• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

G. Dampak Supermarket Terhadap Pasar Tradisional

Di Kecamatan Ciputat dan Pondok Aren, Carrefour dan Superindo adalah supermarket yang berlokasi dekat Pasar Ciputat dan Pasar Bintaro Sektor 2. Menurut para pedagang, Superindo belum terlalu memberikan dampak yang signifikan pada kegiatan bisnis mereka, sementara Carrefour telah menyerap sejumlah besar konsumen. Beberapa pedagang yakin bahwa Carrefour telah menyebabkan penurunan omset dan keuntungan mereka. Para pedagang yakin bahwa di masa mendatang, keberadaan supermarket akan mengganggu keberadaan pasar tradisional karena produk yang dijual tidak berbeda dengan harga yang sama atau bahkan lebih rendah. Terlebih lagi, fasilitas dan infrastruktur di supermarket menjamin tersedianya rasa aman dan kenyamanan yang lebih baik. Tidak hanya itu, Carrefour menyediakan potongan harga pada akhir pekan. Berbeda dengan keterangan pedagang tradisional, seorang staf dari Dinas Pasar Serpong menyatakan bahwa keberadaan supermarket di seputar pasar tradisional kurang berdampak atau bahkan tidak berdampak sama sekali pada pasar tradisional.

84

Akan tetapi, terkecuali di Pasar Moderen BSD, para pedagang juga menyatakan bahwa dampak supermarket tidak sesignifikan akibat atau dampak yang ditimbulkan oleh masalah internal. Selain itu, mereka juga mengakui bahwa ada sedikit perbedaan dalam hal karakteristik pembeli yang datang ke pasar tradisional dan modern, misalnya, pedagang keliling dan pemilik warung/ toko kecil masih memilih untuk berbelanja di pasar tradisional. Disamping itu, masyarakat sekitar yang benar-benar hanya ingin berbelanja kebutuhan akan lebih memilih berbelanja di pasar tradisional dibandingkan ke supermarket karena jika ingin ke pasar tradisional tidak perlu bersolek, ibaratnya bangun tidurpun bisa langsung ke pasar tradisional. Dalam salah satu wawancara, para pedagang menyebutkan bahwa mereka siap bersaing selama infrastruktur pasar dan fasilitas umumnya dikelola secara baik.

APPSI Wilayah Kabupaten Tangerang dengan keras menolak kehadiran supermarket. Mereka mengklaim bahwa pemerintah telah mengabaikan kepentingan para pedagang pasar tradisional dengan mengizinkan pendirian supermarket yang terlalu dekat dengan pasar tradisional. Meskipun APPSI hanya mewakili anggota-anggotanya, yakni sejumlah kecil para pedagang, pendapat APPSI cukup beralasan karena Pemda Tangerang Selatan memang berulang kali melanggar rencana tata ruangnya sendiri demi mengakomodasi kehadiran supermarket.

85

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari pembahasan diatas, dapat ditarik beberapa kesimpulan secara khusus dari tiap metode analisis statistika yang telah diujicobakan pada sampel dan wawancara dengan para responden. Beberapa kesimpulan tersebut adalah:

1. Didapat persamaan Y = 1306956521,739 – 29667984,190 X dari hasil uji regresi. Dari perhitungan koefisien determinasi didapati bahwa variabel terikat, yaitu jumlah supermarket di tangerang selatan memiliki pengaruh sebesar 83,3% terhadap variabel bebas, yaitu rata-rata pendapatan pedagang pasar tradisional di tangerang selatan. Jumlah supermarket dan rata-rata omset pedagang pasar tradisional memiliki hubungan pengaruh terbalik, dimana peningkatan jumlah supermarket dari tahun 2005 – 2010 telah menyebabkan menurunnya jumlah rata-rata omset pedagang pasar tradisional.

2. Para pedagang meyakini bahwa di masa mendatang keberadaan supermarket akan mengganggu keberadaan pasar tradisional karena produk yang dijual tidak berbeda, dengan harga yang sama atau bahkan lebih rendah. Terlebih lagi, fasilitas dan infrastruktur di supermarket menjamin tersedianya rasa aman dan kenyamanan yang lebih baik. Tidak hanya itu, Supermarket menyediakan potongan harga pada akhir pekan. Para pedagang

86

pasar tradiisonal mengakui bahwa ada sedikit perbedaan dalam hal karakteristik pembeli yang datang ke pasar tradisional dan modern, misalnya, pedagang keliling dan pemilik warung/ toko kecil masih memilih untuk berbelanja di pasar tradisional.

3. Upaya penanggulangan dari dampak yang ditimbulkan supermarket terhadap pasar tradisional adalah peningkatan daya saing pasar tradisional. Perbaikan infrastruktur yang mencakup terjaminnya sanitasi yang layak, kebersihan yang memadai, cahaya yang cukup, dan keseluruhan kenyamanan lingkungan pasar. Untuk itu, pemda dan pengelola pasar tradisional swasta seyogyanya mengubah cara pandang agar tidak melihat pasar tradisional sebagai sumber pendapatan semata. Mereka harus secara nyata berinvestasi pada perbaikan pasar tradisional dan menetapkan standar layanan minimum. Usaha bersama (dalam bentuk perjanjian kerja) antara pemda dan sektor swasta juga dapat menjadi solusi terbaik untuk meningkatakan daya saing pasar tradisional, seperti yang terjadi di Pasar Bumi Serpong Damai (BSD), Serpong.

B. Saran

Kondisi yang terlihat dalam penelitian ini mengarah pada perlunya kebijakan yang menyeluruh mengenai pasar ritel modern, termasuk peraturan untuk isu-isu seperti hak dan tanggung jawab pengelola pasar dan pemda, serta sanksi kepada mereka yang melanggar peraturan. Hal yang lebih penting adalah menjamin bahwa semua pemangku kepentingan memahami peraturan tersebut dan semua tingkat

87

pemerintahan hendaknya bertindak berdasarkan aturan. Demi menjamin persaingan yang sehat antara pedagang pasar tradisional dan peritel modern, pemda dan pemerintah pusat perlu memiliki mekanisme kontrol dan pemantauan untuk menjaga agar arena persaingan tetap adil.

Dari kesimpulan diatas dapat diambil poin-poin tertentu sebagai saran dan masukan, diantaranya adalah:

1. Pemda seharusnya mengorganisasikan para PKL, baik dengan menyediakan kios di dalam pasar atau dengan menegakkan aturan yang melarang mereka membangun lapaknya di sekitar pasar. Hal yang juga amat penting adalah bahwa para PKL tidak diperkenankan utnuk berjualan di pintu masuk pasra sehingga menghalangi akses ke dalam pasar.

2. Berkenaan dengan para pedagang sendiri. Kebanyakan pedagang tidak memiliki pilihan kecuali harus membayar tunai kepada para pemasok dan menggunakan modal sendiri utnuk kegiatan bisnisnya. Di satu sisi, hal ini menjadi hambatan bagi ekspansi usaha, namun di sisi lain, ini berarti bahwa para pedgaang harus menerima semua resiko yang berhubungan dengan usahanya. Mengingat tidak lazimnya penyediaan jaminan bagi sebuah usaha, maka para pedagang menjadi kelompok yang rentan terhadap setiap guncangan kecil sekalipun. Karena itu, upaya mengkaji jenis asuransi yang cocok bagi para pedagang menjadi penting artinya dan membantu mereka apabila membutuhkan modal tambahan untuk pendanaan perluasan usahanya.

88

DAFTAR PUSTAKA

Dokumen terkait