BAB II KAJIAN PUSTAKA
H. Konvergensi Media
3. Dampak Konvergensi Media
Berbicara tentang suatu dampak, maka kita akan dituntun pada dua hal, positif maupun negatif. Diantara dampak positif konvergensi media yaitu:38
a. Konvergensi media memperkaya informasi secara meluas tentang seluruh dunia karena ada akses internet.
b. Memberikan banyak pilihan kepada masyarakat pengguna untuk dapat memilih informasi yang diinginkan sesuai selera, contohnya saja adalah televisi interaktif dan televisi multisaluran dimana pengguna memilih sendiri program siaran yang disukai. Sehingga penggunaan teknologi konvergensi menjadi lebih personal.
c. Lebih mudah, praktis dan efisien. Tidak perlu punya dua media kalau ternyata bisa punya satu media saja dengan dua fungsi.
38 Nidaul Ma’rifah, Aktivitas Dakwah...., hal. 35.
d. Timbulnya demokratisasi informasi di mana semua orang bisa mengakses informasi secara bebas dan luas dengan berbagai cara dan bentuk.
e. Dalam implikasi ekonomi, konvergensi berpengaruh terhadap perusahaan dan industri teknologi komunikasi karena mengubah perilaku bisnis. Keuntungan yang didapatkan dari hasil konvergensi media sangat menguntungkan dan memajukan perusahaan. Selain itu, mudahnya akses informasi membuat industri dan perusahaan semakin mudah dan cepat mengantisipasi tantangan, kebutuhan baru konsumen, serta persaingan yang mengetat.
f. Di bidang pekerjaan, jelas sekali di jaman sekarang ini jenis-jenis pekerjaan yang berhubungan dengan teknologi digandrungi banyak orang dan peminat seperti hal-hal yang berbau IT atau sistem informasi, menurut saya hal ini menjadi bukti kuatnya teknologi dalam kehidupan manusia.
g. Masyarakat mendapatkan informasi lebih cepat. Contohnya, para pembaca berita online hanya dengan mengklik informasi yang diinginkan di komputer maka sejenak informasi itu pun muncul.
h. Interaktif. Masyarakat bisa langsung memberikan umpan balik terhadap informasi informasi yang disampaikan. Media konvergen memunculkan karakter baru yang makin interaktif, di mana penggunanya mampu berkomunikasi secara langsung dan memperoleh konsekuensi langsung atas pesan.
38
i. Konvergensi media menyediakan kesempatan baru yang radikal dalam penanganan, penyediaan, distribusi dan pemrosesan seluruh bentuk informasi secara visual, audio, data dan sebagainya.
Sedangkan implikasi negatifnya dari konvergensi media yakni sebagai berikut : a. Perubahan gaya hidup masyarakat yang menjadi kecanduan teknologi
(cybermedia dan cybersociety). Adanya ketergantungan teknologi di mana segala sesuatu menjadi serba praktis dan otomatis. Menurut saya teknologi yang praktis memang bagus karena mempercepat dan memudahkan, namun hal ini juga bisa menjadi buruk jika kita tidak bijak menggunakannya, mengapa? Karena dengan adanya praktis kita cenderung menjadi orang yang “malas” di mana segala yang otomatis akan mempercepat hilangnya pekerjaan karena pekerjaan manusia sudah bisa digantikan dengan teknologi yang canggih.
b. Munculnya masyarakat digital/ masyarakat maya. Kemajuan teknologi konvergensi yang maju telah mempersempit jarak dan mempersingkat waktu. Jarak dan waktu sudah bukan masalah lagi, misalnya anda di Eropa dengan saya di Asia bisa saling berkomunikasi saat itu juga melalui internet atau media lainnya tanpa perlu bertemu langsung. Hal ini menimbulkan masyarakat maya di mana komunikasi langsung secara face to face sudah tidak diminati lagi.
c. Media cetak, tradisional dan media konvensional mulai kalah dengan media modern, media baru dan media online.
Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan, bahwasanya unsur-unsur pendukung dalam penelitian ini yaitu teori media massa, komunikasi serta konvergensi media. Peneliti menjadikan ketiga hal itu menjadi kerangka teori.
Media massa merupakan sarana perkembangan konvergensi media saat ini. Di media massa lah, konvergensi media dapat tumbuh secara pesat seperti saat ini.
40 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Pendekatan Penelitian
Dalam setiap penelitian diperlukan metode penelitian, untuk mencari suatu tujuan dan untuk mengumpulkan data mengenai masalah-masalah tertentu.
Metode merupakan jalan yang berkaitan dengan cara kerja dalam mencapai sasaran yang diperlukan bagi penggunanya, sehingga dapat memahami objek sasaran yang dikehendaki dalam upaya menyelesaikan suatu permasalahan.
Dengan kata lain, metode penelitian merupakan suatu cara atau jalan untuk memperoleh kembali pemecahan suatu masalah.39
Dalam penelitian ini penulis menggunakan menggunakan paradigma penelitian deskriptif kualitatif di mana peneliti berusaha mendeskripsikan atau mengkonstruksi hasil wawancara mendalam terhadap objek penelitian. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang berusaha menjelaskan secara rinci suatu gejala, permasalahan, maupun suatu fenomena saat ini.40 Penelitian deskriptif menggambarkan tentang karakteristik individu, institusi serta situasi suatu kelompok tertentu.
39 Joko Subagyo, Metode Penelitian dalam Teori dan Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta, 2004), hal. 2.
40 Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi dan Karya Ilmiah, Cet. 3, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013), hal. 34.
B. Objek Penelitian
Dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian penulis adalah Serambi Indonesia Group yang terdiri dari beberapa platform media di dalamnya.
Platform-platform media tersebut, yaitu:
1. Serambi Indonesia Cetak (Serambi Harian)
2. Serambi Indonesia Online (Portal Online) yang dapat di akses melalui situs www. serambinews.com. atau aceh.tribunnews.com
3. Serambi Indonesia Radio (Radio Serambi FM 90.2 MHz)
4. Serambi Indonesia TV yang dapat di kunjungi melalui chanel YouTube Serambi on TV.
C. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. Dalam penelitian kualitatif pengumpulan data dilakukan pada natural setting (kondisi yang alamiah), teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi, wawancara (interview), dan dokumentasi.41
Dalam setiap penelitian, di samping menggunakan metode yang tepat, diperlukan pula kemampuan memilih dan menyusun alat pengumpul data yang
41Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2010), hal. 308.
42
relevan. Dalam hal ini, untuk melengkapi penelitian, penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:
1. Observasi
Observasi adalah pengamatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti, observasi menjadi salah satu teknik pengumpulan data apabila:
a. Sesuai dengan tujuan penelitian
b. Direncanakan dan dicatat secara sistemtis c. Dapat dikontrol keadaan dan keabsahannya.42
Teknik observasi yang digunakan penulis mempunyai peran penting dan partisipasi dalam penelitian ini.
2. Wawancara
Wawancara adalah bentuk komunikasi antara dua orang, melibatkan seseorang yang memperoleh informasi dari seseorang lainnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, berdasarkan tujuan penelitian.43 Dalam definisi lain yang senada, wawancara diartikan sebagai percakapan dengan maksud tertentu yang dilakukan oleh dua belah pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang
42 Husaini Usman dan Purnomo Setiady Akbar, Metodologi Penelitian Sosial, (Jakarta:
Bumi Aksara, 1996), hal. 54.
43 Dedy Mulyana, Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya, Cet ke-3, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004), hal. 108.
mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai (interview) yang memberikan jawaban atas pertanyaan.44
Dalam penelitian ini penulis akan mewawancarai beberapa orang, yang terdiri dari redaktur pelaksana, wartawan, dan masyarakat. Dalam melakukan wawancara, peneliti menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis untuk diajukan, dan mencatat apa yang dikemukakan oleh informan. Informan penelitian terdiri dari manajer produksi, staf redaksi, wartawan Serambi Online, wartawan Serambi Tv dan masyarakat.
3. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan catatan pristiwa yang sudah berlaku dan berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.
Dokumen berguna karena dapat memberikan latar belakang yang lebih luas mengenai pokok penelitian yang dapat dijadikan bahan triangulasi untuk mengecek data dan merupakan bahan utama dalam penelitian.45 Dalam penelitian ini dokumentasi berupa foto perusahaan, wawancara dan data-data dari situs resmi Serambi Indonesia.
D. Teknik Analisis Data
Analaisis data yang digunakan adalah metode deskriptif analitik, yaitu mendeskripsikan data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar dan bukan angka. Data yang berasal dari naskah, wawancara, catatan lapangan, dokumen dan
44 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2000), hal. 135.
45 Sugiyono, Metode Penelitian..., hal. 213.
44
sebagainya. Kemudian dideskripsikan sehingga dapat memberikan kejelasan terhadap kenyataan atau realitas.46
Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan dan setelah selesai di lapangan. Dalam hal ini Nasution menyatakan:
“Analisis telah dimulai sejak merumuskan dan menjelaskan masalah, sebelum terjun ke lapangan dan berlangsung terus sampai penulisan hasil penelitian.
Analisis data menjadi pegangan bagi penelitian selanjutnya sampai jika mungkin, teori yang grounded. Namun dalam penelitian kualitatif, analisis data lebih difokuskan selama penelitian bersama dengan pengumpulan data. Dalam kenyataannya, analisis data kualitatif berlangsung selama proses pengumpulan data daripada setelah selsesai pengumpulan data.”47
Analisis data versi Miles dan Huberman, bahwa ada tiga alur kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi.48
1. Reduksi data diartikan sebagai proses pilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan tranformasi data “kasar” yang muncul dari catatan lapangan..
2. Penyajian data adalah pendeskripsian sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian data kualitatif disajikan dalam bentuk teks naratif, dengan tujuan dirancang guna menggabungkan informasi yang tersusun dalam bentuk yang padu dan mudah dipahami.
3. Penarikan kesimpulan atau verifikasi merupakan kegiatan akhir penelitian kualitatif.
46 Sudarto, Metodologi Penelitian Filsafat, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1997), hal.
66. 47 Sugiyono, Metode Penelitian..., hal. 335-336.
48 Husaini Usman dan Purnomo Setiady Akbar, Metodologi Penelitian..., hal. 85.
45 BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Sejarah Singkat Serambi Indonesia
Serambi Indonesia awalnya bernama Mingguan Mimbar Swadaya yang di pimpin oleh M Nourhalidyn (1943-2000). Manajamen yang kurang baik pada masa itu, membuat mingguan yang berdiri pada 1970-an tersebut sering tak terbit.
Tak ingin korannya mati, M Nourhalidyn kemudian bersama sahabatnya Sjamsul Kahar yang juga wartawan Kompas di Aceh, mencoba menjajaki kerja sama dengan harian Kompas Jakarta. Alhasil duet Nourhalidyn–Sjamsul Kahar berhasil meyakinkan harian terbesar di Indonesia itu. Tepat pada 9 Februari 1989, mingguan Mimbar Swadaya akhirnya menjelma menjadi harian Serambi Indonesia. M Nourhalidyn duduk sebagai Pemimpin Umum dan Sjamsul Kahar sebagai Pemimpin Redaksi.49
Dalam sejarahnya, Serambi sempat berhenti terbit karena diancam oleh Gerakan Aceh Merdeka, karena berita-beritanya dianggap lebih menguntungkan pihak TNI. Namun, hal itu dapat dilaluinya. Pada saat tsunami meluluhlantakkan Aceh pada Desember 2004, Serambi pun ikut menjadi korban. Kantornya yang megah berikut mesin cetaknya di kawasan Desa Baet, Kecamatan Baitussalam,
49 https://id.wikipedia.org/wiki/Serambi_Indonesia di akses pada 26 Juni 2019 pukul 13.20.
46
Aceh Besar, hancur lebur. Tak kurang 55 karyawan, 13 diantaranya adalah redaktur dan wartawan senior hilang dihempas tsunami. Mereka pun terpaksa berhenti terbit.
Namun pada 1 Januari 2005 Serambi kembali ke pasar dengan menggunakan mesin cetak miliknya yang ada di kota Lhokseumawe. Kantor yang baru berada di kawasan Bandara Lambaro, Aceh Besar, Banda Aceh dan juga telah melakukan rekrutmen tenaga redaksi yang baru.
Bisnis Serambi, kini melebar dengan memiliki harian lainnya bernama Prohaba. Harian ini sehari-hari terbit dengan oplah 20ribu ex. Serambi juga terjun ke bisnis radio Broadcasting dengan mendirikan Serambi FM. Radio yang bertagline Lagu na Brita na ini bisa dipantau melalui frekuensi FM 90.2 MHz atau melalui live streaming di urlhttp://live.serambiFM.com .
Disisi lain, sesuai dengan visi perusahan yaitu mencerdaskan bangsa, Serambi juga mendirikan Toko Buku Zikra. Toko buku ini ikut menjadi korban dalam gempa dan tsunami. Karena kebutuhan masyarakat yang haus terhadap bacaan yang bermutu, managemen memutuskan membangun kembali toko buku tersebut dengan lebih besar, lebih lengkap dan lebih megah dan bersalin nama menjadi Toko Buku New Zikra.
Sementara itu, dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan industri media, Serambi Indonesia Group juga sudah memiliki kanal berita online di www.serambinews.com, juga menghadirkan website fotografi www.menatapaceh.com, dan video di channel YouTube SerambiOnTv.
2. Struktur Organisasi Serambi Indonesia50
Dalam sebuah perusahaan, struktur organisasi atau bagan organisasi menjadi hal sangat penting yang patut di perhatikan. Struktur inilah yang nantinya akan menjadi cikal bakal pertumbuhan dan perkembangan suatu perusahaan atau organisasi. Biasanya dalam struktur itu melibatkan orang yang berkompeten di dalamnya. Setiap bagian memiliki tugas dan tanggung jawab tersendiri.
Adapun struktur organisasi dari Serambi Indonesia adalah sebagai berikut:
Pemimpin Umum: Sjamsul Kahar
Pemimpin Redaksi/Penanggungjawab: Mawardi Ibrahim Manajer Online: Arifin M Nur
News Manajer: Bukhari M Ali
Print Production Manager: Yarmen Dinamika
Editor: M Nasir Nurdin, Ibrahim Ajie, Misbahuddin, Imran Thayeb, Muhammad Nur, Said Kamaruzzaman, Yocerizal, Saifullah Ilyas, Safriadi Syahbuddin, Muhammad Hadi, Bedu Saini, M Anshar, Ansari Hasyim, Mursal Ismail, Taufik Hidayat, Yusmadi, Jalimin
Staf Redaksi: Herianto, Asnawi Ismail, Misran Asri, Budi Fatria, Mawaddatul Husna, Nurul Hayati, Subur Dani, Masrizal, Eddy Fitriadi, Reza Munawir, Hari Mahardhika
50 Di kutip dari laman redaksi https://aceh.tribunnews.com/redaksi di akses pada 26 Juni 2019 pukul 14.00.
48
Ilustrator/Kartunis: Yuhendra saputra
Uploader/sosmed: Faisal Zamzamy, Amirullah
Daerah:
M Jafar, Saiful Bahri, Zaki Mubarak (Lhokseumawe/Aceh Utara), Nur Nihayati, Muhammad Nazar (Pidie), Abdullah Gani, Idris Ismail (Pidie Jaya), Yusmandin Idris, Ferizal Hasan (Bireuen), Seni Hendri (Aceh Timur), Zubir (Langsa), Rahmad Wiguna (Aceh Tamiang), Rizwan (Aceh Barat), Zainun Yusuf, Rahmat Saputra (Aceh Barat Daya), Taufik Zass (Aceh Selatan), Sari Mulyasno (Simeulue), Muslim Arsani (Bener Meriah) Mahyadi (Aceh Tengah), Khalidin (Subulussalam), Rasidan (Gayo Lues), Riski Bintang (Aceh Jaya), Asnawi Luwi (Aceh Tenggara), Fikar W Eda (Jakarta)
GM Bisnis : Mohd Din
Vice GM Bisnis: Hurip Yuli Edi Manajer Iklan: Hari Teguh Patria Manajer Sirkulasi: Saiful Bahri Manajer SDMU: Erlizar Rusli Desk Content Marketing:
Teknologi Informasi: Said Najli
B. Platform Media Pada Serambi Indonesia
Dalam perusahaan Aceh Media Grafika Groups, terdapat beberapa platform media yang menunjang Serambi menjadi market leader. Sehingga informasi dari media tersebut dapat di akses dari berbagai platform. Di antara platform yang ada, penulis akan jelaskan secara singkat di bawah ini, yaitu:
1. Harian Serambi Indonesia
Harian serambi indonesia koran atau cetak merupakan platform media pertama yang terbit di perusahaan media tersebut. Koran serambi menjadi media informasi paling utama bagi masyarakat se-Aceh sebelum era internet. Setiap harinya ada 35.000 eksemplar yang di edar ke seluruh penjuru Aceh. Terdapat berbagai informasi yang di himpun oleh wartawan pada hari itu dan di publikasi di surat kabar harian keesokan harinya. Selain itu ada berbagai pilihan rubrik yang ditawarkan di koran tersebut.51
2. Radio Serambi FM
Setelah terbilang suskses di bidang surat kabar harian. Serambi mencoba peruntungan dengan membuka cabang usaha di bidang radio. Cabang itu diberi nama PT. Radio Serambi Indonesia Penyiaran atau yang lebih populernya dikenal dengan nama Radio Serambi Fm. Di dirikan pada 15 November 2007 dengan frekuensi 90.2 MHz. Radio itu menggunakan tagline “Lagu Na Berita Na” dengan
51 www.serambinews.com di akses pada 27 Juni 2019 pukul 21.00.
50
waktu siaran di mulai pukul 06.00-24.00 wib.52 Serambi FM memiliki format siaran diantaranya, isi siaran: news, live report, talkshow, entertainment, lifestyle.
Jenis musik: easy listening, jenis lagu: Indonesia dan barat. Untuk area yang dapat diakses yaitu, Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, Pulo Aceh dan Kabupaten Pidie. Selain itu Serambi FM dapat diakses secara streaming melalui http://www.live.serambifm.com:8902/listen.pls.53
3. Serambi Online
Menyikapi kemajuan industri media dan internet, Serambi Indonesia mengambil langkah cepat dengan membuat situs berita online. Situs itu diberi nama serambinews.com di bawah naungan Tribunnews Network. Berbagai informasi dari penjuru Aceh di muat dalam situs tersebut dengan berbagai macam rubrik pula yang tersedia. Setiap waktu selalu ada berita terbaru yang dimuat.
Pembaca dimanjakan dengan kemudahan akses tersebut. Jika dulu, harus menunggu setiap pagi baru mendapatkan informasi dari koran. Lain halnya dengan adanya situs berita online, bisa diakses kapan pun dan di mana pun.
4. Serambi OnTv
Serambi OnTV merupakan platform media Serambi yang bergerak di bidang video atau tv. Basis utama Serambi Tv berada YouTube. Terdapat banyak wartawan yang bekerja di plaform ini. Mereka tersebar di berbagai daerah di Aceh. Dengan dibekali kamera DSLR atau handphone, wartawan di tugaskan
52 www.serambifm.com di akses pada 27 Juni 2019 pukul 22.00.
53 Ibid.
merekam kejadian-kejadian yang memiliki nilai berita. Kemudian berita itu di upload ke channel YouTube Serambi OnTv.
C. Penerapan Konvergensi Media Pada Serambi Indonesia Group
Berbicara terkait konvergensi media, sama halnya mengaitkan antara media konvensional dengan media modern atau juga penggabungan antara media elektronik dengan internet. Konvergensi media mulai muncul dan diadopsi oleh media- media lokal dan internasional setelah ditemukannya internet tahun 1998.
Internet menjadi indikator utama atas kemajuan teknologi media dalam memudahkan akses informasi.
Di Aceh, konsep konvergensi media pertama kali diterapkan oleh PT.
Aceh Media Grafika Groups atau Serambi Indonesia Group. Saat ini, ada beberapa platform media yang tergabung dalam keluarga besar media Serambi diantaranya; Serambi cetak, Radio Serambi Fm, Serambi Online dan Serambi OnTv. Semua palform media tersebut bertujuan memberikan informasi kepada khalayak pembaca yang basisnya di Aceh.
Sejarah singkat diterapkannya konvergensi media pada Serambi Indonesia diawali ketika dikenalnya teknologi dalam industri media. Pertama, serambi memiliki media koran dan radio. Koran tersebut berkolaborasi dengan radio dalam beberapa aspek. Radio lahir setelah berdirinya harian Serambi Indonesia cetak. Sejak itulah, Serambi menerapkan konsep konvergensi media. Tetapi dalam
52
lingkup yang terbatas. Berita-berita yang ada di Serambi Cetak, itu menjadi konsumsi untuk dimuat di radio. Tapi dengan format radio.54
Program pertama, yang paling menonjol dari kerjasama radio dan koran itu ialah setiap Senin-Jum’at pukul 10.00-11.00 wib ada program talk show yang ditayangkan di radio dengan tema “cakrawala”. program itu adalah program yang membedah isi salam Serambi pada hari itu. Salam Serambi merupakan editorial, hal tersebut dibahas radio. Kemudian yang tampil dalam program itu adalah para redaktur, wakil redaktur atau petinggi dari Serambi sendiri. Jadi, setiap hari membahas apa yang menjadi isi dari salam serambi, di rekam diskusi tersebut pada malam hari kemudian di perdengarkan lagi diskusi itu kepada para pendengar radio, selanjutnya hal tersebut didiskusikan. Tentu timbul pertanyaan, dari sekian banyak berita di Serambi mengapa itu menjadi topik pembicaraan, kemudian di jawab oleh para narasumber. Hal ini membuat diskusi semakin hangat. Di sisi lain pendengar juga dapat berpartisipasi dalam diskusi itu via telepon, jika ada pertanyaan dan lain sebagainya.55
Kerja sama kedua koran dengan radio yaitu dalam bentuk iklan.
Misalnya ada orang yang igin talk show di radio, supaya pendengar banyak yang berpartisipasi maka talk show itu di iklankan di media cetak. Itu namanya konvergensi, karena ada saling ketergantungan antara satu media dengan media lainnya. Sehingga ketika ada orang yang ingin mendengarkan talk show dan
54 Hasil wawancara dengan Yarmen Dinamika (Manajer Produksi), pada tanggal 27 Juni 2019.
55 Hasil wawancara dengan Yarmen Dinamika (Manajer Produksi), pada tanggal 27 Juni 2019.
berpartisispasi, maka langsung saja baca informasinya di koran. Kemudian narasumber yang talk show itu di dikumentasikan lagi, gambar itu besoknya di muat kembali dalam koran bersama dengan pernyataan-pernyatan penting dari si narasumber yang dapat dijadikan suatu berita.56
Selain Serambi cetak ada juga koran prohaba, di dalam surat kabar tersebut terdapat rubrik yang bernama hiburan. Di rubrik itu di tulis jadwal-jadwal acara televisi, nomor telepon pemadam kebakaran, satpopl pp, WH, jadwal keberangkatan pesawat dan lain sebagainya. Di mana berbagai jadwal dan informasi itu tidak terdapat pada Harian Serambi namun hanya ada di koran Prohaba.
Konvergensi yang ketiga adalah ketika dikenalnya teknologi barkod (barisan kode). Dalam barkod itu terdapat video dari kejadian dalam berita tersebut. Koran serambi hampir setiap hari ada barkod di dalamnya. Kita, tinggal ambil android saja, lalu pindai barkod itu setalah itu totnton videonya tanpa melanjutkan membaca berita tersebut. Itu adalah bagian dari konvergensi media.
Betul-betul dengan membaca koran tapi kemudian korannya tidak kita baca lagi karena sudah kita pindai tayangannya melalui barkod dan di balik barkod itu terdapat video. Akhirnya kita menonton video berita bersangkutan. Video tersebut merupakan platform yang berbeda dengan koran. 57
56 Hasil wawancara dengan Yarmen Dinamika (Manajer Produksi), pada tanggal 27 Juni 2019.
57Hasil wawancara dengan Yarmen Dinamika (Manajer Produksi), pada tanggal 27 Juni 2019.
54
Setelah ada media online, semua berita yang di dapatkan oleh wartawan Serambi di ambil parsial-parsial atau bagian-bagian. Lalu di publikasikan dengan di portal berita online. Dengan jumlah pengunjung yang berbeda-beda. Terkadang ada satu berita yang viewernya 50.000, berita lain ada yang 90.000, begitu seterusnya. Berbeda halnya dengan yang di koran, yang membaca halaman itulah yang membaca koran.
Faktor utama yang menyebabkan Serambi mengadopsi konvergensi media sebenarnya karena perkembangan teknologi dan industri media. Jenis dari media itu pun bertambah. Sebelumnya kita tahu jenisnya itu hanya koran, radio dan televisi. Tiba-tiba di tengah proses itu tahun 1998, Indonesia dikenal teknologi internet. Kemudian di tahun 2003, Serambi menggunakan internet untuk menunjang kelancaran kerja mereka.58
Dulu, berita-berita Serambi di kirim melalui email. Namun, email tersebut tidak seperti sekarang bisa di kirim dengan mudah dari manapun asal terhubung
Dulu, berita-berita Serambi di kirim melalui email. Namun, email tersebut tidak seperti sekarang bisa di kirim dengan mudah dari manapun asal terhubung