• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORETIS

A. Orang Tua

3. Dasar Hukum Salat

Salat juga merupakan ibadah yang diwajibkan untuk ummat muslim sesuai dengan yang dianjurkan dalam alquran, sunnah, dan ijma para iman. Salat diwajibkan bagi setiap muslim maupun muslimah baligh dan berakal kecuali wanita yang sedang haid dan menjalani nifas.27 Adapun landasan diwajibkannya salat, yang sebagaimana firman Allah swt. dalam QS. Al-Baqarah/2:43

ْﺍﻮُﻤﻴِﻗَﺃ َﻭ

Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.28

Dalam beberapa ayat di atas Allah swt. secara gambling member perintah untuk mendirikan salat. Selain ayat-ayat di atas masih banyak lagi ayat Al-Qur’an yang menjadi dalil perintah mengerjakan salat bagi umat Islam.

26Widyawati, “Peranan Tutor dalam Menanamkan Pembiasaan Salat Pada Anak” Jurnal Empowerment, Vol. 1, No. 2/September 2012, h. 5.

27Said bin Ali BIN Wahab al-Qathani, Salatul Mu’min wa Fadail wa Adaab Anwaa’ wa Ahkam Wakaifiyatu fi Dhawi al-Kitab wa Assunnah, Terj. Ibnu Abdillah, Panduan Salat Lengkap (Cet. I; J'akarta: Al-Mahira, 2006), h. 15-16.

28Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya h. 7.

Perintah salat ini hendaklah ditanamkan ke dalam hati dan jiwa anak- anak dengan cara pendidikan yang cermat, dan dilakukan sejak kecil, sebagaimana hadits Nabi Muhammad saw.sebagai berikut:

Artinya:

Dari Amr Bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya dia berkata, Rasulullah saw bersabda (yang maknanya), “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk salat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka jika mereka tidak mengerjakan salat pada usia sepuluh tahun, dan (pada usia tersebut) pisahkanlah tempat tidur mereka. (HR.Abu Dawud).29

Hal ini menunjukkan bahwa salat adalah kewajiban utama bagi setiap orang islam yang telah baligh. Salat terbagi menjadi dua yaitu salat wajib lima waktu dan salat sunah. Adapun yang dimaksud disini salat wajib adalah salat lima waktu dalam sehari semalam yaitu subuh, dzuhur, ashar, magrib dan isya‟. Hukum salat lima waktu tersebut adalah fardhu ain yang setiap umat yang beragama islam wajib dilakukan dan apabila ditinggal maka berdosa. Hal ini berarti selama kita masih menghembuskan nafas, selama itu pula kewajiban salat melekat di pundak kita dan tidak dapat diwakilkan. Dalam keadaan bagaimanapun, kapanpun dan dimanapun salat liwa waktu harus tetap dikerjakan.

4. Syarat, Rukun dan Hal-Hal yang Membatalkan Salat a. Syarat-Syarat Sah Salat

Syarat-syarat wajib salat meliputi yaitu beragama:

1) Beragama Islam baik laki-laki maupun perempuan diwajibkan melaksanakan salat fardhu lima waktu dalam sehari semalam.

29Rifa’i, Moh.,Risalah Tuntunan Salat Lengkap (Semarang: PT. Karya Toha Putra, 2008), h. 33.

2) Baligh atau sudah dewasa diwajibkan untuk melaksanakan salat. Anak-anak belum diwajibkan salat, namun perlu belajar salat supaya salat menjadi kebiasaan ketika sudah dewasa nanti dan menjadi kebutuhan mereka sehari-hari.

3) Berakal sehat yaitu orang yang memiliki akal yang sehat yang diwajibkan untuk melaksanakan salat, sedangkan bagi orang yang tidak sehat akalnya tidak diwajibkan untuk salat.

4) Suci dari hadas kecil dan besar.

5) Suci seluruh anggota badan, pakaian dan tempat,

6) Menutup aurat bagi laki-laki itu antara lutut sampai pusar. Sedangkan aurat perempuan itu adalah seluruh tubuh, kecuali muka dan kedua telapak tangan.

7) Telah masuk waktu yang ditentukan untuk masing – masing salat, karena salat ada lima waktu dalam sehari semalam dan mempunya waktu tersendiri.

8) Menghadap kiblat atau arah salat itu yang tertuju pada ka’bah yang ada di Mekah.

9) Mengetahui cara-cara salat, tata cara salat dan gerakan dalam salat.

b. Rukun Salat

Rukun-rukun salat ada tiga belas: yaitu niat, berdiri tegak yang mampu, takbiratul ihram, membaca al-fatihah, rukuk dengan thuma’ninah, I’tidal dengan thuma’ninah, sujud dengan thuma’ninah, duduk diantara dua sujud dengan thuma’ninah, duduk tasyahud akhir dengan thuma’ninah, membaca shalawat atas Nabi, salam dan tertib (berurutan dalam mengerjakan rukun-rukun tersebut).30

Menurut penulis mengenai rukun-rukun salat adalah rangkaian tata cara dalam melaksanakan salat dengan benar menurut syariat islam dan dilakukan sesuai urutan dalam pelaksanaannya.

30Abdul Muiz, Panduan Salat Terlengkap (: Pustaka Makmur, 2013), h. 46–47.

c. Hal-hal yang membatalkan Salat

Salat akan batal jika salah satu rukunnya tidak dilaksanakan atau ditinggalkan dengan sengaja. Selain itu, salat juga bisa batal dikarenakan hal-hal sebagai berikut:

1) Berhadats

2) Terkena najis yang tidak bisa dimaafkan 3) Berkata-kata dengan sengaja

4) Terbuka auratnya

5) Mengubah niat, misalnya ingin memutuskan salat 6) Makan atau minum meskipun sedikit

7) Bergerak berturut-turut sebanyak tiga kali, kecuali bergeser shaf karena mengikuti imam

8) Membelakangi atau berubah kiblat

9) Menambah rukun yang berupa perbuatan, seperti rukuk dan sujud 10) Tertawa terbahak-bahak

11) Mendahului imam dua rukun

12) Murtad atau keluar dari agama Islam.31 5. Hikmah dan Fadhilah Salat

Sesungguhnya salat adalah anugerah yang sangat besar dari Allah swt.

kepada manusia. Allah swt. tidak membutuhkan salat manusia, namun sebaliknya justru manusia yang membutuhkan salat itu. Dengan salat, manusia dapat memiliki jiwa yang bersih dan kuat untuk mengahdapi persoalan kehidupan. Salat memiliki hikmah-hikmah dan fadhilah-fadhilah yang sangat besar bagi orang yang melaksanakannya dengan baik, penuh kekhusyuan dan keikhlasan. Diantara beberapa hikamah dan fadhilah salat tersebut adalah sebagai berikut:

31Labib Mz, Tuntunan Salat Lengkap Dzikir-Wirid (Jakarta: Sandro Jaya, 2005), h. 27.

a. Syekh Waliyullah Ahmad bin Abdurrahman ad-Dahlawi mengatakan bahwa salat adalah

syi’ar

(identitas dan symbol) agama Islam yang paling besar. Salat merupakan pembukti terhadap hakikat keislaman (ketundukan) manusia kepada Allah swt.

b. Sebagai pelindung dari perbuatan keji dan mungkar. Hal itu karena salat adalah cahaya iman. Ketika salat dikerjakan dengan baik dan sempurna, maka iman menjadi hidup dan berfungsi sebagai kendali bagi jiwa pemiliknya. Namun, jika salat dikerjakan tapi tidak dengan baik dan sempurna, maka cahaya iman di hati akan mati.

c. Salat merupakan ibadah paling istimewa. Salat wajib dikerjakan setiap hari oleh siapapun yang mukalaf (baligh dan berakal), baik tua atau muda, laki-laki atau perempuan, kaya tau miskin, sehat atau sakit, di mana ia berada kapanpun dan bagaimanapun situasinya. dan salat satu-satunya ibadah yang diterima langsung oleh Nabi Muhammad saw. dihadapan Allah swt. di Sidratul Muntaha di atas langit keenam ketika sedang Mi’raj. Hal ini tentu berbeda dengan ibadah lain seperti zakat, yang hanya wajib ditunaikan oleh orang yang memiliki harta yang telah mencapai nisab.

d. Saran terbaik untuk memohon pertolongan kepada Allah swt. dalam segala urusan.32 Sebagaiamana firman Allah swt. dalam QS. Al-Baqarah/2: 45-46

ْﺍﻮُﻨﻴِﻌَﺘ ۡﺳٱ َﻭ

45. Jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', 46.

32Abu Abbas Zain Musthofa al-Basuruwani, Fiqh Salat Terlengkap (Yogyakarta: Laksana, 2018), h. 63-66.

(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.33

e. Sebagi penyuci dari berbagai kesalahan dan dosa

f. Sebagai penentu amal – amal yang lain, dan merupakan ibadah yang pertama kali dihisab di hari kiamat.34