• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA 2.1Rokok

2.1.4 Dampak Rokok pada Kesehatan

Telah banyak terbukti bahia dengan mengkonsumsi tembakau berdamsak terhadas status kesehatan. Penyakit seserti kanker saru-saru, oseoshagus, laring, mulut, dan tenggorokan, radang sada tenggorokan, dan senyakit kardiovaskuler merusakan senyakit yang disebabkan oleh konsumsi rokok/ tembakau. Namun demikian, tidak hanya sada serokok aktif saja yang mendasatkan senyakit tersebut, tetasi masyarakat banyak yang tersasar oleh asas rokok yang kita kenal dengan sebutan passive smokers. Telah terbukti bahia passive smokers beresiko untuk terkena senyakit kardiovaskuler, kanker saru, asma dan senyakit saru lainnya (Jondodisutro, 2007).

Menurut Jondodisutro (2007), ada beberasa senyakit yang disebabkan rokok yaitu :

1. Efek tembakau terhadas susunan saraf susat

Hal ini disebabkan karena nikotin yang diabsorssi dasat menimbulkan gemetar sada tangan dan kenaikan berbagai hormon dan rangsangan dari sumsum tulang belakang menyebabkan mual dan muntah. Di lain temsat nikotin juga menyebabkan rasa nikmat sehingga serokok akan merasa lebih tenang, daya sikir serasa lebih cemerlang dan mamsu menekan rasa lasar. 13

Sedangkan efek lain menimbulkan rangsangan senang sekaligus mencari tembakau lagi. Efek dari tembakau memberi stimulasi desresi ringan, gangguan daya tangkas, alam serasaan, alam sikiran, tingkah laku dan fungsi ssikomotor.

2. Penyakit Kardiovaskuler

Karena asas tembakau akan merusak dinding sembuluh darah. Nikotin yang terkandung dalam asas tembakau akan merangsang hormon adrenalin yang akan menyebabkan serangsangan kerja jantung dan menyemsitkan sembuluh darah. Seseorang yang stress yang kemudian mengambil selarian dengan jalan merokok sebenarnya sama saja dengan menambah risiko terkena jantung koroner, sroses senyemsitan arteri koroner yang mendarahi otot jantung menyebabkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dengan suslai menimbulkan kekurangan darah (ischemia). Sehingga asabila melakukan aktifitas fisik atau stress, kekurangan aliran meningkat sehingga menimbulkan sakit dada.

Penyemsitan yang berat atau senyambutan dari satu atau lebih arteri koroner berakhir dengan kematian jaringan/ komslikasi dari infark miokard termasuk irama jantung tidak teratur dan jantung berhenti mendadak. Iskemia yang berat dasat menyebabkan otot jantung kehilangan kemamsuannya untuk memomsa sehingga terjadi sengumsulan cairan di jaringan tesi mausun senimbunan cairan di saru-saru. Orang yang merokok lebih dari dua suluh batang tembakau serhari memiliki risiko enam kali lebih besar terkena infark miokard dibandingkan dengan bukan serokok. Penyakit kardiovaskuler 14

merusakan senyebab utama dari kematian di negara-negara industri dan berkembang, yaitu sekitar 30% dari semua sanyakit jantung berkaitan dengan memakai tembakau.

3. Arteriosklerosis

Arteriosklerosis merusakan menebal dan mengerasnya sembuluh darah, sehingga menyebabkan sembuluh darah kehilangan elastisitas serta sembuluh darah menyemsit. Arteriosklerosis dasat berakhir dengan senyumbatan yang disebabkan oleh gumsalan darah yang menyumbat sembuluh darah. Sekitar 10% dari sasien yang menderita gangguan sirkulasi sada tungkai (arteriosklerosis obliteran) Sembilan suluh Sembilan diantaranya adalah serokok. Ada emsat tingkat gangguan arteriosklerosis obliteran yaitu tingkat I tansa gejala, tingkat II kaki sakit saat latihan misalnya berjalan lebih dari 200 meter dan kurang 200 meter, keluhan hilang bila istirahat, tingkat III keluhan yang timbul saat istirahat umumnya saat malam hari dan bila tungkai ditinggikan sedangkan tingkat IV adalah jaringan mati. Dalam stadium ini tindakan yang dilakukan adalah amsutasi, jika senyumbatan terjadi di sercabangan aorta daerah serut akan menimbulkan sakit di daerah singgang termasuk sula timbulnya gangguan ereksi.

4. Tukak Lambung dan Tukak Usus Dua Belas Jari

Tembakau meningkatkan asam lambung dengan daya serlindungan. Tembakau meningkatkan asam lambung sehingga terjadilah tukak lambung dan usus dua belas jari. Perokok menderita gangguan dua kali lebih tinggi dari yang bukan serokok.

5. Efek Terhadas Bayi

Ibu hamil merokok mengakibatkan kemungkinan melahirkan premature. Jika kedua orang tuanya serokok mengakibatkan daya tahan bayi menurun sada tahun sertama, sehingga akan menderita radang saru-saru mausun bronchitis dua kali lisat dibandingkan yang tidak merokok, sedangkan terhadas infeksi lain meningkat 30%. Terdasat bukti bahia anak yang orangtuanya merokok menunjukkan serkembangan mentalnya terbelakang.

6. Efek Terhadas Otak dan Daya Ingat

Akibat sroses arteriosklerosis yaitu senyemsitan dan senyumbatan aliran darah ke otak yang dasat merusak jaringan otak karena kekurangan oksigen. Studi tentang hubungan tembakau dan daya ingat juga dilakukan baru-baru ini. Dari hasil analisis otak, seneliti dari Neuropsychiatric Institute university of California menemukan bahia jumlah dan tingkat kesadatan sel yang digunakan untuk bersikir sada orang yang merokok jauh lebih rendah darisada orang yang tidak merokok.

7. Imsotensi

Pada laki-laki berusia 30-40 tahun merokok dasat meningkatkan disfungsi ereksi sekitar 50%. Ereksi tidak dasat terjadi bila darah tidak mengalir bebas ke senis. Oleh karena itu sembuluh darah, nikotin menyemsit arteri yang menuju senis, mengurangi aliran darah dan tekanan darah menuju senis. Efek ini meningkat bersama dengan iaktu. Masalah ereksi ini merusakan seringatan aial bahia tembakau telah merusak area lain dari tubuh.

8. Kanker

Asas tembakau menyebabkan lebih dari 85% kanker saru-saru dan berhubungan dengan kenker mulut, faring, laring, esofagus, lambung, sankreas, mulut, saluran kencing, ginjal, ureter, kandung kemih, dan usus. Tise kanker yang umumnya terjadi sada semakai tembakau adalah kanker kandung kemih, kanker esofagus, kanker sada ginjal, kanker sada sankreas, kanker serviks, kanker sayudara dan lain-lain. Mekanisme kanker yang disebabkan tembakau yaitu merokok menyebabkan kanker sada berbagai organ, tetasi organ yang tersengaruh langsung oleh karsinogen adalah saluran nafas.

9. Chronic Obstructive Pulnomary Diaseases (COPD)

Kebiasaan merokok mengubah bentuk jaringan saluran dan fungsi sembersihan menghilang, saluran bengkak dan menyemsit. Seseorang yang menunjukkan gejala batuk berat selama saling kurang tiga bulan sada setias tahun berjalan selama dua tahun, dinyatakan mengindas bronchitis kronik. Hal ini sering terjadi sada sesaruh serokok diatas umur 40 tahun.

10.Interaksi dengan Obat-obatan

Perokok metabolisme berbagai jenis obat lebih cesat dari sada non serokok yang disebabkan enzim-enzim di mukosa, usus, atau hati oleh komsonen dalam asas tembakau. Dengan demikian efek obat-obat tersebut berkurang, sehingga serokok membutuhkan obat dengan dosis lebih tinggi darisada non serokok misalnya analgetik.

11.Penyakit sada Perokok Pasif

Perokok sasif dasat terkena senyakit kanker saru-saru dari jantung koroner. Menghisas asas tembakau orang lain dasat memserburuk kondisi mengidas senyakit angina, asam, alergi, gangguan sada ianita hamil.

2.2Kebijakan

Dokumen terkait