• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dampak yang Ditimbulkan dalam Proses Pembentukan Akhlakul Karimah

C. Analisi Data

3. Dampak yang Ditimbulkan dalam Proses Pembentukan Akhlakul Karimah

Teori M. Ngalim Purwanto, ganjaran merupakan alat pendidikan represif atau hadiah yang menyenangkan, diberikan kepada anak yang memiliki prestasi tertentu dalam pendidikan, memiliki kemajuan dan tingkah laku yang baik sehingga dapat dijadikan tauladan bagi teman-temannya.46

Berdasarkan hasil penelitian tentang metode ganjaran dalam membentuk akhlak siswa dalam pembelajaran aqidah akhlak pada MTs Darul Huda Damit Pelaihari yang peneliti lakukan sesuai dengan teori M.

Ngalim Purwanto bahwa metode ganjaran sangat mendorong siswa dalam membentuk akhlak yang baik. Ganjaran yang diberikan kepada siswa tidak hanya berupa pujian bisa juga dengan pemberian hadiah bahkan piagam.

Selain ganjaran, sekolah juga menerapkan hukuman bagi siswa/i yang melakukan hal tidak baik ataupun melanggar peraturan. Hukuman yang diterapkan diantaranya: membaca al-Qur’an, menyiram bunga, membersihkan lingkungan dan lain sebagainya. Tujuan diadakannya metode ganjaran dan hukuman ialah agar siswa/i terlatih untuk melakukan hal kebaikan dan menjauhi keburukan.

3. Dampak yang Ditimbulkan dalam Proses Pembentukan Akhlakul Karimah

46M. Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1995), h. 182

a. Faktor internal

Berdasarkan penyajian data yang peneliti paparkan, bahwa faktor internal dalam membentuk akhlak cukup baik, meliputi faktor pembawaan yakni dari hati siswa mempunyai dorongan, ketekatan dan pembawaan yang mana mereka sudah mengetahui antara yang baik dan buruk, namun disisi lain juga perlunya dorongan serta motivasi yang diberikan kepada setiap siswa, untuk menyempurnakan dan mempertahankan diri agar anak tidak mudah terpengaruh dengan pergaulan bebas dan mampu membedakan antara yang baik dan buruk serta yang benar dan salah, selain itu meliputi faktor lingkungan, faktor keluarga, dan faktor sekolah.

Menurut teori Hamzah Ya’kub faktor internal terbentuknya akhlakul karimah siswa pada umumnya yaitu:

Faktor internal yaitu keadaan siswa itu sendiri, yang meliputi latar belakang kognitif (pemahaman ajaran agama dan kecerdasan), latar belakang afektif (motivasi, minat, bakat, konsep diri dan kemandirian).

Pengetahuan agama seseorang akan mempengaruhi pembentukan akhlak, karena ia dalam pergaulan sehari-hari tidak dapat terlepas dari ajaran agama. Selain kecerdasan yang dimiliki, siswa juga harus mempunyai konsep diri yang matang. Konsep diri dapat diartikan gambaran mental seseorang terhadap dirinya sendiri, pandangan terhadap diri, penilaian terhadap diri, serta usaha untuk menyempurnakan dan mempertahankan diri. Adanya konsep diri yang baik, anak tidak akan mudah terpengaruh

dengan pergaulan bebas, mampu membedakan antara yang baik dan buruk, benar dan salah. 47

b. Faktor eksternal 1) Lingkungan

Faktor lingkungan terutama lingkungan masyarakat sangat berpengaruh terhadap perilaku siswa dalam membentuk akhlak.

Lingkungan bisa berdampak negatif pada anak jika lingkungan tersebut membawa pengaruh buruk pada anak baik itu dari teman sepergaulan maupun kebiasaan masyarakat setempat.Dari penyajian data diketahui bahwa ada sebagian siswa yang terpengaruh dari lingkungan masyarakat dalam membentuk akhlak yang baik. Ada sebagian siswa mudah meniru perilaku yang ada di lingkungan sekitarnya baik pengaruh dari teman maupun kebiasaan masyarakat setempat.

2) Keluarga

Keluarga adalah lingkungan terbesar bagi siswa, untuk itu peran keluarga khususnya orang tua dalam pembentukan akhlak anak sangatlah berperan. Pendidikan awal yang diperoleh anak adalah lingkungan keluarga. Dari penyajian data diketahui bahwa keluarga kurang mengetahui karakter anak atau kebiasaan-kebiasaan anak yang dilakukan dalam kesehariannya. Mereka percaya dengan sifat anak

47 Hamzah Ya’kub, Etika Islam...., h. 57

antara di rumah dengan di sekolah. Padahal tidak semua anak mempunyai sifat yang sama antara di rumah dan di sekolah.

3) Sekolah

Dari penyajian data diketahui bahwa faktor sekolah disni berhubungan dengan tempat dimana siswa tinggal dan teman-teman sepergaulannya. Selain itu, memilih pasangan teman juga sangat mempengaruhi siswa, karena teman merupakan salah satu jalan yang bisa merubah sifat seseorang.

Lingkungan tempat tinggal para siswa/i Madrasah Tsanawiyah Darul Huda Damit Pelaihari tergolong sangat baik dalam hal keagamaannya bagi pembentukan akhlak siswa. Akan tetapi, pendirian siswa didalam memilih teman sepergaulan masih kurang baik, karena masih ada yang mengikuti sifat teman yang terlihat tidak baik.

Menurut teori Abuddin Nata faktor eksternal adalah faktor yang diambil dari luar yang mempengaruhi perbuatan manusia, yang meliputi:

a) Lingkungan

Salah satu faktor yang menentukan sifat seseorang atau suatu masyarakat adalah lingkungan (millue). Millue adalah suatu yang melingkupi suatu tubuh yang hidup. Misalnya lingkungan alam mampu mematahkan/mematangkan pertumbuhan bakat yang dibawa oleh seseorang, lingkungan pergaulan mampu mempengaruhi pikiran, sifat, dan tingkah laku.

b) Pengaruh keluarga

Setelah manusia lahir maka dan terlihat dengan jelas fungsi keluarga dalam pendidikan yaitu memberikan pengalaman kepada anak baik melalui penglihatan atau pembinaan menuju terbentuknya tingkah laku yang diinginkan oleh orang tua.

Dengan demikian orang tua (keluarga) merupakan pusat kehidupan rohani sebagai penyebab perkenalan dengan alam luar tentang sikap, cara berbuat, serta pemikiranya di hari kemudian.

Dengan kata lain, keluarga yang melaksanakan pendidikan akan memberikan pengaruh yang besar dalam pembentukan akhlakul karimah.

c) Pengaruh sekolah

Sekolah adalah lingkungan pendidikan kedua setelah pendidikan keluarga dimana sangat mempengaruhi akhlak anak. Di dalam sekolah berlangsung beberapa bentuk dasar dari kelangsungan pendidikan. Pada umumnya yaitu pembentukan sikap dan kebiasaan, dari kecakapan-kecakapan pada umumnya, belajar bekerja sama dengan kawan sekelompok melaksanakan tuntunan-tuntunan dan contoh yang baik, dan belajar menahan diri dari kepentingan orang lain.48

Berdasarkan hasil penelitian tentang faktor pendukung pembentukan akhlakul karimah siswa dalam pembelajaran aqidah akhlak pada MTs Darul Huda Damit Pelaihari yang peneliti lakukan

48Abuddin Nata, Akhlak Tasawuf…., h. 111

sesuai dengan teori Hamzah Ya’kub yaitu faktor pembawaan dan keadaan siswa itu sendiri, yang meliputi latar belakang kognitif (pemahaman ajaran agama dan kecerdasan), latar belakang afektif (motivasi, minat, bakat, konsep diri dan kemandirian). Sedangkan faktor penghambat pembentukan akhlakul karimah siswa dalam pembelajaran aqidah akhlak pada MTs Darul Huda Damit Pelaihari yang peneliti lakukan sesuai dengan Abuddin Nata yaitu faktor lingkungan, keluarga dan sekolah.

Dokumen terkait