E. Pendidikan Keluarga dalam Alquran
1. Dasar Pendidikan Keluarga dalam Alquran
Dasar adalah landasan untuk berdirinya sesuatu. Fungsi dasar adalah untuk memberikan arah kepada tujuan yang ingin dicapai110. Dasar pendidikan keluarga muslim dapat dibagi kepada dua kategori yaitu dasar utama dan dasar praktis.
a. Dasar Utama
Dasar utama ialah Alquran dan Sunnah Nabi Muhammad saw.. Secara garis besar bahwa pendidikan Islam menempati posisi yang sangat penting dalam agama. Karena eksistensi agama sangat bergantung dengan adanya pendidikan Islam. Tanpa adanya pendi-dikan Islam, maka agama dan ilmu pengetahuan agama akan sirna. Karena urgennya posisi pendidikan Islam, maka sejak awal ayat yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad saw. adalah tentang pendidikan, yakni Q.S. al-‘Alaq, 96/1: 1 s.d. 5 sebagai berikut:
Sûrah ini disepakati turun di Mekkah sebelum Nabi berhijrah, bahkan hampir seluruh ulama sepakat bahwa wahyu Alquran pertama diterima Nabi Muhammad saw. adalah lima ayat tersebut. Tema utama ayat ini adalah pengajaran kepada Nabi Muhammad saw. serta penjelasan tentang Allah dan sifat-sifat-Nya, bahwa Allah adalah sumber ilmu pengetahuan.111
Kata ( ) iqra’ berasal dari kata kerja ( ) qara’a yang pada mulanya berarti menghimpun112, menyampaikan, menelaah, mem-baca, mendalami, meneliti, mengetahui ciri-ciri sesuatu.
Ayat di atas adalah awal revolusi ilmiah yang tampak di muka bumi. Ayat ini tidak henti-hentinya meneburkan mutiara-mutiara
110Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam, ( Jakarta: Kalam Mulia, 2008), h. 121.
111M.Qurasih Shihab, Tafsr Al-Mishbâh,….., h. 451
ilmu dan pengetahuan kepada seluruh dunia.113 Ayat di atas tidak menyebutkan objek bacaan, dan Jibril as. ketika itu tidak juga membaca satu teks tertulis bahkan dalam satu riwayat dinyatakan bahwa Nabi Muhammad saw. bertanya: ( ) mâ aqra’u : apakah yang harus saya baca?114
Kaidah kebahasaan menyatakan, “apabila suatu kata kerja yang membutuhkan objek ( ) maf’ûlun bih , tetapi tidak disebutkan maf’ûl bih (objeknya), maka objek yang dimaksud ber-sifat umum, mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkau oleh kata tersebut.”115 Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan perintah membaca berarti membaca apa saja, seperti menelaah, meneliti, menyampaikan, mengajar-kan, mendidik. Bacaan yang dibaca pun bersifat umum baik berasal dari kitab suci atau bacaan berupa alam semesta, dengan catatan membacanya dengan menyebut nama Tuhan.
Ayat ini menjadi dasar pendidikan keluarga pada khususnya dan pendidikan pada umumnya. Karena ketika ayat ini diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., beliau menyampaikan ayat ini pertama kali di dalam keluarganya yakni kepada istrinya Khadijah r.ha.. Jadi, manusia pertama yang menerima dan menyambut datangnya ayat-ayat di atas setelah Rasulullah saw. adalah istri Nabi sendiri.116
Hal ini menggambarkan betapa pentingnya pendidikan dan pengajaran dalam rumah tangga. Proses membaca dan menulis mula-mula harus diajarkan dalam rumah tangga dalam pendidikan keluarga. Surah pertama yang diturunkan Allah swt. tersebut berkorelasi dengan surah yang kedua diturunkan yakni Q.S. al-Qalam, 68/2: 1 sebagai berikut:
113Ahsin Sakho Muhammad…(et al), Ensiklopedi Kemukjizatan Ilmiah dalam Al-Qur’an dan Sunah, (Jakarta: Kharisma Ilmu, 2010), h. 7
114M.Qurasih Shihab, Tafsr Al-Mishbâh…. h. 454
115M.Quraish Shihab, Tafsr Al-Mishbâh,.…h. 455.
116Wawancara dengan Ustazd Luthfie Yusuf, Lc. MA, Pimpinan Ponpes Tahfizd Al-Ihsan, pada tanggal 30 Januari 2014
Kata ( ) al-qalam/ pena ada yang memahaminya dalam arti sempit yakni pena tertentu, ada juga yang memahaminya secara umum, yakni alat tulis apa pun (termasuk komputer). Dalam arti sempit pena adalah yang digunakan oleh malaikat untuk menulis takdir baik atau buruk di lauh al-mahfudz, atau pena yang digunakan malaikat untuk mencatat amal baik dan buruk setiap manusia, atau pena sahabat nabi yang menulis Alquran. Tetapi pena tersebut lebih tepat jika diartikan secara umum karena sesuai dengan ayat perintah membaca yang merupakan wahyu pertama.117
Kata ( ) wa mâ yasthurûn/dan apa yang mereka tulis. Maksudnya tulisan yang dapat dibaca. Dengan ayat di atas, Allah bersumpah dengan urgensi dan kebaikan yang banyak dapat di-peroleh dengan membaca dan menulis. Ayat ini jelas memerin-tahkan kepada umat Islam agar senang membaca dan menulis. Karena dengan membaca dan menulis seseorang dapat mempe-roleh manfaat, selama itu dilakukan dengan bismi rabbika, yakni karena Allah dan guna mencapai ridha-Nya.118
Selanjutnya firman Allah swt. Q.S. al-Ahzâb, 33/90: 34 sebagai berikut:
Ayat ini menjelaskan bahwa istri-istri Nabi diperingatkan oleh Allah agar membacakan ayat-ayat Allah dan hikmah (sunah nabi) di rumah-rumah mereka. Artinya, ayat ini juga menjadi dasar agar di setiap rumah keluarga muslim melaksakan pendidikan agama dalam rumah tangga mereka.
Sunah Nabi Muhammad saw. dijadikan dasar pendidikan keluarga, karena sunah adalah merupakan sumber ajaran agama Islam yang kedua setelah Alquran. Allah swt. menjadikan Nabi Muhammad saw. sebagai rahmat bagi seluruh alam. Firman Allah
117M.Qurasih Shihab, Tafsr Al-Mishbâh….. , h. 242
yang artinya: “dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”.119
Allah menjadikan Nabi sebagai teladan bagi umatnya, firman Allah yang artinya:
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.120
Dasar utama ini sangat kokoh kedudukannya bagi umat Is-lam. Karena Alquran dan sunah keabsahannya sudah mendapatkan legetimasi dari Allah swt. dan Rasulullah saw.121 Firman Allah swt. yang artinya: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran dan sesungguhnya Kami yang memeliharanya.”122 Ayat ini memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Alquran selama-lamanya. Juga firman Allah swt. yang artinya: “Kitab (Al-quran) ini tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi mereka yang bertaqwa”123 Dan sabda Rasulullah saw. yang artinya:” Kutinggal-kan kepadamu dua perkara, tidaklah kamu tersesat selama-lama-nya, selama kamu berpegang teguh kepada keduaselama-lama-nya, yaitu kitabullah dan sunah Rasul-Nya”124
b. Dasar Praktis
Dasar praktis adalah dasar pendidikan keluarga yang terbentuk sebagai aktualisasi dari dasar ideal. Yakni; (1) dasar historis, yakni hasil pengalaman masa lalu, ia merupakan mata rantai yang berkelanjutan dari cita-cita pendidikan masa lampau baik yang tersirat maupun yang tersurat.(2) dasar sosial, yakni dasar yang memindahkan suatu budaya pendidikan keluarga dan mengem-bangkan budaya tersebut serta mengemmengem-bangkannya. (3) dasar
119Lihat Q.S. al-Anbiyã, 21/73: 107
120Lihat Q.S. al-Ahzâb, 33/90: 21
121Ramayulis, Ilmu Pendidikan….., h. 123.
122Lihat Q.S. al-Hijr, 15/54: 9
123Lihat Q.S, al-Baqarah, 2/87: 2
124Lihat al-Bukhâriy, Sahîh al-Bukhariy,…..Juz 15, h. 496, hadis no. 4677 dari ‘Alaqamah. Lihat juga Muslim, Sahih Muslim,…..Juz 7, h. 173, hadis no. 2485, dari jalur yang sama.
ekomuni, yakni dasar yang memberi perspektif dalam mengatur sumber ekomuni dan mempertanggung jawabkannya. (4) dasar politik, yakni dasar yang memberikan tempat ideologi untuk men-capai tujuan yang dicita-citakan. (5) dasar psikologis, yakni dasar yang memberi informasi perkembangan jiwa peserta didik. Sehing-ga pendidik dapat menSehing-gadakan bimbinSehing-gan, arahan dan penilaian demi keberhasilan pendidikan. Dan (6) dasar fisiologis, yakni dasar yang mampu menentukan arah, mengontrol serta memilih yang terbaik sehingga dasar praktis dapat terlaksana. 125