Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perhitungan estimasi GRK dari limbah cair rumah tangga adalah: (1) Pemilihan metode; (2) Pemilihan faktor emisi; (3) Pemilihan data aktivitas; (4) Time series consistency dan (5) Tingkat ketidakpastian.
6.1 Limbah Cair Domestik
a. Pemilihan Metoda (Tier) dalam penghitungan emisi CH4 dari limbah cair Tier 1:
Estimasi-estimasi dari metode Tier 1 berdasarkan pada metode IPCC FOD yang sebagian besar menggunakan data aktivitas default dan parameter-parameter default. Metode Tier 1 cocok untuk perhitungan dengan parameter data yang terbatas.
Tier 2:
Metode ini sama dengan metode Tier 1, tetapi membutuhkan faktor emisi spesifik dan data aktivitas spesifik. Misalnya pada metode Tier 2, faktor emisi spesifik untuk sistem pengolahan spesifik pada perhitungan dapat tidak dipertimbangkan. Jumlah lumpur yang dihilangkan untuk insinerasi, landfill, dan lahan pertanian dapat dipertimbangkan pada metode Tier 2.
Tier 3:
Metode ini dapat digunakan pada negara dengan data yang baik dan telah menggunakan metode yang sangat baik.Negara dengan metode yang sangat baik dapat didasarkan atas data spesifik dari fasilitas pengolahan limbah cair.
b. Penghitungan Tingkat Emisi CH4 dari Pengolahan Limbah Cair Domestik
Emisi CH4 dari Limbah Cair Kota dihitung dengan menggunakan formula berikut.
Emisi CH4 = [Ʃ
I,j(Ui * Tij * EFj)] (TOW – S) - R
dengan faktor emisi:
EFj = Bo * MCFj dimana:
Emisi-emisi CH4 = emisi-emisi CH4 dalam tahun inventori, kg CH4/th
TOW = total organik dalam limbah cair dalam tahun inventori, kg BOD/th S = komponen organik diambil sebagai lumpur dalam tahun inventori,
kg BOD/th
Ti,j = derajad pemanfaatan dari saluran atau sistem pengolahan/pembuan, j, untuk tiap fraksi grup pendapatan i dalam tahun inventori.
i = grup pendapatan: perkotaan, pendapatan tinggi perkotaan dan pendapatan rendah perkotaan
j = tiap saluran atau sistem pengolahan/ pembuangan EFj = faktor emisi, kg CH4 / kg BOD
R = jumlah dari pemulihan CH4 dalam tahun inventori, kg CH4/th Bo = kapasitas maksimum produksi CH4 (kg CH4/kg BOD) dengan
default maksimum kapasitas produksi CH4 untuk limbah cair perkotaan 0.6 kg CH4/kg BOD atau 0.25 kg CH4/kg COD MCFj = faktor koreksi metan (fraksi).
MULAI
Apakah alur-alur pengolahan limbah cair disusun
karakteristiknya?
Apakah pengukuran atau bollom data lain tersedia dari alur-alur paling
penting?
Apakah emisi faktor-faktor spesifik suatu negara
tersedia untuk alur terpenting?
Apakah ini sebuah kategori kunci
Pengumpulan data pada bagian pengolahan limbah cair
dalam setiap alur
Apakah tersedia metoda spesifik suatu negara?
Estimasi emisi-emisi menggunakan bollom-up data
Estimasi emisi-emisi menggunakan faktor-faktor emisi spesifik suatu
negara (Bo,MCF, etc)
Box 2: Tior 2 Box 3: Tior 3
Estimasi Bo dan MCFs spesifik suatu negara untuk alur-alur kunci
Estimasi emisi-emisi menggunakan faktor emisi-emisi efault (Bo,MCF,etc)
Box 1: Tior 1 yes No Yes Yes No Yes No No No Yes
Gambar 6.1 Decision Tree Pemilihan Metodologi (Tier) Penghitungan Tingkat Emisi GRK Kegiatan Pengolahan Limbah Cair Domestik
c. Penghitungan emisi N2O limbah cair perkotaan
Emisi N2O = Neffluent * EF effluent * 44/28 dimana:
EmisiN2O = emisi-emisi N2O dalam tahun inventori, kg N2O/th
N EFLUEN = nitrogen dalam pengaliran air limbah dilepaskan ke lingkungan air, kg N/th
EF EFLUEN = EF untuk emisi-emisi N2O dari pelepasan ke limbah cair, kg N2O-N/kg N
Faktor 44/28 = adalah konversi dari kg N2O-N ke kg N2O.
Inventarisasi GRK pengolahan limbah cair domestik mencakup CH4 dan N2O. N2O dihitung mengikuti metodologi pada Sub-bab 4.3.6 sedangkan CH4 dihitung sebagai:
EFj= Bo*MCFj
dimana:
Emisi CH4 = CH4 yang diemisikan dalam tahun inventori, kg CH4/tahun Ui = Fraksi populasi dalam grup income i pada tahun inventori
Ti,j = Tingkat pemanfaatan sistem atau saluran pembuangan/pengolahan, j, tiap fraksi grup pendapatan i pada tahun inventori
i = Grup pendapatan: masyarakat pedesaan, urban pendapatan tinggi dan rendah
j = Jenis sistem atau saluran pengolahan/pembuangan
TOW = Senyawa organik total limbah cair pada tahun inventori, kg BOD/tahun;
TOW = P*BOD*0.001*I*365; P = populasi dimana:
BOD = Biological oxygen demand (country specific), default (Indonesia) 35–40 g/pop/hari I = Faktor koreksi untuk BOD industri tambahan yang dibuang ke selokan (sewer),
dimana default untuk collected 1.25 sedangkan un-collected 1.00
S = Lumpur komponen organik yang dipisahkan pada tahun inventori, kg BOD/tahun R = Jumlah CH4 yang dapat diambil pada tahun inventori, kg CH4/tahun
EFj = Faktor emisi, kg CH4/kg BOD MCFj = Faktor koreksi metana, fraksi
Bo = Kapasitas produksi maksimum CH4 (kg CH4/kg BOD), default kapasitas produksi CH4 maksimum limbah cair perkotaan 0.6 kg CH4/kg BOD atau 0.25 kg CH4/kg CO
d. Penentuan Faktor Emisi
Faktor emisi merupakan fungsi potensi maksimum produksi CH4 dan faktor koreksi CH4 yang dirumuskan dengan persamaan berikut ini.
dimana:
Efj = faktor emisi, kg CH4 / kg BOD
Bo = kapasitas maksimum produksi CH4, kg CH4/kg BOD dengan default
maksimum: kapasitas produksi CH4 untuk limbah cair rumah tangga 0.6 kg CH4/kgBOD atau 0.25 kg CH4/kg COD
J = tiap saluran atau sistem pengolahan/ pembuangan MCFj = faktor koreksi metan (fraksi), lihat Tabel 6.2.
6.2 Penghitungan Tingkat Emisi GRK dari Pengolahan Limbah Cair Industri
Inventarisasi GRK pengolahan limbah cair industri mencakup CH4 dan N2O.
a. Penghitungan emisi CH4
Emisi CH4= [(TOWi-Si )EFi-Ri]
i
å EF
j= Bo*MCF
jimana:
Emisi CH4 = CH4 yang diemisikan dalam tahun inventori, kg CH4/tahun
TOW = Senyawa organic total yang degradable dalam limbah cair industri i, kg COD/tahun
S = Lumpur komponen organik yang dipisahkan pada tahun inventori, kg COD/tahun
i = Sektor industri
j = Tiap jenis sistem atau saluran pengolahan/pembuangan
R = Jumlah CH4 yang dapat diambil pada tahun inventori, kg CH4/tahun
EFj = Faktor emisi per jenis system/saluranpembuangan/pengolahan, kg CH4/kg BOD
MCFj = Faktor koreksi metana, fraksi
Bo = Kapasitas produksi maksimum CH4,kg CH4/kg COD