Oleh A. Handoko
Deru sem b u ran ai r p an as su d ah terdengar pada jarak sekitar 100 meter dari pusat semburan. Teriak kegirangan anak-anak beradu keras dengan deru sem b u ran i t u . M aki n d ekat , su ara sem buran m akin keras. But ir-but ir air sesekali jatuh di kulit saat angin bertiup d ari arah sem b uran. Makin d id ekat i, pusat sem buran m akin m engeluarkan bau khas belerang.
Su asan a sian g d i t em p at w isat a p em and ian air p anas Cip anas, Keca- m at an Cisolok, Kabupat en Sukabum i, akhir p ekan lalu, ram ai. Rom b ongan
Gambar 2.4 Pemandian air panas di Sukabumi.
Sumber: www.wes a a indonesia.com/ 8/ 4/ 2008
w isataw an yang datang dalam kelompok kecil bergantian masuk-keluar kompleks w isat a.
Tem p at w i sat a p em an d i an ai r p an as Ci so l o k m em b eri al t er n at i f b ag i pengunjung untuk berlama-lama di tempat tersebut. Tempat itu tidak hanya untuk menikmati fenomena alam berupa semburan air panas dari tanah, tetapi juga mera- wat kesehatan.
Wisat aw an b iasanya b et ah b erlam a-lam a di p em andian air p anas kendat i tem pat w isata itu tak terlalu luas. Wisat aw an lokal dari Kecam at an Warungkiara, Kab up at en Sukab um i, Dad ang Gunaw an (27), yang d at ang b ersam a t em an- tem annya, m engaku bet ah hingga setengah hari di t em pat w isat a it u. “Kalau ke sini, yang jelas ingin mandi uap air panasnya. Setelah lelah bermain di sungai, kami makan bersama. Lalu, berendam lagi di kolam air panas” kata Dadang.
Dari sisi tempat w isata, pemandian air panas Cisolok sebetulnya masih perlu dit at a ulang karena t idak t erlalu luas. Tiga pusat sem buran besar air panas dan tempat istirahat w isataw an hanya sekitar 3.000 meter persegi.
Namun, orang akan selalu tertarik datang kembali ke tempat tersebut karena bisa mendapatkan kesegaran badan dan pikiran dengan biaya tidak terlalu mahal. Pemandian air panas buatan sudah menjadi tren di banyak pusat kebugaran, tetapi konsep pemandian air panas alam tetap memiliki daya tarik bagi pengunjungnya. Unt uk m enghind ari p engunjung agar t id ak t erkonsent rasi d i p usat -p usat sem b u ran , Di n as Pari w i sat a Kab u p at en Su kab u m i m em b u at t i g a ko l am penampungan air panas sejak tahun 2000. Kolam-kolam air panas itu juga menjadi tempat relaksasi yang nyaman bagi pengunjung.
Selain kolam penam pungan air panas, t ersedia juga t em pat t erapi berbagai penyakit dalam di dekat kolam-kolam itu. Luas kolam dan tempat terapi hampir setara dengan luas pusat semburan dan tempat istirahat wisatawan. Namun, tempat wisata itu terasa sangat sempit, apalagi pada hari Sabtu, Minggu, atau hari libur lain. Saat ramai, sekitar 1.000 wisatawan berkunjung. Sebagian besar datang pada Sabtu dan Minggu.
Koordinator Kolam Air Cipanas Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Muhidin mengatakan, pada pekan pertama dan kedua setiap bulan, biasanya jumlah pengun- jung yang hendak m elakukan relaksasi di kolam penam pungan atau m elakukan terapi jauh lebih banyak daripada pekan lainnya.
Pada pekan pert am a dan kedua, sekit ar 700 orang m enghabiskan w akt u di kolam p enam p ungan air p anas set iap p ekan. Akan t et ap i, p ada p ekan ket iga, keempat, atau kelima, jumlah pengunjung hanya sekitar 400 orang setiap pekan.
Petugas terapi air panas, Ade (26), memaparkan, terapi air panas pada dasarnya m erupakan cara untuk m em perlancar peredaran darah. Meski dem ikian, banyak p engunjung yang dat ang dengan keluhan p enyakit dalam sep ert i asam urat , pengapuran tulang, kelebihan kolesterol, diabetes, dan stroke bisa sembuh dengan m eng ikut i t erap i t erseb ut . Menurut Ad e, w isat aw an yang m eng ing inkan ke- sembuhan disarankan melakukan terapi seminggu sekali selama tiga bulan.
“Ada juga yang menginginkan terapi setiap hari. Belum lama ini ada penderita diabetes yang sembuh setelah melakukan terapi selama seminggu penuh,” ujarnya. Un t u k p en yem b u h an p en yakit ku lit , p en g u n j u n g b iasan ya t id ak p erlu mendapat terapi khusus dari petugas. Pengunjung hanya disarankan berendam di kolam penampungan air panas tanpa waktu yang ditentukan. Namun, setiap lima belas menit, pengunjung harus keluar dari kolam karena kulit bisa iritasi jika terlalu lama berendam di dalam air panas yang bercampur belerang.
EKONOMI
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Pelajaran ke-
Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat semenjana
1. Menyimak untuk memahami lafal, tekanan, intonasi, dan jeda yang lazim/baku 2. Mengucapkan kalimat dengan jelas, lancar, bernalar, dan wajar
3. Memahami informasi tertulis dalam berbagai teks 4. Membuat parafrasa dari teks tertulis
Pada pelajaran ini, kamu akan belajar memahami lafal, tekanan, intonasi, dan jeda yang lazim/baku. Kamu akan belajar mengucapkan kalimat dengan artikulasi yang tepat, mamahami informasi, grafis, dan matrik serta membuat parafrasa.
Setelah mempelajari hal tersebut, kamu dapat memberikan reaksi kinetik atau verbal bila mendengar lafal, tekanan, intonasi, atau jeda yang tidak lazim/ baku. Kamu dapat membedakan pola tekanan, nada, irama, jeda yang lazim dan yang tidak lazim. Kamu dapat menyebutkan atau menuliskan sumber informasi dari berbagai media massa. Kamu dapat memanfaatkan kamus dengan baik, memilih fakta, dan opini dengan mudah. Kamu pun dapat menuliskan kembali inti pikiran orang lain, dengan kalimat pilihan sendiri.
Sumber: iwww.infokom.sulteng.go.id
Kat a Kunci
Peta Konsep
konomi Sumber informasi Memilih fakta dan opini dengan mudah Mengucapkan kalimat dengan jelas, lancar, danbernalar Memahami teks yang mengandung grafik Memahami lafal, tekanan, intonasi, dan jeda yang
lazim/baku
Menyampaikan secara verbal infor-
masi yang bersumber dari teks
nonverbal
Membaca naskah asli
Menemukan ide- ide pokok dalam
wacana
Menuangkan gagasan Membuat
parafrasa
Kom ent ar adalah ulasan at au t anggapan at as berit a, pidat o, dan sebagainya (unt uk menerangkan atau menjelaskan).
Seorang juri dalam sebuah pert andingan, m isalnya pidat o at au m enyanyi, akan m em berikan kom ent ar t erhadap pidat o at au lagu yang dibaw akan oleh penyanyi. Komentar tersebut dapat berupa pujian, motivasi atau pun imbauan.
Tutuplah bukumu, lalu simaklah kutipan wacana yang akan dibacakan oleh temanmu berikut ini!