• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV UPAYA PENGEMBANNGAN CANDI BAHAL SEBAGAI OBJEK

4.4 Dampak Positif Dan Negatif Dalam

Dalam pengembangan dan pengelolaan objek wisata di kawasan Candi Bahal ini dapat di uraikan dalam dampak positif dan negatif yang dapat oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat, antara lain:

1. Dampak Positif

a) Penggalakan kegiatan kebersihan, nilai-nilai keindahan dan kesadaran masyarakat akan sadar wisata semakin meningkat.

b) Dapat meninkatkan perekonomian masyarakat bahkan sebagai sumber pendapatan masyarakat setempat.

c) Manfaat pariwisata dapat merangsang minat masyarakat untuk mengembangkan seni budaya, mendorong partisipasi masyarakat untuk melestarikan budaya terutama kesenian, adat istiadat dan tradisi.

d) Sebagai sumber pendapatan pemerintah daerah. Dengan penyediaan beberapa sarana dan prsarana untuk wisatawan maka sebagai imbalan atau pendapatan maka pemerintah daerah dapat menarik retribusi seperti

retribusi pada tempat pintu masuk objek wisata, tempat parker dan sebagainya.

e) Dapat menumbuhkan rasa kesatuan dan persatuan serta rasa cinta tanah air. Dengan begitu melalui pariwisata Indonesia makin dikenal oleh dunia internasional melalui wisatawan mancanegara yang berkunjung.

f) Menambah pendapatan devisa negara.

g) Kecerdasan masyarakat semakin meningkat karena banyak belajar dari wisatawan yang berkunjung dengan bertukar informasi mengenai daerah tempat tinggalnya.

2. Dampak Negatif

Selain memiliki dampak positif dalam pengembangan pariwisata juga terdapat pengaruh negatif. Dapat dikatakan sebagai pengaruh negatif apabila dampak-dampak tersebut merugikan masyarakat setempat juga pemerintahan daerah, seperti:

a) Harga-harga barang atau jasa naik karena banyaknya wisatawan yang berkunjung ke daerah wisata tersebut.

b) Para masyarakat muda terpengaruh mengikuti pola hidup wisatawan yang pada umumnya tidak sesuai dengan budaya dan kepribadian bangsa.

c) Dapat merusak lingkungan sekitar khususnya pada lokasi Candi Bahal tersebut. Hal ini terjadi apabila wisatawan ataupun masyarakat

setempat tidak menjaga kelestarian dan kebersihan daerah objek wisata tersebut.

d) Berubahnya tujuan kesenian dan kebudayaan menjadi komersialisasi seni budaya.

e) Melunturkan nilai-nilai seni kebudayaan yang sudah ada karena masyarakat setempat mengadopsi kebudayaan wisawan luar tanpa menyaringnya terlebih dah

BAB V PENUTUP

5.1Kesimpulan

Dari hasil pembahasan sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa objek wisata adalah sarana pokok kepariwisataan yang menjadi alasan utama bagi wisatawan untuk berkunjung.

Objek wisata Candi Bahal adalah objek wisata yang mempunyai nilai sejarah tinggi dan sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai daerah tujuan wisata. Bangunan peninggalan dari kerajaan Panai ini diperkirakan sudah berdiri sejak abad ke-11 M dan sudah di resmikan sebagai objek wisata sejarah oleh Pemerintah. Namun kurangnya perhatian dari pemerintah membuat bangunan bersejarah ini tidak terurus dangan baik. Hal ini dapat dilihat dari kurang terawatnya kawasan candi. Di sekitar candi banyak rumput liar yang tumbuh, sampah yang berserakan dimana-mana, dan bebasnya binatang ternak masyarakat setempat yang masuk ke kawasan candi. Kurangnya kesadaran masyarakat sekitar akan pentingnya peranan pariwisata juga sangat menghambat kemajuan pariwisata di daerah tersebut.

Oleh karena itu masih perlu diadakan sosialisasi kepada masyarakat, pengusaha pariwisata maupun pemerintah daerah setempat untuk mengembangkan objek wisata tersebut dan memberikan pengertian akan pentingnya peranan paiwisata

untuk memajukan perekonomian bagi masyarakat sekitar dan menambah devisa bagi negara.

Dan adapun upaya-upaya yang harusnya dilakukan untuk mengembangkan objek wisata tersebut, antara lain adalah:

1. Perbaikan jalan raya menuju kawasan objek wisata

2. Pengadaan fasilitas akomodasi, restoran, dan fasilitas pendukung lainnya 3. Menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat setempat akan pentingnya

pariwisata

4. Memperhatikan kebersihan di kawasan objek wisata

5. Memberikan pelatihan kepada masyarakat setempat tentang pelayanan yang baik kepada wisatawan

6. Lebih menggiatkan kegiatan promosi guna untuk meningkatkan kunjungan wisatawan

7. Adanya kerja sama yang baik antar pemerintah dengan pengusaha pariwisata maupun masyarakat setempat dalam membangun dan mengembangkan objek wisata ini.

5.2Saran

Adapun hal-hal yang perlu dilakukan untuk mengembangkan daerah objek wisata Candi Bahal ini, adalah:

1. Pemugaran dan pembangunan objek wisata

Objek wisata Candi Bahal sudah pernah di pugar oleh pemerintah setempat, tetapi itu saja belum cukup. Penyediaan sarana dan prasarana pariwisata

sangat di perlukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Untuk itu, kerja sama antara masyarakat dan pemerintah setempat sangat diperlukan untuk membangun dan mengembangkan objek wisata ini.

2. Mengalakkan sadar wisata kepada masyarakat

Menyadarkan masyarakat akan pentingnya pariwisata dengan menggalakkan sadar wisata pada masyarakat khususnya yang tinggal di kawasan objek wisata tersebut. Dangan begitu diharapkan pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama dalam membangun objek wisata Candi Bahal ini.

3. Promosi pariwisata

Kegiatan promosi merupakan hal yang wajib untuk dilakukan agar wisatawan mengetahui adanya objek wisata tersebut. Kurangnya promosi mengakibatkan kawasan objek wisata tersebut kurang dikenal dan diminati. 4. Menyediakan fasilitas yang mendukung kepariwisataan di kawasn objek

wisata

Adanya fasilitas yang mendukung kepariwisataan seperti akomodasi, restoran yang menawarkan menu makanan khas daerah tersebut, toko souvenir, dan fasilitas pendukung lainnya di kawasan objek wisata akan membuat wisatawan lebih berminat untuk berkunjung.

DAFTAR PUSTAKA

A.J, Muljadi. 2009. Kepariwisataan dan Perjalanan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Bovy dan Lawson. 1998. Kepariwisataan. Jakarta.: Grafindo.

Bukart dan Medlik. 1974. Pengembangan Pariwisata. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Marpaung, Happy. 2000. Pengetahuan Kepariwisataan. Bandung: Alfabeta.

Suwantoro, Gamal SH. 1997. Dasar-dasar pariwisata. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.

Swarbrooke. 1996. Pengembangan Pariwisata. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Yoeti, Oka A. 1993. Pengantar Ilmu Kepariwisataan. Bandung: Angkasa.

http//www.apakabarsidimpuan.com,2011. http//www.insidesumatera.com,2009.

LAMPIRAN

Candi Bahal I

Sumber: Internet: http//www.padangsidimpuan.com

Candi Bahal I

Candi Bahal II

Sumber: Internet: http//www.insidesumatera.com

Candi Bahal II

Candi Bahal III

Sumber: Internet: http//candibahal.com

Papan nama Candi.

Relief di dinding Candi Bahal Sumber: Internet: http//insidesumatera.com

Relief di dinding Candi Bahal Sumber: Internet: http//insidesumatera.com

Halaman Candi Bahal yang kurang diperhatikan kebersihannya. Sumber: Internet: http//padangsidimpuan.com

Infrastruktur jalan menuju kawasan objek wisata yang rusak dan sempit. Sumber: Internet: http//padangsidimpuan.com

Dokumen terkait