BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
2. Dampak Perubahan Sosial Budaya PadaMasyarakat Lokal
wisata dalam perilakunya dapat menggunakan sistem penilaian yang berbeda menurut lingkungan sosialnya”.
Hal ini juga diperkuat dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, dimana hasilnya yang sudah terterah di Bab V yang menjelaskan bahwa sebagian responden menyetujui jika hubungan atau interkasi dalam masyarakat lokal yang biasanya mereka saling menegur serta mengadakan perkumpulan dan saling mengobrol sudah jarang bahkan sering tidak dilakukan begitupun dengan budaya dalam masyarakat berupa kegiatan sehari-hari yang sudah menjadi kebiasaan, menurut beberapa responden kegiatan seperti itu jarang bahkan hampir jarang dilakukan, kedua hal diatas merupakan bentuk perubahan yang terjadi dalam masyarakat yang disebabkan oleh adanya kawasan wisata.
2. Dampak Perubahan Sosial BudayaPada Masyarakat
sehingga membawa berbagai dampak terhadap masyarakat itu sendiri.
Perkembangan pariwisata yang menimbulkan proses akulturasi dengan dampak terjadinya perubahan nilai-nilai budaya akan berpengaruh pula pada perubahan perilaku individu-individu warga masyarakat. Terutama masyarakat di sekitar kawasan wisata yang sering dan mengalami kontak langsung dengan para wisatawan. Adapun dampak yang dimaksud adalah:
Interaksi yang terjadi akibat dari komunikasi atau kontak sosial antara masyarakat lokal dengan wisatawan yang dipengaruhi oleh adanya kawasan wisata menghasilkan perubahan yang berdampak terhadap perubahan pada sistem sosial sampai kepada sikap, perilaku serta budaya didalam masyarakat.
Pengaruh yang menimbulkan dampak terhadap segala aspek kehidupan dalam masyarakat sekitar obyek wisata, apabila budaya-budaya yang berbeda itu mengalami percampuran dan bersentuhan.
Sebagaimana dijelaskan bahwa faktor terjadinya perubahan adalah Pengaruh kebudayaan masyarakat lain: apabilah sebab perubahan tersebut bersumber pada masyarakat lain, perubahan tersebut mungkin terjadi karena kebudayaan dari masyarakat yang lain mengancarkan pengaruhnya. Hubungan yang dilakukan secara fisik antara dua masyarakat, mempunyai kecenderungan untuk menimbulkan pengaruh timbal-balik, artinya masing-masing
masyarakat memengaruhi masyarakat lainnya, tetapi juga menerima pengaruh dari masyarakat lain.
Sebagaimana dikemukakan oleh Selo Soemardjan (1975:57) yaitu:
“secara konseptual perubahan-perubahan yang terjadi itu merupakan akibat dari munculnya karena proses akulturasi antara kebudayaan masyarakat sekita objek wisata dengan kebudayaan luar dibawa para wisatawan yang berkunjung.
Dalam proses ini terjadi saling mempengaruhi antara kebudayaan masyarakat sekitar kawasan wisata dengan kebudayaan wisatawan. Didalam proses pengaruh mempengaruhi antara kedua macam kebudayaan yang berbeda itu tampak suatu gejala bahwa orang-orang disekitar kawasan wisata dalam perilakunya dapat menggunakan sistem penilaian yang berbeda menurut lingkungan sosialnya”.
Dampak dari adanya kawasan wisata terhadap unsur-unsur budaya terdiri dari pakaian, peralatan atau perlengkapan hidup, bahasa, permainan tradisional, gaya hidup serta mata pencaharian.
Semua itu dipengaruhi oleh gaya berpikir masyarakat yang juga berubah yang didapatkan dari kontak dengan wisatawan melalui komunikasi langsung.
Kingsley Davis sendiri menjelaskan dalam buku Soerjono Soekanto (2013;266) bahwa:
“kebudayaan mencakup segenap cara berpikir dan bertingkah laku yang timbul karena interaksi yang bersifat komunikatif seperti menyampaikan buah pikiran secara simbolik.”
Bersamaan dengan perkembangan pariwisata yang diikuti pula munculnya hotel-hotel berbintang itu mulai tampak adanya pengaruh pariwisata itu terhadap pakaian. Hal ini pelayan bar dan sebagainya. Dengan maksud untuk menarik para wisatawan yang
mengianap di hotel itu dibuatlah pakaian seragam buat mereka.
modifikasi pakaian yang seragam yang dikenakan para karyawan hotel itu seakan-akan secara tidak langsung menunjukan perubahan gaya hidup yang dalam hal ini adalah pakaian atau busana tampak pada pakaian yang digunakan oleh para karyawan hotel. Selain pakaian, juga berpengaruh terhadap kebiasaan hidup yang juga mulai memakai narkoba, menjajah seks, kriminalitas dan sebagainya.
Semua hal itu bukanlah budaya masyarakat lokal, namun itu adalah budaya yang dibawa oleh wisatawan yang datang namun ditiruh oleh masyarakat lokal melalui hubungan yang terjadi diantara keduanya.
77 A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebelumnya, maka diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Pembangunan di kawasan wisata pantai memberikan dampak perubahan besar bagi kehidupan sosil masyarakat di Kecamatan Wara Timur Kota Palopo terkhususnya terhadap Interaksi diantara sesama masyarakat lokal jarang lagi terjalin akibat dari adanya teknologi, Komunikasi yang tidak berjalan lancar dan terkhususnya terhadap budaya yang sudah mulai bergeser dan bahkan hilang didalam masyarakat.
2. Penambahan fasilitas di kawasan wisata sudah semakin banyak, yang mengakibatkan bertambahnya pengunjung. Dan berdampak terhadap keuntungan yang diperoleh masyarakat sudah mulai bertambah.
3. Adanya pembangunan kafe maupun hotel telah banyang mengubah gaya hidup masyarakat yang semakin liar dan tak terkendali dan merusak moral.
B. Saran
Berdasarkan temuan dalam penelitian ini mengenai perubahan sosial sosial budaya masyarakat lokal akibat pengembangan kawasan wisata di Kecapatan Wara Timur Kota Palopo maka di sarankan sebagai berikut :
1. Kepada masyarakat lokal di Kecamatan Wara Timur Kota Palopo agar tidak terlalu mengikuti atau meniru apa yang dilakukan wisatawan atau pengunjung yang datang selama berada di lokasi wisata dan tetap menjaga kebudayaan adat istiadat masyarakat, karena hal tersebut yang menjadi daya tarik.
2. Kepada aparat pemerintahan khususnya Dinas Sosial Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palopo agar lebih memperhatikan perkembangan lokasi wisata di Kecamatan Wara Timur dan mengetahui apa-apa saja yang dibutuhkan untuk menigkatkan kesejahteraan yang lebih baik.
3. Antara sesama masyarakat lokal maupun pengunjung agar tetap saling berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik, agar teciptah kembali kebersamaan didalam masyarakat.
4. Kepada pemerintah bagaimana membuat suatu kawasan wisata yang mampu membuka peluang pelibatan aktif masyarakat sebagai subyek dalam kegiatan industri pariwisata bukan hanya sekedar sebagai obyek.
5. Pariwisata dengan segala aktivitasnya memang telah mampu memberikan pengaruh cukup signifikan bagi perubahan masyarakat baik secara ekonomi, sosial maupun budaya. Hal itu menuntut adanya perhatian yang lebih dari para pengambil kebijakan sektor pariwisata untuk mempertimbangkan kembali pola pengembangan kawasan wisata agar masyarakat sekitar lebih dapat merasakan manfaatnya.
Answar, Yasmil & Adang. 2013. Sosiologi Untuk Universitas. PT. Refika Aditama:Bandung.
BadanPusatStatistik Kota Palopo 2015
Dennis L, Foster. 2000. An Introduction Travel &Torisme, Edisibahasa Indonesia..RajaGrafindoPersada:Jakarta
http://www.materibelajar.id/2016/01/teori-pembangunan-definisi-pembangunan.html (diakses kamis09/02/2017 pkl14:09)
http://m.kompasiana.com/febrianto.syam/pesona-pantai-labombo-kota-palopo_5517ed86813311ae689de722
http://www.artikelsiana.com/2015/08/pengerian-perubahanan-sosial-teori-bentuk-dampak.html (diaksessabtu 4/02/2017 pkl 13:32)
http://id.shvoong.co//Websait-Pemerintah-Kota-palopo Di aksespadatanggal 27 Februari 2017 pkl 13.53
http://neozonk.wordpress.com/2012/09/19/bentuk-bentuk-komunikasi/diaksesharisabtutanggal 03/03/2017 pkl 0:14
http://www.traveluxion.web.id/2016/08/pengertian-obyek-wisata-menurut-wikippedia.html (15januari 2017 pukul 18.39)
http://hanitabeebuu-haihanita.blogspot.com/2013/11-pengertian-gaya-hidup.html
http://www.palopokota.go.id/blog/page/geografis.html.
http://hariannetral.com/2015/09/pengertian-perubahan-sosial-dan-teori-perubahan-sosial.html.
Kotler, P &Amstrong, G. 2002. Prinsip-prinsip pemasaran.Terjemahan Oleh Damosi Sihombing, Erlangga:Jakarta.
Leopold Von Wiese dan Howard Becker: Systematic Sociology,(New York:
John R Wiley & Sons, 132)
Martono, Nanang. 2012. SosiologiPerubahanSosial.PT. Raja GrafindoPersada : Jakarta
Nanno.1993.Perubahan
sosialdandampaknyaterhadapstratifikasisosialdikelurahankambiologikec amatanallakabupatendaerahtingkat 11 enrekang, jurnalskripsi, Unversitas 45 makassar. 14-2.
Pitana.I Gede, Putu G. 2005.SosiologiPariwisata. Penerbit Andi: Yogyakarta.
Ranjabar, Jacobus. 2014. Perubahan Sosial Teori-teori Dan Proses Perubahan Sosial Serta Teori Pembangunan. Alfabeta:Bandung.
Ranjabar Jacobus.2015.Perubahan Sosial.cvAlvabeta:Bandung.
Suandi, Nengah. 2014. Sosiolinguistik. Cetakan ke-1. Graha Ilmu:Yogyakarta.
Sudjana (2001: 128) teknikanalisis data
SoekantoSoerjono. Sulistyowati Budi. 2013. SosiologiSuatuPengantar. PT.
RajagrafindoPersada: Jakarta
Sztompka, Piotr. 2011. Sosiologi Perubahan Sosial. Prenada Media Grup:
Jakarta
Setiadi, M, Elly, dkk. 2007. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Kencan Media Grup: Jakarta
Teori-teoriinteraksisosial. Mahatiakurniasari.blogspot.com, diakses 22 mei 2017
TeoriKomunikasi puziebd.blogspot.co.id.diakses 23 mei 2017 pkl 10.28 Teorikomunikasi hedisasrawan.blogspot.co.id
Yoeti, Oka A. 1987. PengantarIlmuPariwisata, Angkasa: Bandung.