BAB II DASAR TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Dasar teori
Air aki yang dijual di pasaran ada dua macam, yaitu air aki zuur dan akuades
.
Aki zuur dengan akuades yang dijual di pasaran ditandai dengan perbedaan warna label pada kemasan atau tutupnya, warna merah untuk aki zuur dan warna biru untuk akuades.
Aki zuur adalah larutan elektrolit yang terdiri atas sulfat pekat (H2SO4) yang dicampur dengan air
.
Aki zuur digunakan saat pertama mengisi air aki.
Pada pengisian pertama air aki, terjadi reaksi yang menghasilkan listrik antara larutan elektrolit dengan sel elektroda PbO2dan Pb seperti di bawah ini :O H PbSO SO H PbO Pb(s) 2(s) 2 2 4(aq) 2 4(aq) 2 2
Pada asam sulfat, terjadi pemecahan ion menjadi 2H+ dan SO42-
.
Ion H+bereaksi dengan Pb menjadi 2H2O dan SO42- bereaksi dengan Pb menjadi 2PbSO4
.
Pada poses terjadi permindahan ion H+dan SO42- sehingga terjadi beda potensial dan timbul listrik pada aki.
Akuades adalah air murni yang didalamnya tidak terkandung mineral
.
Akuades berfungsi sebagai media pendukung untuk penyimpanan energi listrik yang berada di sel elektroda PbO2.
2.1.2. Pembuatan Air Aki Berjenis Akuades
Air murni atau akuades ini dapat diperoleh dari proses penyulingan (destilasi) atau dengan proses demineralisasi
.
Akan tetapi di pasaran, air aki yang lebih banyak dijual dihasilkan dari proses demineralisasi.
a. Penyulingan atau Destilasi
Proses penyulingan air dilakukan dengan cara menanaskan air yang akan disuling hingga menguap kemudian uap air yang keluar setelah dipanaskan dilewatkan pada suatu saluran yang pada dindingnya diberi air dingin sehingga uap air akan mengalami kondensasi atau pengembunan
.
Uap air yang sudah mengembun itu dialirkan kemudian ditampung pada suatu wadah.
Hasil penyulingan ini adalah air murni yang tidak tercampur zat lain.
Hasil penyulingan ini dinamakan akuades.
Akuades ini tidak tercampur zat kontaminan, terutama kontaminan yang memiliki titik didih dan titik uap lebih tinggi dari pada air, misalnya zat logam.
Proses penyulingan atau destilasi disajikan pada Gambar 2.
1.
Pertama, air dimasukkan ke dalam wadah 15 (Gambar 2
.
1).
Lalu wadah 15 dipanaskan hingga air mendidih.
Karena ada perbedaan titik didih dan titik uap antara air dan zat yang tercampur, maka yang menguap hanya air saja sedangkan zat-zat yang tercampur dalam air tidak ikut menguap.
Kemudian uap air dari wadah A dialirkan menuju pipa pendingin (pipa 5).
Pipa pendingin ini tersusun atas dua lapisan, di dalam pipa bagian dalam digunakan untuk mengalirkan uap air.
Di antara kedua lapisan pipa dialiri air dingin yang berfungsi untukmenghasilkan kondisi dingin pada pipa sehingga dapat mengembunkan uap air yang melewati pipa 5
.
Uap air hasil kondensasi ditampung pada wadah 8.
Air yang dikumpulkan di wadah 8 inilah yang disebut dengan akuades.
Gambar 2
.
1.
Proses Penyulingan Sederhana Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Distilasib. Demineralisasi
Demineralisasi adalah proses untuk menghilangkan material terlarut dalam air
.
Hasil dari proses demineralisasi adalah ultrapure water (air dengan tingkat kemurnian sangat tinggi).
Air yang dihasilkan dari proses demineralisasi hampir tidak mengandung mineral.
Proses demineralisasi dilakukan dengan menggunakan resin anion dan kation.
Resin yang ditambahkan ini berfungsi untukmengikat mineral-mineral yang terlarut dalam air sehingga mineral-mineral yang terlarut akan terpisah dengan molekul air
.
Pada proses ini, resin kation akan berikatan dengan senyawa berion positif seperti magnesium (Mg), kalsium (Ca), dan natrium (Na) dengan ion H+
.
Sedangkan resin anion akan terikat dengan senyawa berion negatif seperti Cl, SO4, SiO2 dengan ion OH-.
2.1.3. Siklus Kompresi Uap
Pada mesin penghasil air aki yang digunakan dalam penelitian ini, diergunakan mesin yang bekerja dengan siklus kompresi uap
.
Siklus pendingin kompresi uap adalah sistem yang banyak digunakan dalam mesin pendingin, pada sistem ini terjadi proses kompresi, kondensasi, ekspansi dan evaporasi.
Komponen utama dalam siklus kompresi uap meliputi : kompresor, kondensor, pipa kapiler, evaporator.
Proses dalam siklus kompresi uap disajikan pada Gambar 2.
2, Gambar 2.
3, dan Gambar 2.
4.
Pada gambar 2.
2, gambar 2.
3, gambar 2.
4, Qin adalah besarnya kalor per satuan massa refrigeran yang diserap evaporator, Qout adalah besarya kalor per satuan massa refrigeran yang dilepas kondensor, Win adalah kerja yang dilakukan oleh kompresor per satuan masa refrigeran.
Gambar 2
.
2.
Rangkaian komponen utama pada siklus kompresi uap 1 2 3 2b 2a 4 4a Tekanan efek pendinginan pemanasan lanjut pendinginan lanjutgaris cair jenuh
Qin Qout Win Evaporator Kondensor Kompresor Pi pa K ap ile r Entalpi (kJ/kg) P2 P1
1 2 2a 2b 3 4 4a gas jenuh garis cair jenuh
campuran cair dan gas
gas panas lanjut
gas panas lanjut
Entropi T2 T2a= T2b T3 T1 T4= T4a Qin Qout Win
Gambar 2
.
4.
Proses siklus kompresi uap pada diagram T-sSiklus kompresi uap pada Gambar 2
.
2, Gambar 2.
3 dan Gambar 2.
4 tersusun dari beberapa tahapan sebagai berikut : proses kompresi, proses pendinginan dengan penurunan suhu, proses kondensasi, proses pendinginan lanjut, proses ekspansi (proses penurunan tekanan), evaporasi, dan proses pemanasan lanjut.
a. Proses Kompresi 1 – 2
Proses kompresi terjadi dari titik 1 sampai titik 2 pada Gambar 2
.
3 dan Gambar 2.
4.
Refrigeran dalam bentuk uap panas masuk ke kompresor, kerja atau usaha yang diberikan pada refrigeran akan menyebabkan kenaikan tekanan sehingga temperatur refrigeran akan naik dan lebih tinggi dari temperatur lingkungan (refrigeran mengalami fasa superheated atau gas panas lanjut).
b. Proses pendinginan suhu gas panas lanjut (2-2a)
Proses pendinginan dari gas panas lanjut menjadi gas jenuh terjadi pada tahap 2-2a pada Gambar 2
.
3 dan Gambar 2.
4.
Proses ini disebut juga denganproses desuperheating
.
Refrigeran mengalami penurunan suhu pada tekanan tetap.
Hal ini disebabkan adanya kalor yang keluar dari sistem ke lingkungan, karena suhu refigeran lebih tinggi dari suhu lingkungan.
c. Proses Kondensasi (2a-2b)
Proses kondensasi terjadi pada tahap 2a-2b dari Gambar 2
.
3 dan Gambar 2.
4.
Pada proses ini gas jenuh mengalami perubahan fase menjadi cair jenuh.
proses berlangsung pada suhu dan tekanan tetap.
Pada proses ini terjadi aliran kalor dari kondensor ke lingkungan karena suhu kondensor lebih tinggi dari suhu udara lingkungan.
d. Proses Pendinginan Lanjut (2b-3)
Proses pendinginan lanjut terjadi pada tahap 2b-3 dari Gambar 2
.
3 dan Gambar 2.
4.
Pada proses pendinginan lanjut terjadi proses penurunan suhu refrigeran dari keadaan cair jenuh ke refrigeran cair.
Proses ini berlangsung pada tekanan konstan.
Proses ini diperlukan untuk memastikan refrigeran yang keluar dari kondensor benar-benar berada pada fase cair.
e. Proses Penurunan Tekanan (3-4)
Proses penurunan tekanan terjadi pada tahap 3-4 dari Gambar 2
.
3 dan Gambar 2.
4.
Pada tahap ini refrigeran mengalir menuju ke pipa kapiler dan mengalami proses penurunan tekanan dan penurunan suhu.
Sehingga suhu refrigeran lebih rendah dari temperatur lingkungan.
Pada tahap ini fase refrigeran berubah dari fase cair menjadi fase campuran cair dan gas.
f. Proses Evaporasi (4-4a)
Proses evaporasi terjadi pada tahap 4-4a dari Gambar 2
.
3 dan Gambar 2.
4.
Refrigeran dalam fasa campuran cair dan gas mengalir ke evaporator dan kemudian menerima kalor dari lingkungan yang akan didinginkan sehingga refrigeran berubah seluruhnya menjadi gas jenuh.
Proses berlangsung pada tekanan yang tetap dan suhu yang tetap.
g. Proses Pemanasan Lanjut (4a-1)
Proses pemanasan lanjut terjadi pada tahap 4a-1 dari Gambar 2
.
3 dan Gambar 2.
4.
Pada saat refrigeran keluar dari evaporator, refrigeran mengalami proses pemanasan lanjut.
Dengan adanya proses pemanasan lanjut fase refrigeran berubah dari fase gas jenuh menjadi gas panas lanjut.
Dengan demikian refrigeran sebelum masuk kompresor benar-benar dalam fase gas.
Proses berlangsung pada tekanan tetap.
2.1.4. Perhitungan-perhitungan pada Siklus Kompresi Uap
Berdasarkan Gambar 2
.
3 diagram P-h dapat dihitung besarnya kerja kompresor (Win), kalor yang dilepas kondensor (Qout), kalor yang diserap evaporator (Qin), COP, dan efisiensi.
Satuan yang dipergunakan pada perhitungan ini mempergunakan satuan yang biasa dipergunakan pada perhitungan siklus kompresi uap.
Dapat dipergunakan satuan yang lain sesuai dengan propertinya.
a. Kerja Kompresor (Win)
Kerja kompresor per satuan massa refrigeran, dapat dihitung dengan Persamaan (2
.
1) :Win= h2– h1
...
(2.
1)Pada Persamaan (2
.
1) :Win : kerja kompresor per satuan massa refrigeran, kJ/kg h2 : nilai entalpi refrigeran saat keluar dari kompresor, kJ/kg h1 : nilai entalpi refrigeran saat masuk ke kompresor, kJ/kg
b. Energi kalor yang dilepas kondensor per satuan massa refrigeran (Qout) Besarnya kalor per satuan massa refrigeran yang dilepas kondensor dapat dihitung dengan Persamaan (2
.
2) :Qout= h2– h3
...
(2.
2)Pada Persamaan (2
.
2) :Qout : jumlah kalor yang dilepas kondensor per satuan massa refrigeran, kJ/kg h2 : nilai entalpi refrigeran saat masuk kondensor, kJ/kg
h3 : nilai entalpi refrigeran saat keluar kondensor, kJ/kg
c. Energi kalor yang diterima evaporator per satuan massa refrigeran (Qin) Besarnya kalor per satuan massa refrigeran yang diserap oleh evaporator dapat dihitung dengan Persamaan (2
.
3) :Pada Persamaan (2
.
3) :Qin :besarnya kalor yang diterima evaporator per satuan masa refrigeran, kJ/kg h1 : nilai entalpi refrigeran saat keluar evaporator, kJ/kg
h4 : nilai entalpi refrigeran saat masuk evaporator, kJ/kg
d. COP aktual mesin siklus kompresi uap (COPaktual)
COP aktual (Coefficient Of Performance) mesin siklus kompresi uap adalah perbandingan antara kalor yang diserap evaporator dengan energi listrik yang diperlukan untuk menggerakkan kompresor
.
Nilai COP aktual mesin kompresi uap dapat dihitung dengan Persamaan (2.
4) :COPaktual= Qin/ Win= (h1– h4) / (h2– h1)
...
(2.
4) Pada Persamaan (2.
4) :Qin : kalor yang diserap evaporator per satuan massa refrigeran, kJ/kg Win : kerja yang dilakukan kompresor per satuan massa refrigeran, kJ/kg
e. COP ideal mesin siklus kompresi uap (COPideal)
COP ideal merupakan COP maksimal yang dapat dicapai mesin pendingin, dapat dihitung dengan Persamaan (2
.
5) :COPideal= Te/ ( Tc– Te)
...
(2.
5)Pada Persamaan (2
.
5) :Te :suhu mutlak evaporator, K Tc :suhu mutlak kondensor, K
f. Efisiensi mesin siklus kompresi uap (ƞ)
Efisiensi mesin siklus kompresi uap dapat dihitung dengan menggunakan Persamaan (2
.
6) :Ƞ = COPAktual/ COPIdealx 100%
...
(2.
6) Pada Persamaan (2.
6) :Ƞ : efisiensi mesin siklus kompresi uap
.
COPaktual : koefisien prestasi mesin siklus kompresi uap
.
COPIdeal : koefisien prestasi maksimum mesin siklus kompresi uap
.
2.1.5. Komponen-komponen Siklus Kompresi Uap
Pada siklus kompresi uap, komponen utama yang digunakan adalah : kompresor, evaporator, kondensor, pipa kapiler atau katup ekspansi
a. Kompresor
Kompresor merupakan unit tenaga dalam sistem mesin siklus kompresi yang berfungsi untuk memompa refrigeran ke seluruh bagian mesin siklus kompresi uap
.
Kompresor akan memompa gas refrigeran pada tekanan dan panas yang tinggi pada sisi output (tekanan tinggi) dari sistem dan menghisap gas bertekanan rendah pada sisi intake (sisi tekanan rendah).
Kompresor yang sering digunakan pada mesin pendingin berdaya listrik rendah adalah jenis kompresor Hermetik (Hermetic Compressor).
Kompresor ini digerakkan langsung oleh motor listrik dengan komponen mekanik yang berada dalam satu wadah tertutup.
Posisi porosnya bisa vertikal maupun horizontal.
Berikut ini akan dijelaskan berbagai macam kompresor yang ada di pasaran
.
1) Kompresor ReciprocatingKompresor reciprocating bekerja dengan mempergunakan piston
.
Refrigeran dipompa dari suatu piston yang digerakkan oleh listrik.
Prinsip kerja kompresor reciprocating adalah dengan prinsip perbandingan tekanan dan volume.
Ketika piston ditarik, maka volume ruang piston membesar dan tekanan mengecil.
Hal ini menyebabkan refrigeran mengalir masuk ke dalam ruangan melalui katup isap.
Ketika piston bergerak menekan, maka volume akan mengecil dan tekanan membesar.
Hal ini menyebabkan refrigeran terdorong keluar dari ruangan piston.
Hal ini berlangsung secara terus menerus dengan siklus tetap.
Gambar 2
.
5.
Kompresor Reciprocating2) Kompresor Rotari
Kompresor rotari dapat menghasilkan tekanan yang tinggi dan getaran yang dihasilkan relatif lebih kecil
.
Kompresor rotari menghasilkan getaran yang kecilkarena sudu yang digunakan pada kompresor ini lebih ringan dibandingkan kompresor lain
.
Selain itu kompresor ini memiliki dimensi yang lebih kecil daripada kompresor lain sehingga lebih efektif dalam penggunaan tempat pada mesin pendingin.
Tetapi pada siklus kompresi uap yang besar kompresor ini tidak dapat digunakan karena pada siklus kompresi uap yang besar dibutuhkan rotor yang besar dan dimensi luar yang lebih besar pula, serta rotor pada kompresor ini tidak cukup kuat dalam menahan gaya gesek.
Gambar 2
.
6.
Kompresor Rotari3) Kompresor Sentrifugal
Kompresor sentrifugal memanfaatkan energi mekanik yang dimiliki oleh kompresor untuk memompa gas
.
Energi mekanik yang dimiliki kompresor didapat dengan memanfaatkan impeller yang terdapat dalam kompresor.
Kompresor ini dapat menghasilkan tekanan yang tinggi.
Akan tetapi kompresor ini memiliki kerugian gesek yang cukup besar.
Gambar 2
.
7.
Kompresor sentrifugal4) Kompresor Scroll
Kompresor ini bekerja dengan interaksi antara fixed scroll (tidak bergerak) dengan orbiting scroll (bergerak)
.
Orbiting scroll akan bergerak mengikuti jaluryang dibentuk oleh fixed scroll yang pada bagian ujungnya semakin mengecil sehingga dapat menghasilkan tekanan pada fluida gas
.
b. Evaporator
Evaporator adalah komponen untuk menangkap kalor dari lingkungan sekitar
.
Pada evaporator terjadi perubahan fas refrigeran dari bentuk cair menjadi gas.
1) Evaporator kering (Dry expantion evaporator)
Pada evaporator kering, refrigeran yang masuk ke dalam evaporator berada pada fase cair dan gas, sehingga seluruh refrigeran yang melewati evaporator menjadi gas seluruhnya
.
Keuntungan dari evaporator kering:
a) Tidak memerlukan refrigeran dalam jumlah besar
.
b) Meminimalisir jumlah minyak pelumas yang tertinggal di dalam evaporator
.
Kerugian dari evaporator kering:a) Perpindahan kalor yang terjadi tidak begitu besar dibandingkan dengan evaporator basah dan evaporator setengah basah
.
Gambar 2
.
9.
Evaporator kering2) Evaporator setengah basah
Pada evaporator setengah basah, refrigeran yang masuk ke dalam evaporator berada pada fase cair dan gas, tetapi masih sisa refrigeran basah pada pipa evaporatornya
.
Pada evaporator jenis ini, perpindahan kalor yang dilakukan oleh evaporator lebih cepat dari pada evaporator kering tetapi lebih lambat dari evaporator basah.
3) Evaporator basah (Flooded evaporator)
Dalam evaporator jenis basah sebagian jenis evaporator terisi oleh cairan refrigeran dan proses penguapannya terjadi seperti pada ketel uap
.
Pada evaporator basah terdapat sebuah akumulator untuk menampung refrigeran cair dan gas, dari akumulator tersebut bahan pendingin cair mengalir ke evaporator dan menguap didalamnya.
Sisa refrigeran yang tidak sempat menguap di evaporator kembali kedalam akumulator, didalam akumulator refrigeran cair berada dibawah tabung sedangkan yang berupa gas berada diatas tabung.
Keuntungan dari evaporator basah adalah laju perpindahan kalor jenis basah lebih tinggi dari pada evaporator kering dan evaporator jenis setengah basah.
Gambar 2
.
10.
Evaporator basah(http://www.bppp-tegal.com/web/index.
c. Kondensor
Kondensor adalah sebuah alat yang berfungsi sebagai alat pembuangan kalor, menurunkan temperatur refrigeran dan mengubah fase refrigeran dari bentuk gas menjadi cair
.
Untuk mempercepat proses pembuangan kalor, pipa kondensor dibuat berliku.
Berdasarkan media yang digunakan untuk mendinginkan kondensor, kondensor dibagi menjadi tiga, yaitu:1) Kondensor dengan pendingin udara (Air cooler)
Air cooler merupakan kondensor yang menggunakan udara sebagai media
pelepasan kalor
.
Kondensor ini terbuat dari koil berdiameter luar 6 mm – 18 mm, dilengkapi dengan sirip-sirip untuk memperluas area perpindahan kalor.
Keuntungan dari kondensor dengan pendingin udara:
a) Tidak memerlukan biaya tambahan karena tersedianya udara yang cukup sebagai media pendingin
b) Pipa pendingin mudah dibersihkan
Kerugian dari kondensor dengan pendingin udara:
a) Kondensor hanya bisa digunakan untuk sistem refrigerasi kecil misalnya kulkas dan freezer untuk aplikasi rumah tangga
.
b) Tekanan kerja yang tinggi dibandingkan deangan kondensor pendingin air mengakibatkan kompresor memerlukan daya yang lebih besar akibat dari kenaikan tekanan dan temperatur kerjanya
Gambar 2
.
11.
Air cooler(http://linasundaritermodinamika.blogspot.co.
id/2015/04/kondensor-berpendingin-udara.html)
2) Kondensor dengan pendingin air (Water cooler)
Water cooler adalah kondensor yang menggunakan air sebagai media
pelepasan kalor
.
Kondensor ini menggunakan air karena air memiliki kemanpuan memindahkan kalor lebih baik dari pada udara.
Kondensor dengan water cooler ini terbuat dari tembaga.
Keuntungan dari Kondensor dengan pendingin air: a) Bentuk sederhana
.
b) Mudah dalam pemasangan
.
c) Pipa pendingin dapat dibuat dengan mudah
.
Kerugian dari kondensor dengan pendingin air:a) Pemeriksaan terhadap korosi dan kerusakan pipa sulit diketahui
.
b) Harus menggunakan detergen untuk membersihkan pipa.
Gambar 2
.
12.
Water cooler(http://www.ref-wiki.com/img_article/coil-water-cooled.JPG)
3) Kondensor dengan pendingin campuran udara dan air (evaporative)
Evaporative merupakan kombinasi dari kondensor pendingin udara dan
kondensor pendingin air
.
Kondensor ini menggunakan air dan udara sebagai mediamedia pelepasan kalor.
Keuntungan dari kondensor dengan pendingin campuran udara dan air: a) Kerja kompresor lebih ringan
b) Mempertahankan agar tekanan kondensasi tidak terlalu tinggi Kerugian dari kondensor dengan pendingin campuran udara dan air: a) Memerlukan tempat yang luas
b) Biaya pembuatan mahal
Kondensor dengan pendingin campuran udara dan air disajikan pada Gambar 2.13.
Gambar 2
.
13.
Evaporative cooler(http://frandhoni.blogspot.co.id/2015/06/macam-macam-kondensor.html)
d. Pipa Kapiler
Pipa kapiler adalah suatu bagian pada siklus kompresi uap yang berfungsi untuk menurunkan tekanan refrigeran
.
Penurunan tekanan menyebabkan turunnya temperatur refrigeran.
Suhu refrigeran yang rendah kemudian dimanfaatkan oleh evaporator untuk menurunkan suhu udara yang melewati evaporator.
2.1.6. Psychrometric Chart
Psychrometric chart adalah grafik yang menggambarkan properti udara
seperti : entalpi (h), kelembaban relatif (RH), kelembaban spesifik (W), volume spesifik (SpV), temperatur bola basah (Twb), temperatur bola kering (Tdb) , dan
dew point temperature (Tdp)
.
Untuk mengetahui properti properti tersebut, dibutuhkan minimal dua properti yang diketahui.
Gambar 2
.
14.
Psychrometric Chart(https://novakurniawan.files.wordpress.com/2011/05/psychrometric1.jpg)
a. Properti- properti pada psychrometric chart
Dalam psychrometric chart, terdapat beberapa properti, yaitu : 1) Entalpi/ enthalpy (h)
Entalpi adalah besarya kalor yang disimpan oleh suatu zat (udara dan uap air) per satuan massa udara
.
2) Kelembaban relatif/ relative humidity (RH)
Kelembaban relatif adalah persentase perbandingan jumlah air per satuan volume udara dengan jumlah maksimal yang dapat dikandung dalam per satuan volume udara pada suhu yang sama
.
3) kelembaban spesifik/ specific humidty (W)
kelembaban spesifik adalah jumlah uap air yang terkandung dalam satu satuan massa udara
.
4) Volume spesifik/ specific volume (SpV)
Volume spesifik adalah volume campuran udara dan air per satuan massa udara
.
Volume spesifik dinyatakan dalam satuan m3/kg udara kering.
5) Temperatur bola basah/ wet bulb temperature (Twb)
Temperatur bola basah adalah temperatur udara yang diukur dengan termometer yang bola pengukurnya dibungkus dengan kain yang dibasahi
.
6) Temperatur bola kering/ dry bulb temperature (Tdb)Temperatur bola kering adalah temperatur udara aktual yang diukur dengan termometer dengan bola pengukur mengalami kontak langsung dengan udara
.
7) Dew point temperature (Tdp)Dew point temperature adalah temperatur di mana udara akan mengalami
pengembunan
.
Gambar 2
.
15.
Properti pada psychrometric chartb. Proses- proses pada psychrometric chart
Proses- proses yang terjadi dalam psychrometric chart antara lain : (1) proses pendinginan dan penurunan kelembaban (cooling and dehumidifying), (2) proses pemanasan (heating), (3) proses pendinginan dan menaikkan kelembaban (cooling
and humidifying), (4) proses pendinginan (cooling), (5) proses humidifying, (6)
proses dehumidifying, (7) proses pemanasan dan penurunan kelembaban (heating
and dehumidifying), (8) proses pemanasan dan menaikkan kelembaban (heating and humidifying)
.
Gambar 2.
16 menyajikan proses-proses pada udara yang digambarkan pada psychrometric chart.
1) Proses pendinginan dan penurunan kelembaban (cooling and dehumidifying) Pada proses ini terjadi pelepasan kalor sensibel dan kalor laten ke udara
.
Pada proses ini terjadi penurunan temperatur bola kering, temperatur bola basah, volume spesifik, temperatur titik embun, dan kelembaban spesifik.
Sedangkan kelembaban relatif dapat menurun atau meningkat.
Gambar 2.
17 menunjukkan proses pendinginan dan penurunan kelembaban padapsychrometric chart
.
Gambar 2
.
17.
Proses Pendinginan dan Penurunan Kelembaban 2) Proses pendinginan (cooling)pada proses pendinginan terjadi pelepasan kalor sensibel ke udara sehingga terjadi penurunan temperatur bola kering, temperatur bola basah dan volume spesifik; peningkatan kelembaban relatif; namun kelembaban spesifik dan temperatur titik embun tidak terjadi perubahan/ konstan
.
Gambar 2.
18 menunjukkan proses pendinginan pada psychrometric chart.
Gambar 2
.
18.
Proses Pendinginan3) Proses pendinginan dan menaikkan kelembaban (cooling and humidifying) Proses cooling and humidifying berfungsi menurunkan temperatur dan menaikkan kandungan uap air di udara
.
Proses ini menyebabkan perubahan temperatur bola kering, temperatur bola basah dan kelembaban spesifik.
Pada proses ini, terjadi penurunan temperatur kering dan volume spesifik.
Selain itu, terjadi peningkatan temperatur bola basah, titik embun, kelembaban relatif dan kelembaban spesifik.
Gambar 2.
19 menunjukkan proses pendinginan dan menaikkan kelembaban pada psychrometric chart.
4) Proses humidifying
Proses humidifying merupakan penambahan kandungan uap air ke udara tanpa merubah suhu bola kering sehingga terjadi kenaikan entalpi, suhu bola basah, titik embun dan kelembaban spesifik
.
Garis proses pada psychrometric chart adalah garis vertikal ke arah atas.
Gambar 2.
20 menunjukkan proses humidifying padapsychrometric chart
.
Gambar 2
.
20.
Proses humidifyng5) Proses pemanasan dan menaikkan kelembaban (heating and humidifying)
.
Pada proses ini udara dipanaskan disertai penambahan uap air.
Pada proses ini terjadi kenaikan kelembaban spesifik, entalpi, suhu bola basah, suhu bola kering.
Garis proses pada psychrometric chart adalah garis ke arah kanan atas.
Gambar 2.
21 menunjukkan proses pemanasan dan menaikkan kelembaban pada psychrometric chart.
Gambar 2
.
21.
Proses pemanasan dan Menaikkan kelembaban 6) Proses pemanasan (heating)Proses pemanasan (heating) adalah proses penambahan kalor sensibel ke udara
.
Pada proses pemanasan, terjadi peningkatan temperatur bola kering, temparatur bola basah, entalpi, dan volume spesifik.
Sedangkan temperatur titik embun dan kelembaban spesifik tetap konstan.
Namun kelembaban relatif mengalami penurunan.
Gambar 2.
22 menunjukkan proses pada psychrometricchart
.
Gambar 2
.
22.
Proses Pemanasan7) Proses pemanasan dan penurunan kelembaban (heating and dehumidifying) Pada proses ini berfungsi untuk menaikkan suhu bola kering dan
menurunkan kandungan uap air pada udara