• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN SOSIAL

B. Hasil Penelitian dan Pembahasan

1. Dampak Sosial yang Ditimbulkan oleh Peternakan Unggas

Kabupaten Takalar

Penduduk di Desa Topejawa Kecamatan Mangarabombang sebagian besar mempunyai mata pencaharian sebagai petani dan ada yang mendirikan peternakan unggas, khususnya peternakan ayam. Meskipun mata pencaharian pokok masyarakat sebagai petani, tetapi dengan wilayah lahan tanah yang luas, maka masyarakat memanfaatkan lahan tanah yang ada menjadi kandang ayam untuk dijadikan peternakan ayam. Peternakan ayam sebagai salah satu mata pencaharian masyarakat di Desa Topejawa telah banyak berpengaruh terhadap perubahan sosial ekonomi masyarakatnya. Selain berpengaruh terhadap perubahan sosial masyarakat desa, peternakan ayam juga memiliki dampak sosial, yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Dampak Positif Peternakan Unggas oleh Terhadap Masyarakat di Desa Topejawa Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar

Peternakan unggas khususnya peternakan ayam yang dikelola oleh masyarakat di Desa Topejawa memiliki dampak positif terhadap masyarakat pemilik peternakan maupun masyarakat sekitar peternakan. Dampak positif ini, berpengaruh terhadap perubahann sosial ekonomi masyarakat di Desa Topejawa.

Hal ini sesuai dengan pernyataan bapak H. Erang (45 Tahun):

“Tentunya dengan adanya peternakan ini memiliki dampak yang positif bagi saya pribadi. Dampak positifnya juga tentu dirasakan oleh karyawan-karyawan saya, misalnya dari segi perekonomian mereka,karena kita

memberdayakan orang-orang untuk bekerja disini” (Wawancara tanggal 21 September 2014)

Berdasarkan pernyataan tersebut,dapat dikatakan bahwa dengan adanya peternakan unggas ini dapat membantu perekonomian keluarga pemilik maupun karyawan peternakan. Adapun dampak positif dari peternakan unggas tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1) Aspek Ekonomi

Ekonomi merupakan hal yang penting dalam menunjang kehidupan suatu masyarakat. Salah satu tujuan pengembangan usaha peternakan yang ada di Desa Topejawa adalah unutk melakukan pemberdayaan masyarakat sehingga perekonomian masyarakat dapat meningkat dari sebelumnya. Peningkatan ekonomi masyarakat setelah adanya peternakan ayam tersebut di ungkapkan oleh pemilik peternakan ayam bapak H. Erang (45 Tahun)

“Alhamdulillah, setelah adanya peternakan ini, ekonomi bapak sudah lebih baik dari sebelum bapak mendirikan peternakan ini. Karena memag tujuan kami mendirikan ini tidak lain adalah untuk memperbaiki keadaan ekonomi.” (Wawancara tanggal 21 September 2014)

Hal serupa juga diungkapkan oleh Dg. Puji (38 Tahun) sebagai karyawan:

“Iye Alhamdulillah dek, setelah bekerja disini saya dapat membantu perekonomian keluarga, yang jelasnya bisa bantu-bantu suami, terus tidak terlalu pusing mi juga kalo anak-anak minta uang jajan”. (Wawancara tanggal 23 September 2014)

Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan pemilik dan karyawan peternakan ayam, sudah jelas bahwa ada perbedaan tingkat ekonomi sebelum dan setelah didirikannya usaha peternakan ayam di Desa Topejawa.

Masyarakat Desa Tope Jawa yang bekerja di peternakan ayam, sebagian besar juga bekerja sebagai buruh tani. Hal ini bertujuan untuk menambah perekonomian keluarga. Mereka mencari pekerjaan lain diakibatkan pada saat ini tingginya pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga.

Berdasarkan hasil wawancara didapatkan bahwa gaji yang diterima oleh karyawan peternak ayam berkisar antara 1 juta hingga 1,5 juta per satu kali panen. Oleh sebab itu selain bekerja dipeternakan, mereka juga masih mencari pekerjaan lain untik meningkatkan perekonomian keluarga. Hal ini diungkapkan oleh Dg Puji (38 Tahun):

“Pekerjaan sampingan, tidak terlalu aktif ji disini, karena siang pi baru datang ka saya”. (Wawancara tanggal 23 September 2014)

Hal serupa juga diungkapkan oleh Dg. Bani (40 Tahun):

“Bisa dibilang pekerjaan sampingan, bisa juga dibilang pekerjaan utama.

Karena selain disini, saya juga bekerja sebagai buruh tani”. (Wawancara tanggal 24 September 2014)

Masyarakat yang memliki dua pekerjaan sekaligus tidak lain bertujuan untuk menambah penghasilan keluarga. Sebgaimana kita ketahui bahwa pada saat ini harga kebutuhan pokok semakin melambung tinggi, hal tersebut harus diseimbangkan dengan penghasilan dalam satu keluarga agar dapat terpenuhi segala keperluan yang dibutuhkan.

Tingginya tingkat perekonomian masyarakat di suatu daerah turut mempengaruihi tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Selaiin itu juga dapat memperkecil tingkat pengangguran. Hal ini juga terjadi pada salah satu karyawan peternak ayam, bapak Erwin (24 Tahun) yang menyatakan bahwa:

“Alhamdulillah setelah saya bekerja disini, perekonomian keluarga saya sudah mulai stabil. Karna sebelum bekerja disini, saya hanya seorang pengangguran, mau cari kerja susah, karna hanya tamatan SMP dek. Jadi sangat bersyukur bisa bekerja disini”. (Wawancara tanggal 22 September 2014)

Berdasarkan wawancara yang dilakukan terbukti bahwa dengan adanya usaha rakyat seperti peternakan ayam, dapat mengurangi tingkat pengangguran di Desa Tope Jawa. Rakyat semakin mengerti tentang pentingnya sebuah pekerjaan untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup.

Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dengan adanya peternakan unggas khususnya ayam di Desa Topejawa dapat memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan ekonomi masyarakat desa sehingga juga turut berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan masyarakatnya.

2) Aspek Pendidikan

Selain berpengaruh pada tingkat perekonomian masyarakat, adanya peternakan ayam di Desa Tope Jawa juga berpengaruh terhadap tingkat pendidikan masyarakat. Pemilik serta karyawan peternakan dapat memberikan pendidikan yang layak kepada anak-anak mereka, khususnya pendidikan formal yang ditempuh melalui sekolah. Hal ini sesuai dengan pernyataan bapak H. Erang (45 Tahun):

“Semenjak berdirinya peternakan ini, Alhamdulillah sudah banyak perubahan dalam keluarga, misalnya dapat memenuhi kebutuhan keluarga, menyekolahkan anak sampai kuliah, yah begitulah dek, apalag sekarang biaya pendidikan bisa dibilang sudah mahal, tapi dengan adanya usaha ini, Alhamdulillah hal itu sudah tidak terlalu berat”. (Wawancara tanggal 21 September 2014)

Pendidikan Formal merupakan pendidikan yang ditempuh di sekolah. Di sekolah, anak dibina dan di didik agar dapat tumbuh menjadi anak yang berguna bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara serta memliki kepribadian dan perilaku yang baik. Apabila kepribadian dan perilakunya baik di dapat dengan mudah beradaptasi dan berinteraksi di tengah-tengah lingkungannya.

Walaupun pendidikan saat ini sudah di gratiskan oleh Pemerintah seperti SD dan SMP, akan tetapi perlengkapan sekolah anak dan uang jajan, masih di tanggung oleh orang tua. Oleh sebab itu dengan adanya peternakan ayam di Desa Tope Jawa, dapat membiayai pendidikan anak mereka dengan layak agar kelak dikemudian hari mereka dapat bersaing dengan orang lain di dunia kerja.

b. Dampak Negatif Peternakan Unggas Terhadap Masyarakat di Desa Tope Jawa Kecamatan Mangarabombang Kabupaten Takalar

Di dirikannya usaha peternakan ayam di desa Tope Jawa selain memiliki dampak yang positif terhadap perekonomian masyarakat serta pendidikan bagi anak, juga memilki dampak yang negative bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat yang tinggal sekitar peternakan. Adapun dampak negate tersebut, dapat diuraikan sebagai berikut:

1) Aspek Lingkungan

Aktivitas usaha peternakan ayam yang pada dasarnya merupakan upaya manusia untuk meningkatkan taraf hidup dan perekonomian, kadang-kadang membuat manusia lupa akan limbah yang dihasilkannya. Limbah yang berupa sisa-sisa dari aktivitas peternakan ayam yang harus dibuang menimbulkan

dampak negatif bagi lingkungan sekitar peternakan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Dg. Bani (40 Tahun)

“Sebenarnya peternakan ayam ini juga menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan misalnya bau yang dapat menggangu masyarakat dekat peternakan kami, sehinggan masyarakat biasa mengeluh. Tapi akhir-akhir ini kami sudah berusaha untuk mengatasinya dengan membersihkannya setiap hari”. (Wawancara tanggal 24 September 2014)

Hal serupa juga diungkapkan oleh salah satu masyarakat sekitar peternakan ayam Dg Te’ne (49 Tahun):

“Ededehh,, bauu sekali. Kalau makan ka ndak mau turun nasi ku sa rasa.

Banyak sekali lagi katingalo (lalat) terbang-terbang di sekitar rumah, apalagi kalau ada pesta, itu rumah kaya’ tempat sampah mami di kerumuni lalat”. (Wawancara tanggal 29 September 2014)

Berdasarkan wawancara yang dilakukan tersebut, jelas bahwa dengan adanya usaha peternakan ayam yang dibangun disekitar pemukiman sangat membuat warga merasa tidak nyaman dengan bau yang ditimbulkan. Bau tersebut dapat menyebabkan polusi udara sehingga merusak lingkungan. Kerusakan lingkungan yang terjadi disekitar usaha peternakan ayam menyebabkan masyarakat menjadi kurang nyaman.

Masyarakat sekitar peternakan ayam banyak mengeluhkan dampak buruk dari kegiatan usaha peternakan ayam karena masih peternak yang mengabaikan penanganan limbah dari usahanya. Limbah peternakan ayam berupa feses, sisa pakan, air dari pembersihan ternak menimbulkan pencemaran lingkungan masyarakat disekitar lokasi peternakan tersebut.

2) Aspek Kesehatan

Selain menyebabkan kerusakan lingkungan daerah sekitar usaha peternakan ayam juga rentan terhadap kesehatan masyarakat. Kesehatan merupakan hal paling penting dalam kehidupan manusia. Tanpa kesehatan, seseorang tidak dapat berbuat apa-apa. Hal inilah yang juga terjadi di sekitar peternakan ayam di Desa Topejawa sebagaimana berdasarkan wawancara dengan Ibu Irma (22 Tahun):

“Iya, ada. Bahkan pernah ada anak-anak yang terserang penyakit sesak nafas dan batuk-batuk. Mungkin karena baunya itu peternakan, sama lalat yang sering terbang. Apalagi kalau anak kecil kita tau mii toh, sembarang apa na makan”. (Wawancara tanggal 29 September 2014)

Hal tersebut juga di perkuat dengan wawancara masyarakat sekitar peternakan Dg. Rate (36 Tahun):

“Semenjak ada itu peternakan di samping, bau sekali, banyak lalatnya.

Tidak pintar ki mungkin na rawat itu kandangnya. Itumi mungkin ingusan iterus anakku gara-gara begitunya mi mungkin”. (Wawancara tanggal 28 September 2014)

Berdasarkan wawancara yang dilakukan peneliti menunjukkan bhwa dengan adanya peternakan di sekitar rumah warga dapat mengganggu kesehatan masyarakat sekitar, terutama bagi anak-anak.

Dokumen terkait