• Tidak ada hasil yang ditemukan

DANA PENSIUN DAN PESANGON

KONTRAK UNIT-LINK

50. DANA PENSIUN DAN PESANGON

Sesuai dengan kebijakan Bank, selain gaji, pegawai juga mendapatkan fasilitas dan tunjangan berupa Tunjangan Hari Raya (THR), fasilitas kesehatan, uang duka dan santunan duka, tunjangan cuti, fasilitas jabatan untuk jabatan tertentu, program pensiun untuk pegawai tetap, insentif sesuai dengan kinerja pegawai dan Bank serta manfaat untuk pegawai yang berhenti bekerja sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan yang berlaku.

Dana pensiun

Bank Mandiri menyelenggarakan lima Dana Pensiun berbentuk Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) sebagai berikut:

a. Satu Dana Pensiun Pemberi Kerja yang menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti (DPPK - PPIP) disebut Dana Pensiun Bank Mandiri (DPBM) yang didirikan pada tanggal 1 Agustus 1999 berdasarkan Keputusan Direksi Bank Mandiri No. 004/KEP.DIR/1999 tanggal 26 April 1999 tentang Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Bank Mandiri. Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Bank Mandiri telah mendapat pengesahan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP/300/KM.017/1999 tanggal 14 Juli 1999 dan diumumkan di dalam Tambahan Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 62 tanggal 3 Agustus 1999.

Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Bank Mandiri telah mengalami beberapa kali perubahan, hal tersebut dilakukan dalam rangka menyesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu:

1. Berdasarkan Keputusan Direksi Bank Mandiri No.068/KEP.DIR/2005 tanggal 28 Juni 2005 dilakukan penyesuaian Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Bank Mandiri dalam rangka untuk meningkatkan hak atas manfaat pensiun bagi peserta yang meninggal dunia, cacat dan perubahan usia pensiun peserta. Peraturan Dana Pensiun dimaksud telah mendapat pengesahan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP-213/KM.5/2005 tanggal 22 Juli 2005 dan diumumkan di dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 77 tanggal 27 September 2005.

2. Berdasarkan Keputusan Direksi Bank Mandiri No.KEP.DIR/415A/2016 tanggal 7 Desember 2016 dilakukan penyesuaian Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Bank Mandiri dalam rangka menyesuaikan ketentuan usia Pensiun karyawan berdasarkan Addendum Perjanjian Kerja Bersama periode 2015 – 2017 dan berdasarkan ketentuan yang berlaku di PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Peraturan Dana Pensiun dimaksud telah mendapat pengesahan berdasarkan Keputusan Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-24/NB.1/2017 tanggal 17 Mei 2017 dan diumumkan di dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 60 tanggal 28 Juli 2017.

3. Berdasarkan Keputusan Direksi Bank Mandiri No.KEP.DIR/005/2018 tanggal 28 Februari 2018 dilakukan penyesuaian Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Bank Mandiri dalam rangka menyesuaikan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 5 /POJK.05/2017 Tentang Iuran, Manfaat Pensiun, Dan Manfaat Lain Yang Diselenggarakan Oleh Dana Pensiun, Peraturan Dana Pensiun dimaksud telah mendapat pengesahan berdasarkan Keputusan Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-125/NB.11/2018 tanggal 12 Maret 2018.

Dana pensiun (lanjutan)

Iuran pensiun yang dibukukan atas nama masing-masing Peserta ditanggung bersama oleh Pemberi Kerja dan Peserta :

1.

Peserta wajib membayar iuran sebesar 5% (lima per seratus) dari Penghasilan Dasar Pensiun.

2.

Pemberi Kerja wajib membayar iuran sebesar 10% (sepuluh per seratus) dari Penghasilan Dasar Pensiun.

Dana Pensiun Bank Mandiri menginvestasikan beberapa sumber keuangannya antara lain pada deposito berjangka dan deposito on call Bank Mandiri. Saldo deposito berjangka dan deposito on call tersebut pada tanggal 31 Maret 2018 dan 2017 masing-masing sebesar RpNihil dan Rp13.410 Tingkat suku bunga atas deposito tersebut adalah sama dengan suku bunga atas deposito berjangka pihak ketiga.

Untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2018 dan 2017, Bank telah membayar iuran pensiun masing-masing sebesar Rp107.396 dan Rp99.087.

b. Empat Dana Pensiun Pemberi Kerja yang menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti (DPPK-PPMP) yang berasal dari penggabungan 4 (empat) bank legacy, yaitu

1. Dana Pensiun Bank Mandiri Satu (Bank Bumi Daya), 2. Dana Pensiun Bank Mandiri Dua (Bank Dagang Negara), 3. Dana Pensiun Bank Mandiri Tiga (Bank Exim)

4. Dana Pensiun Bank Mandiri Empat (Bank Pembangunan Indonesia).

Peserta program pensiun manfaat pasti adalah mereka yang berasal dari legacy bank dengan masa kerja tiga tahun atau lebih pada saat penggabungan yang terdiri dari pegawai aktif bank, bekas karyawan (karyawan yang berhenti bekerja dan tidak mengalihkan haknya ke dana pensiun lain) dan pensiunan.

Peraturan untuk masing-masing dana pensiun tersebut telah disahkan dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia masing-masing No. KEP-394/KM.017/1999, No. KEP-395/KM.017/1999, No. KEP-396/KM.017/1999 dan No. KEP-397/KM.017/1999 seluruhnya tertanggal 15 November 1999. Berdasarkan persetujuan pemegang saham No. S-923/M-MBU/2003 tanggal 6 Maret 2003, Bank Mandiri telah melakukan penyesuaian manfaat pensiun dari masing-masing Dana Pensiun Bank Mandiri Satu sampai dengan Dana Pensiun Bank Mandiri Empat. Keputusan tersebut telah dituangkan dalam Peraturan Dana Pensiun (PDP) dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Keuangan dengan Surat Keputusan masing-masing No. KEP/115/KM.6/2003 untuk PDP Dana Pensiun Bank Mandiri Satu, No. KEP/116/KM.6/2003 untuk PDP Dana Pensiun Bank Mandiri Dua, No. KEP/117/KM.6/2003 untuk PDP Dana Pensiun Bank Mandiri Tiga dan No. KEP/118/KM.6/2003 untuk Dana Pensiun Bank Mandiri Empat seluruhnya tertanggal 31 Maret 2003.

Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Bank Mandiri Satu (DPBM Satu), Dana Pensiun Bank Mandiri Dua (DPBM Dua), Dana Pensiun Bank Mandiri Tiga (DPBM Tiga) dan Dana Pensiun Bank Mandiri Empat (DPBM Empat) telah mengalami beberapa kali perubahan, hal tersebut dilakukan dalam rangka menyesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yaitu:

1. Berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 28 Mei 2007, Bank Mandiri menaikkan manfaat pensiun dari masing-masing Dana Pensiun. Keputusan kenaikan manfaat pensiun dituangkan dalam Peraturan Dana Pensiun masing-masing dan telah mendapatkan persetujuan Menteri Keuangan melalui Surat Keputusan No. KEP-144/ KM.10/2007 (DPBM Satu); No. KEP-145/KM.10/2007 (DPBM Dua); No. KEP-146/KM.10/2007 (DPBM Tiga) dan No. KEP-147/KM.10/2007 (DPBM Empat) seluruhnya tertanggal 20 Juli 2007.

Dana pensiun (lanjutan)

2. Berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 17 Mei 2010, Bank Mandiri menaikkan manfaat pensiun dari masing-masing Dana Pensiun. Keputusan kenaikan manfaat pensiun dituangkan dalam Peraturan Dana Pensiun masing-masing dan telah mendapatkan persetujuan Menteri Keuangan melalui surat Keputusan No. 441/KM.10/2010 (DPBM Satu); No. 442/KM.10/2010 (DPBM Dua); No. KEP-443/KM.10/2010 (DPBM Tiga) dan No. KEP-444/KM.10/2010 (DPBM Empat), seluruhnya tertanggal 10 Agustus 2010.

3. Berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 23 Mei 2011, Bank Mandiri menaikkan manfaat pensiun dari masing-masing Dana Pensiun. Keputusan kenaikan manfaat pensiun dituangkan dalam Peraturan Dana Pensiun masing-masing dan telah mendapatkan persetujuan Menteri Keuangan melalui surat Keputusan No. 588/KM.10/2011 (DPBM Satu); No. Kep-589/KM.10/2011 (DPBM Dua); No. KEP-590/KM.10/2011 (DPBM Tiga) dan No. KEP-591/KM.10/2011 (DPBM Empat), seluruhnya tertanggal 20 Juli 2011.

4. Berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 2 April 2013, Bank Mandiri menaikkan manfaat pensiun dari masing-masing Dana Pensiun. Keputusan kenaikan manfaat pensiun dituangkan dalam Peraturan Dana Pensiun masing-masing dan telah mendapatkan persetujuan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan melalui surat Keputusan No. 349/NB.1/2013 (DPBM Satu); No. 350/NB.1/2013 (DPBM Dua); No. KEP-351/NB.1/2013 (DPBM Tiga) dan No: KEP-352/NB.1/2013 (DPBM Empat), seluruhnya tertanggal 14 Juni 2013.

Pada RUPS tersebut juga diputuskan pemberian manfaat lain serta pendelegasian wewenang kepada Dewan Komisaris untuk memutuskan kenaikan manfaat pensiun dan manfaat lain sepanjang sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yaitu setelah kenaikan manfaat pensiun atau pemberian manfaat lain, Rasio Kecukupan Dana (RKD), DPBM Satu, DPBM Dua, DPBM Tiga dan DPBM Empat minimal 115%.

5. Berdasarkan persetujuan Rapat Dewan Komisaris Bank Mandiri tanggal 2 Juli 2014, Bank Mandiri memberikan manfaat lain kepada masing-masing Dana Pensiun. Keputusan memberikan manfaat pensiun lain ini dituangkan dalam Peraturan Dana Pensiun masing-masing dan telah mendapatkan persetujuan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan melalui surat Keputusan No. KEP-1773/NB.1/2014 (DPBM Satu); No. KEP-1774/NB.1/2014 (DPBM Dua); No. KEP-1775/NB.1/2014 (DPBM Tiga) dan No: KEP-1776/NB.1/2014 (DPBM Empat), seluruhnya tertanggal 17 Juli 2014

6. Berdasarkan persetujuan Rapat Dewan Komisaris Bank Mandiri tanggal 3 Juni 2015, Bank Mandiri memberikan manfaat lain kepada masing-masing Dana Pensiun. Keputusan untuk memberikan manfaat lain ini dituangkan dalam Peraturan Dana Pensiun masing-masing dan telah mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan melalui Surat Keputusan No. KEP-525/NB.1/2015 (DPBM Satu); No. KEP-526/NB.1/2015 (DPBM Dua); No. KEP-527/NB.1/2015 (DPBM Tiga) dan No. KEP-528/NB.1/2015 (DPBM Empat), seluruhnya tertanggal 29 Juni 2015.

7. Berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 21 Maret 2016 disetujui untuk mengubah ketentuan syarat minimal Rasio Kecukupan Dana (RKD), DPBM Satu, DPBM Dua, DPBM Tiga dan DPBM Empat yang semula minimal 115% menjadi minimal 105%, sehingga pelimpahan kewenangan kepada Dewan Komisaris berkaitan dengan keputusan kenaikan manfaat pensiun dan manfaat lain sepanjang sesuai dengan ketentuan yang berlaku yaitu setelah kenaikan manfaat pensiun atau pemberian manfaat lain, diubah menjadi telah memenuhi persyaratan sekurang-kurangnya:

Dana pensiun (lanjutan)

a. Rasio Kecukupan Dana (RKD) setelah kenaikan Manfaat Pensiun dan atau pemberian Manfaat Lain minimal sebesar 105% berdasarkan tabel mortalita yang ditetapkan oleh Perseroan sebagai Pendiri.

b. Masih terdapat surplus dan tidak menimbulkan kewajiban iuran tambahan serta kewajiban akuntansi berdasarkan PSAK No. 24.

8. Berdasarkan persetujuan Rapat Dewan Komisaris Bank Mandiri tanggal 22 Juni 2016, Bank Mandiri memberikan kenaikan Manfaat Pensiun kepada Dana Pensiun Bank Mandiri Tiga dan memberikan Manfaat Lain kepada masing-masing Dana Pensiun. Keputusan untuk memberikan kenaikan Manfaat Pensiun dan memberikan Manfaat Lain ini dituangkan dalam Peraturan Dana Pensiun masing-masing dan telah mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan melalui Surat Keputusan No. KEP-40/NB.1/2016 (DPBM Satu); No. 41/NB.1/2016 (DPBM Dua); No. 42/NB.1/2016 (DPBM Tiga) dan No. KEP-43/NB.1/2016 (DPBM Empat), seluruhnya tertanggal 29 Juni 2016.

9. Berdasarkan Keputusan Direksi No.KEP.DIR/415B/2016 (DPBM Satu), No.KEP.DIR/415C/2016 (DPBM Dua), No.KEP.DIR/415D/2016 (DPBM Tiga), dan No.KEP.DIR/415E/2016 (DPBM Empat), seluruhnya tertanggal 7 Desember 2016 dilakukan penyesuaian penambahan klausal dalam Peraturan Dana Pensiun dari Dana Pensiun Bank Mandiri Satu sampai dengan Dana Pensiun Bank Mandiri Empat sesuai yang ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Pendiri tanggal 2 April 2013 dan RUPST tanggal 21 Maret 2016 tentang perubahan syarat minimal RKD menjadi 105%. Peraturan Dana Pensiun dimaksud telah mendapat pengesahan dari Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan melalui Surat Keputusan No. KEP-81/NB.1/2016 (DPBM Satu); No. KEP-80/NB.1/2016 (DPBM Dua); No. KEP-79/NB.1/2016 (DPBM Tiga) dan No. KEP-78/NB.1/2016 (DPBM Empat), seluruhnya tertanggal 23 Desember 2016.

10. Berdasarkan persetujuan Rapat Dewan Komisaris Bank Mandiri tanggal 3 Mei 2017, Bank Mandiri memberikan kenaikan Manfaat Pensiun dan pemberian Manfaat Lain dalam bentuk Manfaat Tambahan kepada masing-masing Dana Pensiun. Keputusan untuk memberikan kenaikan Manfaat Pensiun dan Pemberian Manfaat Lain dalam bentuk Manfaat Tambahan dituangkan dalam Peraturan Dana Pensiun masing-masing dan telah mendapatkan persetujuan Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan melalui Surat Keputusan No. KEP-30/NB.1/2017 (DPBM Satu); No. KEP-31/NB.1/2017 (DPBM Dua); No. KEP-32/NB.1/2017 (DPBM Tiga) dan No. KEP-33/NB.1/2017 (DPBM Empat), seluruhnya tertanggal 9 Juni 2017. Terhadap penyesuian Peraturan Dana Pensiun tersebut selain dalam rangka memberikan kenaikan Manfaat Pensiun dan pemberian Manfaat Lain dalam bentuk Manfaat Tambahan kepada masing-masing Dana Pensiun juga dilakukan dalam rangka menyesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 5/POJK.05/2017 tanggal 1 Maret 2017, Tentang Iuran, Manfaat Pensiun, dan Manfaat Lain yang diselenggarakan oleh Dana Pensiun.

Dana pensiun (lanjutan)

Perhitungan aktuaria atas liabilitas manfaat pensiun untuk Bank saja pada tanggal 31 Maret 2018 didasarkan atas estimasi perhitungan akturia untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 yang tercantum pada laporan dari PT Bestama Aktuaria tertanggal 12 Januari 2018 dengan metode Projected Unit Credit.

Asumsi-asumsi yang digunakan untuk periode yang berakhir tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 adalah sebagai berikut:

DPBMS DPBMD DPBMT DPBME

Tingkat diskonto 7,40% per tahun 7,40% per tahun 7,40% per tahun 7,40% per tahun

Tingkat pengembalian aset dana pensiun yang diharapkan

9,50% per tahun 9,50% per tahun 9,50% per tahun 9,50% per tahun

Masa kerja yang digunakan

Per 31 Juli 1999 Per 31 Juli 1999 Per 31 Juli 1999 Per 31 Juli 1999

Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) yang digunakan

Gaji bulan terakhir per 31 Juli 1999 yang telah disesuaikan kembali

pada tanggal 31 Desember 2002

Gaji bulan terakhir per 31 Juli 1999 yang telah disesuaikan kembali

pada tanggal 31 Desember 2002

Gaji bulan terakhir per 31 Juli 1999 yang telah

disesuaikan kembali pada tanggal 31 Desember 2002

Gaji bulan terakhir per 31 Juli 1999 yang telah

disesuaikan kembali pada tanggal 31 Desember 2002

Tingkat kenaikan PhDP Nihil Nihil Nihil Nihil

Tabel tingkat kematian

80% UN 2010

80% UN 2010 80% UN 2010 80% UN 2010

Tingkat pengunduran diri

5,00% untuk pegawai dengan usia sampai dengan 25 tahun dan menurun secara linear hingga 0,167% setiap tahun sampai dengan 0% pada usia 55 tahun

5,00% untuk pegawai dengan usia sampai dengan 25 tahun dan menurun secara linear hingga 0,167% setiap tahun sampai dengan 0% pada usia 55 tahun

5,00% untuk pegawai dengan usia sampai dengan 25 tahun dan menurun secara linear hingga 0,167% setiap tahun sampai dengan 0% pada usia 55 tahun

5,00% untuk pegawai dengan usia sampai dengan 25 tahun dan menurun secara linear hingga 0,167% setiap tahun sampai dengan 0% pada usia 55 tahun

Tingkat kecacatan 10,00% dari tingkat

mortalita 10,00% dari tingkat mortalita 10,00% dari tingkat mortalita 10,00% dari tingkat mortalita

Metode aktuaria Projected Unit Credit Projected Unit Credit Projected Unit Credit Projected Unit Credit

Usia pensiun normal

48 tahun sampai dengan 56 tahun disesuaikan berdasarkan strata

56 tahun untuk semua strata

56 tahun untuk semua strata

56 tahun untuk semua strata

Jumlah maksimum manfaat pasti 80,00% dari PhDP 80,00% dari PhDP 62,50% dari PhDP 75,00% dari PhDP

Tingkat kenaikan manfaat pensiun

Nihil Nihil Nihil 2,00% per tahun

Dana pensiun (lanjutan)

Estimasi nilai kini liabilitas manfaat pensiun dan nilai wajar aset bersih pada tanggal 31 Maret 2018 berdasarkan laporan aktuaria independen adalah sebagai berikut:

DPBMS DPBMD DPBMT DPBME

Nilai kini liabilitas

manfaat pensiun (1.432.559) (1.743.628) (757.547) (510.320) Nilai kini liabilitas

manfaat pensiun 1.602.922 1.825.250 803.438 567.782

Funded status 170.363 81.622 45.891 57.462

Batas aset (asset ceiling)*) (170.363) (81.622) (45.891) (57.462)

Aset program manfaat pensiun yang diakui di laporan posisi

keuangan konsolidasian**) - - - -

*) Tidak terdapat akumulasi kerugian aktuarial bersih dan biaya jasa lalu yang belum diakui serta tidak terdapat nilai kini dari manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana dari program atau pengurangan iuran masa depan.

**) Tidak ada aset yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian karena ketentuan yang disyaratkan dalam PSAK No. 24 mengenai “Imbalan Kerja” tidak terpenuhi.

Estimasi nilai kini liabilitas manfaat pensiun dan nilai wajar aset bersih pada tanggal 31 Desember 2017 berdasarkan laporan aktuaria independen adalah sebagai berikut:

DPBMS DPBMD DPBMT DPBME

Nilai kini liabilitas

manfaat pensiun (1.441.936) (1.748.902) (759.429) (510.283)

Nilai kini liabilitas

manfaat pensiun (tidak diaudit) 1.606.801 1.826.762 803.529 566.038

Funded status 164.865 77.860 44.100 55.755

Batas aset (asset ceiling)*) (164.865) (77.860) (44.100) (55.755)

Aset program manfaat pensiun yang diakui di laporan posisi

keuangan konsolidasian**) - - - -

*) Tidak terdapat akumulasi kerugian aktuarial bersih dan biaya jasa lalu yang belum diakui serta tidak terdapat nilai kini dari manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana dari program atau pengurangan iuran masa depan.

**) Tidak ada aset yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian karena ketentuan yang disyaratkan dalam PSAK No. 24 mengenai “Imbalan Kerja” tidak terpenuhi.

Komposisi aset program dari masing-masing dana pensiun pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 terdiri dari:

31 Maret 2018 DPBMS DPBMD DPBMT DPBME Deposito 7% 6% 4% 10% Obligasi 33% 46% 22% 39% Penempatan langsung 6% 16% 26% 15%

Tanah dan bangunan 24% 4% 20% 12%

Saham 5% 3% 0% 1%

Surat Berharga Negara 23% 21% 24% 6%

Lain-lain 2% 4% 4% 17%

Total 100% 100% 100% 100%

Dana pensiun (lanjutan)

Komposisi aset program dari masing-masing dana pensiun pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 terdiri dari (lanjutan):

31 Desember 2017 (tidak diaudit)

DPBMS DPBMD DPBMT DPBME Deposito 3% 5% 8% 12% Obligasi 32% 47% 20% 40% Penempatan langsung 6% 16% 26% 15%

Tanah dan bangunan 24% 4% 21% 10%

Saham 6% 3% 0% 1%

Surat Berharga Negara 23% 21% 20% 6%

Lain-lain 6% 4% 5% 16%

Total 100% 100% 100% 100%

Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003

Bank Mandiri telah menerapkan kebijakan akuntansi imbalan kerja PSAK No. 24 dengan mengakui cadangan atas tunjangan masa kerja pegawai (employee service entitlements). Pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017, Bank Mandiri mengakui cadangan atas tunjangan masa kerja pegawai berdasarkan UU No. 13/2003 sejumlah Rp4.158.292 (termasuk Rp8.240 yang merupakan pesangon atas pegawai yang sudah berhenti tetapi belum dibayarkan dan telah dikeluarkan dari perhitungan aktuarial) dan Rp4.030.761 (termasuk Rp8.240 yang merupakan pesangon atas pegawai yang sudah berhenti tetapi belum dibayarkan dan telah dikeluarkan dari perhitungan aktuarial) berdasarkan perkiraan biaya uang penghargaan pegawai sebagaimana tercantum dalam laporan aktuaria independen (Catatan 34).

Penyisihan atas tunjangan masa kerja pegawai pada tanggal 31 Maret 2018 dan 31 Desember 2017 dihitung berdasarkan perhitungan hak masa kerja pegawai untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2017 sebagaimana tercantum dalam laporan aktuaria independen PT Bestama Aktuaria tanggal 12 Januari 2018. Asumsi-asumsi yang digunakan oleh aktuaria untuk periode yang berakhir tanggal 31 Maret 2018 dan tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 2017 adalah sebagai berikut:

a. Tingkat diskonto: 7,0% pertahun. b. Tingkat kenaikan gaji: 9,50% pertahun.

c. Tabel tingkat kematian yang digunakan Tabel Mortalita Indonesia 2011 atau TMI III.

d. Tingkat pengunduran diri 5% pertahun untuk usia sampai dengan 25 tahun dan menurun secara linear hingga 0% di usia 55 tahun.

e. Metode aktuaria adalah projected unit credit method.

f. Usia pensiun normal berkisar antara 36 tahun sampai dengan 56 tahun disesuaikan berdasarkan strata.

g. Tingkat kecacatan 10% dari TMI III.

Jumlah yang diakui pada laporan posisi keuangan ditentukan berdasarkan laporan aktuaria independen sebagai berikut (Bank Mandiri saja):

31 Maret 2018 31 Desember 2017

Cadangan atas tunjangan masa kerja pegawai

yang diakui di laporan posisi keuangan 3.610.870 3.512.601

Dokumen terkait