• Tidak ada hasil yang ditemukan

DANA PENSIUN DAN PESANGON

45. (PEMBENTUKAN)/PEMBALIKAN PENYISIHAN KERUGIAN

50. DANA PENSIUN DAN PESANGON

Sesuai dengan kebijakan Bank, selain gaji, pegawai juga mendapatkan fasilitas dan tunjangan berupa Tunjangan Hari Raya (THR), fasilitas kesehatan, uang duka dan santunan duka, tunjangan cuti, fasilitas jabatan untuk jabatan tertentu, program pensiun untuk pegawai tetap, insentif sesuai dengan kinerja pegawai dan Bank, dan manfaat untuk pegawai yang berhenti bekerja sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan yang berlaku.

Dana Pensiun

Bank Mandiri menyelenggarakan lima Dana Pensiun berbentuk Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) sebagai berikut:

a. Satu Dana Pensiun Pemberi Kerja Program Pensiun Iuran Pasti (DPPK - PPIP) atau disebut Dana Pensiun Bank Mandiri (DPBM) dibentuk tanggal 1 Agustus 1999. Peraturan untuk DPBM telah disahkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP/300/KM.017/1999 tanggal 14 Juli 1999 dan diumumkan di dalam Tambahan Lembaran Berita Negara Republik Indonesia No. 62 tanggal 3 Agustus 1999, serta Keputusan Direksi Bank Mandiri No. 004/KEP.DIR/1999 tanggal 26 April 1999 dan telah diubah berdasarkan Surat Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. KEP-213/KM.5/2005 tanggal 22 Juli 2005 dan diumumkan di dalam Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 77 tanggal 27 September 2005 serta Keputusan Direksi Bank Mandiri No. 068/KEP.DIR/2005 tanggal 28 Juni 2005.

Bank Mandiri dan para pegawainya masing-masing membayar sebanyak 10,00% dan 5,00% dari

Base Pension Plan Employee Income.

Direksi dan Dewan Pengawas DPBM adalah pegawai aktif Bank Mandiri, sehingga Bank Mandiri memiliki pengendalian atas DPBM. DPBM menginvestasikan beberapa sumber keuangannya pada deposito berjangka dan deposito on-call Bank Mandiri. Saldo deposito dan deposito on-call berjangka tersebut untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013 masing-masing sebesar Rp204.580 dan Rp97.200. Tingkat suku bunga atas deposito tersebut adalah sama dengan suku bunga atas deposito berjangka pihak ketiga.

Untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013, Bank telah membayar iuran pensiun masing-masing sebesar Rp146.699 dan Rp252.762.

Dana Pensiun (lanjutan)

b. Empat Dana Pensiun Pemberi Kerja Program Pensiun Manfaat Pasti (DPPK-PPMP) berasal dari

masing-masing Dana Pensiun Bank Peserta Penggabungan, yaitu Dana Pensiun Bank Mandiri Satu atau DPBMS (BBD), DPBMD (BDN), DPBMT (Bank Exim) dan DPBME (Bapindo). Peraturan untuk masing-masing Dana Pensiun tersebut telah disahkan dengan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia masing-masing No. 394/KM.017/1999, No. KEP-395/KM.017/1999, No. KEP-396/KM.017/1999 dan No. KEP-397/KM.017/1999 semuanya tertanggal 15 November 1999. Berdasarkan persetujuan pemegang saham No. S-923/M-MBU/2003 tanggal 6 Maret 2003, Bank Mandiri telah melakukan penyesuaian manfaat pensiun dari masing-masing Dana Pensiun. Keputusan tersebut telah dituangkan dalam Peraturan Dana Pensiun (PDP) dan telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Keuangan dengan Surat

Keputusan masing-masing No. KEP/115/KM.6/2003 untuk PDP DPBMS,

No. KEP/116/KM.6/2003 untuk PDP DPBMD, No. KEP/117/KM.6/2003 untuk PDP DPBMT, dan No. KEP/118/KM.6/2003 untuk DPBME semuanya tertanggal 31 Maret 2003.

Peserta program pensiun manfaat pasti adalah mereka yang berasal dari legacy bank dengan masa kerja tiga tahun atau lebih pada saat penggabungan yang terdiri dari pegawai aktif bank, bekas karyawan (karyawan yang berhenti bekerja dan tidak mengalihkan haknya ke dana pensiun lain) dan pensiunan.

Berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 28 Mei 2007, Bank Mandiri menaikkan manfaat pensiun dari masing-masing Dana Pensiun. Keputusan kenaikan manfaat pensiun dituangkan dalam Peraturan Dana Pensiun masing-masing dan telah mendapatkan persetujuan Menteri Keuangan melalui Surat Keputusan No. KEP-144/ KM.10/2007 (DPBMS); No. KEP-145/KM.10/2007 (DPBMD); No. KEP-146/KM.10/2007 (DPBMT) dan No. KEP-147/KM.10/2007 (DPBME) semuanya tertanggal 20 Juli 2007.

Berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 17 Mei 2010, Bank Mandiri menaikkan manfaat pensiun dari masing-masing Dana Pensiun. Keputusan kenaikan manfaat pensiun dituangkan dalam Peraturan Dana Pensiun masing-masing dan telah mendapatkan persetujuan Menteri Keuangan melalui surat Keputusan No. KEP-441/KM.10/2010 tanggal 10 Agustus 2010 (DPBMS); No. KEP-442/KM.10/2010 tanggal 10 Agustus 2010 (DPBMD); No. 443/KM.10/2010 tanggal 10 Agustus 2010 (DPBMT) dan No. KEP-444/KM.10/2010 tanggal 10 Agustus 2010 (DPBME).

Berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 23 Mei 2011, Bank Mandiri menaikkan manfaat pensiun dari masing-masing Dana Pensiun. Keputusan kenaikan manfaat pensiun dituangkan dalam Peraturan Dana Pensiun masing-masing dan telah mendapatkan persetujuan Menteri Keuangan melalui surat Keputusan No. KEP-588/KM.10/2011 tanggal 20 Juli 2011 (DPBMS); No. Kep-589/KM.10/2011 tanggal 20 Juli 2011 (DPBMD); No. KEP-590/KM.10/2011 tanggal 20 Juli 2011 (DPBMT) dan No. KEP-591/KM.10/2011 tanggal 20 Juli 2011 (DPBME).

Berdasarkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 2 April 2013, Bank Mandiri menaikkan manfaat pensiun dari masing-masing Dana Pensiun. Keputusan kenaikan manfaat pensiun dituangkan dalam Peraturan Dana Pensiun masing-masing dan telah mendapatkan persetujuan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan melalui surat Keputusan No. KEP-349/NB.1/2013 tanggal 14 Juni 2013 (DPBM Satu); No. KEP-350/NB.1/2013 tanggal 14 Juni 2013 (DPBM Dua); No. KEP-351/NB.1/2013 tanggal 14 Juni 2013 (DPBM Tiga); No:KEP-352/NB.1/2013 tanggal 14 Juni 2013 (DPBM Empat).

Pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013, cadangan liabilitas manfaat pensiun dihitung berdasarkan perhitungan aktuaria sebagaimana tercantum dalam laporan aktuaria independen PT Dayamandiri Dharmakonsilindo tanggal 13 Januari 2014 untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2013. Asumsi yang digunakan untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut:

Dana Pensiun (lanjutan)

DPBMS DPBMD DPBMT DPBME

Tingkat diskonto 9,15% per tahun 9,15% per tahun 9,15% per tahun 9,15% per tahun

Tingkat pengembalian aset dana pensiun yang diharapkan

9,50% per tahun 9,00% per tahun 8,50% per tahun 9,00% per tahun

Masa kerja yang digunakan Per 31 Juli 1999 Per 31 Juli 1999 Per 31 Juli 1999 Per 31 Juli 1999 Penghasilan Dasar Pensiun (PhDP) yang digunakan

Gaji bulan terakhir per 31 Juli 1999 yang telah

disesuaikan kembali pada tanggal 31 Desember 2002

Gaji bulan terakhir per 31 Juli 1999 yang telah

disesuaikan kembali pada tanggal 31 Desember 2002

Gaji bulan terakhir per 31 Juli 1999 yang telah disesuaikan kembali

pada tanggal 31 Desember 2002

Gaji bulan terakhir per 31 Juli 1999 yang telah

disesuaikan kembali pada tanggal 31 Desember 2002

Tingkat kenaikan PhDP Nihil Nihil Nihil Nihil

Tabel tingkat kematian

Tabel Mortalita Indonesia 2011 (TMI

III) untuk karyawan dan bekas karyawan

dan Group Annuity

Mortality 1983 (GAM’

83) untuk pensiunan

Tabel Mortalita Indonesia 2011 (TMI

III) untuk karyawan dan bekas karyawan

dan Group Annuity

Mortality 1983 (GAM’

83) untuk pensiunan

Tabel Mortalita Indonesia 2011 (TMI

III) untuk karyawan dan bekas karyawan

dan Group Annuity

Mortality 1983 (GAM’

83) untuk pensiunan

Tabel Mortalita Indonesia 2011 (TMI III) untuk karyawan dan

bekas karyawan dan

Group Annuity

Mortality 1983 (GAM’

83) untuk pensiunan

Tingkat pengunduran diri

5,00% untuk pegawai dengan usia sampai dengan 25 tahun dan menurun secara linear

sebesar 0,167% tiap tahunnya sampai 0% diusia 55 tahun dan

sesudahnya

5,00% untuk pegawai dengan usia sampai dengan 25 tahun dan menurun secara linear

sebesar 0,167% tiap tahunnya sampai 0% diusia 55 tahun dan

sesudahnya

5,00% untuk pegawai dengan usia sampai dengan 25 tahun dan menurun secara linear

sebesar 0,167% tiap tahunnya sampai 0% diusia 55 tahun dan

sesudahnya

5,00% untuk pegawai dengan usia sampai dengan 25 tahun dan menurun secara linear

sebesar 0,167% tiap tahunnya sampai 0% diusia 55 tahun dan

sesudahnya Tingkat kecacatan 10,00% dari TMI III 10,00% dari TMI III 10,00% dari TMI III 10,00% dari TMI III Metode aktuaria

Projected Unit Credit

Projected Unit Credit

Projected Unit Credit

Projected Unit Credit

Usia pensiun normal 48 tahun sampai dengan 56 tahun disesuaikan berdasarkan strata

56 tahun untuk semua strata

56 tahun untuk semua strata

56 tahun untuk semua strata

Jumlah maksimum manfaat pasti

80,00% dari PhDP 80,00% dari PhDP 62,50% dari PhDP 75,00% dari PhDP

Tingkat kenaikan manfaat pensiun

Nihil Nihil Nihil 2,00% per tahun

Tarif pajak rata - rata 3,00% dari manfaat pensiun 3,00% dari manfaat pensiun 3,00% dari manfaat pensiun 3,00% dari manfaat pensiun

Dana Pensiun (lanjutan)

Estimasi Nilai kini liabilitas manfaat pensiun dan nilai wajar aset bersih pada tanggal 30 Juni 2014 berdasarkan laporan aktuaria independen adalah sebagai berikut:

DPBMS DPBMD DPBMT DPBME

Nilai kini liabilitas

manfaat pensiun 1.200.428 1.467.790 587.267 424.355

Nilai wajar aset bersih 1.542.557 1.777.929 822.491 558.087

Funded Status 342.129 310.139 235.224 133.732

Biaya jasa lalu yang belum

diakui - - - -

Keuntungan aktuarial yang

belum diakui (270.013) (261.328) (203.588) (16.213)

Surplus berdasarkan

PSAK 24 72.116 48.811 31.636 117.519

Batas Aset (Asset Ceiling)*) - - - -

Aset Program Manfaat Pensiun yang diakui di laporan posisi

keuangan**) - - - -

*) Tidak terdapat akumulasi kerugian aktuarial bersih dan biaya jasa lalu yang belum diakui serta tidak terdapat nilai kini dari manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana dari program atau pengurangan iuran masa depan.

**) Tidak ada aset yang diakui di laporan posisi keuangan karena ketentuan yang disyaratkan dalam PSAK 24 mengenai “Imbalan Kerja” tidak terpenuhi.

Estimasi Nilai kini liabilitas manfaat pensiun dan nilai wajar aset bersih pada tanggal 31 Desember 2013 berdasarkan laporan aktuaria independen adalah sebagai berikut:

DPBMS DPBMD DPBMT DPBME

Nilai kini liabilitas

manfaat pensiun 1.215.780 1.472.346 589.041 422.773

Nilai wajar aset bersih 1.540.476 1.770.137 816.426 551.037

Funded Status 324.696 297.791 227.385 128.264

Biaya jasa lalu yang belum

diakui - - - -

Keuntungan aktuarial yang

belum diakui (279.941) (268.790) (213.160) (65.822)

Surplus berdasarkan

PSAK 24 44.755 29.001 14.225 62.442

Batas Aset (Asset Ceiling)*) - - - -

Aset Program Manfaat Pensiun yang diakui di laporan posisi

keuangan**) - - - -

*) Tidak terdapat akumulasi kerugian aktuarial bersih dan biaya jasa lalu yang belum diakui serta tidak terdapat nilai kini dari manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana dari program atau pengurangan iuran masa depan.

Undang - undang Ketenagakerjaan No. 13/2003

Bank Mandiri telah menerapkan kebijakan akuntansi imbalan kerja PSAK 24 dengan mengakui cadangan atas tunjangan masa kerja pegawai (employee service entitlements). Pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013, Grup mengakui cadangan atas tunjangan masa kerja pegawai berdasarkan UU No. 13/2003 sejumlah Rp2.136.097 (termasuk Rp8.240 yang merupakan pesangon atas pegawai yang sudah berhenti tetapi belum dibayarkan dan telah dikeluarkan dari perhitungan aktuarial) dan Rp1.965.656 (termasuk Rp8.240 yang merupakan pesangon atas pegawai yang sudah berhenti tetapi belum dibayarkan dan telah dikeluarkan dari perhitungan aktuarial) berdasarkan perkiraan biaya uang penghargaan pegawai sebagaimana tercantum dalam laporan aktuaria independen (Catatan 34).

Penyisihan atas tunjangan masa kerja pegawai pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013 dihitung berdasarkan perhitungan hak masa kerja pegawai untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2013 sebagaimana tercantum dalam laporan aktuaria independen PT Dayamandiri Dharmakonsilindo tanggal 13 Januari 2014 untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2013. Asumsi-asumsi yang digunakan oleh aktuaria untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 adalah sebagai berikut:

a. Tingkat diskonto: 8,65% per tahun. b. Tingkat kenaikan gaji: 9,50% per tahun.

c. Tabel tingkat kematian yang digunakan Tabel Mortalita Indonesia 2011 atau TMI III.

d. Tingkat pengunduran diri 5% per tahun untuk usia sampai dengan 25 tahun dan menurun secara linear sebesar 0,167% hingga 0% per tahun pada usia 55 tahun.

e. Metode aktuaria adalah projected unit credit method. f. Usia pensiun normal 56 tahun.

g. Tingkat kecacatan 10% dari TMI III.

Rekonsiliasi cadangan atas tunjangan masa kerja pegawai yang diakui di laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi dengan laporan aktuaria independen adalah sebagai berikut (Bank Mandiri saja):

30 Juni 31 Desember

2014 2013

Nilai kini liabilitas 1.716.509 1.597.813

Biaya jasa lalu yang belum diakui (19.381) (21.952)

Keuntungan/(kerugian) aktuarial yang belum diakui 140.548 140.547

Cadangan atas tunjangan masa kerja pegawai

yang diakui di laporan posisi keuangan 1.837.676 1.716.408

Biaya jasa kini 78.780 209.180

Biaya bunga 66.402 96.467

Amortisasi biaya jasa lalu yang belum diakui 2.572 5.142

Amortisasi keuntungan/(kerugian) aktuarial yang belum diakui - 16.494

Pengakuan biaya jasa lalu - 119

Undang - undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 (lanjutan)

Rekonsiliasi cadangan atas tunjangan masa kerja pegawai adalah sebagai berikut:

30 Juni 31 Desember

2014 2013

Bank Mandiri

Cadangan atas tunjangan masa kerja pegawai awal tahun 1.716.408 1.448.170

Biaya selama tahun berjalan 147.754 327.402

Pembayaran manfaat (26.486) (59.164)

Cadangan atas tunjangan masa kerja pegawai (Bank Mandiri) 1.837.676 1.716.408 Entitas Anak

Cadangan atas tunjangan masa kerja pegawai 290.181 241.008

Total cadangan atas tunjangan masa kerja pegawai 2.127.857 *) 1.957.416*)

*) Pada tanggal 30 Juni 2014 dan 31 Desember 2013, jumlah tersebut tidak termasuk pesangon atas pegawai yang telah berhenti tetapi belum

dibayarkan sebesar Rp8.240 dan Rp8.240 yang telah dikeluarkan dari perhitungan aktuarial.

Nilai kini liabilitas yang didanai, nilai wajar aset program dan surplus pada program untuk lima tahun terakhir yaitu (Bank Mandiri saja):

2013 2012 2011 2010 2009

Nilai kini kewajiban imbalan pasti 1.597.813 1.757.767 1.547.952 1.262.717 947.923

Nilai wajar aset program - - - - -

Defisit program 1.597.813 1.757.767 1.547.952 1.262.717 947.923

Penyesuaian pengalaman pada liabilitas program 24.497 93.991 127.820 (58.912) 94.130

Penyesuaian pengalaman pada aset program - - - - -