurrahman Wahid) terkait dengan pemikiran politik dan

Abdul Rozak, 2015

PEMIKIRAN POLITIK DAN GERAKAN SOSIOKULTURAL KEWARGANEGARAAN KAUM INTELEKTUAL MUSLIM NEO-MODERNIS DALAM PENGUATAN DEMOKRASI DAN CIVIL SOCIETY DI INDONESIA

gerakan sosiokultural kewarganegaraan yang dilaksanakan oleh kedua tokoh tersebut. Karena itu peneliti merekomendasikan untuk dilakukan penelitian lanjutan dan kajian praksis sebagai berikut:

1. Perlu dilakukan penelitian lanjutan terhadap intelektual muslim lainnya yang berada dalam periode kehidupan yang sama dengan kedua intelektual muslim (Nucholish Madjid dan Abdurrahman Wahid) yang peneliti lakukan dalam rangka penguatan body of knowledge pendidikan kewarganegaraan sebagai suatu disiplin ilmu mandiri; 2. Ruang lingkup obyek penelitian yang peneliti lakukan terhadap kedua intelektual

muslim ini perlu dikembangkan lebih lanjut agar kajian terhadap kedua intelektual muslim ini (Nucholish Madjid dan Abdurrahman Wahid). Selain itu jumlah kaum intelektual yang dikaji perlu diperbanyak agar semakin komprehensif baik terkait dengan ide-gagasan maupun aktivitas yang dilaksanakannya;

3. Perlu dilakukan penelitian yang mendalam terhadap kedua intelektual muslim neo-modernis ini terkait dengan dampak dan kepengikutan kelompok masyarakat terhadap ide-gagasan dan langkah-langkah gerakan yang diakibatkan olehnya (Nucholish Madjid dan Abdurrahman Wahid);

4. Perlu dilakukan penelitian terrhadap kedua intelektual neo-modernis ini maupun kaum intelektual muslim lainnya dengan menggunakan pendekatan interdisipliner, multisipliner dan transdisipliner berkaitan dengan ide-gagasan dan aktivitas yang dilakukannya (Nucholish Madjid dan Abdurrahman Wahid).

5. Perlu dilakukan penataan ulang terhadap materi kajian pendidikan kewarganegaraan dalam praksis pembelajaran yang dilakukan para guru dan terutama para dosen pengampu mata kuliah pendidikan kewarganegaraan dengan mempertimbangkan pemikiran politik Cak Nur dan Gus Dur sebagai obyek telaah atau kajian dalam kegiatan kurikuler maupun pada kurikulum Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan mulai jenjang strata satu (level 6), strata dua (level 8) dan strata tiga (level 9) agar terjadi pengayaan dan koherensi yang rasional.

6. Perlu dilakukan redesain kurikulum Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan mulai jenjang strata satu (level 6), strata dua (level 8) dan strata tiga (level 9) yang bercorak keindonesiaan sebagai dimensi partikularitas disamping dimensi

Abdul Rozak, 2015

PEMIKIRAN POLITIK DAN GERAKAN SOSIOKULTURAL KEWARGANEGARAAN KAUM INTELEKTUAL MUSLIM NEO-MODERNIS DALAM PENGUATAN DEMOKRASI DAN CIVIL SOCIETY DI INDONESIA

universalitas dari Pendidikan Kewarganegaraan. Hal ini akan menjadi nilai tambah dan pembeda terkait dengan obyek kajian pendidikan kewarganegaraan di Indonesia dengan obyek kajian pendidikan kewarganegaraan di berbagai negara pada umumnya. Karena telah menjadikan local wisdom sebagai muatan khusus dalam pendidikan kewarganegaraan. Dengan demikian PKn dapat menjadi wahana dan upaya preventif dalam kerangka deradikalisasi agama, tindakan kekerasan yang mengatasnakaman agama, tindakan terorisme yang dilakukan warga negara dan tindakan destruktif lainnya yang dapat menggoyahkan keutuhan NKRI.

7. Perlu dilakukan reformulasi metodologi dalam pembelajaran pendidikan kewarganegaraan baik pada jalur persekolahan maupun jalur pendidikan kewarganegaraan kemasyarakatan dengan mempertimbangkan pada pola gerakan sosiokultural dan metodologi penyajiannya sebagaimana yang dilakukan oleh Cak Nur dan Gus Dur agar tepat sasaran dan berdampak positif bagi pengembangan kesadaran, kepedulian, komitmen dan tanggungjawab kewarganegaraan.

Abdul Rozak, 2015

PEMIKIRAN POLITIK DAN GERAKAN SOSIOKULTURAL KEWARGANEGARAAN KAUM INTELEKTUAL DAFTAR PUSTAKA

BUKU

A. Sirry. M. (1996). Sejarah Fiqih Islam; Sebuah Pengantar, cet. ke-2, Surabaya: Risalah.

Abdallah. U. A. dkk. (2003). Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam, dalam tulisannya, Islam Liberal dan Fundamental: Sebuah Pertarungan Wacana, cet. ke-2, Yogyakarta: eLSAQ.

Abdillah. M. (1997). “Negara Ideal menurut Islam dan Implementasinya pada Masa

Kini,” dalam Komaruddin Hidayat dan Ahmad Gaus AF, Islam Negara dan Civil

Society: Gerakan dan Pemikiran Islam Kontemporer. Jakarta: Paramadina. Abdillah, M. (2009). Demokrasi Di Persimpangan Makna: Respons Intelektual Muslim

Indonesia Terhadap Konsep Demokrasi (1966 – 1993) (Yogyakarta: Tiara Wacana.

Abdul. F. R. (2004). Sosiologi Agama, cet. ke-1. Jakarta: Kencana Publishing House. Abdullah. M. A. (2002). Studi Agama: Normativitas atau Historisitas, Yogyakarta :

Pustaka Pelajar

Abdullah. S. (1997). Agama dan Masyarakat: Pendekatan Sosiologi Agama, Cet. ke-1. Jakarta: Logos.

Abdullah, T., dan Surjomihardjo, A. (1985). Ilmu Sejarah dan Historiografi: Arah dan Perspektif, Jakarta: Gramedia.

Abdullah, T dan Ruslim Karim, M. (2004). Metodologi Penelitian Agama: Suatu Pengantar. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Abdullah, T. (1987). Sejarah dan Masyaraakat, Jakarta: Pustaka Firdaus

Abdurrahman. M. (1995). Islam Transformatif, cet. ke-2, Jakarta: Pustaka Firdaus. Afandi. A. (1996). Islam Demokrasi Atas bawah: Polemik Strategi Perjuangan Umat

Model Gus Dur dan Amien Rais. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Agus. SB. (2014). Darurat Terorisme : Kajian Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi, Jakarta : Daulat Press

Ahmad. J. H. (1999). Bahaya Pemikiran Gus Dur. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar

Ahmad. M. (2010). Ijtihad Politik Gus Dur: Analisis Wacana Kritis. Yogyakarta: LkiS. Alfian. (1978), Pemikiran dan Perubahan Politik Indonesia: Kumpulan Karangan,

Jakarta: Gramedia.

Ali. F dan Effendy, B. (1986). Merambah Jalan Baru Islam: Rekonstruksi Pemikiran Islam Masa Orde Baru. Bandung: Mizan.

Abdul Rozak, 2015

PEMIKIRAN POLITIK DAN GERAKAN SOSIOKULTURAL KEWARGANEGARAAN KAUM INTELEKTUAL

Ali. F. (1996). Golongan Agama dan Etika Kekuasaan: Keharusan Demokrasi dalam Islam Indonesia, Surabaya, Risalah Gusti

Ali. F. (1998). ”Pengantar”, dalam Nurcholish Madjid, Dialog Keterbukaan, Artikulasi Nilai Islam dalam Wacana Sosial Politik Kontemporer. Jakarta: Paramadina. Ali. M. (1991). Metode Memahami Agama Islam, Jakarta: Bulan Bintang.

Al-Juraisī, K. (1397). al-Fatawā al-Shar’iyyah fī al-Masā’il al-‘Aṣriyyah min Fatawā Ulamā’ al-Balad al-Ḥaram: Fatwa no 1674, Riyadh: Lajnah Da`imah lī al-Ifta. Almond, G. dan Verba, Sidney (1963), The Civic Culture: Political Attitudes and

Democracy in Five Nations, Boston: Little, Brown and Company. Al-Muchtar. S. (2014). Etika Politik, Bandung: Gelar Pustaka Mandiri

Amal, Taufiq Adnan. (1998). Islam dan Tantangan Modernitas: Studi atas Pemikiran Hukum Fazlur Rahman, Bandung: Mizan.

Amir. Z. A. (2003). Peta Islam Politik: Pasca-Soeharto, cet. ke-1, Jakarta: Pustaka LP3ES.

Amstrong, K. (2007). The Great Transformation : Awal Sejarah Tuhan, Bandung, Mizan

An-Nabhani, T. alih bahasa Moh. Magfur Wachid. (1996). Sistem Pemerintahan dan Realitas Doktrin, Sejarah dan Doktrin, Sejarah Empirik, Bangil: Al-Izzah.

Anshari. E. S. (1981). Piagam Jakarta 22 Juni 1945 dan Sejarah Konsensus Nasional antara Nasionalis Islami dan Nasionalis Sekuler, tentang Dasar Negara Republik Indonesia 1949-1959, Bandung: Pustaka Salman.

Anshari. E.S. (1973). Kritik Atas Faham dan Gerakan “Pembaharuan” Drs. Nurcholis

Madjid, Bandung: Bulan Sabit.

Anwar, M. S. (1995). Pemikiran dan Aksi Iislam Indodnesia: Sebuah Kajian Politik tentang Cendekiawan Muslim Orde Baru, Jakarta: Paramadina

Apter. D. A. (1977). Introductions to Political Analysis, Cambridge, Winthrop Publisher. Arif. S. (2011). “Demokratisasi Konstitusional: Gus Dur tentang Demokrasi,” dalam Makalah untuk diskusi Epistemologi Gus Dur: “Demokrasi dalam Pemikiran

Gus Dur: Tatapan Teori Politik”, The Wahid Institute, 27 Mei (2011).

Arifin. S. (2015). Studi Islam Kontemporer: Analisis Radikalisasi dan Multikulturalisme di Indonesia, Malang, Intrans Publishing

Arifin. T. Z. (2010). Gus Dur, NU, dan Demokrasi”, dikutip dalam Ali Masykur Musa, Pemikiran dan Sikap Politik Gus Dur. Jakarta: Erlangga.

Aristotle. (1999). Politics (terj.) Benjamin Jowett. Kitchener: Batoche Books.

Aristotle. (2000). Nichomachean Ethics, English (terj.) Roger Crisp Cambridge: Cambridge University Press.

Abdul Rozak, 2015

PEMIKIRAN POLITIK DAN GERAKAN SOSIOKULTURAL KEWARGANEGARAAN KAUM INTELEKTUAL

Asshiddiqie. J. A. (2006). Pengantar Ilmu Tata Negara, Jilid 1 Jakarta: Sekjen dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi-RI.

Awwas. I. S. ed., (2001). Risalah Kongres Mujahidin dan Penegakan Syari’ah Islam,

Yogyakarta: Wihdah Press

Azhar. M. (1997). Filsafat Politik Perbandingan Antara Islam dan Barat, Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Azhari. M. (1989). Islam Indonesia Menatap Masa Depan. Jakarta: P3M.

Azhari, M. (1992). Negara Hukum: Suatu Studi tentang Prinsip-Prinsipnya Dilihat dari Segi Hukum Islam, Implementasinya pada Periode Madinah dan Masa Kini, Jakarta: Bulan Bintang.

Aziz, A.A. (1999). Neomodernisme Islam Indonesia: Gagasan Sentral NM dan Abdurrahman Wahid. Jakarta: Rineka Cipta.

Azra. A. (1996), Pergolakan Politik Islam, Dari Fundamentalisme, Modernisme, Hingga Post Modernisme, Jakarta: Penerbit Paramadina.

Azra. A. (1999). Esesi-esei Intelektual Muslim dan Pendidikan, Jakarta: Logos Wacana Ilmu

Azra. A. (2007), Demokrasi, HAM, dan Masyarakat Madani, Jakarta: Prenada Media. Azra. A. (2008). “Kata Sambutan,” dalam A. Ubaedillah dan Abdul Rozak, Pendidikan

Kewargaan (Civic Education): Demokrasi, Hak Asasi Manusia, dan Masyarakat Madani (Jakarta: ICCE UIN Syarif Hidayatullah Jakarta: Prenada Media Group. Azra. Azyumardi, (1999). Islam Reformis: Dinamika Intelektual dan Gerakan. Jakarta:

RajaGravindo Persada.

Azra. Azyumardi. (1994). Jaringan Ulama Timur Tengah Abad XVII dan XVIII : Melacak Akar-Akar Pembaharuan Pemikiran Islam di Indonesia, Bandung : Mizan.

Azra, Azyumardi. (2002). Menuju Masyarakat Madani: Gagasan, Fakta dan Tantagan, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Bakker, A. & Achmad Charris Zubair. (1999). Metodologi Penelitian Filsafat, Yogyakarta: Kanisius.

Bakri, S. & Mudhofir, A. (2004). Jombang-Kairo, Jombang-Chicago: Sintesis Pemikiran Gus Dur dan Cak Nur dalam Pembaharuan Islam di Indonesia. Solo: Tiga Serangkai.

Bakti, A. F. (2012). Literasi Politik dan Konsolidasi Demokrasi. Jakarta: Churia.

Bakti, A.F. (2005). Islam and Modernity: NM’s Interpretations of Civil Society,

Pluralism, Secularization. Oxford: Brill.

Barry, N. P. (1981). An Introduction to Modern Political Theory, New York, Martins Press.

Abdul Rozak, 2015

PEMIKIRAN POLITIK DAN GERAKAN SOSIOKULTURAL KEWARGANEGARAAN KAUM INTELEKTUAL

Barton, G. & Greg, F. (1997). Tradisionalisme Radikal, Persinggungan Nahdlatul Ulama-Negara, Yogyakarta: LKiS.

Barton, G. (1999). “Memahami Abdurrahman Wahid”, dalam pengantar Prisma Pemikiran Gus Dur. Yogyakarta: LKiS.

Barton, G. (1999). Gagasan Islam Liberal Demokrasi Indonesia, Pemikiran Neo Modernisme, terj. Nanang Tahqiq. Jakarta: Paramadina dan the Ford Foundation. Barton, G. (2006). Biografi Gusdur. The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid,

Yogyakarta: LKiS.

Basyir, K. (2010), Menimbang Kembali Demokrasi Berbasis Islam di Indonesia, Surabaya: UIN Sunan Ampel Press.

Biro Program Informasi Internasional, Departemen Luar Negeri AS. (2005). Garis Besar Sejarah Amerika Serikat, Edisi Bahasa Indonesia (terj.) Michelle Anugrah. ttp: Biro Program Informasi Internasional, Departemen Luar Negeri AS.

Boland, B.J. (1982). The Struggle of Islam in Modern Indonesia, The Hague: Martinus Nijhoff.

Brackerz, N. et al. (2005). Main Report Community Consultation and the ‘Hard to Reach’: Concepts and Practices in Victorian Local Government. Australia: Swinburne Institute for Social Research.

Budiardjo, M. (2000). Dasar-Dasar Ilmu Politik, Cet. ke-19. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Budiarjo, M. (2004). Dasar-dasar Ilmu Politik, Jakarta: Gramedia.

Civicus. (2013). “State of Civil Society 2013: Creating an Enabling Environment,” Civicus: World Alliance for Citizen Participation.

Culla. A.S. (1999). Masyarakat Madani: Pemikiran, Teori, dan Relevansinya dengan Cita-cita Reformasi, Jakarta, RajaGrafindo Persada

Culla. A.S. (2006). Rekonstruksi Civil Society: Wacana dan Aksi Ornop di Indonesia, Jakarta: LP3ES

Depdikbud-Tim KBBI. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Dha’īf, S. (2011). al-Mu’jam al-Wasīṭ, Qahira: Maktabah Shurauq al-Dauliyyah.

Dahl. Robert A. (2000). On Democracy, London: Yale University Press

Diamond, L. (1999). Developing Democracy: Toward Consolidation, Baltimore, Maryland: The Johns Hopkins University Press

Diamond, L. et al. (1996). The Global Resurgence of Democracy. Baltimore, Maryland: The John Hopkins University Press.

Duverger, M. (1954). Political Parties. New York: John Wiley and Sons.

Dwi Narwoko, J & Suyanto, B. (2004). Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta: Prenada Media.

Abdul Rozak, 2015

PEMIKIRAN POLITIK DAN GERAKAN SOSIOKULTURAL KEWARGANEGARAAN KAUM INTELEKTUAL

Dwi R. Agus., et.al. (2012). Kondisi Kebebasan Beragama/Berkeyakinan di Indonesia, Jakarta: Setara Institute

E. Ramage, Douglas. (2002). Percaturan Politik di Indonesia: Demokrasi, Islam, dan Ideologi Toleransi, alih bahasa Hartono Hadikusumo, cet. ke-, Jogjakarta: Mata Bangsa.

E. Remagee, Douglsas., et.all. (1994). Pemahaman Abdurrahman Wahid Tentang Pancasila dan Penerapannya Dalam Era Paska Azas Tunggal. Yogyakarta: LKiS Edi, S. (2008). Pendidikan Agama Islam Multikultural: Perspektif Kritis atas Pemikiran

Nurcholish Madjid. Surabaya: eLKAF.

Edwin Hahn, L. (1997). The Philosophy of Hans-Georg Gadamer. Carbondale: The Library of Living Philosopher.

Efriza. (2008). Ilmu Politik: Dari Ilmu Politik sampai Sistem Pemerintahan, Bandung, Alfabeta

Effendy. C.A. (2010). Sejuta Gelar untuk Gus Dur. Jakarta: Pensil 324.

Effendy, B. (1998). Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia. Jakarta: Paramadina.

Effendy, B. (2000). (RE) Politisasi Islam, Pernahkah Islam Berhenti Berpolitik ?, cet. ke-1, Bandung: Mizan.

Effendy, B. (2001). Teologi Baru Politik Islam: Pertautan Agama, Negara, dan Demokrasi. Yogyakarta: Galang Press.

Effendy, B. (2005). Jalan Tengah Politik Islam: Kaitan Islam, Demokrasi, dan Negara yang Tidak Mudah. Jakarta: Ushul Press.

Effendy, Bahtiar dan Fachry Ali. (1986). Merambah Jalan Baru Islam, Bandung: Mizan Enayat, Hamid, alih bahasa Asep Hikmat. (1998). Reaksi Politik Sunni dan Syi’ah:

Pemikiran Politik Islam Modern Menghadapi Abad ke 20, Bandung: Pustaka. Esposito, John L. (1999). Demokratisasi di Negara-negara Muslim: Problem dan

Praktek (terj. Rahmi Astuti), Bandung: Mizan

Fachruddin. F. (2006). Agama dan Pendidika Demokrasi, Jakarta, Alvabeta dan Yayasan INSEP

Feillard, Andrée. (1999). NU vis-a-vis NEGARA: Pencarian Isi, Bentuk dan Makna, Yogyakarta: LKiS

Feillard, Andrrée, dkk. (1994). Gus Dur NU dan Masyarakat Sipil, Yogyakarta: LKiS Fidersfield, H. (1970). Persatuan Islam: Islamic Reform in Twentith Century

Indonesia,Ithacha: Cornell University Press.

Fisher, R. (1999). ”Philosophical Approaches”, dalam Peter Connolly, ed., Approaches

Abdul Rozak, 2015

PEMIKIRAN POLITIK DAN GERAKAN SOSIOKULTURAL KEWARGANEGARAAN KAUM INTELEKTUAL

Fukuyama, F. (1996). “The Primacy of Culture,” dalam L. Diamond et al., (ed.), The Global Resurgence of Democracy, Baltimore, Maryland: The John Hopkins University Press.

Furchan, A. & Maimun, A. (2005). Studi Tokoh: Metode Peneltian Mengenai Tokoh, Jakarta: Pustaka Pelajar.

Gadamer, G. (1976). Philosophical Hermeneutics, diterjemahkan dan diedit oleh David E. Linge. Berkeley: University of California Press.

Gadamer, G. (2003). Truth and Methode, translated from German, Wahrheit und Methode, by Joel Weinsheimer dan Donald Marshall, Edisi Revisi Kedua. New York: The Continuum.

Gafar. Karim, A. (1992). Metamorfosis NU dan Politisasi Islam Indonesia.Yogyakarta : Lkis.

Gaffar, A. (1999). Politik Indonesia : Transisi Menuju Demokrasi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Gaus AF. (2010). Api Islam Nurcholis Madjid: Jalan Hidup Seorang Visioner. Jakarta: Kompas.

Gazalba, S. (1983). Islam & Perubahan Sosiobudaya: Kajian Islam tentang Perubahan Masyarakat. Jakarta: Pustaka Alhusna.

Gellener, E. (1981). Muslim Society. Cambridge: Cambridge Uviversity Press

Gould. Carol C. (1993). Demokrasi Ditinjau Kembali, (terj. Samodera Wibawa), Yogyakarta: Tria Wacana

Gramsci, A. (1999). Selections from the Prison Notebooks of Antonio Gramsci (terj.) Quentin Hoare dan Geoffrey Nowell Smith, London: ElecBook.

Hadi, Sutrisno. (1989). Metodologi Reseach, Yogyakarta: Andi Offset

Haidar, M. A. (1998). Nahdatul Ulama dan Islam di Indonesia: Pendekatan Fikih dalam Politik. Jakarta: Gramedia.

Hakim, M. Arief. Gus Dur dan Demokrasi, dalam Membangun Budaya Kerakyatan: Kepemimpinan Gus Dur Dan Gerakan Sosial NU, Yogyakarta:Titian Ilahi Press. Hamzah, K.H. Imron dan Choirul Anam. (1989). Sebuah Dialog Mencari Kejelasan, Gus

Dur Diadili Kiai-Kiai, cet. ke-1 Surabaya: Jawa Pos

Harahap, K. (2009). Konstitusi Republik Indonesia Menuju Perubahan ke-5. Bandung: Grafitri.

Harjono, Anwar., dkk., (2001). Pemikiran dan Perjuangan Mohammad Natsir, cet. ke-3, Jakarta: Pustaka Firdaus.

Haryatmoko. (2004). Etika Politik dan Kekuasaan, Jakarta: Penerbit Buku Kompas Haryatmoko. (2011). Etika Publik untuk Integritas Pejabat Publik dan Politisi, Jakarta:

Abdul Rozak, 2015

PEMIKIRAN POLITIK DAN GERAKAN SOSIOKULTURAL KEWARGANEGARAAN KAUM INTELEKTUAL

Hatta, M. (1978). Memoir, Jakarta: Tintamas

Hefner,W,R. (2000). Islam Pasar Keadilan. Yogyakarta: Lkis.

Hidayat, K. (1998). Tragedi Raja Midas Moralitas Agama dan Krisis Modernitas. Jakarta: Paramadina.

Hidayat, K. (1995). “Kata Pengantar“, dalam Nurcholish Madjid, Islam Peradaban : Membangun Makna dan Relevansi Doktrin Islam Dalam Sejarah, Jakarta : Paramadina.

Hikam, Moh. AS. (1999), Demokrasi Melalui Civil Society, Jakarta: Pustaka Hidayah. Hosen, N. ( 2007). Shari’a & Constitution Reform in Indonesia. Singapura: Institute of

Southeast Asian Studies.

Huntington, S. P. (1991). The Third Wave: Democratization in the Late Twentieth Century. Oklahoma: University of Oklahoma Press.

Huntington, S. P. (1996). The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order, New York: Simon and Schuster.

Husaini, A. (2005). Nurcholis Madjid, Kontroversi Kematian dan Pemikirannya,. Jakarta: Khairul Bayan.

Huwaydi, F. (1993), Al-Islam wa al-Dimuqratiyyah. Kairo: Mu’assasa al-Ahram.

Huwaydi, F. (1996). Demokrasi Oposisi dan Masyarakat Madani: Isu-isu Besar Politik Islam. Bandung: Mizan.

Ida, L. & A. Thantowi Jauhari. (1999). Gus Dur di antara Keberhasilan dan Kenestapaan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Inglehart, R. (2000). “Culture and Democracy” dalam Lawrence E. Harrison dan Samuel P. Huntington (ed.), Culture Matters. New York: Basic Books.

Ismail, F. (1999) Ideologi Hegemoni dan Otoritas Agama: Wacana Ketegangan Kreatif Islam dan Pancasila, cet. ke-1, Yogyakarta: Tiara Wacana.

Ismail, F. (2010). Membongkar Kerancuan Pemikiran Nurcholis Madjid: Seputar Isu Sekularisasi dalam Islam. Jakarta: Lasswell Visitama.

Ismail, S.M dan Mukti,A. (2000). Pendidikan Demokrasi dan Masyarakat Madani. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Jaelani, A.Q. (1994). Menelusuri Kekeliruan Pembaharuan Pemikiran Islam Nurcholis Madjid, Bandung: Yadia.

Jaiz, H.A. 2003). Gus Dur Menjual Bapaknya, Bantahan Pengantar Buku: Aku Bangga Jadi Anak PKI, Jakarta: Darul Falah.

Jamaluddin Malik, D. dan Subandy, I. (1998). Zaman Baru Islam Indonesia Pemikiran dan Aksi Politik. Bandung: Zaman Wacana Mulia.

Kamaruzzaman. (2001). Relasi Islam dan Negara: Perspektif Modernis dan Fundamentalis. Magelang: IndonesiaTera.

Abdul Rozak, 2015

PEMIKIRAN POLITIK DAN GERAKAN SOSIOKULTURAL KEWARGANEGARAAN KAUM INTELEKTUAL

Karim, A. G. (1995). Metamorfosis NU dan Politisasi Islam di Indonesia, Yogyakarta: LKiS.

Karim, M. R. (1999). Negara dan Peminggiran Islam Politik, cet. ke-1, Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya.

Karim, M. R. (1999). Negara dan Peminggiran Islam Politik. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Karim, S.A. (2003). Prof. Dr. NM: Jejak Pemikiran Dari Pembaharuan Sampai Guru Bangsa, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Karni, S.A. (1999). Civil Society dan Ummah: sintesa Diskursif Rumah Demokrasi, Ciputat: Logos.

Kartodirdjo, S. (1992), Pendekatan Ilmu Sosial dalam Metodologi Sejarah,. Jakarta: Gramedia.

Kebung, K. (1997). Michel Foucault: Parhessia dan Persoalan Mengenai Etika. Jakarta: Obor.

Kebung, K. (2008). Esai Tentang Manusia: Rasionalisasi dan Penemuan Ide-ide. Jakarta: Prestasi Pustakaraya.

Khaer. A. (2014). Konsepsi Masyarakat Madani Partai Politik: Studi Kasus Partai Gerindra Tahun 2008-2014. Jakarta: C3Huria.

Khalaf, Abd al-Wahab. (1977). ‘Ilm Usūl al-Fiqh, cet. ke-11, Kairo: Dar al-Qalam. Khallaf, Abdul Wahab. (1977). Al-Siyasat al-Syari'at, AL-Qahirat: Dār al-Anshār

Kholil, M. (2007). Pluralisme Agama: Telaah Kritis atas Pemikiran Nurccholish Madjid. Surabaya: IAIN Sunan Ampel.

Kholishoh, N. (2012). Demokratisasi Aja Kok Repot: Retorika Politik Gus Dur dalam