BAB I PENDAHULUAN
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.3 Penelitian Kualitatif
2.3.2 Dasar pendekatan kualitatif
Dalam penelitian kualitaif orientasi teoritis merupakan dasar yang digunaka untuk mengarahkan penelitian tersebut dalam pengumpulan dan analisa data dari penelitian. Dalam penelitian ini terdapat 4 dasar pendekatan kualitatif yaitu (Moleong dan Nasution, 2010):
1) Pendekatan fenomenologis, pandangan yang berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orang-orang biasa dalam situasi tertentu.
2) Pendekatan interaksi simbolik, pandangan yang mengasumsikan bahwa objek orang, situasi dan peristiwa tidak memilii pengertian sendiri, sebaliknya pengertian itu diberikan kepada mereka.
3) Pendekatan kebudayaan, pandangan yang mengarahkan, menggambarkan suatu peristiwa kebudayaan sebagaimana seharusnya manusia berprilaku.
4) Pendekatan etnometodologi, pandangan yang berupaya untuk memahami bagaimana masyarakat memandang, menjelaskan dan menggambarkan tata hidup mereka sendiri.
BAB III
KERANGKA TEORI, KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI ISTILAH
3.1. Kerangka Teori
Kerangka Teori Tahapan Persepsi Individu
Sumber : Modifikasi Engel et al (2011), Odgen (2011) dan Kemenkes RI (2013)
(becoming a smoke) Dampak Perilaku
Positif (psikologis):
Kerangka Teori Pembentukan Persepsi, Pengalaman dan Interpretasi Sumber : Damayanti (2000) dalam Tiara (2010)
3.2 Kerangka Konsep
Gambar 3.1 Kerangka Konsep Penelitian
Persepsi Remaja Merokok Informasi kesehatan dan
Peringatan Kesehatan Pada Kemasan Rokok
Pengalaman
Interpretasi
Persepsi Rangsangan/
Sensasi
Seleksi Input
Lingkungan
Pengalaman Proses Belajar
Interpretasi Proses
Perorganisasia n
3.3 Kerangka Teori tentang MEROKOK
Gambar 2. Kerangka Teori Tentang Merokok Sumber : Modifikasi Teori Kemenkes RI (2013
3.4 Definisi Istilah
1. Pengalaman remaja dalam merokok
a. Definisi Istilah : Pengalaman adalah sesuatu yang pernah dialami seseorang karena memori yang menerima dan menyimpan peristiwa yang terjadi atau dialami individu pada waktu dan tempat tertentu
b. Sumber Informasi :
Informen Kunci : Remaja Perokok aktif
Informen Pendukung : Kepala Sekolah, teman sebaya Metode Pengambilan Data : Wawancara Mendalam
Pokok pertanyaan yang diajukan adalah mengenai pengalaman remaja merokok, seperti bagaimana pengalaman remaja mulai pertama kali merokok?
c. Pengumpulan Data : Panduan wawancara, alat perekam dan alat tulis 2. Persepsi Remaja Terhadap Peringatan Kesehatan Bergambar
a. Definisi Istilah : Persepsi adalah proses yang digunakan individu mengelola dan menafsirkan kesan indera mereka dalam rangka memberikan makna kepada lingkungan mereka mengenai Peringatan Kesehatan Bergambar.
b. Sumber Informasi :
1. Informan Kunci : Remaja Perokok Aktif
2. Informan Pendukung : Kementrian Kesehatan, Kepala Sekolah dan teman sebaya
c. Metode Pengambilan Data : Wawancara Mendalam
Pokok pertanyaan yang diajukan adalah mengenai bagaimana persepsi remaja, kepala sekolah dan instansi kesehatan terkait dengan peringatan dan informasi kesehatan kemasan produk tembakau?
d. Pengumpulan Data : Panduan wawancara , alat perekam dan alat tulis 3. Interpretasi Remaja
a. Definisi Istilah : Interpretasi atau penafsiran adalah proses komunikasi melalui lisan atau gerakan antara dua atau lebih pembicara yang tak dapat menggunakan simbol-simbol yang sama.
b. Sumber Informasi :
1. Informen Kunci : Remaja
2. Informen Pendukung : Kementrian Kesehatan, Kepala Sekolah dan teman sebaya
c. Metode Pengambilan Data : Wawancara Mendalam
Pokok pertanyaan yang diajukan adalah mengenai penafsiran remaja terkait dengan peringatan dan informasi kesehatan kemasan produk tembakau
d. Pengumpulan Data : Panduan wawancara, alat perekam dan alat tulis
4. Peringatan Kesehatan Bergambar
a. Definisi Istilah : Peringatan Kesehatan Bergambar adalah gambar dan tulisan yang memberikan informasi mengenai bahaya merokok yang berhubungan dengan kesehatan yang dicantumkan pada Kemasan Produk Tembakau..
b. Sumber Informasi :
1. Informen Kunci : Remaja,
2. Informen Pendukung : Kementrian Kesehatan, Kepala Sekolah dan teman sebaya
c. Metode Pengambilan Data : Wawancara Mendalam
Pokok pertanyaan yang diajukan adalah mengenai peringatan dan informasi kesehatan kemasan produk tembakau
d. Pengumpulan Data : Panduan wawancara, alat perekam dan alat tulis
BAB IV
METODE PENELITIAN
4.1 Desain Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan riset kualitatif untuk memperoleh hasil dengan pemahaman yang mendalam tentang topik penelitian.
Penelitian ini merupakan penelitian bersifat kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk memperoleh hasil dengan pemahaman yang mendalam tentang topik penelitian. Penelitian fenomenologi mencoba menjelaskan atau mengungkap makna konsep atau fenomena pengalaman yang didasari oleh kesadaran yang terjadi pada beberapa individu. Penelitian ini dilakukan dalam situasi yang alami, sehingga tidak ada batasan dalam memaknai atau memahami fenomena yang dikaji
4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SMU X Jakarta Timur. Penelitian ini akan dilaksanakan selama satu bulan yaitu pada bulan Januari tahun 2015.
4.3 Informan Penelitian
Penelitian kualitatif tidak dimaksudkan untuk membuat generalisasi dari penelitiannya. Oleh karena itu pada penelitian kualitatif tidak mengenal adanya
populasi dan sample. Subjek penelitian menjadi informan yang akan memberikan berbagai informasi yang diperlukan selama proses penelitian.
Informan adalah orang yang diharapkan dapat memberikan informasi tentang situasi dan kondisi mengenai fokus penelitian. Informan penelitian terbagi atas :
a. Informan kunci (key informan), yaitu mereka yang mengetahui dan memiliki informasi pokok yang diperlukan. Adapun informan utama dalam penelitian ini adalah remaja
b. Informan pendukung yaitu mereka yang terlibat langsung dalam interaksi sosial. Adapun informan pendukung pada penelitian ini adalah :
1. Teman sebaya
2. Kementrian Kesehatan 3. Kepala Sekolah SMA Jakarta
4.4 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Pada penelitian kualitatif, instrumen utama adalah peneliti sendiri dengan menggunakan alat bantu :
1. Panduan wawancara
2. Tape recorder, kamera dan video 3. Check list (observasi)
4. Buku catatan
4.5 Metode Pengumpulan Data
Adapun metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah pengumpulan data Primer yaitu melakukan wawancara mendalam (in depth interview) yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan tanya-jawab secara langsung kepada pihak-pihak yang terkait secara mendalam.
Wawancara mendalam akan dilakukan menggunakan open-ended. Data yang diperoleh berupa persepsi, pendapat, perasaan, pengetahuan dan perilaku.
Observasi akan menghasilkan data deskripsi yang ada di lokasi penelitian dalam bentuk pembicaraan, interaksi interpersonal, sikap dan perilaku/tindakan.
Sedangkan analisis dokumen akan dilakukan dengan menganalisis material yang tersimpan baik berupa dokumen tulisan atau audiovisual. Wawancara Mendalam (WM) adalah proses tanya jawab secara individual untuk menggali informasi tentang pandangan, keyakinan, pengalaman, pengetahuan dan perilaku informan mengenai suatu topik secara menyeluruh (Sudarti, 2010).
Penelitian ini akan menggunakan jenis WM semi terstruktur, dimana peneliti akan merancang panduan wawancara terlebih dahulu untuk kemudian ditanyakan sebagai pertanyaan utama yang akan diprobing terus-menerus sampai peneliti memahami makna keseluruhannya. Wawancara berlangsung dalam waktu kurang dari 90 menit.
4.6 Alat Bantu Pengumpulan Data
Alat pengumpulan data yang paling utama digunakan dalam penelitian kualitatif adalah peneliti sebagai instrument sehingga kelayakan atau validasi hasil uji coba ini didasarkan pada kemampuan peneliti dalam melakukan wawancara, mencatat hasil observasi dalam fild notes, kualitas pertanyaan serta kualitas hasil rekaman (Patilima, 2010).
Alat bantu pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan tape redorder melalui hand phone dan field notes dan alat tulis (bolpoint). Pada penelitian ini alat bantu rekaman yang digunakan adalah telefon genggam (hand phone) yang dapat merekam suara sampai sampai dengan jam, dengan kualitas rekaman high quality. Untuk mencegah adanya telefon yang masuk pada saat dilakukan wawancara dengan informan maka peneliti tidak mengaktifkan jaringan signal pada handphone. Peneliti melakukan uji coba alat perekam suara sebelum wawancara dilakukan langsung kepada informan, uji coba alat perekam suara dilakukan dengan cara merekam suara peneliti sendiri kemudian dilakukan pemutaran ulang untuk mendengarkan volume da kualitas suara yang direkam, jika hasil rekaman dapatbdidengar dengan jelas maka dapat dikatakan alat perekam suara berfungsi dengan baik.
Alat bantu lain adalah field notes beserta alat tulisnya (bolpoint), sebelumnya alat tulis tersebut diuji terlebih dahulu apakah dapat digunakan dengan baik sehingga saat dipergunakan tidak menghambat proses penelitian, peneliti juga menyediakan beberapa alat tulis (bolpoint) siap pakai.
4.7 Prosedur pengumpulan data
Setelah melakukan uji coba maka pengumpulan data selanjutnya adalah melakukan wawancara mendalam terhadap informan, serta melakukan observasi lapangan terhadap keadaan lingkungan informan meliputi keadaan rumah dan lingkungan sekolah. Tahapan tersebut sebagai berikut:
1. Tahap persiapan ; mengajukan judul untuk melakukan studi pendahuluan dan penjajakan awal untuk menentukan masalah dan studi kepustakaan, menyusun proposal penelitian menyususn instrumen penelitian, mengadakan uji coba instrumen penelitian dan melakukan perbaikan intrumen
2. Tahap pelaksanaan diantaranya melakukan wawancara mendalam dengan masayarakat setempat beserta keluarga dan petugas kesehatan.
Pelaksanaan wawancara dengan tiga fase yaitu fase orientasi, fase kerja dan fase terminasi. Pada fase orientasi peneliti menanyakan kondisi kesehatan persiapan serta kesiapan dari informen untuk dilakukan wawancara dengan mengajukan pertanyaan inti untuk memperoleh gambaran secara umum dari partisipan. Selama proses berlangsung peneliti menuliskan catatan lapangan yang penting yang bertujuan agar peneliti dapat melengkapi hasil wawancara agar tidak terlupakan serta untuk membantu unsur kealamiahan data yang didapatkan selama proses wawancara berlangsung. catatan lapangan ini juga dapat digunakan untuk mendokumentasikan suasana, ekspresi wajah, perilaku dan resspon non
verbal partisipan selama proses wawancara berlangsung serta sebagai bahan pengolahan data serta analisa hasil penelitian. Pada fase akhir peneliti menutup wawancara dengan mengajukan pertanyaan terbuka seputar masalah yang ada dan memberikan kesempatan responden untuk menyampaikan segala masalah yang terkait jika ada yang perlu ditambahkan lagi
4.8 Metode Pengolahan Data
Data yang terkumpul dari hasil wawancara mendalam selanjutnya dibuat dalam bentuk transkrip. Transkrip kemudian disederhanakan dalam bentuk matriks. Matriks ini kemudian dicari kata kuncinya. Uji keabsahan dilakukan dengan teknik triangulasi data (Bungin,2010). Proses triangulasi yaitu dengan melakukan crosscheck. Crosscheck yang dilakukan terdiri dari crosscheck data, observasi dan telaah dokumen. Kemudian dilakukan triangulasi sumber yaitu crosscheck dengan informan lain dengan melibatkan teman sejawat yang tidak ikut dalam penelitian ini untuk menelaah validitas data.
Proses triangulasi dilakukan secara terus-menerus sepanjang proses mengumpulkan data dan analisis data, sampai suatu saat peneliti yakin bahwa sudah tidak ada lagi perbedaan-perbedaan dan tidak ada lagi yang perlu dikonfirmasi kepada informan. Triangulasi sumber dan data untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Langkah-langkah triangulasi dengan sumber, adalah :
1. Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara dengan informan kunci dan pendukung.
2. Membandingkan apa yang dikatakan remaja, teman sebaya pendidik dan kementrian kesehatan tentang rokok dengan apa yang dikatakan secara pribadi.
3. Membandingkan apa yang dikatakan remaja, teman sebaya pendidik dan kementrian kesehatan tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang penelitian.
4. Membandingkan keadaan dan perspektif remaja, teman sebaya pendidik dan kementrian kesehatan dengan berbagai pendapat dan pandangan orang dari berbagai informan
5. Hasil data dideskripsikan, dikategorisasikan, mana pandangan yang sama, mana pandangan yang berbeda, dan mana spesifik dari berbagai sumber.
Data yang telah dianalisis oleh peneliti sehingga menghasilkan suatu kesimpulan selanjutnya dimintakan kesepakatan dengan tiga sumber data tersebut.
4.9 Metode Analisis Data
Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa tematik.
Analisis tematik adalah cara mengidentifikasi tema-tema yang terpola dalam suatu fenomena. Tema-tema analisa tematik dalam penelitian ini mencakup urutan proses sebagai berikut :
1. Masalah dapat diidentifikasi
2. Data dikodekan secara induktif (data driven) dari data kualitatif mentah (transkrip wawancara, biografi, rekaman video, dan sebagainya)
3. Data dikodekan secara deduktif (theory driven) berdasarkan teori maupun hasil penelitian terdahulu.
Penelitian kualitatif dengan analisa tematik terdapat beberapa tahapan-tahapan yang perlu dilakukan (Marshall dan Rossman dalam Sugiyono, 2012), diantaranya :
1. Mengorganisasikan Data
Peneliti mendapatkan data langsung dari subjek melalui wawancara mendalam (indepth inteviwer), dimana data tersebut direkam dengan tape recorder dibantu alat tulis lainya. Kemudian dibuatkan transkipnya dengan mengubah hasil wawancara dari bentuk rekaman menjadi bentuk tertulis secara verbatim. Data yang telah didapat dibaca berulang-ulang agar penulis mengerti benar data atau hasil yang telah di dapatkan.
2. Pengelompokan berdasarkan Kategori, Tema dan pola jawaban
Pada tahap ini dibutuhkan pengertiaan yang mendalam terhadap data, perhatiaan yang penuh dan keterbukaan terhadap hal-hal yang muncul di luar apa yang ingin digali. Berdasarkan kerangka teori dan pedoman wawancara, peneliti menyusun sebuah kerangka awal analisis sebagai acuan dan pedoman dalam melakukan coding. Dengan pedoman ini, peneliti kemudian kembali membaca transkip wawancara dan melakukan coding, melakukan pemilihan
data yang relevan dengan pokok pembicaraan. Data yang relevan diberi kode dan penjelasan singkat, kemudian dikelompokan atau dikategorikan berdasarkan kerangka analisis yang telah dibuat. Pada penelitian ini, analisis dilakukan terhadap sebuah kasus yang diteliti. Peneliti menganalisis hasil wawancara berdasarkan pemahaman terhadap hal-hal diungkapkan oleh responden. Data yang telah dikelompokan tersebut oleh peneliti dicoba untuk dipahami secara utuh dan ditemukan tema-tema penting serta kata kuncinya.
Sehingga peneliti dapat menangkap pengalaman, permasalahan, dan dinamika yang terjadi pada subjek.
3. Menguji Asumsi atau Permasalahan yang ada terhadap Data
Setelah kategori pola data tergambar dengan jelas, peneliti menguji data tersebut terhadap asumsi yang dikembangkan dalam penelitian ini. Pada tahap ini kategori yang telah didapat melalui analisis ditinjau kemabali berdasarkan landasan teori yang telah dijabarkan dalam bab II, sehingga dapat dicocokan apakah ada kesamaan antara landasan teoritis dengan hasil yang dicapai.
Walaupun penelitian ini tidak memiliki hipotesis tertentu, namun dari landasan teori dapat dibuat asumsi-asumsi mengenai hubungan antara konsep-konsep dan factor-faktor yang ada.
4. Mencari Alternatif Penjelasan bagi Data
Setelah kaitan antara kategori dan pola data dengan asumsi terwujud, peneliti masuk ke dalam tahap penejelasan. Dan berdasarkan kesimpulan yang telah didapat dari kaitanya tersebut, penulis merasa perlu mencari suatu alternative
penjelasan lain tetang kesimpulan yang telah didapat. Sebab dalam penelitian kualitatif memang selalu ada alternative penjelasan yang lain. Dari hasil analisis, ada kemungkinan terdapat hal-hal yang menyimpang dari asumsi atau tidak terfikir sebelumnya. Pada tahap ini akan dijelaskan dengan alternative lain melalui referensi atau teori-teori lain. Alternatif ini akan sangat berguna pada bagian pembahasan, kesimpulan dan saran.
5. Menulis Hasil Penelitian
Penulisan data subjek yang telah berhasil dikumpulkan merupakan suatu hal yang membantu penulis untuk memeriksa kembali apakah kesimpulan yang dibuat telah selesai. Dalam penelitian ini, penulisan yang dipakai adalah presentase data yang didapat yaitu, penulisan data-data hasil penelitian berdasarkan wawancara mendalam dan observasi dengan subjek dan significant other. Proses dimulai dari data-data yang diperoleh dari subjek dan significant other, dibaca berulang kali sehinggga penulis mengerti benar permasalahanya, kemudian dianalisis, sehingga didapat gambaran mengenai penghayatan pengalaman dari subjek. Selanjutnya dilakukan interprestasi secara keseluruhan, dimana di dalamnya mencangkup keseluruhan kesimpulan dari hasil penelitian.
BAB V
AREA PENELITIAN
5.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Kota Jakarta Timur merupakan salah satu wilayah administrasi Provinsi DKI Jakarta yang memiliki 317 SMA dan sederajat, yang terdiri dari 40 SMA Negeri, 83 SMA Swasta, 13 SMK Negeri, dan 181 SMK Swasta.
Jumlah keseluruhan siswa SMA dan sederajat di wilayah Kota Jakarta Timur mencapai 119.035 siswa dan tenaga guru berjumlah 9.352 orang.
Penelitian dilakukan pada 4 SMA yang terletak di wilayah Kota Jakarta Timur yaitu 2 SMA Negeri yang terletak di Kecamatan Pasar Rebo (A) dan Kramat Jati (B), sedangkan 2 SMA Swasta terletak di Kecamatan Pulo Gadung (C) dan Kramat Jati (D). Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Menengah Kota Jakarta Timur bahwa ke 4 SMA tersebut merupakan SMA dengan Standar Nasional.
5.2 Jumlah Siswa
SMA Negeri Jakarta Timur adalah salah satu sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah dan terletak di kecamatan Pasar Rebo, dengan akreditasi Sekolah Standar Nasional. Jumlah siswa sekolah ini TA.
2013-2014 mencapai 651 siswa, dengan rincian seperti terlihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 5.1
Jumlah Siswa SMA Negeri Jakarta Timur Tahun Ajaran 2013-2014
Jumlah siswa perkelas diperkirakan mencapai 40-45 orang. Jurusan yang ada di SMA ini adalah IPA dan IPS. Sedangkan tenaga pengajar di sekolah ini mencapai 56 orang dan jumlah pegawai sebanyak 21 orang. SMA Negeri Jakarta Timur dipimpin oleh seorang Kepala Sekolah yang dibantu oleh 3 orang Wakil Kepala Sekolah yang membidangi kurikulum, kesiswaan dan kehumasan.
Penerimaan siswa baru TA. 2013-2014 yang duduk di kelas 10 dimulai dengan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menggunakan kurikulum 2013. Sedangkan untuk siswa kelas sebelas dan dua belas melanjutkan kurikulum KTSP 2006 sampai berakhirnya masa pendidikan siswa di kelas 12.
SMA Negeri Jakarta Timur mempunyai beberapa kegiatan ekstrakurikuler, diantaranya olahraga basket, badminton, Pramuka, PIK-RR, dan lain sebagainya. Namun ada kegiatan ekstrakurikuler yang diwajib diselenggarakan di sekolah ini karena keterkaitannya dangan institusi pemerintah, yaitu PIK-KRR (Pusat Informasi Konseling Kesehatan
Reproduksi Remaja) di bawah binaan BKKBN. Kegiatan ekstrakurikuler ini diawali dengan memberikan pelatihan bagi guru dan siswa terkait materi kesehatan reproduksi remaja, narkoba dan HIV dan AIDS. Kedepannya kegiatan ini mengharapkan agar siswa yang dilatih dapat menjadi peer educator bagi teman sebayanya di lingkungan sekolah.
Selain kegiatan diatas, sekolah juga sering mengirim siswa untuk mengikuti kegiatan seminar, pelatihan dan perlombaan baik dalam bidang seni maupun kesehatan. SMA Negeri Jakarta Timur merupakan salah satu SMA Negeri di wilayah Kota Jakarta Timur yang mengikuti pelatihan Tof PAR Pemahaman Komprehensif HIV dan AIDS Bagi Guru dan Peserta Didik Usia 15-24 Tahun pada bulan November 2013 yang diselenggarakan oleh KPAP DKI Jakarta bekerjasama dengan SKPD DKI Jakarta. Hasil pelatihan tersebut diharapkan agar siswa dan guru dapat melakukan ketok tular kepada guru dan siswa lainya di lingkungan sekolah agar dapat mempunyai pemahaman yag baik tentang HIV dan AIDS. Selain itu mereka juga mendapatkan media cetak seperti leaflet, poster, lembar balik, buku saku dan spanduk.
Media yang diperoleh dari pelatihan tersebut, menurut informasi yang disampaikan siswa dan guru di SMA Negeri Jakarta Timur mengatakan bahwa spanduk, poster dan banner dipasang di lingkungan sekolah, dimana spanduk dipasang pada tempat terbuka yang dapat terlihat oleh seluruh warga sekolah, poster dipasang pada papan mading di salah satu titik di sekoah dan banner di tempatkan dekat pos guru piket.
5.3 Gambaran Karakteristik SMA Negeri Jakarta Timur 5.3.1 Sosio Demografi
Karakteristik sosio demografi yang dibahas dalam penelitian ini meliputi usia, latar belakang pendidikan, masa kerja dan bidang studi yang diajarkan kepada siswa. Untuk penelitian secara kualitatif informan yang diteliti berjumlah 8 orang yang terdiri dari 3 orang guru mata pelajaran Penjas Orkes, 4 orang guru Bimbingan Konseling dan 1 orang guru Ekonomi yang mengikuti dan tidak mengikuti pelatihan ToF PAR pada bulan November 2013, dan tersebar di 2 SMA Negeri dan 2 SMA Swasta.
Siswa kelas sepuluh dan sebelas berjumlah 10 orang yang terdiri dari 4 orang Kepala Sekolah, 4 orang guru yang bertanggung jawab terhadap kurikulum, 1 orang staf Dinas Pendidikan Menengah Kota Jakarta Timur dan 1 orang pejabat KPAP DKI Jakarta. DKT juga dilakukan kepada siswa di setiap sekolah, dimana setiap sekolah terdiri dari 2 kelompok yaitu kelompok putra dan kelompok putri sehingga seluruhnya berjumlah sebanyak 8 kelompok.
5.3.2 Usia
Untuk penelitian kualitatif sebagian besar informan berusia 40 tahun.
Informan yang paling tua berusia 58 tahun dan yang paling muda berusia 24 tahun. Responden pada penelitian kuantitatif mempunyai rentang usia yang kecil, yaitu dengan usia yang paling tua 18 tahun dan yang termuda berusia 14 tahun.
5.3.3 Jenis Kelamin
Pada penelitian kualitatif diketahui jenis kelamin dari 8 informan terdapat 3 orang laki-laki dan 5 orang perempuan dan DKT terdiri dari 4 kelompok putra dan 4 kelompok putri dengan masing-masing kelompok berjumlah 7 sampai dengan 10 orang siswa. Untuk siswa kelas sepuluh dan sebelas diketahui 5 orang laki-laki dan 7 orang perempuan.
Pada penelitian kuantitatif karakteristik responden terdiri dari usia, jenis kelamin, kelas dan jurusan, seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 5.5
Distribusi Responden Menurut Karakteristik Responden SMA Negeri Wilayah Kota Jakarta Timur
Karakteristik n= 196 %
Respoden dalam penelitian ini berjumlah 196 orang dengan distribusi laki-laki sebanyak 46,4% dan perempuan sebanyak 53,6%. Siswa yang dijadikan responden adalah siswa kelas sepuluh dan sebelas, dimana sebagian besar responden adalah kelas 11 sebanyak 57,7% dan kelas 10 sebanyak 42,3%. Sebagian besar responden dengan jurusan IPS sebanyak 55,1% dan responden dengan jurusan IPA sebanyak 44,9%.
5.3.4 Pendidikan
Pada penelitian kualitatif sebagian besar informan menamatkan jenjang pendidikan Sarjana dan hanya satu orang yang menamatkan pendidikan Pasca Sarjana. Hal ini sesuai dengan peraturan yang ditetapkan oleh Menteri Pendidikan bahwa tenaga pengajar untuk SMA dan sederajat minimal adalah Sarjana.
5.3.5 Masa Kerja
Sebagian besar informan adalah guru tetap di sekolah, dan hanya 2 guru yang ditemukan sebagai guru honor di sekolah. Masa kerja rata-rata mencapai 18 tahun, masa kerja yang paling tinggi mencapai 35 tahun dan masa kerja yang rendah 1 tahun. Masa kerja terendah ditemukan pada guru dengan status sebagai guru honor.
5.3.6 Bidang Studi
Bidang studi atau mata pelajaran yang diberikan informan sebagian besar adalah Penjas Orkes dan Bimbingan Konseling. Namun ditemukan 1 orang yang mengajarkan bidang studi Ekonomi dan 1 orang guru bidang studi Biologi yang merangkap bidang kesiswaan sehingga mempunyai tugas yang tidak jauh berbeda dengan guru BK.