commit to user 5. Aspek-aspek Perilaku Merokok
6. Dampak Perilaku Merokok
Perilaku merokok selain merugikan diri sendiri juga dapat
merugikan orang lain disekitarnya. Seseorang yang tidak merokok
terpaksa juga harus menghirup asap rokok ketika berada disekitar orang
yang merokok, seorang yang bukan perokok tetapi menghirup asap rokok
disebut sebagai perokok pasif. Perokok aktif dan perokok pasif
mempunyai dampak buruk yang sama bagi kesehatan. Penelitian mengenai
rokok menunjukkan bahwa tahun 2020, diperkirakan rokok akan menjadi
penyebab utama kematian dan kecacatan yang menewaskan lebih dari 10
juta orang tiap tahun dan menyebabkan kematian terbanyak di dunia
dibandingkan dengan gabungan kematian yang terjadi karena HIV, TBC,
kematian persalinan, kecelakaan lalu lintas bunuh diri dan pembunuhan
commit to user
Rokok mengandung zat-zat berbahaya yang dapat mengganggu
kesehatan bahkan menyebabkan kematian karena dalam asap rokok
terdapat 4000 zat kimia berbahaya. Kandungan zat-zat dalam rokok
diantaranya Nicotin, Karbonmonoksida, Tar, Arsenic, Amonia, Formic
Acid, Acrolein, Hydrogen Cyanide, Nitrous Oksida, Formaldehyde, Phenol, Acetol, Hydrogen Sulfide, Pyridine, Methyl Chloride, dan
Methanol. Nikotin yang bersifat adiktif dan tar yang bersifat karsinogenik
dapat meracuni tubuh. Karsinogenik yang timbul akibat pembakaran
tembakau yang dilakukan oleh perokok akan memicu terjadinya kanker
(Aula, 2010). Dari kandungan zat-zat yang berbahaya serta himbauan yang
terdapat pada bungkus rokok yaitu dapat menyebabkan kanker,
tidak diragukan lagi bahwa rokok dapat mengganggu bagi kesehatan baik
pada pria dan wanita perokok aktif maupun perokok pasif. Pada perokok
pasif, juga memiliki resiko kesehatan yang sama seperti perokok aktif.
Perokok pasif juga dapat terserang penyakit berbahaya karena asap yang
dihirup. Menghisap rokok maupun menghirup asap rokok dapat
mengakibatkan penyakit paru-paru seperti emfisema, bronkitis, batuk
berkepanjangan yang menyebabkan lendir, sukar bernafas. Merokok juga
menyebabkan kanker ginjal, kanker pankreas, kanker perut, kanker laring,
kanker mulut, esofagus (Wismanto dan Sarwo, 2007).
Menurut Papalia (2009), data dari NCHS (National Center for
commit to user
risiko penyakit jantung, stroke, dan penyakit paru-paru kronis. Aula (2010)
menjelaskan, dampak merokok pada pria yaitu merokok dapat
menyebabkan impotensi dan kelainan sperma pada pria, nikotin yang
beredar melalui darah akan dibawa keseluruh termasuk organ reproduksi
sehingga kualitas sperma rusak. World Health Organization (2010),
menjelaskan bahwa perokok wanita berpotensi tinggi mengalami penyakit
COPD (Chronic Obsetructive Pulmonary Disease), yang mana dapat
menyebabkan bronkitis kronis dan emfisema. Wanita perokok lebih tinggi
mengalami risiko menderita kanker mulut, kanker faring, kanker laring,
kanker pankreas, kanker payudara, kanker rahim, kanker serviks, leukimia
akut, mengurangi kesuburan pada wanita, cenderung lama untuk hamil
dibanding wanita bukan perokok. Pada wanita hamil yang merokok
memiliki risiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah, kecacatan,
keguguran, bahkan bayi meninggal saat dilahirkan.
Berdasarkan yang telah diuraikan diatas, maka dapat diketahui
bahwa perilaku merokok banyak memberikan dampak negatif terutama
bagi kesehatan baik pada perokok pria maupun wanita. Perokok aktif
maupun perokok pasif memiliki dampak buruk yang sama, perokok pasif
terpaksa harus menghirup asap rokok yang banyak mengandung zat-zat
berbahaya. Penyakit-penyakit yang diakibatkan dari rokok seperti jantung
koroner, paru-paru kronis, stroke, kanker, dan gangguan organ reproduksi
commit to user
B. Stres 1. Pengertian StresMenurut Maramis (1995), menjelaskan bahwa stres merupakan
segala sesuatu masalah atau tuntutan penyesuaian diri yang mengganggu
keseimbangan individu, dan bila tidak dapat diatasi akan menyebabkan
gangguan kejiwaan. Atkinson (2000) mengemukakan bahwa stres
mengacu pada peristiwa yang dirasakan membahayakan kesejahteraan
fisik dan psikologis seseorang.
Sarafino (2008), menyatakan stres merupakan kondisi sebagai
akibat interaksi individu dengan lingkungan yang menimbulkan
ketidaksesuaian antara tuntutan-tuntutan berasal dari situasi yang
bersumber pada sistem biologis, psikologis, dan sosial dari individu.
Stres menurut Hans Selye adalah suatu tanggapan yang
menyeluruh dari tubuh terhadap setiap tuntutan yang datang atasnya
(dalam Hardjana, 1994). Hans Selye juga melakukan penelitian mengenai
stres dengan membedakan antara stres yang merusak dengan stres yang
menguntungkan. Stres yang merusak dapat menyebabkan seseorang
merasa tidak berdaya, frustrasi, kecewa. Stres juga dapat mengakibatkan
kerusakan fisik maupun psikologis. Stres yang merusak oleh Hans Selye
dinamakan distres, serta stres yang menguntungkan seperti memberikan
kepuasan psikis, memberikan keberhasilan, keseimbangan hidup serta
commit to user
Stres merupakan peristiwa yang memberikan pengalaman
mengancam pada psikis individu yang menyebabkan distres, dan
memberikan efek negatif sebagai akibat dari perasaan stres. Stres menjadi
tinggi ataupun rendah bergantung pada umur seseorang. Efek negatif dari
stres yang diterima individu mempunyai hubungan yang kuat dengan usia
dewasa (Mroczek dan Almeida, 2004).
Stres yang dialami individu akan mempengaruhi kinerja, stres
yang meningkat akan mengurangi produktifitas dalam pekerjaan individu,
serta memberikan ketidakpuasan psikologis yang dialami individu.
Seseorang yang mengalami beban pekerjaan yang berlebihan akan
menyebabkan efek negatif berupa kecemasan, kejenuhan, dan ketegangan
yang akan mempengaruhi kehidupan pribadi orang tersebut (Halkos dan
Bousinakis, 2010).
Berdasarkan uraian diatas dapat diambil kesimpulan, bahwa stres
adalah kondisi sebagai akibat interaksi individu dengan lingkungan yang
membahayakan kesejahteraan baik fisik dan psikologis individu yang
berasal dari situasi bersumber pada sistem biologis, psikologis, dan sosial
dari individu. Stres ada yang menguntungkan dan merugikan, stres yang
menguntungkan akan membuat seseorang merasakan kepuasaan psikologis
dan kebahagiaan hidup, tetapi stres yang merugikan akan membuat
seseorang mengalami tekanan dan ketidakpuasan psikologis serta akan
memberikan perilaku negatif yang akan mempengaruhi kehidupan pribadi