• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

D. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang dijadikan bahan dasar skripsi ini adalah :

1. Observasi

Observasi ialah pengamatan dan pencatatan sesuatu objek dengan sistematika fenomena yang diselidiki Metode observasi ini dapat juga dilakukan dengan menggunakan teknik dan alat-alat khusus seperti blangko-blangko, checklist, atau daftar isian yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dalam penelitian ini menggunakan observasi non partisipatif, yaitu dimana observer tidak ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan para subjek yang diobservasi.

2. Interview (wawancara)

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu.

Percakapan dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai (interviewe) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.5 Dalam hal ini pihak yang diwawancarai yaitu Pejabat Lelang, Tim Penaksir Nilai, Pegawai KPKNL Purwokerto dan Pihak IAIN Purwokerto.

Adapun teknik wawancara yang dipilih adalah wawancara mendalam yaitu temu muka berulang antara peneliti dan tineliti dalam rangka memahami pandangan tineliti mengenai hidupnya,

5 Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung : Remadja Karya Cetakan Pertama, 1989), hlm. 149

pengalamannya, ataupun situasi sosial sebagaimana ia ungkapkan dalam bahasanya sendiri.

3. Dokumentasi

Metode dokumentasi adalah mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis, terutama berupa arsip-arsip dan termasuk juga dengan buku-buku tentang pendapat, teori, dalil atau hukum-hukum dan sebagainya, yang berhubungan dengan masalah penyelidikan.

E. Teknik Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan cara deskriptif kualitatif dalam bentuk sistematis yang tersusun secara benar sehingga mudah dibaca dan dimengerti dalam memberi arti terhadap data. Metode ini memusatkan perhatiannya pada prinsip-prinsip umum yang mendasari perwujudan satuan-satuan gejala yang ada dalam kehidupan manusia, atau pola-pola yang dianalisis gejala-gejala sosial budaya dengan menggunakan kebudayaan dari masyarakat yang bersangkutan untuk memperoleh gambaran mengenai pola-pola yang berlaku. Penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang menggambarkan atau melukiskan objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya6. Teknik analisis data dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga langkah yaitu:

6 Burhan Ashofa, Metode Penelitian Hukum (Jakarta : PT Asdi Mahasatya, 2004), hlm 20-21.

1. Reduksi Data

Merupakan langkah awal dalam menganalisis data yang bertujuan untuk memudahkan pemahaman terhadap data yang diperoleh. Pada tahap ini, peneliti memilih data yang relevan dan kurang relevan dengan tujuan dan masalah penelitian, kemudian meringkas dan memberikan kode dan mengelompokan sesuai dengan tema-tema yang ada.7

2. Menyajikan Data

Setalah melakukan reduksi data yang dikumpulkan, maka langkah selanjutnya adalah menyajikan data. Penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori dan sejenisnya. Dalam hal ini Miles dan Huberman menyatakan yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif. Dengan menyajikan data maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami.8

3. Mengambil Kesimpulan/Verifikasi

Teknik analisis data yang ketiga adalah penarikan kesimpulan, kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Kesimpulan

7 Zainal Arifin, Penelitian Pendidikan Metode dan Paradigma baru, hlm. 172.

8 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2015), hlm. 341.

dalam penelitian ini diharapkan merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskriptif atau gambaran suatu objek yang sebelumnya belum jelas sehingga menjadi jelas.

68 BAB IV

PENETAPAN HARGA LELANG TERHADAP PENGHAPUSAN BARANG MILIK NEGARA PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH DI

KANTOR PELAYANAN KEKAYAAN NEGARA DAN LELANG PURWOKERTO

A. Gambaran Umum Kantor Pelayanaan Kekayaan Negara dan Lelang Purwokerto

1. Profil Kantor Pelayanaan Kekayaan Negara dan Lelang Purwokerto Sejarah berdirinya KPKNL Purwokerto dimulai dengan dibukanya Kantor Pelayanan Pengurusan Piutang Negara Purwokerto (KP3N Purwokerto) sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor 940/KMK.01/1991 tanggal 12 September 1991 merupakan unit organisasi vertikal dari Badan Urusan Piutang dan Lelang Negara (BUPLN) Departemen Keuangan RI yang bertanggung jawab kepada Kepala Kantor Wilayah V BUPLN Semarang.

Berawal dari Nota Dinas Kepala Kanwil V BUPLN Nomor ND-22/WPN.05/1992 tanggal 25 April 1992 yang memerintahkan 5 (lima) orang pegawai di lingkungan Kanwil V BUPLN untuk segera melaksanakan tugas mengawali berdirinya KP3N Purwokerto.

Pelaksanaan tugas tersebut merupakan tindak lanjut dari Keputusan Kepala BUPLN Nomor KEP-02/PN/UP.11/1992 tanggal 18 Pebruari 1992 dan KEP-03/PN/UP.9.1/1992 tanggal 24 April 2004. Saat itu atas kebijakan Pimpinan Cabang PT. BRI (Persero) Purwokerto dengan dipimpin seorang Kepala Kantor berikut seorang Kepala Urusan Tata Usaha, Bendaharawan Rutin, Bendaharawan Penerima dan Juru Sita, KP3N Purwokerto

menempati salah satu ruangan di lantai 3 gedung kantor PT. BRI (Persero) Purwokerto selama beberapa bulan sebelum pindah ke Rumah Jabatan Kepala Kantor di Jl. Tentara Pelajar No.21 Purwokerto.

Pada tahun 1993 dengan dibiayai dana crash program tahun 1992/1993 sebesar Rp 16.000.000,00, KP3N Purwokerto menyewa gedung kantor di Jalan Perintis Kemerdekaan No. 75 B . Perjanjian Sewa Rumah tersebut berakhir pada tanggal 19 Nopember 1996. Sebelum masa sewa berakhir berdasarkan surat nomor : S-588/WA.08/ PK.0310/1996 tanggal 03 Mei 1996 hal Pinjam Pakai Gedung Kantor, pada tanggal 24 Mei 1996 KP3N Purwokerto menempati gedung Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara di Jalan Jenderal Sutoyo No. 1 Purwokerto. Saat itu KP3N Purwokerto hanya menempati lantai 1 gedung kantor tersebut sedangkan lantai 2 difungsikan sebagai Kantor Pertanahan Kabupaten Banyumas sementara gedung kantornya dalam perbaikan sebelum akhirnya menempati seluruh gedung kantor tersebut.

Pada tahun bulan Juli Tahun 2010 Kantor KPKNL Purwokerto berpindah di Jalan Pahlawan No.876 Purwokerto menempati gedung Eks Kantor KARIPKA dan telah ditetapkan status penggunaannya sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor : KMK-213/KM.6/2011 tanggal 30 Desember 2011.

Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Purwokerto adalah Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) yang berada dibawah dan bertanggungjawab langsung kepada

kepala kantor wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta. Sesuai PMK Nomor 170/PMK.01/2012 tentang organisasi dan tata kerja Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN). KPKNL Purwokerto memiliki wilayah kerja yang terdiri dari 7 wilayah kabupaten yaitu, Banyumas, Banjarnegara, Purbalingga, Kebumen, Cilacap, Purworejo dan Wonosobo.1

Sebagai kantor yang meliputi 7 wilayah di pesisir selatan Propinsi Jawa Tengah KPKNL Purwokerto mempunyai potensi penerimaan negara pada pemanfaatan BMN (Barang Milik Negara), pengurusan piutang negara, dan lelang cukup besar. Dalam memberikan pelayanaan pada para stakeholder, KPKNL Purwokerto mempunyai motto dan janji layanan yaitu “KPKNL Purwokerto senantiasa melayani anda dengan penuh

“PESONA” (Profesionalisme, Efisien, dan Efektif, Sinergi, Optimal, Nyaman, Amanah).

KPKNL Purwokerto saat ini memiliki komposisi jumlah pegawai sebanyak 45 orang. Sejak tanggal 1 September 2017 dipimpin oleh Edy Suyanto yang dibantu oleh 7 orang pejabat yakni, Kepala Subbagian Umum Yuliati, Kepala Seksi Pengelolaan Kekayaan Negara Bambang Sudarnadi, Kepala Seksi Pelayanan Penilaian Rino Priyanto, Kepala Seksi Pelayanan Lelang Diah Sulastini R, Keapal Seksi Piutang Negara Arif Wicaksono, Kepala Seksi Hukum dan Informan Iwan Irmawan, dan Kepala Seksi Kepatuhan Internal Eny Susanti.

1 Wawancara dengan Bapak Tofik sebagai SUB.BAG Umum dan Keuangan pada hari Kamis tanggal 26 Desember 2019 WIB.

Sarana dan prasarana yang dimiliki KPKNL Purwokerto sangat memadai dan mendukung KPKNL Purwokerto dalam memberikan pelayanan terbaik kepada stakeholder. Sejak tahun 2011 KPKNL Purwokerto menempati gedung baru yang beralamat di jalan Pahlawan Nomor 876, Purwokerto-Jawa Tengah luas tanah 4.777 m2, terdiri dari gedung kantor 2 lantai, aula, mushala, area parkir, dan gudang. Di gedung kantor lantai satu terdapat Area Pelayanan Terpadu (APT) yang digunakan para pegawai KPKNL Purwokerto untuk memeberikan pelayanan bantuan dan informasi kepada setiap tamu yang datang, disamping fasilitas pendukung lainnya seperti ruang konsultasi yang memadai, ruang tunggu yang sejuk dan nyaman dan ruang menyusui.2

2 Direktorat Jendral Kekayaan Negara. Profile Kantor KPKNL Purwokerto,

http://www.djkn.kemenkeu.go.id/2013/kpknl-purwokerto, diakses pada 22 Februari 2020, pukul 14.35

2. Struktur Organisasi Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Purwokerto

Gambar Struktur Organisasi KPKNL Purwokerto

Sumber: Dokumen KPKNL Purwokerto

3. Jenis Pelayanan

KPKNL Purwokerto selalu siap memberikan layanan di bidang pengelolaan kekayaan negara, pelayanan lelang, pengurusan piutang negara dan pelayanan penilaian asset.

A. Pelayanan Lelang

1. Jenis pelayanan lelang Eksekusi yang dapat dilayani di KPKNL Purwokerto:

a. Lelang Eksekusi Panitia Urusan Piutang Negara b. Lelang Eksekusi Pengadilan Negeri

c. Lelang Eksekusi Pajak d. Lelang Eksekusi Harta Pailit e. Lelang Eksekusi Pasal 6 UU HT f. Lelang Eksekusi Barang Rampasan g. Lelang Eksekusi Jaminan Fidusia

h. Lelang Eksekusi Benda Sitaan Pasal 45 KU HAP

i. Lelang Eksekusi Barang yang dinyatakan tidak dikuasai/barang yang Dikuasai Negara DJBC

j. Lelang Eksekusi Barang Temuan k. Lelang Eksekusi Gadai

l. Lelang Eksekusi Benda Sitaan Pasal 18 UU No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.3

3 Dokumentasi KPKNL Purwokerto pada hari Jum’at tanggal 27 Desember 2019 pukul 13.25

2. Jenis pelayanan lelang Noneksekusi Wajib yang dapat dilayani di KPKNL Purwokerto:

a. Lelang Noneksekusi wajib BMN/D

b. Lelang Noneksekusi wajib milik BUMN/D Non Persero

c. Lelang Noneksekusi Wajib Barang yang menjadi milik Negara DJBC

d. Lelang Noneksekusi wajib Aset tetap dan Barang Jaminan Diambil Alih eks Bank Dalam Likuidasi.

e. Lelang Noneksekusi wajib Aset eks Kelolaan PT. Perusahaan Pengelola Aset

f. Lelang Noneksekusi wajib Aset Settlement Obligor Penyelesaian kewajiban Pemegang Saham (PKPS) Akta Pengakuan Utang (APU).

g. Lelang Noneksekusi wajib Balai Harta Peninggalan

h. Lelang Noneksekusi wajib Benda berharga muatan kapal yang tenggelam

i. Lelang Noneksekusi wajib kayu dan hasil hutan lainnya dari tangan pertama

3. Jenis pelayanan lelang Noneksekusi Sukarela yang dapat dilayani di KPKNL Purwokerto:

a. Lelang barang milik swasta b. Lelang aset BUMN/D Persero

c. Lelang aset bank dalam likuidasi (atas permintaan tim likuidasi).4

B. Pelayanan Pengurusan Piutang Negara

Penyerah Piutang/Kreditor yang telah menyerahkan pengurusan piutangnya kepada KPKNL Purwokerto meliputi :

a. PT Bank Rakyat Indonesia Purwokerto, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen dan Purworejo

b. PT BNI Cabang Purwokerto, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen dan Purworejo

c. PT Bank Pembangunan Daerah Cabang Purwokerto, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen dan Purworejo d. PT BTN Cabang Purwokerto

e. PT Bank Mandiri Cabang Purwokerto dan Cilacap f. PT Jamsostek Cabang Purwokerto

g. Telkomsel, Kandatel dan PLN Cabang Purwokerto dan Cilacap h. RSUD Kabupaten Kebumen dan CIlacap.

i. Instansi Pemerintah daerah dan Pusat.

C. Pelayanan Pengelolaan Barang Milik Negara

Layanan unggulan di bidang pengelolaan kekayaan negara meliputi : a. Penetapan status penggunaan BMN berupa tanah dan/atau bangunan b. Persetujuan/penolakan penjualan BMN selain tanah dan/atau

bangunan

4 Dokumentasi KPKNL Purwokerto pada hari Rabu tanggal 8 Januari 2020 pukul 14.15 WIB.

Layanan reguler lainnya meliputi :

a. Rekonsiliasi SIMAK/Barang Milik Negara b. Rekomendasi Penghapusan BMN

c. Pemindahtanganan BMN

d. Pemanfaatan BMN (Sewa, pinjam pakai, kerjasama pemanfaatan, BGS/BSG)

e. Inventarisasi dan SertifikasI.5 4. Janji Layanan

Janji Layanan Unggulan pada KPKNL Purwokerto

5 Dokumentasi KPKNL Purwokerto pada hari Rabu tanggal 8 Januari 2020 .

5. Inovasi KPKNL Purwokerto

Untuk peningkatan kinerja sekaligus meningkatkan mutu layanan kepada para pengguna jasa, KPKNL Purwokerto telah menciptakan beberapa inovasi sebagai berikut:

A. Penyediaan Display Iklan Layanan/ kataloq

Untuk mempermudah penyebaran informasi mengenai jenis-jenis layanan, prosedur dan sosialisasi organisasi DJKN/KPKNL telah disediakan Kataloq dan Display Kios yang berada di Area Pelayanan Terpadu (APT).

Isi tampilan display dapat disesuaikan dengan tema-tema yang relevan, misalnya pada saat rekonsiliasi maka ditampilkan informasi mengenai tugas pokok KPKNL Purwokerto, tata cara rekonsiliasi, ajakan untuk tertib administrasi, tertib fisik dan tertib hukum.

B. Layanan Informasi On Smartphone /Android

Penyediaan layanan informasi KPKNL Purwokerto yang dapat diakses dengan melalui Smartphone/ android yang mempunyai fasilitas internet, dengan demikian akan mempermudah stakeholder maupun

masyarakat luas dapat mengetahui informasi terbaru dari KPKNL Purwokerto.6

C. Penggunaan Aplikasi & Sistem Informasi

Untuk menunjang sistem administrasi dan kualitas layanan, KPKNL Purwokerto berusaha menyediakan aplikasi bantu sebagai berikut :

6 Dokumentasi KPKNL Purwokerto pada hari Rabu tanggal 8 Januari 2020 pukul 14.15 WIB.

1) Aplikasi Hitung Hari Lelang, dengan aplikasi ini dapat diketahui dengan cepat kapan waktu pengumuman lelang pertama dan/atau kedua, dan kapan waktu pelaksanaan lelang, sehingga pengguna jasa bisa melakukan simulasi mengatur jadual / waktu permohonan lelangnya.7

2) Aplikasi Monitoring Layanan Unggulan, untuk menghitung berapa lama layanan dan memonitor waktu layanan, output dari aplikasi ini dapat dimanfaatkan untuk menyusun Laporan Triwulan Monitoring Layanan Unggulan.

3) Aplikasi SIMPLe untuk memonitoring Pengurusan Piutang Negara dan update data pengurusan piutang Negara

4) Aplikasi Penilaian Bangunan, Jalan, Jembatan.

Untuk mempercepat proses perhitungan penilaian telah disediakan aplikasi perhitungan, dimana untuk menghitung bangunan standard dapat diselesaikan dalam hitungan kurang dalam 1 menit.

7 Dokumentasi KPKNL Purwokerto pada hari Rabu tanggal 8 Januari 2020 pukul 14.15 WIB.

6. Pencegahan mafia lelang dan Optimalisasi hasil lelang melalui sistem Tromol Pos di KPKNL Purwokerto

Dalam rangka memperoleh hasil lelang yang optimal, KPKNL Purwokerto telah mencari terobosan baru dalam melaksanakan lelang yaitu melalui metode Lelang Tromol Pos. Metode ini diterapkan untuk lelang-lelang yang obyeknya cukup marketable dan diperkirakan peminatnya banyak.8 Metode ini telah banyak diterapkan antara lain pada :

a. Lelang Inventaris milik DPPKAD Banyumas.

b. Lelang inventaris milik Perum Damri Purwokerto.

c. Maupun lelang rampasan kejaksaan.

Pelaksanaan lelang dengan sistem tromol pos ini, peserta lelang tidak wajib hadir sehingga akan memberikan keuntungan-keuntungan sebagai berikut :

a. Peserta tidak rugi waktu.

b. Memberikan rasa aman dan nyama kepada peserta lelang karena tidak akan ada interventi peserta lain.

8 Dokumentasi KPKNL Purwokerto pada hari Rabu tanggal 8 Januari 2020 pukul 14.15 WIB.

c. Peserta bisa menawar seoptimal mungkin untuk memperoleh peluang kemenangan tanpa adanya rasa takut atau kuatir diintimidasi oleh peserta lain

d. Hasil lelang bisa menjadi optimal

e. Pelaksanaan lelang berjalan dengan lancar dan cepat.

B. Mekanisme Penetapan Harga Lelang Terhadap Penghapusan Barang Milik Negara Di KPKNL Purwokerto

Lelang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah menjual atau penjualan dihadapan orang banyak dengan tawaran yang beratas-atasan.9 Di dalam lelang terdapat nilai limit yang sebagai acuan harga terendah.

Sedangkan harga lelang merupakan harga penawaran tertinggi yang diajukan oleh peserta lelang yang telah disahkan sebagai pemenang lelang oleh Pejabat Lelang.

Pelelangan Barang Milik Negara merupakan mekanisme jual beli dengan melakukan pengumuman atas penawaran barang sebagai objek lelang secara terbuka kepada calon peserta lelang pada saat yang bersamaan. Dalam prosesnya di KPKNL Puwokerto, peserta lelang saling menawar harga dari barang sebagai objek lelang tersebut dengan penawaran harga yang semakin mendekati harga yang diinginkan penjual. Apabila harga telah tercapai atau tidak ada peserta lain yang menawar dengan harga yang lebih tinggi, maka diputuskan seorang pemenang lelang dan akan terjadi jual beli secara lelang antar penjual dengan pemenang lelang sebagai pembeli. Mekanisme lelang di

9 Suharso, Ana Retnoningsih, Kamus Besar Indonesia edisi lux, (Semarang: Widya Karya, 2008), hlm. 289.

KPKNL Purwokerto dalam menjalankannya, tidak lepas dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 27/PMK.06/2016 tentang petunjuk pelaksanaan lelang dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 83/PMK.06/2016 tentang tata cara pelaksanaan pemusnahan dan penghapusan Barang Milik Negara.10

Pihak KPKNL Purwokerto dalam menentukan harga lelang sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 27/PMK.06/2016. Hal ini tercantum dalam Bab I Ketentuan Umum pasal 1 angka 29 yang menjelaskan bahwa harga lelang adalah harga penawaran tertinggi yang diajukan oleh peserta lelang yang telah disahkan sebagai pemenang lelang oleh pejabat lelang. Tetapi sebelumnya, pihak KPKNL dalam melakukan persiapan lelang terlebih dahulu menentukan nilai limit sebagai harga minimal barang yang akan dilelang dan ditetapkan oleh penjual dalam penghapusan Barang Milik Negara.

Barang Milik Negara yang dilelang di KPKNL untuk menentukan nilai limit atau penetapan harga adalah kewenangan pihak KPKNL. Seperti yang dilakukan oleh pihak IAIN Purwokerto yang menjual asrama mahasiswa atas Barang Milik Negara di KPKNL Purwokerto. Nilai limit yang di maksud disini adalah harga minimal barang yang akan dilelang dan ditetapkan oleh penjual/pemilik barang.

Adanya pelelangan asrama mahasiswa IAIN Purwokerto sebab didalam masa pemakaian dan akhirnya mengalami kerusakan yang mengakibatkan kurang ekonomis lagi apabila diperbaiki sampai pada akhirnya sarana dan

10 Wawancara dengan Ibu Fitri sebagai bagian lelang di KPKNL Purwokerto pada hari Jum’at tanggal 27 Desember 2019 pukul 09.45 WIB.

prasarana tersebut sudah tidak dipergunakan dan diperlukan adanya penghapusan.

Secara prinsip, pihak yang berwenang menetapkan keputusan penghapusan Barang Milik Negara adalah (1) pengelola barang (Menteri Keuangan) dan jajaran struktural Ditjen Kekayaan Negara, dan (2) Pengguna Barang (menteri/pimpinan lembaga) dan pejabat eselon I pengelola Barang Milik Negara (pasal 3 dan 5 PMK Nomor 83/PMK.06/2016). Meski pengelola barang dan pengguna barang sama-sama berwenang menetapkan keputusan penghapusan BMN, namun penghapusan oleh pengguna barang harus memperoleh persetujuan pengelola barang terlebih dahulu. Berkenaan dengan mekanisme persetujuan tersebut. Selain pendelegasian wewenang, ada juga pengecualian dari mekanisme persetujuan. Dalam hal ini, pengguna barang untuk penghapusan BMN yang dikecualikan tersebut, yaitu penghapusan BMN yang disebabkan oleh pengalihan status pengguna, pemindahtanganan atau pemusnahan (pasal 16 ayat 3 PMK Nomor 83/PMK.06/2016).11

Didalam melakukan penghapusan sarana dan prasarana IAIN Purwokerto bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang atau KPKNL serta dengan biro keuangan dan BMN Sekretariat Jendral Kementerian Agama Republik Indonesia. Melihat hal ini pihak IAIN Purwokerto atau penjual melakukan penghapusan BMN dengan cara lelang di KPKNL Purwokerto.

11 https://www.klikharso.com/2016/06/memahami-penghapusan-bmn.html?m=1, diakses 22 Oktober 2020

Penjual dalam hal menetapkan harga minimal barang berdasarkan penilaian dari penilai (appraisal). Hal ini tedapat dalam pasal 43 PMK Nomor 27 Tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang yang menerangkan bahwa setiap pelaksanaan lelang disyaratkan adanya nilai limit yang penetapan nilai limit menjadi tanggung jawab penjual dan penjual dalam menentukan nilai limit harus berdasarkan laporan penilaian dari pihak yang berwenang menilai suatu obyek lelang, wewenang tersebut dimiliki oleh tim penilai (appraisal).12 Yang mana tim penilai merupakan pihak yang melakukan penilaian secara independen berdasarkan kompetensi yang dimilikinya, hal ini tertera dalam pasal 44 PMK Nomor 27 Tahun 2016.13 Setelah nilai limit ditentukan kemudian menyurat kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk menetapkan waktu dan pelaksanaanya sesuai dengan pasal 24 angka 1 yang menjelaskan bahwa waktu pelaksaan lelang ditentukan oleh kepala KPKNL atau pejabat lelang kelas II.

Penilaian yang dilakukan penilai melahirkan nilai wajar/nilai pasar.

Kamus Webster menyatakan nilai pasar yaitu a price at which both buyer and sellers are willing to do business atau suatu harga di mana baik pembeli maupun penjual berkehendak melakukan transaksi. Nilai wajar atau nilai pasar atas BMN yang diperoleh dari penilaian ini merupakan unsur penting tidak

12 Wawancara dengan Ibu Maratna sebagai tim penilai di KPKNL Purwokerto pada hari Jum’at tanggal 27 Desember 2019 pukul 10.45 WIB.

13 Mohamad Fuad Fatoni, “Wewenang Tim Penilai (Appraisal) Dalam Menentukan Nilai

Limit Lelang Hak Tanggungan”,

http://www.riset.unisma.ac.id/index.php/negkea/article/viewFile/4478/4041, diakses pada tanggal 3 Agustus 2020, hlm. 7

hanya dalam rangka penyusunan neraca pemerintah namun juga ditekankan untuk kegiatan pemanfaatan dan pemindahtanganan BMN. Sebagai pihak yang melakukan penilaian secara independen berdasarkan kompetensi yang dimilikinya penilai dituntut untuk bertanggungjawab penuh terhadap nilai wajar yang dikeluarkannya untuk bisa menaksir atau menilai penghapusan Barang Milik Negara.14

Kemudian, setelah nilai limit ditentukan dan terbentuknya harga lelang maka terjadilah pengumuman lelang. Pasal 53 angka 1 pengumuman lelang dilaksanakan melalui surat kabar harian yang terbit dan atau beredar di kota atau kabupaten tempat barang berada, angka 2 yang menjelaskan dalam hal tidak ada surat kabar harian sebagaimana dimaksud pada angka 1, pengumuman lelang diumumkan dalam surat kabar harian yang terbit di kota atau kabupaten terdekat atau di ibukota propinsi atau ibu kota negara dan beredar di wilayah kerja KPKNL atau wilayah jabatan Pejabat Lelang Kelas II tempat barang akan dilelang. Ketika barang lelang sudah diumumkan ke publik, maka terjadilah transaksi jual beli lelang antara pihak penjual dan peserta lelang, yang kemudian munculah pemenang lelang. Pihak KPKNL Purwokerto akan melakukan penghapusan Barang Milik Negara setelah adanya pihak yang memenangkan lelang. Hasil dari penjualan lelang akan

14 Maulina Fahmilita, Seksinya Penilai DJKN,

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/7403/Seksinya-Penilai-DJKN.html, diakses pada tanggal 2 Agustus 2020

diserahkan kepada kas negara seluruhnya sebagaimana yang terdapat pada pasal 41 PMK Nomor 27 Tahun 2016.15

Kegiatan penghapusan Barang Milik Negara merupakan tindakan untuk meniadakan Barang Milik Negara dari daftar barang dengan menerbitkan keputusan dari pejabat yang berwenang untuk membebaskan Pengelola Barang, Pengguna Barang, dan/atau Kuasa Pengguna Barang dari pertanggungjawaban administrasi dan fisik atas barang yang berada dalam penguasaannya. Keputusan dari pejabat yang berwenang sebagaimana dimaksud dalam definisi penghapusan Barang Milik Negara yaitu berupa keputusan penghapusan Barang Milik Negara yang ditetapkan oleh:

1. Menteri Keuangan selaku Pengelola Barang Milik Negara yang status

1. Menteri Keuangan selaku Pengelola Barang Milik Negara yang status