Dalam Maritime Labour Convention terdapat 5 pokok aturan didalamnya berikut 5 pokok aturan yang terdapat dalam Maritime Labour Convention https://www.ilo.org/wcmsp5/groups/public@ed_norm/.@normes/documents /normativeinstrument/wcms_090250.pdf ( Diakses pada April 2019 )
a. Persyaratan Minimum untuk Pelaut berkerja di atas Kapal 1) Usia Minimum Pelaut
Tujuan ditetapkannya usia minimum pelaut agar bisa memastikan bahwa tidak ada orang di bawah umur yang bekerja di kapal.
2) Sertifikat Kesehatan
Dengan sertifikat kesehatan ini dapat memastikan bahwa semua pelaut secara medis layak untuk menjalankan tugasnya di laut.
3) Pelatihan dan Kualifikasi
Dengan diadakannya pelatihan dapat memastikan pelaut dilatih dan memenuhi syarat untuk melaksanakannya tugas mereka di kapal.
4) Perekrutan dan Penempatan
Peraturan ini memastikan pelaut memiliki akses yang efisien dan diatur dengan baik dengan sistem perekrutan dan penempatan pelaut.
b. Kondisi Kerja
1) Perjanjian Kerja Pelaut
14
Semua pelaut harus memiliki perjanjian kerja pelaut agar dapat memastikan bahwa pelaut memiliki perjanjian kerja yang adil.
2) Upah
Peraturan ini bertujuan untuk memastikan pelaut dibayar untuk layanan mereka.
3) Jam Kerja dan Jam Istirahat
Peraturan ini sangat penting bagi semua pelaut untuk memastikan bahwa pelaut telah mengatur jam kerja atau jam istirahat.
4) Hak untuk Cuti
Setiap pelaut memiliki hak untuk cuti dari karena itu peraturan ini dibuat untuk memastikan bahwa pelaut memiliki cuti yang cukup.
5) Repatriasi
Repatriasi atau pemulangan diperberlakukan karena setiap pelaut punya hak untuk pulang peraturan ini memastikan pelaut bisa kembali ke rumah.
6) Kompensasi Pelaut yang mengalami Kehilangan Kapal
Setiap pelaut harus diberi kompensasi saat kehilangan kapal peraturan ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelaut diberi kompensasi saat kapal hilang atau telah kandas.
7) Manning Level
Manning level, maksud dari manning level ialah setiap kapal harus memiliki jumlah pelaut yang cukup jadi peraturan ini memastikan pelaut bekerja di kapal dengan personil yang cukup untuk operasi kapal yang aman, efisien dan terjamin.
15
8) Pengembangan dan Peluang Karir dan Keterampilan Pelaut
Peraturan ini bertujuan untuk mempromosikan pengembangan karir dan keterampilan dan kesempatan kerja para pelaut.
c. Akomodasi, Fasilitas Rekreasi, Makanan dan Catering 1) Akomodasi dan Fasilitas Rekreasi
Akomodasi merupakan akomodasi ruangan dan pelayanan lainnya yang diberikan kepada pelaut yang bekerja di kapal berbendera. Dengan diratifikasinya Maritime Labour Convention pemilik kapal berkewajiban untuk menyediakan ruangan laundry, ruang komunal pekerja, ruang kantor, mosquito infested port, akomodasi ruang sosial serta melakukan inspeksi kapal internal secara rutin untuk menjaga kebersihan, keselamatan dan keamanan akomodasi yang ada. Berbeda dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2000 yang hanya menyediakan ruang tidur, ruang santai, ruang makan dan pantry, ruang sanitasi dan ruang kesehatan.
2) Makanan dan Catering
Dibuatnya peraturan ini bertujuan untuk memastikan pelaut memiliki akses terhadap makanan dan air minum berkualitas yang disediakan dalam kondisi higienis, serta wajib dikelola oleh staf katering dan koki pelat terlatih yang memiliki keahlian dalam memasak makanan praktis, menjaga kebersihan pribadi, memiliki kemampuan mengelola stok makanan dan bertanggung jawab atas perlindungan lingkungan, kesehatan dan keamanan katering. Kemudian, Port State Control wajib untuk mengecek persediaan makanan dan minuman kapal sebelum berlayar, mengecek ruangan dan alat makan layak pakai,
16
termasuk keadaan dapur dan peralatan dalam pelayanan makanan.
Maritime Labour Convention 2006 juga memberlakukan larangan bagi koki pelaut muda di bawah 18 tahun, untuk mencegah kelalaian terhadap pelaut yang belum berpengalaman.
d. Perlindungan Kesehatan, Perawatan Medis, Kesejahteraan, dan Perlindungan Keamanan Sosial
1) Perawatan Medis di Kapal dan Darat
Setiap manusia mempunyai hak mendapatkan perawatan medis termasuk juga dengan pelaut dibuatnya aturan ini bertujuan untuk melindungi kesehatan pelaut dan memastikan akses cepat mereka untuk perawatan medis di kapal dan darat.
2) Kewajiban Pemilik Kapal
Peraturan ini bertujuan untuk memastikan pelaut asuransikan dari sakit, luka atau kematian yang terjadi sehubungan dengan pekerjaan mereka.
3) Perlindungan Kesehatan dan Keselamatan dan Pencegahan Kecelakaan Setiap pelaut harus mendapatkan keselamatan kerja dengan aturan ini memastikan bahwa lingkungan kerja pelaut di kapal menjaga keselamatan dan kesehatan kerja.
4) Akses Fasilitas Kesejahteraan di Darat
Semua pelaut harus memiliki fasilitas kesehatan termasuk fasilitas kesehatan di darat dengan aturan ini dapat memastikan bahwa pelaut yang bekerja di kapal memiliki akses fasilitas dan layanan yang berbasis di darat untuk menjamin kesehatan dan kesejahteraan mereka.
17
5) Jaminan Sosial
Adanya peraturan ini dapat memastikan bahwa pelaut memiliki jaminan perlindungan sosial.
3. Kepatuhan dan Penegakan 1) Tanggung Jawab Negara
Memastikan bahwa setiap anggota melaksanakan tanggung jawabnya berdasarkan Konvensi ini.
2) Tanggung Jawab Negara Pelabuhan
Memungkinkan setiap anggota untuk melaksanakan tanggung jawabnya berdasarkan konvensi ini mengenai kerja sama internasional dalam pelaksanaan dan penegakan standar konvensi di kapal asing.
3) Tanggung Jawab Penyediaan Tenaga Kerja
Memastikan bahwa setiap anggota melaksanakan tanggung jawabnya berdasarkan konvensi ini berkaitan dengan perekrutan pelaut dan penempatan dan perlindungan sosial pelautnya.
e. Hak Dan Kesejahteraan Maritime Labour Convention (MLC)
Hak bekerja merupakan amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam Pasal 27 Undang-Undang Dasar 1945 yang secara tegas menyatakan, bahwa
“tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”. Ketentuan tersebut mengandung makna bahwa setiap warga negara berhak untuk mendapatkan pekerjaan sesuai keahlian dan keterampilan mereka, serta memperoleh imbalan untuk keperluan hidup yang layak. Hak bekerja termasuk inti dari pemenuhan hak asasi manusia.
18
Hak asasi manusia merupakan hak fundamental yang terdiri dari 3 (tiga) pokok, yaitu :
1) Hak untuk hidup
2) Hak katas kebebasan
3) Hak untuk memiliki
Bekerja merupakan tujuan dari pemenuhan kebutuhan untuk kondisi hidup yang layak. Hak bekerja juga dikaitkan dengan hak atas kebebasan seperti bebas dari perbudakan dan praktek-praktek serupa, bebas dari kerja paksa dan kerja wajib ( sebagaimana dimaksud dalam Konvensi International Labour Organization Nomor 29 tentang Kerja Paksa, hak atas layanan kerja yang bebas yakni menyangkut hak terhadap akses informasi yang bebas dan pendampingan dan bantuan dari para pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, hak untuk bekerja, hak untuk mendapatkan perlindungan hukum dalam pekerjaan, hak perlindungan terhadap pengangguran ). Selanjutnya, hak untuk memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh pekerjaan.
Pemerintah dalam hal ini bertanggung jawab untuk melindungi hak- hak individu maupun kelompok, hukum hak-hak dasar atas pekerjaan dapat ditemukan dalam peraturan perundang-undangan nasional dan internasional.
Untuk memudahkan memahami substansi, pemetaan berikut secara rinci mengemukakan Pasal-Pasal dan penjelasan yang merujuk pada peraturan nasional dan internasional terkait hak-hak dasar bekerja pelaut.
19